DAMAR AISYAH'S BLOG

A Story of Mom, Wife, Daughter and Active Woman

Yuk, Cari Tahu Gaya Belajar yang Paling Efektif untuk Anak!

|
Gaya belajar anak seperti pintu pembuka. Setiap informasi yang masuk lewat pintu yang terbuka lebar, akan memudahkan anak memahami informasi tersebut. Pada puncak pemahaman, informasi tersebut akan masuk ke dalam memori jangka panjang dan tak terlupakan seumur hidup (Orangtuanya Manusia)

Gaya belajar anak

Pernahkah Teman-teman memerhatikan gaya belajar anak, murid, keponakan atau adiknya? Apa pendapat kalian tentang gaya belajar mereka? Serius atau cenderung santaikah?

Saya sendiri sudah sejak lama senang mengamati gaya belajar anak-anak. Pengalaman 10 tahun lalu saat harus mengajar satu kelas dengan mayoritas siswa yang memiliki kecenderungan kinestetik dan auditori. Memaksa saya yang saat itu belum memiliki pengetahuan apapun tentang macam-macam gaya belajar anak untuk mencari tahu dan mengamati dengan seksama.

Ada beberapa anak yang selalu minta diajak berkegiatan di dalam kelas. Setiap materi inginnya dilakukan dengan permainan. Bahkan di kelas pun mereka sangat jarang duduk di tempatnya. Beberapa anak yang lain sangat senang diperdengarkan cerita. Entah itu harus saya yang membacakan, atau menggunakan pemutar audio sehingga kami sama-sama mendengarkan materi.

Seingat saya, dari 15 anak di dalam kelas tersebut, hanya 3 atau 4 anak yang duduk rapi tanpa diminta. Dalam mengerjakan tugas, mereka cenderung tekun dan sangat mudah menyerap informasi yang ditulis, atau berupa simbol.

Saya akui, mengenali gaya belajar anak memang bukanlah hal yang sederhana. Selain faktor bawaan atau genetis, gaya belajar anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat si anak dibesarkan. Maka enggak perlu heran jika ada suatu masa di mana orang tua menemukan gaya belajar anak mengalami perubahan.


Oleh sebab itu para ahli biasanya menyebutkan gaya belajar seseorang dengan istilah kecenderungan. Karena bukan tidak mungkin seseorang memiliki gaya belajar yang lain, meskipun dominan untuk satu gaya belajar tertentu.


Pengertian dan Berbagai Macam gaya Belajar Anak


Pengertian gaya belajar sendiri adalah cara yang dimiliki seseorang untuk memahami dan menyerap informasi serta pengetahuan baru. Setiap orang pasti berusaha untuk menemukan caranya sendiri untuk dapat menangkap informasi dengan efektif.

Secara umum, ada 3 gaya belajar anak yang biasa dikenal dalam masyarakat. Auditori, visual dan kinestetik adalah sebutan untuk ketiga gaya belajar yang memiliki kriteria khusus dan berbeda satu dengan yang lainnya.


Teori ini mulai menarik kembali bagi saya ketika harus berhadapan dengan Najwa yang awalnya sangat kental dengan ciri-ciri anak kinestetik. Tapi semakin ke sini, saya melihat ada kecenderungan auditori pada gaya belajarnya.


Gaya belajar anak
Bagi anak dengan kecenderungan kecerdasan naturalis, belajar dari alam adalah hal yang menyenangkan.


Pergeseran Kecenderungan Gaya Belajar, Mungkinkah?

Pergeseran kecenderungan gaya belajar ini pun pernah saya konsultasikan pada gurunya. Dari hasil diskusi kami, faktor usia boleh jadi ikut memengaruhi gaya belajar Najwa (FYI: Najwa masuk SD pada usia 6,3 tahun). Pada sebagian kasus anak kinestetik yang ditemui guru Najwa, anak-anak pada usia di bawah 7 tahun memiliki kecenderungan kinestetik. Hal ini dikarenakan usia yang belum matang dan masih terpengaruh dengan gaya belajar di TK.

Seiring dengan bertambahnya usia dan proses berpikir yang semakin matang. Anak pun cenderung mencari cara yang paling nyaman baginya untuk menerima informasi dan pengetahuan baru. Ya, masuk akal, sih.

Di samping itu, lingkungan tempat anak belajar bisa jadi juga memengaruhi. Najwa yang belajar di sekolah konvensional, cenderung terkondisikan dengan kelas yang minim aktivitas. Hal ini mungkin memunculkan usahanya untuk beradaptasi dan mencari cara belajar lain yang memungkinkan dengan situasi yang harus dihadapinya.

Baca juga cara saya "Menumbuhkan Empati pada Anak"

Sampai di sini, saya mulai mengoreksi kembali kesimpulan awal bahwa Najwa adalah pembelajar kinestetik ataupun auditori. Perlu pengamatan yang lebih mendetil dan melakukan beberapa "pancingan" untuk melihat reaksi dan hasil yang ditunjukkan selama proses pengamatan tersebut.


Gaya belajar anak
Bagi anak dengan kecenderungan kecerdasan interpersonal, belajar dalam sebuah kelompok akan sangat efektif.



Gaya Belajar yang Dipengaruhi Kecerdasan Anak

Lalu, apakah gaya belajar anak hanya terbatas sampai 3 kategori tadi? Ternyata tidak. Menurut Howard Gardner, penemu teori Multiple Intelligences, gaya belajar seorang anak setidaknya juga dipengaruhi oleh kecenderungan kecerdasan yang dimilikinya. Misalnya, anak yang memiliki kecenderungan kecerdasan musik, maka dia akan lebih mudah belajar dengan ditemani musik atau menggunakan lagu dalam memahami sebuah konsep.

Tapi sekali lagi perlu digaris bawahi, bahwa multiple intelligences pada anak pun bersifat sangat dinamis. Tidak ada kecerdasan yang statis karena semua sangat bergantung dengan lingkungannya.  Itulah sebabnya gaya belajar anak pun juga berubah-ubah dan tidak selalu tetap pada satu gaya belajar. Oke, sepertinya sampai di sini masalah saya dengan Najwa sudah mulai mendapatkan solusi.

Gaya belajar anak
Bagi anak dengan kecenderungan musik, belajar dengan musik adalah hal yang mengasyikkan.



Cara Mengenali Gaya Belajar Anak

Selanjutnya, apa sih sebenarnya manfaat dari mengetahui gaya belajar anak? Lebih tepatnya, adakah manfaatnya? Tentu saja ada, dong. Menurut Barbara Prashning, penyerapan informasi bergantung pada cara orang mengusahakannya. Dengan memberikan instruksi kepada anak-anak kita melalui gaya belajarnya, akan terlihat suatu perubahan sikap yang cepat dan tingkat keberhasilan yang tinggi. (Orangtuanya Manusia, Munif Chatib, hal 171).

Nah, setelah mengetahui manfaatnya. Kini saatnya kita memelajari bagaimana cara mengenali gaya belajar anak. Setidaknya ada 2 cara yang bisa kita terapkan kepada anak atau anak didik kita.
Yang pertama, dengan melakukan pengamatan secara manual untuk mengetahui secara langsung kebiasaan belajar yang disukai anak. Nah, cara inilah yang saya anggap tidak mudah sehingga sulit untuk menentukan gaya belajar yang tepat. Karena seperti yang saya sebutkan di atas. Gaya belajar anak sangat dinamis, begitu juga kecenderungan kecerdasannya sama sekali tidak statis.

Yang kedua, dengan menggunakan hasil riset secara psikologis. Untuk cara yang kedua, saya mulai memelajari hasil riset yang dikembangkan oleh Munif Chatib bersama tim psikolognya. Alat tersebut kemudian dinamai Multiple Intelligence Research (MIR).  Adapun kecenderungan kecerdasan anak menurut MIR ada 8 jenis, yaitu:
  1.  Kecerdasan Linguistik
  2.  Kecerdasan Intrapersonal
  3.  Kecerdasan Naturalis
  4.  Kecerdasan Musik 
  5. Kecerdasan Matematis/ Logis
  6. Kecerdasan Visual/spasial
  7. Kecerdasan Kinestetis
  8. Kecerdasan Interpersonal

Dalam infografis sederhana berikut, Teman-teman bisa melihat gaya belajar anak berdasarkan kecenderungan kecerdasannya.





Rasanya semakin jelas mengapa setiap anak memiliki gaya belajarnya masing-masing. Maka sudah bukan zamannya lagi jika orang tua atau pendidik bersifat kaku dengan gaya belajar anak yang tidak sesuai pakem atau mitos yang dianggap benar.

Ternyata ada hal lain yang perlu diperhatikan sehingga anak bisa belajar dengan cara yang paling efektif dan mudah dalam menyerap informasi.  Jadi jangan tunda lagi untuk mengamati dan mengenali gaya belajar yang paling tepat untuk anak, murid atau keponakan dan saudara di rumah.

Selamat menjadi penyelam bagi anak-anak, ya. Have fun!



Lakukan 7 Hal Ini agar Nyaman Berkereta Api Ekonomi dengan si Kecil

|
tips nyaman berkereta api ekonomi


Bepergian dengan moda transportasi darat, khususnya kereta api sepertinya sudah menjadi primadona baru di masyarakat kita. Terlebih bagi mereka yang rutin melakukan perjalanan di sepanjang wilayah kepulauan Jawa yang telah difasilitasi dengan jalur kereta api ke berbagai kota. Selain cepat, tepat waktu, nyaman dan bersih. Dari segi harga, tiket kereta api sangat variatif dan bisa menyesuaikan dengan bujet masing-masing. 

Kalau kebetulan sedang banyak rezeki, bolehlah sesekali merasakan kenyamanan bangku empuk kelas eksekutif. Tapi kereta ekonomi pun enggak kalah pamor, loh, meskipun tarif yang ditawarkan jauh di bawah kelas bisnis atau eksekutif. Selain bersih dan cukup nyaman, waktu tempuhnya pun tak beda jauh dengan kelas kereta lainnya. Kalau enggak salah hanya terpaut  satu jam saja.

Saya pribadi tipe yang gemar berkereta ekonomi. Selain tentu saja sangat menghemat bujet, suasana kereta yang cenderung merakyat membuat saya enggak gampang bosan. Karena biasanya antar penumpang bisa dengan mudah berkenalan dan berbagi cerita.

Tapi tentu saja ada hal-hal yang perlu Teman-teman perhatikan sebelum memilih kereta kelas ekonomi. Terlebih jika Teman-teman bepergian  dengan anak-anak atau balita, seperti yang selalu saya alami. Tau sendirilah ya, anak-anak biasanya lebih mudah rewel kalau ada sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman. Nah, oleh sebab itu ada baiknya Teman-teman perhatikan 7 hal berikut, agar si kecil nyaman di dalam gerbong kereta ekonomi.


Ingin tahu manfaat traveling dengan anak? Baca di sini ya




7 Tips Agar si Kecil Nyaman di Kereta Ekonomi 

 

 

1. Pesan tiket sejak jauh hari

Pembelian tiket ekonomi bisa dibilang sedikit menantang. Setidaknya itu yang berulang kali saya alami. Karena jumlah peminat yang sangat tinggi, tiket kereta jenis ini bisa dengan cepat habis. Bahkan untuk libur hari-hari besar agama atau liburan akhir tahun, H-90 pun bisa jadi sudah ludes terjual.

Untuk hari-hari biasa hindari membeli tiket kereta untuk jadwal keberangkatan weekend, karena dijamin susah juga. Hari Selasa hingga Kamis adalah jadwal yang paling longgar untuk membeli tiket kereta ekonomi. 

Keuntungan membeli tiket sejak jauh hari, selain bisa dipastikan ketersediaannya, teman-teman pun bisa memilih gerbong dan nomor kursi yang diinginkan. Pengalaman saya pribadi yang sering bepergian dengan anak dan batita. Nomor kursi yang mendekati ujung depan atau belakang gerbong adalah pilihan yang tepat karena dekat dengan toilet.


2. Datang ke stasiun lebih awal



tips nyaman berkereta api ekonomi


Bepergian dengan anak jangan disamakan seperti orang dewasa, ya. Karena ada kalanya mereka rewel atau mogok beraktivitas. Apalagi Teman-teman juga butuh waktu untuk melewati antrian pemeriksaan identitas oleh petugas. Jadi, better jika kalian datang lebih awal, maksimal 45 menit sebelumnya jadwal keberangkatan.

Selain itu, dengan datang lebih awal Teman-teman enggak perlu berdesakan ketika masuk ke dalam gerbong kereta. Juga lebih leluasa mengatur barang bawaan ke dalam bagasi atas. Pengalaman saya, sih. Penumpang kereta ekonomi cenderung banyak barang bawaannya. Jadi siap-siap saja enggak kebagian bagasi kalau datang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan.


3. Bawa selimut dan bantal

Enggak seperti kereta eksekutif yang difasilitasi bantal dan selimut gratis. Di kereta ekonomi penumpang bisa menyewa bantal pada petugas jika menginginkan. Biayanya sekitar 7000 saja, sedangkan untuk selimut memang tidak disediakan. Sebenarnya enggak mahal, sih. Hanya saja suka enggak kebagian juga kalau penumpangnya lagi banyak yang sewa.

Menurut saya bantal ini penting banget untuk membuat anak-anak lebih nyaman. Karena sandaran bangku kereta ekonomi  biasanya sangat tegak, sehingga perlu bantal untuk menyangga bagian leher agar tidak mudah lelah.

Sedangkan selimut, barang ini wajib juga untuk Teman-teman yang bepergian dengan anak dan balita. Mengapa? Karena pendingin di kereta ekonomi biasanya bukan AC sentral, tapi AC satuan yang biasa digunakan di rumah-rumah. Halah, bingung saya mendefinisikannya. Intinya dalam satu gerbong itu kalau enggak salah ada 8 unit AC yang menurut saya dinginnya jadi kurang soft karena jarak AC yang terlalu dekat dengan penumpang.

Tips nyaman berkereta api ekonomi
Kalau kereta eksekutif ada fasilitas bantal dan selimut gratis seperti ini



4. Bawa bekal makanan dan minuman

Meskipun pihak kereta api sudah menyediakan makanan dan minuman di bagian restorasi. tapi enggak ada salahnya tetap membawa makanan dan minuman kesukaan si kecil. Terlebih jika mereka terbiasa dengan makanan atau minuman jenis khusus, misalnya bubur atau biskuit. Karena jenis makanan di kereta biasanya sangat terbatas. Seperti Nasi Goreng, Nasi Ayam, Mie instan. 

Jajanan dan minumannya pun kurang variatif kalau untuk anak-anak. So, bawa bekal sendiri adalah cara paling mudah dan tepat jika ingin si kecil senang tanpa lapar.


5. Bawa buku atau mainan

Buku cerita atau mainan adalah jurus jitu untuk mengatasi kejenuhan akibat perjalanan yang panjang. Sambil menunggu si kecil terlelap, Teman-teman bisa membacakan buku cerita kesukaannya atau melakukan permainan sederhana untuk mengusir bosan.

Gadget juga bisa dijadikan alternatif sebagai teman dalam perjalanan. Nonton video, mendengarkan musik atau bermain game biasanya sangat disukai anak. Meskipun memberikan dispensasi khusus terkait penggunaan gadget sebagai pengalih kegiatan selama di kereta. Usahakan untuk tetap memperhatikan batas waktu dan konten yang dilihat, sehingga penggunaan gadget tidak adi bumerang bagi orang tua.


6. Ajak anak-anak berjalan meyusuri gerbong

Cara ini juga sangat membantu saat anak mulai rewel. Duduk dalam waktu lama dengan lingkungan yang tidak berubah memang rentan memunculkan rasa bosan, terlebih pada anak. Ada baiknya mengajak si kecil berjalan dari satu gerbong ke gerbong lainnya agar berganti suasana. Cara ini juga bisa mengurangi rasa lelah atau kaku akibat duduk terlalu lama.





7. Jangan jaim dengan penumpang lain

Seperti yang saya bilang di awal, suasana di kereta ekonomi yang cenderung merakyat memungkinkan penumpang saling berkenalan dan berbagi cerita. hal ini didukung dengan model bangku yang berhadap-hadapan dengan penumpang lainnya.

Pengalaman saya, sih, bersikap jaim sama sekali tidak menguntungkan. Meskipun enggak  perlu terlalu berlebihan. Bersikap ramah yang sewajarnya, mengajak berbincang seperlunya. Sehingga terjadi interaksi dengan penumpang lainnya. 

By the way, cara ini sangat membantu saat Teman-teman berkereta tanpa suami atau saudara. Misalnya saat ingin ke kamar mandi, Teman-teman bisa minta tolong untuk menitipkan anak. Atau jika memungkinkan minta tolong membawakan barang bawaan saat turun dari kereta. Hehehe, kalau ini namanya aji mumpung. Mumpung ada yang bantuin. Hehehe... Tapi beneran, loh. Saya sering dibantu penumpang lain karena selalu bepergian dengan 2 anak tanpa suami. Itu sebabnya saya menolak jaim saat di kereta ekonomi.

Tips nyaman berkereta api ekonomi
DuoNaj selalu senang diajak berkereta api


Nah, pas liburan nanti Teman-teman bisa coba menerapkan 7 tips dari saya tadi. Intinya, sih, traveling dengan anak bisa tetap nyaman meskipun menggunakan kereta ekonomi sebagai transportasi pilihannya. Daripada enggak jadi pergi cuma karena tiket eksekutif enggak kebeli. Ya nggak? Ya nggak?

Selamat mencoba!

Custom Post Signature

Custom Post Signature