A Story of Mom, Wife, Daughter and Woman

Travelling Benefits for Old Couple

|



Traveling bersama pasangan memang selalu memberikan manfaat bagi kelangsungan hubungan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan. Bagi pasangan baru aka new couple, cara ini sangat baik untuk mengenali karakter dan kebiasaan satu sama lain, yang pada awalnya mungkin tidak pernah ditunjukkan. 

Selain itu, traveling bersama bagi pasangan baru juga cenderung lebih mudah dan possible. Beda dengan old couple seperti saya yang sudah memiliki dua anak kecil. Terlebih tinggal tanpa ART atau anggota keluarga lain yang bisa dimintai tolong untuk menjaga anak-anak. Bisa mojok berdua saja rasanya sangat istimewa, apalagi jika bisa merencanakan second honeymoon. Wow! Rasanya seperti mimpi bagi saya.


Itu sebabnya kami harus bersabar hingga tiba saatnya berkesempatan menjadi couple traveler. Karena baik dulu saat menjadi new couple, hingga sekarang usia pernikahan hampir 8 tahun. Rencana jalan-jalan berdua sepertinya masih sebatas rencana saja. Apalagi sekarang, sepertinya kami lebih cocok disebut sebagai family traveler karena ke-mana-mana harus menggandeng 2 bocah.

Tapi jangan salah, meskipun lebih sering traveling bersama rombongan geng DuoNaj. Setiap perjalanan baik jauh maupun dekat yang kami lakukan bersama selalu memberikan manfaat. Tak hanya bagi anak-anak, kami pun sebagai pasangan lama dapat merasakan efeknya sebelum dan sesudah lebih sering traveling bersama.

Sekedar berbagi bahagia, berikut 5 manfaat traveling bersama bagi Teman-teman yang merasa old couple seperti saya.


1. Semakin kompak dalam mewujudkan visi dan misi keluarga

Setiap pasangan pasti memiliki visi dan misi terkait kehidupan pernikahan mereka. Begitu pun halnya dalam melakukan perjalanan. Bagi sebagian pasangan traveling yang dilakukan tidak sekedar untuk bersenang-senang, tapi ada misi khusus yang diharapkan dapat memberikan dampak bagi visi dan misi keluarga.

Misalnya ketika menjadikan traveling sebagai salah satu misi pendidikan keluarga. Pasangan suami istri akan merencanakan destinasi maupun aktivitas selama traveling yang bersifat mendidik pada hal-hal baru yang tidak selalu ada di sekitar mereka. entah itu budaya, tradisi, memelajari bahasa bahkan  bagaimana mengatasi suatu permasalahan dalam sebuah perjalanan.

Selain itu, pasangan yang terbiasa melakukan traveling akan lebih cermat dan kompak dalam membuat perencanaan keuangan. Karena mau tidak mau, traveling harus menempati satu pos tersendiri dalam keuangan keluarga. Dengan begitu acara jalan-jalan tak sekedar menjadi pemborosan, tapi bermanfaat dan yang lebih penting sejalan dengan visi dan misi keluarga. 


2. Keluar dari hubungan yang monoton dan jebakan rutinitas 

Menikah selama bertahun-tahun kerap kali menyebabkan hubungan suami istri sudah tidak seperti pasangan yang disatukan oleh cinta. Tapi rutinitas monoton yang sering kali disebut sebagai konsekuensi dalam pernikahan. Bahwa suami bertugas menfkahi keluarga, sedangkan istri menyediakan kebutuhan keluarga. 

Begitu terus dari hari ke hari hingga rasanya kehidupan pernikahan selayaknya robot yang digerakkan oleh remote control. Padahal baik suami maupun istri adalah jiwa. Dan jiwa-jiwa ini bersatu karena cinta, kasih sayang serta romantisme yang menimbulkan gaya tarik-menarik antara keduanya. Apa jadinya jika jiwa-jiwa ini dibiarkan terjebak dalam hubungan yang "begitu-begitu saja"? 

Seperti halnya semua hubungan yang ada di dunia ini. Hubungan suami istri pun tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja. Perlu usaha untuk menjadikannya awet dan tidak membosankan. 

Traveling adalah salah satu cara untuk membebaskan jiwa-jiwa ini dari segala hal yang bersifat rutinitas. Di tempat dan situasi yang berbeda, bukan tidak mungkin suami istri akan menemukan kembali letupan-letupan kecil yang dulu sempat membuat keduanya berdegup kencang saat saling berjumpa.




3. Menguatkan harmonisasi

Apakah pasangan lama selalu berjalan harmonis dalam satu frekuensi kehidupan? Sayangnya tidak selalu. Banyak pasangan yang sudah menikah selama bertahun-tahun tapi masih merasa kesusahan untuk mengikuti frekuensi satu dan yang lainnya.

Meninggalkan rutinitas untuk sementara waktu dan melakukan traveling,  kemudian bersama-sama melakukan aktivitas yang berbeda dari keseharian masing-masing. Akan memberikan kesempatan bagi pasangan  untuk menyamakan frekuensi, menjaga ritme dan harmonisasi dalam pernikahan.

4. Mendapatkan pengalaman baru bersama-sama

Kurang lengkap rasanya jika sebuah pengalaman baru hanya dilakukan salah satu dari pasangan. Misalnya jika pasangan kita adalah seorang frequent traveler, pasti banyak sekali pengalaman yang didapatnya ketika harus berpindah-pindah ke berbagai kota terkait pekerjaan.  Meskipun pada akhirnya semua pengalaman itu menjadi bahan obrolan dalam keluarga, tapi apa artinya jika tidak terpapar langsung di dalamnya?

Nah, coba bandingkan jika pengalaman tersebut dilakukan bersama pasangan. Pasti lebih membekas bukan? Maka dari itu penting sekali untuk mendapatkan pengalaman baru  bersama pasangan. Karena secara tidak langsung, pengalaman seperti ini bermanfaat untuk visi dan misi pernikahan. Juga menguatkan harmonisasi dalam kehidupan rumah tangga.


5. Meluaskan perspektif tentang kehidupan pernikahan

Pernikahan bukan sekedar status, tapi ada banyak hal yang harus saling dipahami terkait kehidupan pernikahan itu sendiri. Sebut saja konsekuensi yang ditimbulkan, yang biasanya fokus pada bagaimana menunaikan tanggung jawab masing-masing. Setuju, nggak?

Tapi sebenarnya pernikahan adalah perjalanan yang panjang. Yang mana akan sangat melelahkan jika hanya terfokus pada pemenuhan kebutuhanserta segala konsekuensi yang timbul akibat pernikahan itu sendiri. 

Sesekali kita butuh melihat kehidupan lain, bukan untuk membandingkan tapi sekedar untuk melihat kehidupan pernikahan dalam perspektif lain. Beberapa pernikahan ibarat kehidupan pertemanan yang penuh gejolak muda, ada juga yang penuh romantisme ibarat sepasang burung yang dimabuk asmara. Tak mengapa jika kehidupan pernikahan kita berbeda. Tapi setidaknya kita memiliki perspektif lain tentang sebuah kehidupan setelah pernikahan diresmikan.

Hmm, ternyata manfaat traveling enggak hanya untuk pasangan baru yang sedang berusaha mengenal satu sama lain, ya. Pasangan lama pun masih butuh melakukan hal seperti ini untuk mengupayakan hubungan selalu erat dan kompak. Itu artinya, semakin banyak alasan untuk traveling bersama pasangan, dong!
3 comments on "Travelling Benefits for Old Couple"
  1. Makasih mba sharing nya, busui butuh liburan juga nih hahha

    ReplyDelete
  2. Jadi inget pernah pas ke bioskop filmnya Buya Hamka, di sebelah saya yang duduk itu pasangan kakek nenek. Bahkan si kakek pun pakai tongkat. Saya jadi mikir, mereka gimana mudanya ya, haha... Iya terkadang old couples pun juga perlu ya pergi berdua, walau mungkin nggak harus traveling nginap2.

    ReplyDelete
  3. Sama, Mbak. Tapi kalaupun bisa dititip, anak-anak juga gak mau. Mereka tetap mau ikut sama ayah dan bundanya. Baru sekarang-sekarang aja kadang mereka gak mau ikutan. Jadi paling saya nikmatin aja setiap fasenya. Traveling bersama keluarga atau hanya dengan pasangan, sama-ama nikmat

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel di Damar Aisyah's Blog ya. Kalau berkenan, bolehlah berbagi sedikit komentar untuk blog saya. Semoga suka dan balik lagi ya ^_^

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post Signature