A Story of Mom, Wife, Daughter and Active Woman

Kanal Banjir Timur, Jakarta - Area Olahraga dan Pasar Tumpah

|
"Kanal Banjir Timur Jakarta, telah dibangun dan melintasi 13 kelurahan di Jakarta. Dua kelurahan di wilayah Jakarta Utara, dan 11 kelurahan di wilayah Jakarta Timur"


Sebagai warga DKI, saya merasa beruntung, karena mendapatkan tempat tinggal di wilayah yang dilalui Kanal Banjir Timur. Loh! Koq beruntung? Bukannya malah bahaya ya, kalau sewaktu-waktu kanalnya jebol, apa gak banjir bandang itu? Nauzubillah, semoga hal tersebut tidak terjadi. Yang namanya bencana atau musibah, saya yakin tidak ada yang menginginkannya. 

Menetap dan menjadi bagian dari "jantung Indonesia" Salah satu kota di mana asa dilabuhkan, namun tak pernah absen dengan berita kebanjiran. Membuat saya merasakan sendiri, betapa besar manfaat menjaga kebersihan, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya. Hal sesederhana itu, ternyata tidak mudah dalam pengaplikasiannya.

Nyatanya, sampah masih bertebaran di mana-mana dan sungai beralih fungsi menjadi TPA. Memang benar kiranya, bahwa nilai-nilai harus ditanamkan semenjak dini. Dipupuk dan ditumbuhkan secara terus menerus. Karena merubah kebiasaan itu ibarat meminta untuk dilahirkan kembali. Susah jendral!

Nah, balik lagi ke kanal banjir timur ya, atau biasa disebut KBT. Sebenarnya, di Jakarta terdapat dua kanal banjir. Yaitu, Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kanal Banjir Barat (KBB). Pembangunan keduanya ditujukan untuk mencegah banjir akibat luapan sungai di Jakarta. Berhubung saya tinggal di wilayah timur, jadi saya penguasanya lebih paham wilayahnya, hehehehe...


Kanal Banjir Timur Jakarta, telah dibangun dan melintasi 13 kelurahan. Dua kelurahan di wilayah Jakarta Utara, dan 11 kelurahan di wilayah Jakarta Timur.  KBT direncanakan untuk mengatasi banjir di wilayah Jakarta Timur. Yaitu, dengan menampung aliran Kali Ciliwung, Kali Cililitan, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung.

Meskipun, kenyataannya sampai saat ini Jakarta masih saja banjir. Namun, Kanal Banjir Timur hadir sebagai destinasi baru untuk warga seperti saya. Yang butuh tempat olahraga, sekaligus menikmati area hijau serta berbelanja. Dan yang paling penting, ramah dibudget.

Semenjak KBT dibangun sedemikian rupa, dengan melibatkan CSR dari beberapa perusahaan swasta dan BUMN. Fungsi utamanya telah bertambah, tidak hanya sebagai tanggul pencegah banjir. Namun, menjadi salah satu area olahraga dan wisata ekonomis bagi masyarakat ibukota.  Selain jogging track, tersedia juga area khusus pengguna sepeda. Sedangkan. di bagian kanan dan kirinya, rumput hijau tertata rapi dengan deretan aneka pepohonan yang membuat rindang. Dan udara pagi terasa lebih segar.





Pada jarak tertentu, disediakan tempat istirahat, lengkap dengan parkir sepeda. Atau, tempat duduk dan taman dengan area refleksi injak batu. Di tempat-tempat inilah, biasanya para pengunjung beristirahat. Namun, beberapa orang memanfaatkannya untuk melakukan gerakan yoga atau peregangan ringan.

Saya sekeluarga, bisa dibilang salah satu pendatang setia KBT. Hampir setiap akhir pekan, kami habiskan pagi hingga matahari mulai bergeser  45 derajat ke arah barat. Kami biasa berlari, jogging kecil, bersepeda atau sekedar jalan-jalan di area ini. Karena kami termasuk keluarga yang kurang suka main di pertokoan, maka tempat seperti ini terlalu sayang untuk dilewatkan.

Tak hanya berolahraga, berbagai barang dijual di KBT layaknya "Pasar Tumpah" Mulai baju, sandal, aksesories, hijab, sepatu, peralatan dapur, mainan dan buku-buku semua tersedia. Kalaulah ingin sekalian sarapan di luar. Nasi kuning, ketupat sayur, bubur ayam, bubur manado, salad buah, burger, pizza, kopi, jus buah, dan aneka makan lain juga tersedia. 

Nah, tidak hanya itu saja. Buat ibu-ibu seperti saya yang kemana-mana selalu bawa buntut balita. Odong-odong, kuda, delman dan kereta mini, siap untuk disewa. Dijamin anak-anak gembira setelah naik kuda, ibunya bahagia karena adaaaa saja yang bisa dibawa pulang. Dan, bapaknya tongpes sehat, setelah berlari atau bersepeda. Heheheheh.. seru bukan?






Kondisi sungai di sepanjang KBT yang semakin bersih, terawat dan bebas sampah, karena selalu dipantau oleh petugas kebersihan. Menambah kenyamanan untuk sekedar ngobrol berlama-lama, atau bermain bersama anak-anak sembari menikmati kudapan atau minuman ringan.

Sungguh, hal yang sesederhana ini, buat saya benar-benar berkah. Menemukan area terbuka dan hijau di tengah hiruk pikuk dan kebisingan suara knalpot kendaraan. Belum lagi udara pengap karena padatnya bangunan dan polusi asap. Keberadaan KBT seolah menjadi tempat untuk "bernafas" dan mendapatakan kembali kehidupan ala wong ndeso.

"It's awesome for us, to have this story while we build our solid team. Someday, we hope that we have other story between KBT with us"




Selain itu, KBT seolah menjadi saksi sejarah bagi kami sekeluarga. Semenjak hijrah ke Jakarta dengan satu balita cantik usia dua tahun, yang baru belajar mengayuh sepeda roda empatnya. Hingga sekarang sudah lihai mengayuh sepeda roda duanya. Kemudian cerita berlanjut, saat baby Djati masih di perut, kemudian didorong dalam stroller, selanjutnya dibonceng sepeda ibunya. Dan, sekarang sudah mengayuh sendiri sepeda roda empatnya. It's awesome for us, to have this story while we build our solid team. Someday, we hope that we have other story between KBT with us. Heheheheheh...segitunya, lebay! 




Nah, buat teman-teman yang ingin merasakan hidup ala wong ndeso juga seperti saya. Sempatkan untuk datang ke KBT. Agar lebih nyaman, siapkan perlengkapan olahraga, dan dompet jangan sampai lupa. Kapan-kapan kita janjian ya! See U :)


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Hallo! Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Semoga bermanfaat. ^-^

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post Signature