A Story of Mom, Wife, Daughter and Active Woman

Menolak Dilemahkan Neuropati

|
Pagi itu seperti biasa, setelah mengantar Najwa ke sekolah, saya istirahat sejenak sebelum melanjutkan pekerjaan rumah yang belum sempat terselesaikan. Duduk bersila dengan posisi badan setengah rebah di kursi panjang yang kami atur tepat di bagian tengah ruangan. Memungkinkan kami mendapat udara segar dari depan dan halaman atas. 

Akhir-akhir ini udara Jakarta lumayan bersahabat. Cerah, berangin tapi nggak terlalu panas. Untuk sesaat, saya menikmati hembusan angin yang melenakan. Membuat saya terpejam dalam tidur singkat yang saya pikir jauh lebih berkualitas dibanding tidur semalam yang terus bergelut dengan si kecil yang sedang kurang sehat. 



"Ibuk!... " Seketika saya terperanjat setelah Najib memanggil setengah berteriak. Sadar telah ketiduran, saya pun bergegas bangun untuk mencari arah datangnya suaral. Namun, tiba-tiba kaki saya susah untuk digerakkan. Sakit dan kesemutan. Saya kembali meluruskan kaki dan memijatbetis dan telapak kaki. Hal ini saya lakukan dengan tujuan melancarkan peredaran darah. Dan benar saja, setelah beberapa saat, kondisi kaki kembali ringan. Saya pun segera bergegas mencari Nak Bujang.

Kesemutan seperti ini bukan pertama yang saya rasakan. Sudah beberapa kali saya mengalaminya. Terlebih saat tubuh sedang capek, terlalu banyak duduk bersila, posisi kaki menggantung, atau tidak melakukan peregangan otot sebelum berolahraga. 

Kesemutan juga pernah saya alami saat berada di dalam commuterline jurusan Jakarta-Bogor. Berdesakan dalam waktu lama di antara puluhan penumpang lainnya. Ditambah beban berat menggendong Najib yang sedang tidur terlelap. Kontan saja kaki saya kesemutan, dan tangan kiri yang menjadi tumpuan  kepala Najib pun terasa kebas. Tidak bisa merasakan apa-apa.

Berkali-kali suami mengingatkan agar tidak menganggap sepele gangguan kesehatan yang disebabkan kesemutan. Apalagi jika tangan mulai tidak bisa merasakan apa-apa, seperti mati rasa. Aktivitas saya jadi sangat terganggu. Kekuatan otot tangan melemah, pekerjaan pun tak bisa tuntas.

Memang hal seperti ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi gejala yang saya alami merujuk pada gangguan sistem saraf. Atau dalam istilah kesehatan biasa disebut Neuropati. Faktor pemicunya pun sangat bervariasi. Bisa jadi karena adanya trauma pada bagian saraf tertentu, gejala penyakit kronis atau kekurangan vitamin.

Awalnya saya pikir gangguan saraf seperti yang saya alami hanya akan terjadi pada orang-orang dengan jenis pekerjaan banyak duduk diam, misalnya karyawan kantoran. Barulah sekarang, setelah mulai care dan waspada dengan gangguan Neuropati. Saya mulai mengumpulkan banyak informasi mengenai gejala, penyebab maupun penanganannya. Salah satunya disebabkan karena gaya hidup dan aktivitas sehari-hari. Di mana 4 dari 5 penyebabnya, sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi saya.



1. Memasak

Kesibukan sehari-hari sebagai Ibu Rumah Tangga tentu saja membuat saya tak bisa lepas dari kegiatan memasak. Kegiatan ini memang sepertinya ringan, namun secara tidak langsung proses yang dibutuhkan untuk menghasilkan makanan memang tidak sebentar dan melelahkan meskipun tidak kelihatan menguras tenaga.

Sumber gambar : slipbiz.com



2. Mengendarai Motor

Teman-teman pasti sudah tahu istilah MommyJeg kan? Nah, itu adalah salah satu pekerjaan saya sehari-hari. Mengantar dan menjemput anak ke sekolah, ditambah belanja dan mengantarkan ke tempat kursus. Bisa dibilang frekuensi berkendara saya sangat padat. Ditambah membawa balita usia 2,5 tahun yang kadang harus saya gendong saat dia mulai ngantuk. Berkendara motor menjadi tidak semudah dan selincah yang orang lain lakukan. Kebiasaan menggendong sambil berkendara ini juga yang paling sering menjadi pemicu tangan kebas atau kaki kram.

3. Menggunakan Gadget

Selain sebagai selingan di antara padatnya pekerjaan rumah, saya selalu menggunakan gadget untuk beberapa keperluan. Selain komunikasi dengan keluarga, teman atau sesama penulis. Saya aktif menggunakan akun media sosial untuk membagi informasi dan mengikuti beberapa trainig yang dibimbing secara online.



4. Mengetik

Mengetik merupakan salah satu aktivitas sehari-hari bagi saya, meskipun punya gelar Ibu Rumah Tangga murni. Tanpa embel-embel pebisnis atau freelancer lainnya. Hanya saja, akhir-akhir ini hobi saya di dunia kepenulisan mulai membuka peluang untuk mulai menjajaki bidang lain. Tentu saja yang bisa beriringan dengan tugas utama mengasuh dan mendidik anak.

Hobi menulis membuat saya betah berlama-lama di depan laptop. Kebiasaan ini sempat membuat saya mengalami nyeri di bagian tengkuk dan sakit kepala berat. Sejak hari itu saya mulai menerapkan jadwal harian dan disiplin menjalankannya. Ya, meskipun tidak ada bos yang mengawasi, setidaknya ini menjadi salah satu cara agar tetap produktif tanpa perlu bersakit-sakit.

5. Memakai High Heels



Kalau yang satu ini, saya hampir tidak pernah menjadikannya kebiasaan. Di rumah pun hanya ada satu pasang sepatu pesta dengan heels tak lebih dari 5 cm. Khusus dipakai saat harus menghadiri pesta pernikahan atau undangan lain yang bersifat resmi. Nah, buat teman-teman yang hobi nge-heels sebaiknya mulai waspada sedari dini.

Selain 5 rutinitas di atas, beberapa hal lain diklaim dapat memicu terjadinya serangan Neuropati. Di antaranya karena kekurangan vitamin neurotropik (yaitu vitamin B1, B6, B12), menderita diabetes, sedangkan yang terakhir akibat penurunan fungsi syaraf yang disebabkan karena bertambahnya usia.


Bagaimana Mencegah dan Menangani Neuropati?

Setelah menyadari bahwa gangguan saraf ini bisa berujung melemahnya fungsi saraf yang secara otomatis melemahkan aktivitas saya. Maka saya putuskan melawan, menolak menjadi lemah karena Neuropati. Berbekal niatan kuat menjadi IRT yang terus produktif dalam jangka panjang, saya putuskan mengikuti pola hidup sehat.

Berikut adalah beberapa cara yang mulai saya terapkan pada diri sendiri

1. Rutin berolahraga

Selain meningkatkan kekuatan otot, olahraga terbukti dapat mengendalikan gula darah, mencegah kram dan kaku, sehingga mengurangi rasa sakit. Pilihan olahraga yang saya lakukan pun cukup ringan. Seperti berjalan, bersepeda, atau zumba dan yoga bermodal tutorial dari CD.

2. Refleksi dengan cara berjalan di atas bebatuan

Biasanya saya melakukan refleksi ini seminggu sekali. Kebetulan di dekat rumah kami tersedia taman terbuka yang menyediakan tempat refleksi batu. Sering berjalan di atas bebatuan bulat tanpa alas kaki dapat menjaga keaktifan saraf tepi, meningkatkan sirkulasi dalam darah dan metabolisme. Serta membuang toksin dalam tubuh. Sebenarnya semakin sering melakukan terapi ini manfaatnya semakin terasa. Tapi minimal 2 kali seminggu sudah cukup membantu.
3. Mengatur pola makan

Cara yang kedua ini bisa dibilang paling sulit untuk saya terapkan. Mengapa? Karena saya sangat hobi makan, jajan dan mencoba-coba. Meskipun saya sadar betul makanan dan minuman yang kita konsumsi merupakan salah satu penyumbang penyakit yang menggerogoti badan.

Pixabay


4. Menjaga kadar gula darah

Meskipun tidak mengidap diabetes, ada baiknya kita tidak lengah dalam menjaga batas normal kadar gula dalam darah. Bagaimana pun juga, kadar gula yang tinggi dapat memicu kerusakan serat-serat saraf akibatnya timbul keluhan kram atau kesemutan.

5. Mengonsumsi vitamin Neurotropik atau vitamin B1, B6 dan B12

Selain berfungsi melindungi dan meregenerasi saraf sehingga bekerja dengan baik, vitamin Neurotropik sangat aman dan tidak menimbulkan efek samping. Itu sebabnya saya mengonsumsi vitamin jenis ini rutin sehari sekali. Berbeda dengan jenis vitamin lainnya, vitamin B larut  dalam air dan diserap tubuh dalam kadar kurang dari dua persen. Teman-teman tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya dalam jangka panjang.






Neurobion sebagai vitamin Neurotropik pilhan

Nah, kalau sudah bicara vitamin B atau vitamin Neurotropik, maka pilihan saya jatuh pada Neurobion Forte (berwarna pink). Sedangkan Neurobion sendiri terdiri dari dua varian, yaitu Neurobion Forte seperti yang rutin saya konsumsi, dan Neurobion putih.

Fungsi keduanya hampir sama, yang membedakan hanyalah  kandungan/gramasi vitamin B6 & B12-nya. Untuk Neurobion putih, kandungan vitamin B6 & B12-nya sebesar 200 mcg, sedangkan  kandungan vitamin B6 Neurobion Forte (Pink) sebesar 100mg dan vitamin B12-nya sebesar 5000 mcg (5 mg). 

Untuk kandungan vitamin B1 sama, yaitu 100mg. Neurobion terdiri dari Vitamin B1, B6 dan B12 yang secara garis besar berfungsi membantu metabolisme glukosa, protein dan lemak dalam tubuh, membantu pembentukan sel darah merah dan juga membantu memperbaiki kerusakan pada sistem saraf.

 
Dosis yang dianjurkan
Untuk pemeliharaan/gejala neuropati ringan dapat diberikan Neurobion putih. Untuk gejala neuropati sedang/berat yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dapat digunakan Neurobion Pink. Prinsipnya, vitamin B adalah makanan saraf. Dan vitamin B direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari, 1 x 1 tablet per hari, supaya saraf tetap sehat dan mencegah terjadinya neuropati (gangguan pada saraf).



Alasan memilih Neurobion

Neurobion sudah menjadi andalan keluarga besar saya untuk urusan menambah asupan vitamin B. Karena sudah merasakan sendiri manfaat yang diperoleh oleh tubuh, maka vitamin ini bersifat turun-temurun. Selain itu pabriknya juga sudah terpercaya, sehingga kami merasa nyaman tanpa khawatir dengan obat palsu saat mengonsumsinya. 





Nah, teman-teman. Sudah saatnya kita lebih waspada dengan serangan Neuropati. Karena bukan tidak mungkin, gangguan saraf yang satu ini dapat menyerang siapa saja. Satu-satunya cara adalah dengan melawan, yaitu dengan mencegah, melakukan deteksi awal dan melakukan penanganan yang tepat.

Salam sehat dan lawan neuropati sedini mungkin!






Be First to Post Comment !
Post a Comment

Hallo! Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Jika Temans merasa artikel ini bermanfaat, feel free to share and leave a comment ya. ^_^

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9