A Story of Mom, Wife, Daughter and Active Woman

Diary BukNaj #1 - ASI Lancar selama Puasa? Bisa!

|

Salah satu kekhawatiran ibu menysui saat menjalankan ibadah puasa adalah menyusutnya pasokan ASI untuk buah hati tercinta. Apalagi, jika si kecil berusia kurang dari 6 bulan, sehingga kebutuhan ASI masih penuh tanpa support dari MPASI sebagai tambahan.

Rupanya, kekhawatiran serupa sedang dialami seorang Teman yang  masih menyusui bayinya yang baru berusia 3 bulan. Menurut cerita teman saya ini, kebutuhan ASI bayi laki-lakinya lumayan banyak. Dalam satu hari, frekuensi menyusunya bisa lebih dari 15 kali. Wajar jika akhirnya Teman saya merasa khawatir si kecil bakal kurang asupan karena pasokan ASI ibunya menurun selama puasa.

Permasalahan inilah yang pada akhirnya menghubungkan kami dalam sebuah obrolan mengenai tips menjaga ASI tetap lancar selama berpuasa. Saya sendiri yang telah melalui 4 kali ramadan sebagai busui, sempat mengalami kekhawatiran serupa saat menyusui anak kedua. Hal ini lebih dikarenakan pengalaman gagal saat menyusui anak mbarep yang terus membekas dalam ingatan saya.

Memang benar Islam telah memberikan keringanan bagi ibu menyusui dalam hal menjalankan ibadah puasa. Sepetti halnya keringanan yang diberikan pada ibu hamil atau orang yang sedang sakit. Tapi, mengingat begitu istimewanya bulan suci ini. Sebagian besar ibu tetap berusaha menjalankan ibadah puasa meskipun pada masa-masa menyusui balita.

Menurut sharing ringan bersama beberapa teman sesama busui, juga pengalaman saya sendiri saat menyusui anak kedua. Sebenarnya bukan hal yang mustahil saat seorang ibu tetap berpuasa meskipun sedang menyusui anaknya. Sudah banyak teman-teman saya yang berhasil, bahkan bayi-bayi mereka pun tidak mengalami gangguan apapun selama masa-masa itu.

Baca juga : Permasalahan yang Kerap Dialami Ibu saat Menyapih Anak

Tapi balik lagi ya, kondisi setiap ibu dan bayi tidak bisa disamakan. Sehingga, keberhasilan seorang ibu tidak perlu dijadikan patokan ketika Temans berniat menjalankan rencana serupa. Pahami dulu kondisi ibu dan balita, baru kemudian buatlah keputusan yang seharusnya juga tidak perlu terlalu kaku selama menjalankannya.

Melalui 4 kali ramadan sebagai busui tentu saja banyak suka dukanya. Masa-masa bersma Najwa bisa dibilang jauh lebih berat ketimbang 42 bulan berikutnya mengawali puasa bersama Najib. Selain masalah volume ASI yang memang agak seret sejak awal menyusui. Faktor emosi dan kesiapan diri sebagai busui turut menentukan berhasil atau tidaknya. 

Hal inilah yang kemudian mengajarkan saya bahwa pada dasarnya semua ibu BISA. Hanya saja, faktor masalah yang berbeda, tapi sering kali penanganannya disamaratakan. Sehingga bukan solusi yang didapat, tapi perasaan tidak mampu karena merasa telah mencoba berbagai cara namun tak kunjung ada hasilnya.

Pada beberapa kasus, seperti juga yang saya alami bersama Najwa. Kondisi anak yang menjadi lebih rewel daripada biasanya seolah meng-aminkan pendapat bahwa kualitas ASI selama puasa menjadi kurang prima. Begitu pun angka kecukupannya dianggap kurang, sehingga si kecil menjadi rewel karena lapar. 

Berdasarkan pengalaman tersebut, ada baiknya mencari tahu dulu penyebab anak menjadi lebih rewel dari biasanya. Bukan langsung men-judge  ada masalah dengan ASI ibunya. Karena secara tidak langsung, judge yang dialamatkan bagi seorang ibu sangat memengaruhi kondisi psikisnya. Nah, justru pada kondisi psikis yang tidak stabil inilah gangguan pada ASI bisa dengan mudah terjadi.

Berbekal cerita drama kurang berhasil dalam puasa dan menyusui anak pertama. Saya pun gencar memelajari beberapa tips sukses memberi ASI pada saat puasa. Bekal inilah yang akhirnya sangat membantu saat harus menjadi busui pada tahun ketiga ramadan, bersama anak kedua. 

Selain telah menemukan tips-tipsnya, saya merasa lebih ringan saat menyusui anak kedua karena dari segi usia bayi juga lebih tua ketimbang semasa ramadan dengan anak pertama. Dan lagi pasokan ASI saat melahirkan anak kedua memang jauh lebih lancar dibandingkan saat menyusui Najwa.

Berbagai tips agar ASI tetap lancar selama puasa sebenarnya sudah banyak diposting di berbagai media online, baik blog maupun portal berita khusus wanita. Tapi nggak pa pa lah ya, akan saya tulis ulang berdasarkan pengalaman yang telah saya lakukan sebagai ibu yang pernah mengalami gagal sekaligus berhasil menjadi busui selama ramadan.





Memastikan Kondisi Psikis Ibu Stabil

Sumber gambar : Pixabay
Temans pasti sudah sering mendengar, bahwa kondisi psikis seorang ibu sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI pada bayinya. Dan menurut saya sih, super bener banget statement ini. Karena apapaun yang kita lakukan dengan hati bahagia pasti berujung maksimal hasilnya.

Dalam hal memberi ASI, rasa senang atau bahagia pada seorang ibu dapat memicu produksi hormon oksitosin. Hormon yang biasa disebut "hormon cinta" ini dapat merangsang keluarnya ASI, yang sebelumnya telah dirangsang produksinya oleh hormon prolaktin.

Temans bisa mengamati cara kerja oksitosin pada saat bayi mengisap payudara kita. Payudara yang mengerut seperti diperas, menunjukkan ASI yang telah diproduksi mulai mengalir dari pabrik susu menuju gudangnya. Kedua hormon ini, baik oksitosin maupun prolaktin saling mendukung satu sama lain untuk dapat menjaga pasokan ASI tetap lancar selama puasa. Dan, untuk memastikan keduanya bekerja secara maksimal, maka kondisi psikis ibu harus stabil bahkan usahakan selalu bahagia. 

Baca juga : Lika-liku Menyapih Anak


Konsumsi Sayur, Buah dan Protein dalam Jumlah Cukup

Sumber gambar : Pixabay

Banyak yang mengatakan bahwa sugesti dari ibu sangat menentukan banyak sedikitnya ASI yang dihasilkan. Hal ini juga berlaku untuk jenis-jenis makanan yang dikonsumsi selama menjadi busui. Maksudnya, makan apa saja asal sugesti kita oke, ya hasilnya bakalan oke.

Nggak salah juga sih, karena sudah banyak yang membuktikannya. Tapi, buat saya pribadi jenis makanan seperti sayur , buah dan protein baik hewani maupun nabati sangat membantu menjaga pasokan dan kualitas ASI. Justru yang saya rasakan, konsumsi karbohidrat dalam jumlah besar tidak terlalu memberi efek yang signifikan.


Konsumsi Air Putih Jangan Sampai Kurang dari 3 Liter per Hari

Sumber gambar: Pixabay

Meskipun bulan puasa, konsumsi air putih harus tetap dijaga ya. Usahakan selalu mendahulukan air putih ketimbang minuman manis lainnya. Kolak Pisang atau Es Buah memang segar dan menimbulkan efek senang saat berbuka. Tapi jangan sampai konsumsinya berlebihan sehingga tidak menyisakan ruang utnuk air putihnya.

Temans bisa mengkalkulasi sendiri manajemen air putih yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Kalau saya, 1 liter pertama saya konsumsi mulai dari berbuka hingga selesai waktu magrib. 1 liter lagi mulai isya hingga menjelang tidur. Nah, sisa 1 liter mulai sebelum sahur hingga imsak.


Konsumsi ASI Booster jika Dirasa Perlu

Sumber gambar: Pixabay

Kalau sekarang jauh lebih mudah menemukan ASI Booster karena sudah banyak dijual dalam bentuk kemasan, baik di apotik maupun toko perlengkapan bayi. Tapi, kalau saya sendiri sudah merasa cocok dengan Susu Kedelai tawar booster ASInya. Kebetulan kami punya langganan tukang Susu Kedelai yang bener-bener masih fresh saat diantar. Masih hangat dan belum ditambahkan perasa apapun di dalamnya.

Mungkin faktor sugesti juga ya, saya ngerasa payudara selalu penuh saat mengonsumsi Susu Kedelai pada waktu makan sahur atau menjelang tidur. Kelenjar ASI pun terasa kencang hingga menyembur saat disusukan pada si kecil. 

Temans boleh tentukan sendiri booster ASI yang dirasa cocok untuk dirinya. Itupun hanya jika Temans merasa perlu untuk menjaga pasokan ASI tetap lancar.

Istirahat Cukup

Sumber gambar : Family Share

Yang namanya ramadan nih, memang biasanya waktu istirahat kita jadi berkurang. Selain karena harus bangun pagi untuk mempersiapkan sahur. Rasanya sayang juga ya kalau tidak memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak ibadah sunah.

Tapi tetep ya,  harus pandai-pandai atur waktu agar tidak sampai kekurangan jatah istirahat. Meskipun ramadan, kegiatan sehari-hari sebagai ibu pastinya tidak berkurang, kan? Tapi justru malah bertambah. Untuk itu, manajemen waktu istirahat harus diatur sedemikian rupa. 

Dulu, waktu masih bekerja, saya selalu sempatkan sekitar 30 menit berdiam diri di mushola kantor. Ya, meskipun nggak benar-benar tidur. Setidaknya saya memiliki cukup waktu untuk menenangkan pikiran dan mengistirahatkan mata.

Begitu jadi ibu rumah tangga, saya selalu mengambil jatah tidur siang bersama si kecil. Meskipun hanya 30 menit juga, tapi lumayanlah. Karena sisa waktu selama si kecil tertidur harus saya manfaatkan untuk beberes dan melakukan pekerjaan rumah lainnya.

Baca juga : Najib dan Tumbuh Kembangnya setelah Disapih

Pada dasarnya sih, untuk urusan capek baik IRT maupun ibu bekerja sama saja. Hanya faktor kebebasan waktu yang membedakan. Toh, di manapun tempatnya semua ibu pada akhirnya menjadi ibu bekerja, kok. Hehehe … 

Selama menyusui anak kedua saya termasuk rajin mempraktikkan tips-tips di atas. Dari segi hasil memang jauh berbeda dengan anak pertama. Selain ASI lancar puasa pun bisa jalan barengan sama seluruh kegiatan momong 2 bocah dan beresin printilan di rumah.  

Nah, buat teman-teman yang masih galau dengan ASInya, apalagi sekarang sudah menjelang akhir 10 hari pertama. Yuk, buang dulu galaunya! Setelah itu, cobain deh tips sederhana dari saya. Ya, barangkali ada yang cucok gitu kan jadi seneng juga sayanya. Hihi … 

Meskipun bukan the expert dalam hal perASIan, pernah gagal juga, tapi saya dukung banget buat Temans yang terus berjuang untuk mengASI sambil berpuasa. 

Happy breastfeeding , Temans!






1 comment on "Diary BukNaj #1 - ASI Lancar selama Puasa? Bisa!"
  1. Alhamdulillah selalu lancar ya ASINya. Saya jadi ingat ketika anak bayi, saya pasti dalam keadaan puasa, ASI tetap lancar. Jadinya saya pun berpuasa.

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Semoga bermanfaat. ^-^

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post Signature