A Story of Mom, Wife, Daughter and Woman

So GOOD CERDIK dan Keasyikan Mendongeng untuk Generasi Z

|
So Good Cerdik

"Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biarku terlelap."
Hayo!.. Siapa yang masih ingat penggalan lirik lagu di atas angkat tangannya? Teman-teman yang lahir sebagai generasi milenial pasti tidak asing dengan grup band Indonesia yang menyanyikan lagu tersebut. Setuju, ya? Lagu berjudul "Dongeng Sebelum Tidur" memang sempat hits saat saya masih duduk di bangku SMP, duh jadi ketahuan angkatan berapa, nih. Hehehe. Selain easy listening, lirik-lirik dalam lagu ini memang sangat natural, khas anak-anak pada masanya. Dan memang benar, mendengarkan dongeng adalah satu ritual sebelum tidur yang dimiliki hampir setiap anak pada masa itu.

Saya pun termasuk bagian dari generasi milenial yang beruntung itu. Meskipun hidup dengan ibu sebagai orang tua tunggal. Saya mendapatkan banyak kesempatan mendengarkan dongeng dan cerita-cerita inspiratif darinya. Memori seperti itu sangat membekas bagi saya. Karena dari kisah-kisah yang diperdengarkan ibu, saya tidak hanya menerka-nerka seperti apa masa depan yang ingin saya gapai. Tapi banyak nilai moral dan perjuangan hidup yang membentuk pribadi saya seperti sekarang.


Gadget dan Generasi Z

 

So Good Cerdik
Anak-anak saya izinkan bermain gadget, namun dengan aturan yang disepakati bersama.

Zaman berubah, generasi baru pun terus dilahirkan. Saya dan juga Teman-teman yang sempat berbangga menyebut diri sebagai generasi milenial. Kini harus mempersiapkan diri untuk menyambut generasi baru yang lahir bersamaan dengan internet sebagai salah satu budaya. Ya, generasi ini adalah Generasi Z.  Generasi yang sangat dekat dengan teknologi digital, baik internet maupun gawai.

Saya pun kini harus berhadapan langsung dengan dua anak dari generasi z di rumah. Anak-anak yang sangat kritis dan tidak gagap teknologi. Sehingga gadget dan internet bukan lagi hal yang asing bagi mereka. Ya, anak-anak saya memang belum steril dari gadget. Saya akui tidak mudah bagi saya dan suami untuk menjauhkan anak-anak dari gadget, mengingat pekerjaan kami berdua juga tidak bisa lepas dari peralatan elektronik tersebut. 

Selain itu, saya pribadi butuh sesuatu sebagai pengalihan. Karena kami hanya tinggal berempat, otomatis ketika suami sedang keluar kota anak-anak hanya bersama saya. Kadang-kadang saya harus mengejar deadline atau melakukan pekerjaan rumah lainnya. Pada saat seperti itu, saya butuh gadget untuk membuat mereka diam dan tenang. Tanpa perlu saya terus menerus mengikuti aktivitas mereka yang memiliki ritme tinggi.

Kalaupun ada hal yang bisa kami lakukan untuk saat ini adalah membatasi, mengawasi dan mendampingi penggunaannya. Untuk itu pula kami tidak memberikan gadget khusus pada anak-anak, sehingga mereka harus meminjam kepada orang tuanya, khususnya pada saya. Selain itu, biasanya saya selalu memilihkan video, atau games yang akan mereka mainkan. Sehingga saya pun selalu tahu jenis tontonan seperti apa yang mereka lihat.


Dongeng, Cerita dan Anak Kinestetik Auditori


So Good Cerdik
Menonton dongeng melalui gadget lebih menarik dan sangat diminati anak-anak.

Mengasuh dua orang anak yang  memiliki kecenderungan kinestetik auditori. Mau tak mau membuat saya harus banyak mengajaknya beraktivitas. Andaikata saya ingin mereka duduk diam tanpa aktivitas fisik, maka dongeng atau buku cerita adalah senjata yang ampuh untuk digunakan. 

Saya bersyukur kedua anak saya memang sangat suka dibacakan buku cerita, atau diperdengarkan dongeng. Sampai-sampai saya sering kewalahan ketika harus melakukan pekerjaan saya sendiri, sedangkan Najwa dan Najib masih minta didongengi.

Pada kesempatan lain, saya sering "mati gaya", kehabisan ide cerita atau ekspresi yang mendukung acara mendongeng menjadi lebih atraktif. Akibatnya kedua anak saya pun menjadi bosan. Dan rasa bosan inilah yang sering kali membuat mereka berdua mogok untuk dibacakan buku atau diperdengarkan dongeng kembali. Kalau sudah begitu, ujung-ujungnya mereka akan minta gadget untuk bermain atau menonton youtube.


Keseruan Menonton Dongeng dengan Kartu Cerdik


So Good Cerdik
Aplikasi So Good Cerdik yang bisa diunduh via playstore

Nah, kebetulan banget, nih. Buat Teman-teman yang menjadi orang tua dari anak-anak generasi z. Terlebih menyukai aktivitas membaca atau diperdengarkan dongeng. Ada kejutan dari SO GOOD  yang berupa Cerita Digital Interaktif atau CERDIK. So Good Cerdik sendiri adalah aplikasi yang bisa diunduh melalui Google Play, yang menggunakan teknologi AR atau Augmented Reality. Di mana dalam teknologi AR ini benda maya 2 dimensi atau 3 dimensi dapat digabungkan dalam lingkungan nyata 3 dimensi. Selanjutnya, benda maya ini akan diproyeksikan kembali dalam sebuah situasi nyata. Jadi keren banget, dan kelihatan sangat hidup.

Cara memainkan SO Good Cerdik pun sangat mudah. Teman-teman hanya perlu mendownload aplikasi So Good Cerdik melalui smartphone, link-nya di sini. Kemudian scan (pindai) Kartu Cerita  yang didapatkan dari kemasan So Good siap makan.  Nah, begitu gambarnya sudah terproyeksi, maka Teman-teman tinggal tekan "mulai". Dan bersiaplah untuk berpetualang dengan dongeng yang terlihat sangat nyata.


Pilih "mulai" jika ingin menonton dongeng. Atau "resep" jika ingin mengetahui variasi masakan dengan So Good

Pilih judul dongeng sesuai Kartu cerita yang kita miliki

Scan Kartu cerita hingga muncul gambar 3 dimensi

Kartu Cerita So Good sendiri terdiri dari 3 cerita yang masing-masing terbagi dalam 2 bagian. Sedangkan kami kebagian kartu cerita yang berjudul "Lala dan Sing-Sing" part 2. Melihat keseruan dongeng pada bagian 2 ini, otomatis anak-anak ingin membeli So Good lagi karena penasaran dengan cerita pada bagian yang pertama.

So Good Cerdik
Kartu CERDIK yang terdapat dalam kemasan SO GOOD Siap Masak

Menonton Kartu Cerdik ini memang sangat mengasyikkan. Karena dalam satu kesempatan, anak-anak bisa membaca ceritanya, mendengarkan suaranya sehingga seperti diperdengarkan dongeng. Sekaligus menonton setiap adegan dalam cerita, layaknya menonton film.

Anak-anak pun menjadi semakin kritis dan banyak bertanya selama memainkan Kartu Cerdik. Karena tampilannya sangat menarik, maka rasa ingin tahu mereka pun  semakin menjadi-jadi. Kali ini saya kembali kewalahan menjawab seluruh pertanyaannya. Tapi hikmahnya kami pun semakin dekat, hangat dan melewati setiap acara menonton dengan penuh canda dan tawa.

Manfaat Bermain dengan So Good Cerdik

 

So Good Cerdik
Dengan So Good Cerdik, saya merasa lebih tenang saat harus mengalihkan aktivitas mereka dengan gadget.

 

Menggunakan Kartu Cerdik sebagai media menonton dongeng menurut saya bukanlah hal yang keliru. Malahan, saya dan anak-anak bisa dengan segera mengambil manfaatnya.

Bagi anak-anak yang sedang mengembangkan kemampuan berbahasa. Khususnya yang seumuran anak pertama saya si Najib, 3 tahun. Menonton dan mendengar dongeng seperti ini sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan berbahasa dan berbicaranya. Selain mendengar banyak kosakata baru, anak-anak juga mengembangkan daya imajinasi, melatih ekspresi dan intonasi berbicara. Selain itu mereka juga melatih konsentrasi dan pendengaran untuk menyerap informasi yang kemudian dituangkan lagi dalam bentuk peningkatan keterampilan berbahasa.

Sedangkan pada anak yang baru mengembangkan kemampuan membaca, seperti halnya Najwa. Jenis cerita pendek seperti ini sangat menyenangkan untuk diikuti. Selain mudah dan tidak rumit, anak dapat mengembangkan kemampuan membaca yang tidak sebatas melafalkan kata. Tapi juga menyerap informasi, menyimpulkan sebuah permasalahan dan menemukan solusi.


So Good Cerdik

Tidak hanya anak-anak, saya pun sebagai orang tua mendapatkan manfaat dari permainan Kartu Cerdik ini. Karena dalam setiap dongeng atau cerita yang ditampilkan, tak lupa selalu diselipkan nilai positif atau pesan moral untuk anak. Cara ini memudahkan saya untuk mengingatkan kembali pada anak-anak mengenai nasihat serta karakter positif yang sering kami temukan dalam berbagai bahan bacaan. Selain itu, saya pun dapat menggiring mereka untuk menemukan pesan kebaikan dalam setiap cerita, tanpa perlu mengurui, apalagi memaksakan pendapat.

Kartu Cerita dan aplikasi So Good Cerdik ini juga sangat membantu saya untuk memberikan tontonan yang aman melalui gadget. Karena seperti yang saya bilang tadi, anak-anak saya memang belum steril dari gadget. Oleh karena itu saya butuh lebih banyak konten yang mendidik dan ramah anak untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat harus memberikan gadget pada mereka.

Di samping itu, momen tertawa, bertanya, berdiskusi  dan bercengkerama selama menonton Kartu Cerdik bersama anak merupakan quality time dan bonding yang baik pada masa awal kehidupan mereka, yang  saya yakin akan sangat kami rindukan suatu hari nanti. Karena masa kanak-kanak ini tidak akan berlangsung lama, dan segera setelah mereka beranjak remaja, maka anak-anak generasi z ini akan  sibuk dengan "dunia" mereka sendiri.

Ah, tiba-tiba saja saya menjadi melankolis saat membayangkan saat itu segera tiba. Mata saya pun mulai basah dan berharap mereka tidak dewasa terlalu cepat.

Oh ya, dalam aplikasi So Good Cerdik ini, kita juga akan mendapatkan variasi resep So Good, loh! Jadi paket komplit banget, kan. Anaknya happy, ibunya pun nggak kalah senang karena mendapatkan aneka variasi resep berbahan dasar So Good Siap Masak.

Variasi menu dengan bahan dasar So Good Siap Masak
Makanan olahan seperti So Good memang sangat cocok untuk anak. Karena empuk sehingga mudah dikunyah, selain itu rasanya gurih dan sangat membangkitkan selera. Biasanya saya selalu memiliki stok So Good Chicken Nugget original di dalam kulkas. Untuk saat darurat ketika kehabisan bahan makanan lain. Atau ketika butuh menyiapkan makanan dalam waktu singkat. Misalnya untuk bekal atau camilan.

So Good Cerdik
So Good Chicken Nugget original kesukaan anak-anak saya.

Nah, buat Teman-teman yang ingin menonton dongeng dengan aplikasi serupa. Langsung saja belanja So Good Siap Masak untuk mendapatkan Kartu Ceritanya. Jangan lupa unduh juga aplikasinya, dan bersiaplah merasakan keasyikan mendongeng untuk generasi z yang ada di rumah. Have fun!



*Postingan ini diikutsertakan dalam KEBxSOGOOD blog competition



Muslimah Digital - Berdaya tanpa Terjerumus Arus Perubahan

|
Perempuan Digital

Sebuah penelitian menyatakan, 69% orang di Indonesia mencari informasi di internet. 48% wanita Indonesia mengakses internet lebih dari sekali dalam sehari. 61% wanita pengguna internet ingin bekerja. Namun, hanya 56% pria yang mengizinkan istrinya full bekerja. (Google UKM).


Internet, teknologi yang memungkinkan terwujudnya dunia baru bagi peradaban umat manusia. Sebuah dunia yang pada awalnya dirasa sangat tidak masuk akal, tapi kini telah merajai, merasuki setiap sendi kehidupan manusia.

Dunia maya adalah produk dari teknologi digital. Dunia yang diciptakan dari perangkat komunikasi, penyimpan memori dan pengolah data. Dunia yang mempertemukan orang-orang dari berbagai belahan bumi yang berbeda melalui seperangkat teknologi berbasis internet. 

Kini, dunia maya telah menjadi dunia kedua. Seperti halnya dalam dunia nyata, dunia maya menawarkan kesempatan untuk bersosialisasi, berpenghasilan, menuntut ilmu, bertetangga, bahkan berselisih paham. Kehadiran dunia maya berkontribusi besar bagi kemajuan peradaban manusia. Begitu banyak kesempatan dan peluang-peluang baru terbuka dengan hanya mengoperasikan seperangkat mesin atau bahkan semudah dalam genggaman. 

Bagi saya, dunia maya ibarat angin segar. Banyak sekali kesempatan yang saya dapatkan setelah mengikrarkan diri menjadi salah satu penghuni di dunia maya ini. Kesempatan memperluas pertemanan melalui jejaring media sosial merupakan titik awalnya. Bermula dari jejaring sosial yang terus menggurita, dati situlah saya banyak mendapatkan peluang pekerjaan, berpenghasilan, berilmu dan kemudian saling menebar manfaat.

 

Perempuan Digital
Blogger Muslimah Indonesia, salah satu komunitas yang mewadahi aktivitas perempuan digital  (Foto : Dokumentasi Blogger Muslimah Indonesia)
Mungkin, Teman-teman pun pernah mendengar istilah Perempuan Digital. Mereka adalah kaum perempuan yang berkecimpung di dunia digital. Memberdayakan diri melalui seperangkat alat berbasis teknologi. 

Dalam komunitas dunia maya, tentu tidak susah menemukan sosok-sosok perempuan seperti ini. Karena kenyataannya hampir 50% dari perempuan di Indonesia telah mengakses internet, bahkan lebih dari satu kali dalam sehari. Saya dan mungkin juga Teman-teman yang membaca artikel ini adalah salah satu di antaranya. Meskipun ada yang menjadi pembeda, karena tidak semuanya 
memberdayakan diri sebagai perempuan digital. Mungkin hanya user biasa atau sekedar mengikuti arus perubahan saja.

Bersyukurlah kita yang memiliki kesempatan, dibarengi kemauan dan kemampuan untuk mengambil peluang dalam dunia maya yang terus menggeliat. Meskipun dibatasi dengan kodrat, perempuan di masa kini tetap dapat "bergerak" dengan lincah, mengaktualisasi diri bahkan berkarya dalam ruang dan waktu yang tak terbatas.

Muslimah, Blog dan Dunia Maya


Perempuan Digital
Blog sebagai rumah digital.


Selain media sosial, blogging adalah salah satu media yang paling diminati kaum hawa. Kedua media ini sangat tepat dan cocok untuk mengaktualisasi diri, meng-upgrade keterampilan, membranding diri dan sarana promosi digital yang lain. Selain mudah dan dapat diaplikasikan di mana saja, media seperti blog dapat menjadi sarana menuangkan uneg-uneg. Mengeluarkan gagasan atau ide dan kreatifitas yang selama ini hanya ada di kepala.

Blog dan aktivitas menulis merupakan terapi yang tepat untuk kaum perempuan yang cenderung  memainkan hati ketimbang akal, sehingga terkesan lebih sensitif dibanding pria. Selain itu, aktivitas menulis juga dapat mewadahi jatah 20 ribu kata per hari yang dimiliki perempuan. Seperti yang kita tahu, jika jatah ini tidak disalurkan atau dibiarkan terbungkam, biasanya akan membawa efek yang kurang menyenangkan. Hehehe, itu murni pengalaman saya, sih.

 Baca juga: Resolusi sebagai Momblogger

Bagi saya pribadi, aktivitas blogging memang berawal dari kebutuhan untuk mengaktualisasi diri. Tapi dalam perjalanan yang hampir satu tahun ini, saya mendapatkan kebahagiaan lain dalam bentuk memberi manfaat kepada pembaca. Memang ada banyak blog post yang mengangkat tema pengalaman pribadi sebagai bahan tulisan. Tapi di situlah saya menemukan kebahagiaan, ketika apa yang kita alami dan  bagikan memberi manfaat untuk Teman-teman yang berada dalam kondisi serupa.

Keberadaan manusia di bumi ini memang diperintahkan untuk sebaik-baiknya memberi manfaat. Maka sekecil apapun yang bisa kita lakukan, ada baiknya dapat diambil manfaatnya bagi orang-orang di sekitar kita. Begitu setidaknya yang saya pelajari sebagai muslimah.


Menyadari ruang gerak sebagai perempuan yang begitu terbatas. Saya pun membulatkan tekat untuk memasuki dunia lain yang tak mengenal batasan. Maka dunia maya adalah dunia lain saya. Sedangkan blog adalah rumah kedua yang berada di dunia maya.

Keputusan semacam ini nampaknya juga diminati sebagian besar perempuan yang bersinggungan langsung dengan dunia digital. Terlebih peluang berpenghasilan dari blog atau media sosial sudah mulai dapat diperhitungkan. Maka bergaul di dunia maya tak lagi sebatas untuk bersosialisasi atau berkomunitas saja.  

Blog mulai beralih fungsi menjadi media penyimpan portofolio dan karya. Blog juga menjadi alat branding diri selain media sosial. Dan yang paling penting, blog pada akhirnya memberikan manfaat baik secara materi maupun non materi bagi pemiliknya. Harapannya juga bagi siapapun yang membacanya.

Berdaya tanpa Perlu terjerumus Arus Perubahan

 

Perempuan Digital
Gambar : Pexel.com

Ibarat dua mata pisau, dibalik semua sisi positif selalu ada hal-hal negatif di tengah derasnya arus perubahan. Pergeseran hidup yang terus mengarah pada segala hal yang berbau digital dan teknologi, tentu saja membawa dampak negatif yang perlu diwaspadai. Dunia maya dengan teknologi digital yang memungkinkan segala hal dapat dilihat orang, mau tak mau menuntut kita untuk cerdas dalam pergaulan.

Bagaimana memilah dan memilih hal yang dirasa perlu dan tidak untuk diunggah di dunia maya. Menentukan jenis dan batasan-batasan dalam pertemanan. Bahkan selektif dan dapat membedakan kerja sama yang menguntungkan atau justru sebaliknya.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Wuri Nugraeni - Blogger, Copywriter, Reporter dan Editor

Berbagai kasus dan masalah yang timbul akibat penyalahgunaan internet sepertinya tak hanya isapan jempol belaka. Pertumbuhan teknologi digital di negara ini dan mungkin juga di negara-negara lainnya selalu dibarengi dengan pertumbuhan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Bermacam-macam kasus di negeri ini berawal dari penyalahgunaan fungsi teknologi. Begitu pun bergesernya budaya masyarakat yang semakin konsumtif dan hedonisme, saya yakin dunia maya turut menyumbang besar di dalamnya.

Itulah sebabnya, budaya literasi mulai merambah dunia digital. Pengguna atau user dianggap harus melek digital. Mampu memaksimalkan manfaatnya tanpa perlu terjerumus dalam arus perubahan zaman. Khususnya bagi kita kaum muslimah, karena godaan di dunia maya sangat besar dan sangat berpeluang memicu konflik jika tidak ditanggapi dengan arif.

 

Untuk itu, perlu rasanya bagi saya dan Teman-teman sesama muslimah lebih "cerdas" dan selektif dalam bergaul di dunia maya. Mampu memanfaatkan setiap peluang yang ditawarkan untuk melakukan hal-hal yang positif dan  produktif. Tegas dan berani menolak untuk setiap hal yang mengarah pada kerusakan.

Hal ini tidak hanya yang berkaitan dengan penawaran kerja sama. Tapi dalam pertemanan, penyebaran berita, pembuatan konten baik di blog maupun media sosial. Bahkan dalam mengikuti majelis ilmu secara online, atau melalui parangkat digital pun ada rambu-rambunya. Bersosialisai dan memilih komunitas pun tak bisa sembarangan.

Bagi blogger seperti saya pun, ada begitu banyak grup yang menawarkan berbagai peluang ilmu dan pekerjaan. Tapi sekali lagi, pastikan kita selektif dan memilih yang cocok dengan personality kita. Sehingga tidak hanya dalam kehidupan nyata, dalam dunia maya pun kita mendapatkan manfaat, ketenangan dan ilmu yang membawa keselamatan.

Mari menjadi muslimah yang berdaya. Muslimah digital yang melek literasi dan kokoh di tengah terjangan arus perubahan.


"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia "

 









Rangkaian Produk Zalfa Cosmetics yang Mendukung Kulit Wajah Cerah Alami

|

Zalfa Miracle Cosmetics

Menikah, hamil dan kemudian melahirkan, sering kali menyebabkan perempuan mulai malas merawat kecantikan kulit wajahnya. Alasan terlalu repot dengan urusan rumah tangga, atau "ahh, sudah ada yang mau ini!" Biasanya membuat perempuan mulai ogah-ogahan untuk melakukan ritual merawat kulit yang sebenarnya inti dari kecantikan wajah alami.

Padahal fase setelah menikah, hamil dan kemudian menyusui. Bisa jadi merupakan fase yang sangat riskan karena hormon dalam tubuh yang kerap kali diproduksi besar-besaran. Maka nggak perlu heran, jika permasalahan kulit dewasa seperti muncul flek, garis-garis halus dan kerutan wajah, menurunnya elastisitas atau kering dan kusam. Biasanya menjadi momok tersendiri dan hampir dialami semua perempuan pada masa pasca pernikahan.


 Alternatif Mengatasi Permasalahan Kulit Wajah bagi Perempuan Dewasa

Zalfa Miracle Cosmetics
Apapun jenis dan permasalahan kulit kalian. Perawatan dasar sifatnya wajib dilakukan. (@zalfamiracle)
Bagi sebagian perempuan, memang mudah saja menangani masalah kulit wajah seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Terlebih jika mereka tinggal di kota besar, di mana banyak klinik kecantikan yang bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut dengan lebih cepat. Misalnya dengan laser, suntik botox, filler, mikrodermabasi atau chemical peeling.

Masalahnya, tidak semua perempuan memiliki waktu luang selonggar itu. Saya sendiri mengalaminya setelah menikah dan menjadi ibu. Jangankan merawat wajah berjam-jam di klinik kecantikan, ke warung sebelah rumah aja si kecil sudah teriak-teriak, hehehe. Kalian yang sudah jadi ibu juga pasti pernah  mengalaminya, kan?

Ada juga yang memilih mengoreksi kekurangan wajahnya dengan make-up sebagai tampilan paripurna.  Bisa saja, sih. Tapi masalahnya kondisi kulit yang tidak benar-benar terawat justru semakin bermasalah dengan pemakaian make-up yang terlalu sering. Bukannya memperbaiki kondisi, tapi bisa saja malah menambah masalah baru.

Beberapa pertimbangan itu juga yang akhirnya memaksa saya untuk melakukan rutinitas perawatan kulit wajah di rumah. Karena saya sadar betul, bahwa kecantikan kulit wajah sangat dipengaruhi oleh perawatannya, bukan sekedar polesan.

Apalagi  saya memiliki pengalaman buruk terkait perawatan wajah di klinik kecantikan. Kondisi kulit wajah saya menjadi sangat sensitif setelah berhenti melakukan perawatan di klinik.  Dan memakai kosmetik jenis apapun selalu bermasalah. Ini dikarenakan saya telah mengalami ketergantungan dengan produk klinik kecantikan tersebut. Sehingga butuh waktu yang lumayan lama untuk mengembalikan kondisi kulit wajah kembali normal dan mampu beradaptasi dengan skin care lain.


Step by Step Perawatan Wajah dengan Zalfa Miracle Cosmetics

Untungnya kita hidup pada zaman di mana produk kecantikan terus berinovasi dengan maksimal. Produsen pun mulai memahami kebutuhan konsumen perempuan yang ingin merawat kulit wajahnya dengan produk perawatan alami yang minim efek samping dalam penggunaan jangka panjang.

Salah satunya seperti produk skin care wajah keluaran Zalfa Cosmetics yang diklaim menggunakan ekstrak bahan-bahan asli dari alam. Misalnya lidah buaya yang memiliki efek melembabkan dan ekstrak kakadu plum sebagai bahan alami pencerah.

Belakangan ini  memang produk perawatan dengan hasil akhir kulit cerah dan segar sedang sangat digandrungi. Karena kondisi kulit yang seperti ini memang membuat tampilan lebih muda dan berseri-seri. Saya sendiri sebagai ibu rumah tangga yang jarang berdandan, lebih menyukai tampilan wajah yang cerah dan segar alami. Untuk itu, beberapa langkah perawatan wajah dengan produk Zalfa Miracle Cosmetics berikut bisa menjadi salah satu solusi.

Zalfa Miracle Cosmetics
@zalfamiracle


1. Perawatan dengan Zalfa Miracle Lightening Series ( facial wash dan krim wajah)

Dalam ritual merawat kulit wajah, mencuci muka adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan. Karena pada dasarnya kulit wajah yang bersih dari minyak, debu atau kotoran lainnya adalah awal untuk mendapatkan kulit yang sehat dan segar.

Untungnya dalam rangkaian Zalfa Miracle Lightening Series, facial wash adalah salah satu produk yang tergabung di dalamnya. Selain produk utama yang berupa krim pagi dan krim malam. Untuk itu kita tak perlu repot-repot mencari produk pencuci muka dari varian lain. Karena penggunaan produk dalam satu varian cenderung memberikan hasil lebih optimal. Nah, setelah mengguakan facial wash, barulah kita aplikasikan produk perawatan yang berupa krim wajah. Baik day ataupun night cream.

Untuk pemakaian pagi hingga siang hari, selalu gunakan day cream Zalfa yang memiliki efek menangkal radikal bebas dan melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV-A dan UV-B. Selain itu, krim pagi dari Zalfa yang mengandung ekstrak aloe vera dan vitamin E ini juga berfungsi sebagai pelembab. Yang membantu memastikan kulit kita selalu terhidrasi dan cenderung moist.


Sedangkan untuk perawatan malam hari, krim malam atau night cream dari Zalfa bekerja dengan cara menutrisi dan meremajakan kulit. Kandungan arbutin dan kojic acid di dalamnya dipercaya dapat berfungsi dengan maksimal sebagai bahan pencerah alami kulit jika digunakan pada malam hari saat tubuh dan kulit sedang beristirahat.


Zalfa Miracle Cosmetics
@zalfamiracle


2. Penggunaan Zalfa Miracle Serum Antiaging

Selain pembersihan dan perawatan dengan krim wajah, serum adalah produk yang sangat vital. Tau diri, dong! Umur sudah nggak muda lagi. Garis halus dan kerutan wajah mulai nampak di sana-sini. Elastisitas kulit pun sudah jauh berkurang dibanding saat masih gadis. Untuk itu, sebelum pengaplikasian krim pagi atau krim malam biasanya saya menyisipkan pemakaian serum antiaging. 

Untuk urusan serum antiaging, produk keluaran Zalfa lagi-lagi memberikan inovasi yang lain daripada produk sejenis. Karena selain memberikan efek antiaging, kandungan vitamin C dalam Zalfa Miracle Serum Antiaging juga bekerja mencerahkan kulit wajah. Selain kandungan colagen dan ekstrak kedelai yang diyakini memberikan manfaat lebih untuk mengembalikan kekenyalan kulit wajah.

Zalfa Miracle Cosmetics
@zalfamiracle


3. Penggunaan Zalfa Lightening Concentrate Kakadu Plum

Nah, untuk produk yang ketiga ini sebenarnya sudah komplit banget kandungannya. Karena Zalfa Miracle Concentrate Kakadu Plum ini diformulasikan untuk mencerahkan wajah sekaligus menghilangkan flek dan noda bekas jerawat. 

Kandungan buah organik Kakadu Plum di dalamnya dipercaya sangat efektif meningkatkan kadar kecerahan wajah. Ditambah vitamin C dan Niacinamide, zat pencerah di dalamnya bekerja semakin optimal. Tak hanya itu, Zalfa Miracle Concentrate Kakadu Plum juga diperkaya Castor Oil yang dapat menstimulus pembentukan kolagen alami pada kulit wajah. Dan yang paling penting produk ini non paraben, ya. Jadi aman banget buat pemakaian jangka panjang.


Zalfa Miracle Cosmetics
@zalfamiracle


Rangkaian produk Zalfa Cosmetics sendiri sebenarnya sangat bervariasi. Karena  mereka concern banget pada kebutuhan masing-masing kulit wajah. Dan kabar baiknya seluruh produk Zalfa Cosmetics ini sudah lolos badan POM RI, bersertifikat halal dan aman dari bahan kimia berbahaya. Bahkan aman untuk digunakan ibu hamil dan menyusui.

Hanya saja untuk pembeliannya harus melalui distributor Zalfa Cosmetics yang tersebar di berbagai kota. Sehingga produk ini tidak dijual bebas di toko kosmetik atau counter kecantikan di pusat-pusat perbelanjaan.Untuk mendapatkan info lengkap dari produk ini, teman-teman bisa langsung meluncur ke website resmi Zalfa Miracle Cosmetics, ya. Atau ke akun instagramnya di @zalfamiracle

Nah, ternyata merawat wajah itu gampang saja, ya. Terlebih jika menggunakan skin care seperti Zalfa Miracle Cosmetics yang terbukti aman, halal dan jelas khasiat dari bahan-bahan pembuatnya. Jadi, sudah siapkah Teman-teman untuk memiliki kulit wajah cerah alami?







Sendy Hadiat - Tegar bersama Bipolar

|
Bipolar Disorder

Bipolar. Apa yang Teman-teman pikirkan jika mendengar satu kata ini? Masih ingatkah Teman-teman dengan kabar tentang mantan artis cilik kita, yang beberapa waktu lalu sempat menggegerkan layar kaca karena kisah hidupnya yang seolah memiliki dua sisi berkebalikan? Ya, siapa lagi kalau bukan Marshanda. Artis cilik yang kini telah menjadi ibu satu putri ini teridikasi mengidap gangguan bipolar.

Orang yang mengidap gangguan bipolar atau disebut ODB (Orang Dengan Bipolar), biasanya mengalami gangguan dengan 2 kutub perasaan yang  berkebalikan. Adapun 2 kutub tersebut mengacu pada fase depresi dan mania, yang keduanya sering kali menunjukkan sifat labil dan inkonsisten pada penderitanya.


Sosok Sendy Hadiat 



Bipolar Disorder


Adalah Sendy Winduvitri, atau Sendy Hadiat begitu biasanya dia dipanggil. Menuliskan seluruh pengalaman hidupnya sebagai pengidap bipolar dalam buku setebal 160 halaman yang berhasil di rampungkannya hanya dalam 2 hari. Buku ini ditulis dengan pendampingan langsung dari Indscript dalam kelas Private Writing Coaching. Sendy berhasil menuangkan seluruh duka, rintangan yang berupa pelecehan dan bullying, hingga pengalaman pahit hampir mengakhiri hidupnya sendiri.

Tepat pada tahun 2012, Sendy yang merupakan anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara dinyatakan positif mengidap bipolar disorder. Kurangnya informasi yang diperoleh pada saat itu, Ditambah keadaan yang membuatnya harus bermukim seorang diri di Indonesia karena keluarga besar di Amerika. Menjadikan Sendy Hadiat harus survive seorang diri hingga tak ada perubahan yang berarti sampai dengan 3 tahun berikutnya.


Bagaimana Sendy Hadiat survive hingga akhirnya berdamai dengan bipolar?

Tekanan demi tekanan harus dialami oleh  ibu 4 orang anak ini. Bahkan tekanan tersebut sempat datang dari kelurga pihak suami yang membuatnya merasa semakin sendiri. Hingga puncaknya pada tahun 2017, setelah mengalami 2 fase bipolar yang datang silih berganti selama kurang lebih satu tahun terakhir. Sendy pun memutuskan untuk mencari tahu tentang penyakit yang dideritanya,  dan bangkit melawan bipolar yang selama ini "merusak" kehidupannya.

Untungnya kemauan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari suami. Berdua mereka melakukan konsultasi kepada dokter ahli kejiwaan. Hingga akhirnya sang suami mengikrarkan diri sebagai caregiver baginya.

Kondisi ini ibarat sebuah titik balik, di mana Sendy yang selama ini "sendiri". Tanpa ada yang mendengar atau memahami kondisi jiwanya. Kini mendapatkan partner yang benar-benar mendampingi dan bisa mengerti goncangan batin yang dialaminya. Sebagai caregiver, suami Sendy jugalah yang akhirnya menjadi perantara bagi keluarga besar, atau orang lain yang tidak mampu memahami bagaimana ODB harusnya diberikan pertolongan. 

Sendy Hadiat benar-benar menemukan kehidupannya yang baru. Mampu berdamai dan mengenali bagaimana kedua fase dalam dirinya harus dikendalikan. Dia seperti terlahir kembali. Dan siap membagikan seluruh pengalaman hidupnya selama hampir 33 tahun kepada dunia.


Menemukan-Mu dan Menemukannya


Bipolar Disorder


Dalam salah satu wawancara yang dilakukan  dengan Sendy Hadiat. Dia sempat diberikan pertanyaan mengenai apa yang dirasakannya saat ini. Apakah Sendy bahagia dengan kehidupannya yang sekarang? Dengan tegas Sendy pun menjawabnya dalam tiga kata, "Ya, saya bahagia." 

Sendy Hadiat merasakan kehidupannya utuh kembali. Dalam keluarga yang saling menguatkan, Sendy seolah mendapatkan kekuatan baru, dan kemudian siap membagikannya kepada lebih banyak perempuan, lebih banyak ODB dan lebih banyak istri serta ibu.

Bipolar memang sempat membawanya ke jurang kehidupan yang suram. Tapi dalam rasa syukur atas kehidupan yang baru ini, Sendy menemukan pula bahwa bipolar mengajarkannya untuk mengubah segala hal negatif menjadi positif. Salah satunya dengan mengasuh satu grup facebook, khusus untuk mereka yang ingin lebih tahu tentang gangguan bipolar. Linknya ada di sini : Facebook group tentang bipolar asuhan Sendy Hadiat


Sendy menegaskan bahwa Bipolar bukanlah pilihan. Tak ada satu orang pun yang meminta mengidap gangguan kejiwaan ini. Tapi Allah sebaik-baik penentu telah memberikan ujian sekaligus amanah baginya untuk berjuang dan bangkit dari segala keterpurukan.

Mungkin, "kekuatan besar yang tak terjamah" seperti inilah yang menguatkan niat Sendy Hadiat untuk berbagi dalam buku perjalanan hidupnya.  Melalui buku berjudul Menemukan-Mu dan Menemukannya ini, Sendy Hadiat mengingatkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan, terus berjalan dan melangkah.

Buku ini tidak hanya inspiratif, tapi memiliki tujuan sosial. Karena sebagian dari hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu perempuan yang terjerat riba.  Adapun pemesanan buku dapat dilakukan melalui akun facebook penulis, di link berikut ini

Saya yakin buku ini akan sangat menginspirasi dan "bernyawa". Ada hembusan harapan dan doa untuk setiap lembar-lembarnya. Begitu pun cinta dan penerimaan, untuk mereka yang harus berjuang dengan bipolar.





Memaksimalkan Strategi Marketing melalui Kolaborasi dengan Pasukan Joeragan Artikel

|
joeragan artikel

Kekuatan marketing yang merupakan ujung tombak sebuah perusahaan baik jasa maupun produk., sudah semestinya mendapatkan perhatian ekstra dari segi pendanaan maupun strateginya. Seorang produsen atau pengusaha pasti mengambil langkah-langkah strategis untuk membawa usahanya ke level teratas dalam perencanaan bisnis jangka panjang.

Hal ini tidak hanya menyangkut omzet atau prosentase keuntungan. Tapi lebih dari itu, marketing ditujukan untuk membentuk branding dan menjaga eksistensi perusahaan di tengah persaingan bisnis yang begitu ketat. Jika sebuah usaha tidak dilandasi branding yang kuat dan kemampuan untuk eksis, bukan tidak mungkin sebuah usaha akan tergilas kompetitor. Atau bahkan ditinggalkan konsumen karena cepatnya pergantian selera di masyarakat. 


Marketing Online menjadi Tantangan Baru bagi Pengusaha

Tantangan ini semakin sengit ketika dunia digital menyusupi hampir setiap persendian kehidupan manusia. Apapun jenis usaha atau keunikan sebuah produk, jika pengusaha tidak mampu membawanya ke ranah digital. Maka sulit untuk memperhitungkan berapa lama tingkat eksistensinya akan bertahan.

Zaman berubah, semua bergerak begitu dinamis dan cepat. Hal ini mau tak mau memengaruhi sektor perekonomian masyarakat kita. Tak peduli UMKM atau perusahaan berskala besar. Seorang pengusaha harus mampu menjawab tantangan zaman ini dengan membawa usahanya ke dunia yang menjadi semakin sempit berkat teknologi.

joeragan artikel


Perkembangan teknologi yang terlanjur menjadi kebutuhan primer di tengah-tengah masyarakat harus diterima, dan ditanggapi dengan reaksi positif dengan langkah-langkah visioner. Pengusaha harus menjawab permintaan pasar yang terlanjur nyaman dengan segala hal yang praktis dan terintegrasi dengan teknologi. Maka mau tak mau, strategi marketing online  hampir menjadi kekuatan utama bagi sebuah perusahaan untuk memperluas pemasaran dan jaringan usahanya.

Bagi perusahaan berskala besar, mungkin lebih mudah untuk membawa bisnisnya ke ranah marketing online. Selain memanfaatkan perusahaan jasa advertising, mereka pun memiliki kekuatan untuk meng-hire public figure atau bekerja sama dengan berbagai pihak untuk ikut mengiklankan produknya. Misalnya dengan membayar buzzer, influencer. Atau membuat event berskala besar yang semuanya ditujukan sebagai sarana mengenalkan produknya pada khalayak luas.

Tapi, hal serupa tidak semudah yang kita bayangkan bagi pengusaha UMKM. Mereka yang baru merintis usahanya dari titik awal, membangun branding dan berusaha mendapatkan trust dari konsumen. Tentu saja butuh effort yang lebih besar untuk survive dalam persaingan ini. Selain dari segi permodalan, mereka butuh tim tersendiri untuk memastikan strategi marketingnya berjalan dengan fokus dan optimal.

Joeragan Artikel sebagai agensi penulisan yang menaungi banyak penulis artikel dan copywriter sangat jeli menangkap peluang ini. Tim Joeragan Artikel tahu, ada "lahan" bisnis besar yang berwujud pengusaha UMKM. Yang usahanya butuh dijembatani untuk dibawa ke ranah digital dengan mengandalkan strategi marketing online.


Tak perlu waktu lama bagi Joeragan Artikel untuk mengumpulkan seluruh penulis dalam jaringannya. Dan kemudian membentuk tim marketing yang terbagi dalam kelompok-kelompok khusus yang kemudian lebih akrab disebut Pasukan. 



Joeragan Artikel Mengambil Peluang Mewadahi Kebutuhan Marketer Online 



Berawal dari mewadahi alumni peserta Training Kelas Status Cantik, Joeragan Artikel membentuk satu tim marketer yang kemudian disebut Pasukan Endorser. Berbekal ilmu dan pengalaman selama mengikuti training, maka tak sulit bagi Pasukan Endorser untuk kemudian menaikkan levelnya sebagai endorser dengan memanfaatkan status cantik di akun media sosialnya.


Pasukan Endorser 



Pasukan Endorser adalah pasukan pertama yang saya ketahui laris diserbu pengusaha UMKM untuk meng-endorse produknya. Berbekal brief dan product knowledge yang cukup, tim endorser berhasil mengambil bagian sebagai marketer online yang mengkhususkan diri beriklan dengan cara meng-endorse. Pencapaiannya pun tidak perlu diragukan lagi, karena banyak produsen yang mengaku sukses menaikkan omzetnya setelah menggunakan jasa Pasukan Endorser.

Dalam waktu singkat Pasukan Endorser telah menjadi primadona di kalangan pebisnis rumahan. Kesuksesan ini diikuti dengan banjirnya job endorsment dengan memanfaatkan akun facebook, yang sempat membuat kewalahan seorang Piet Genta yang mengambil tanggung jawab sebagai PJ atau koordinatornya. 


Pasukan Blogger



Sukses dengan Pasukan Endorser, Joeragan Artikel kembali "merentangkan sayap" untuk terus menjadi mitra bagi pengusaha rumahan dan UMKM. Kali ini dengan melirik peluang marketing melalui blog. Ya, seperti yang sama-sama kita ketahui, blogger adalaha salah satu mitra pengusaha untuk mempromosikan produknya. Perannya bahkan bisa dibilang setara dengan media pewarta.

Blogger banyak dijadikan rujukan bagi calon konsumen untuk menentukan produk yang akan dibelinya. Melalui review yang biasanya ditulis dengan sepenuh hati, jujur dan tanpa mengada-ada.  Tingkat kepercayaan konsumen kepada blogger pun mulai meningkat, sehingga posisinya sebagai marketer, buzzer atau influencer tidak bisa di kesampingkan begitu saja

Joeragan Artikel kembali merekrut alumninya. Mewadahi kemauan untuk berkembang dan mengasah keterampilan  dunia blogging. Serta membuka peluang berpenghasilan dari profesi blogger. 

Setelah sukses bekerja sama dengan MeTimeID untuk menyelenggarakan giveaway yang pertama. Kini Pasukkan Blogger JA tengah menjalankan kerja sama dengan Zalfa Cosmetics dalam bentuk product review.


Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pengusaha. Karena secara tidak langsung mereka telah beriklan dari blog para blogger yang pastinya memiliki pembaca setia. Di sisi lain, Pasukan Blogger juga tak dirugikan. Selain mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan,  review produk merupakan salah satu jenis blog post yang sangat diminati dan dapat mendatangkan trafik. Belum lagi keuntungan berupa materi dan portofolio pekerjaan.

Pasukan Reporter

Ingin membuat event online dan diliput reporter? Bisa! Karena dari update yang saya terima, Joeragan Artikel telah membentuk tim Pasukan Reporter. Tugas dari tim ini adalah melakukan reportase secara online. Tentu saja untuk event-event yang digelar online juga.

Selanjutnya, hasil reportase tersebut akan dibuat postingan di blog atau bahkan dikirimkan ke berbagai media online. Salah seorang reporter Joeragan Artikel, yang juga PJ Pasukan Reporter, Eni Rahayu. Bahkan telah menembus SURABAYA.TRIBUNNEWS.COM, untuk postingan reportase mengenai penerbitan buku di Malang.

joeragan artikel


Lengkap sekali, bukan? Sekalinya seorang pengusaha ingin menyusun strategi marketingnya secara detil dengan berbagai model promosi. Maka langsung saja menghubungi Joeragan Artikel untuk mendapatkan paket komplit. 

Khususnya untuk Teman-teman pengusaha UMKM atau produsen produk rumahan yang ingin melesatkan bisnisnya. Silakan langsung menghubungi tim marketing Joeragan Artikel berikut ini.
- Pasukan Endorser : (FB) Piet Genta
- Pasukan Blogger : (FB) Rahayu Asda Putri / Dira Indira
- Pasukan Reporter : (FB) Eni Rahayu

Bersama Joeragan Artikel, bisnis kita siap dibawah ke level setingkat lebih atas.





Speech Delay dan Speech Disorder (Bagian 2) - Penyebab, Gejala dan Cara Menanganinya

|

speech delay
Pexels.com


Masalah speech delay dan speech disorder yang pada awalnya dianggap lebih banyak dialami anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Ternyata tidak sepenuhnya benar. Fakta ini saya dapatkan setelah memposting artikel dengan tema serupa tapi khusus membahasnya dari segi anak laki-laki. Berdasarkan pengalaman saya bersama si kecil Najib yang memang cenderung telat berbicara dibandingkan kakaknya.

Saya banyak menerima komentar di blog dan juga inbox mengenai pengalaman orang tua dengan anak yang mengalami speech delay. Atau Teman-teman yang bersinggungan langsung dengan anak-anak speech delay, tapi tidak dengan jenis kelamin laki-laki. Atau lebih jelasnya, mereka yang kemudian saya ajak berdiskusi adalah orang-orang dengan pengalaman menghadapi speech delay pada anak perempuan.

Mengejutkan, karena pada awalnya saya lebih banyak menemukan kasus speech delay pada anak laki-laki. Tapi kemudian, berbekal sharing pengalaman dan membaca lebih banyak sumber bacaan mengenai speech delay atau speech disorder pada anak. Saya pun menemukan beberapa hal yang baik secara langsung ataupun tidak sengaja dapat menghambat perkembangan berbicara dan berbahasa anak. Beberapa di antaranya sebagai berikut:


Penyebab Speech Delay 


speech delay


1. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran jelas sangat mengganggu tahap tumbuh kembang anak.  Bagaimanapun juga, anak belajar dan menangkap memori berdasarkan apa yang didengarnya. Gangguan pada organ pendengaran mau tak mau memengaruhi informasi yang dapat diterima dan diolah otak, untuk kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk ucapan atau bahasa.

Gangguan pendengaran pada anak sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya trauma, infeksi baik saat masih dalam kandungan atau setelah lahir, kelainan bawaan, kelainan genetik, juga konsumsi obat-obatan pada ibu hamil.

Jadi ada banyak sekali penyebab gangguan pendengaran itu sendiri. Dan hal ini harus benar-benar diperhatikan orang tua bahkan sejak si kecil masih dalam kandungan.


2. Kelainan organ bicara

Kelainan organ bicara bisa berupa lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan rahang bawah, bibir sumbing dan kelainan pada langit-langit mulut.

Pada anak yang memiliki lidah pendek, mereka cenderung susah menjulurkan lidah sehingga kesulitan mengucapkan beberapa huruf seperti "t", "n", "l". Sedangkan pada anak dengan bibir sumbing, sering kali mengalami penyimpangan resonansi berupa suara hidung pada huruf dengan tekanan tinggi. Misalnya "s", "k", "g". 

Berbeda dengan anak yang memiliki kelainan pada bentuk gigi dan rahang bawah, mereka cenderung mengeluarkan desah saat mengucapkan "f", "v", "s", "z", 'th".

Saya sempat menemukan kejanggalan pada anak perempuan saya, saat dia mengucapkan huruf  "s". Selain berdesah, Najwa mengucapkannya seperti "ets". Tapi seiring pertumbuhan giginya yang mulai rapi dan didukung pemeriksaan rutin pada dokter gigi, maka masalah itu pun kini mulai teratasi.

3. Kasus speech delay pada anak laki-laki

Hal ini sudah saya bahas pada artikel pertama. Bahwa anak laki-laki cenderung telat berbicara karena tabungan kosakatanya pun jauh di bawah anak perempuan.
Untuk penjelasan lebih detil mengenai speech delay pada anak laki-laki. Teman-teman bisa buka link di bawah ini.


4. Autisme

Pada anak yang memeiliki kecenderungan autisme, masalah perkembangan bicara dan bahasa sering kali menjadi momok dan dianggap sebagai gangguan yang berat. Memang saya menjumpai sejumlah anak dengan gangguan autisme mengalami permasalahan ini. Tapi tidak sedikit juga saya jumpai anak-anak dengan kecenderungan autisme memiliki kecakapan berbahasa yang jauh di atas rata-rata usianya.

Beberapa bahkan berbicara tema yang terlalu berat, berkomunikasi dengan bahasa asing, dan mampu mendeskripsikan segala hal yang ada dalam imajinasinya. Ya, memang hal ini tidak sepenuhnya sama pada setiap anak. Karena faktor pengasuhan yang didukung dengan terapi bisa jadi memberikan progres yang berbeda.

5. Kurang stimulus dari lingkungan

Sering kali orang tua menganggap anak bermasalah dalam mengembangkan kemampuan berbicara dan berbahasa karena ada "faktor x" pada dirinya. Padahal, tidak sedikit pula yang mengalami gangguan ini dikarenakan faktior yang tidak disengajakan. Contohnya karena kurang stimulasi dari orang-orang terdekatnya.

Tingkat kesibukan atau faktor sifat pendiam para orang tua sering kali membuat anak tidak mendapatkan ransangan untuk berbicara. Alih-alih berinteraksi dalam cerita atau obrolan, anak lebih banyak menghabiskan waktu dalam dunianya sendiri bersama mainan.

Pada beberapa kasus, penggunaan gadget atau menonton televisi yang terlalu berlebihan juga bisa memicu masalah ini. Untuk itu, perlu pendampingan dan batasan dari orang tua terkait segala hal yang menyebabkan anak sibuk dengan dunianya sendiri.

Beberapa pakar menyebutkan bahwa penggunaan dua bahasa juga dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak. Terus terang saya belum menemukan masalah ini secara langsung. Hanya saja, rasanya masuk akal jika anak mengalami masalah berbicara karena "bingung kosakata". 

Untuk itu, ada baiknya menentukan bahasa mana yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari, khususnya pada awal tumbuh kembang anak. Atau jika memang menghendaki menggunakan dua bahasa, ada baiknya tidak mencampur dalam satu kalimat utuh.

Masalah gangguan berbicara memang bisa dibilang mengkhawatirkan. Tapi, masalah ini sebenarnya bisa diamati dengan seksama, sebelum si anak benar-benar mengalami keterlambatan yang terlalu jauh  dari rentang usianya. Sekali lagi di sini orang tua memiliki peran yang sangat penting.

Orang tua disarankan untuk selalu memantau perkembangan anak terlebih pada awal kehidupannya. Antara usia 0 hingga 5 tahun yang merupakan masa-masa emas sekaligus masa krusial. Jika merasa menemukan sesuatu yang ganjil seperti beberapa hal berikut ini, maka orang tua bisa segera melakukan tindakan preventif. Apa sajakah itu?


Gejala Keterlambatan Berbicara yang Bisa Diamati

speech delay


Usia 1 tahun atau 12 bulan

Anak cenderung diam, tidak suka mengoceh atau mengucapkan apapun. Tidak merespon orang yang mengajaknya berbicara. Saat anak menginjak usia 1 tahun, setidaknya mereka mampu mengucapkan 1 atau 2 kata, mengenali nama , menirukan suara dan memahami perintah sederhana.

Usia 18 bulan

Masih diam dan tidak suka mengoceh. Idealnya, pada usia 18 bulan anak sudah memiliki sekirtar 5 hingga 20 perbendaharaan kata. Termasuk dapat menyebutkan nama atau sebutan bagi orang lain.


Usia 2 tahun

Belum mengucapkan kata dan lebih banyak menggumam atau menunjuk untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Usia 2,5  tahun

Belum memiliki banyak perbendaharaan kata yang cukup dan cenderung berbicara dengan mengucapkan suku kata. Idealnya, pada usia ini anak sudah mengenali dan mampu menyebutkan anggota badan, mengenali warna dan dapat merangkai kalimat pendek dan sederhana.

Usia 3 tahun

Pada usia ini, saat orang tua merasa tidak mampu memahami apa yang anak ucapkan, maka tidak salah jika mulai merasa curiga. Bagi sebagian anak memang pengucapannya masih belum jelas karena masalah cadel, tapi ada juga yang tidak jelas karena ucapannya benar-benar tidak dapat dipahami.

Sekitar usia 3 tahun, anak sudah mulai bercerita sederhana. mereka mulai dapat mengungkapkan perasaan dan menceritakan kejadian yang dilihat atau dialaminya dengan kalimat pendek sederhana. Kosakatanya pun semakin banyak, sekitar 1000 kata.

Tapi kembali lagi, setiap anak memang unik. Begitu pun dengan tahapan tumbuh kembangnya yang bisa jadi juga berbeda satu dengan yang lainnya. Maka dari itu mengamatinya adalah hal yang mutlak dilakukan. Dan, apabila menemukan gejala tertentu yang dikhawatirkan dapat menghambat keterampilan berbicaranya, maka tak perlu menunda untuk melakukan penanganan.

Beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk menstimulus dan mencegah terjadinya gangguan terlambat bicara agar tidak semakin larut.


Penanganan Speech Delay pada Anak 

speech delay

1. Membangun komunikasi dengan anak

Di luar adanya gangguan organ atau kelainan genetis, keterampilan berbicara merupakan suatu hal yang bersumber dari kebiasaan. Seperti yang kita tahu, anak kecil baru pertama memelajari segala hal, termasuk berbicara dan berbahasa.

Membangun komunikasi yang intens antara anak dan orang tua adalah salah satu cara yang paling mudah untuk mengenalkan pada mereka aktivitas berbicara. Mengenalkannya pada banyak kosakata baru, kalimat perintah sederhana, menambah informasi yang selanjutnya akan direkam dalam memori otak anak.

Cara ini sangat mudah ditiru anak. Bahkan, secara tidak langsung mereka akan belajar bagaimana mengekspresikan perasaan, mendeskripsikan keadaan, merangkai kata dalam kalimat. Bangun komunikasi dengan anak sejak sedini mungkin, atau bahkan sejak si kecil masih di dalam kandungan.

2. Tunjukkan orang tua "ada" baik raga maupun rasa 

Saat mengajak anak berkomunikasi, pastikan orang tua "ada", bukan sekedar raganya saja. Perasaan yang turut dihadirkan pada saat berbicara dengan anak secara tidak langsung menimbulkan rasa nyaman dan berarti bagi mereka. 

3. Mengulang dan megoreksi ucapannya

Jika anak sudah mulai bersuara, atau berbicara namun tidak jelas dalam pelafalannya. Maka usahakan selalu mengulang apa yang diucapkannya. Atau jika mereka menggunakan isyarat untuk menunjukkan suatu hal, pastikan orang tua memperjelas dengan kalimat.

Misalnya, si kecil menunjuk gelas, maka orang tua bisa mengucapkan, "Adik, minta minum?". Atau jika si kecil berkata, "Adik aem," maka ulangi dengan pelafalan yang lebih jelas untuk mencontohkan pengucapan yang benar. Seperti kata berikut, "Adik mau makan?" Dengan begitu anak akan terbiasa dengan pelafalan dan kosakata yang benar sekaligus memahami rangkaian kalimat sederhana.

4. Dampingi dan batasi penggunaan televisi dan gadget

Gadget dan televisi memang susah dipisahkan dari kehidupan kita. Saya pun mengacungkan jempol bagi keluarga yang berhasil membuat anak-anaknya steril dari kedua benda tersebut. Bagi saya pribadi memang sangat susah. Selain pekerjaan yang banyak saya handle dari gadget, televisi adalah salah satu pengalihan ketika saya harus mengerjakan satu atau 2 hal tanpa interupsi dari anak. 

Contohnya saat saya sedang mandi. Karena kami hanya tinggal berempat tanpa anggota keluarga lain, sehingga dalam banyak kesempatan saya hanya bersama anak-anak atau bahkan hanya dengan si bungsu yang masih batita. Saya sengaja membuat si kecil nyaman, tenang dan merasa punya teman saat harus sendiri dengan bantuan televisi. Tentu saja dengan program acara yang mendidik. 

Tapi, perlu diperhatikan seberapa sering dan berapa lama durasi waktunya. Baik penggunaan gadget atau menonton televisi saya tetap membatasi dan berusaha mendampingi. Sehingga tetap ada interaksi sekaligus menambahkan informasi yang dirasa perlu untuk mereka ketahui.

5. Paparkan pada aktivitas literasi

Tidak dapat dipungkiri, aktivitas literasi memang sangat menunjang perkembangan berbahasa anak. Kegiatan seperti membacakan buku cerita, mendongeng atau bernyanyi dianggap paling mudah dan menyenangkan. Selain terhibur, anak juga belajar banyak hal baru dari apa yang didengarnya. Cara ini juga sangat efektif untuk memasukkan nilai moral dan nasihat bagi mereka.

6. Melakukan pemeriksaan kepada ahlinya

Untuk keterlambatan berbicara yang disebabkan gangguan organ pendengaran, kelainan pada organ mulut atau  kecenderungan autisme. Maka berkonsultasi dengan ahli medis merupakan cara yang paling tepat. tentu saja tetap dengan stimulus yang bisa dilakukan di mana saja. Tapi orang tua perlu mendengarkan langsung bagaimana penanganan yang tepat secara medis. Termasuk jika harus ada tindakan atau terapi.

Hem, lumayan banyak juga yang harus diperhatikan pada tahap awal tumbuh kembang anak. Karena masa-masa ini memang sangat kritis sekaligus masa emasnya. Kelalaian sedikit saja bisa berakibat fatal dan berdampak besar pada masa depan anak.

Yang penting harus tetap semangat menjadi orang tua. Tidak lelah belajar dan mencoba. Bagaimanapun juga tidak ada satu sekolah pun untuk menjadi orang tua teladan. Dan tidak semua teori bisa dan cocok diterapkan pada anak-anak kita.

Belajar dari pengalaman orang lain dan menambah informasi merupakan salah satu cara untuk membekali diri dalam merawat anak-anak. Tapi pastikan kita menyadari keunikan anak-anak kita. Sehingga kita pun harus siap menjadi orang tua yang unik tanpa perlu merasa tertekan dengan orang tua yang lain.


(Referensi : Ayahbunda.com, Mom and Kiddie, TheAsianparents, Mommiesdaily, Alodokter.)
 






Custom Post Signature

Custom Post Signature