Parenting Story, Mom's Life, Tips

7 Hal untuk Memastikan Gadis Kecil Kita Tumbuh dengan Percaya Diri

|
Menumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Perempuan
www.damaraisyah.com


Saya bukan perempuan dengan kepercayaan diri tinggi. Ya, butuh waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk menumbuhkan kepercayaan diri dengan cara saya sendiri.

Saya bukan sosok yang menonjol dan tidak menarik. Dua hal yang terus menghantui saya sewaktu kecil. Melihat teman-teman saya yang menarik secara fisik, bertalenta dan memiliki segudang prestasi. Saya merasa tak ada apa-apanya di dunia ini. Ibarat remekan rempeyek di dasar toples, hehehe.

Buk, Bantu Aku Menumbuhkan Kepercayaan Diriku

|
Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak
www.damaraisyah.com


"Buk, tadi temanku terlambat. Dia bilang dia tahu kalau masuknya jam setengah 10. Tapi Ibunya enggak percaya. Aneh ya, Ibu-ibu kenapa enggak percaya sama anaknya. Padahal anak-anaknya sudah tahu mana yang benar."

Cerita Najwa sepulang sekolah tadi terasa bagai tamparan bagi saya. Bagaimana tidak, saya pun kerap kali tidak langsung percaya pada ucapannya? Tak jarang, saya juga masih sering meragukan kemampuannya. Suka mendiktenya untuk melakukan ini dan itu. Terlalu besar mengambil porsi dalam menyelesaikan masalahnya. Dan banyak hal lagi kesalahan yang saya lakukan dengan dalih khawatir pada anak.

Padahal saya tahu betul, kekhawatiran saya ini terlalu berlebihan, alias lebay. Saya juga paham bahwa cara saya ini bisa menghambat kepercayaan diri mereka. Padahal kepercayaan diri merupakan salah satu modal dasar anak, untuk bisa survive dalam kehidupan ini.

Caraku Mengatasi Anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran

|
 
Anyang-anyangan
www.damaraisyah.com


Duh, kayaknya aku anyang-anyangan, nih! Begitu batin saya kala itu.

Tepatnya dua bulan yang lalu, ketika saya dan anak-anak sedang berkereta api dari Jogjakarta menuju Jakarta. Beberapa kali saya harus bolak-balik ke kamar mandi karena hasrat ingin buang air kecil yang terus menerus. Beberapa kali pula saya harus meringis menahan sakit saat buang air kecil. Nyeri di bagian perut bawah, yang diikuti sensasi panas dan rasa tidak tuntas saat berkemih membuat saya tidak nyaman selama perjalanan.

Sebenarnya, saya sudah merasakan nyeri di bagian perut sejak masih di Jogjakarta. Tapi mengabaikannya begitu saja. Ah, mungkin kecapekan karena bolak-balik gendong bocah. Tapi ketika nyeri itu tidak berkurang, saya pikir justru luka bekas jahitan operasi yang menjadi penyebabnya.

5 Hal yang Dibutuhkan Anak-anak dalam Kehidupannya, dan Semuanya Gratis!

|
Hadiah terindah untuk anak
Pexel.com


Boneka atau mainan. Biasanya dua benda tersebut yang saya hadiahkan pada Najwa saat dia masih menjadi anak semata wayang. Maklumlah, namanya juga anak pertama, rasanya semua hal pengin saya berikan untuk membuatnya senang. Apalagi saat itu saya masih berpenghasilan tetap. Asal sampai akhir bulan, pengeinya quality time berdua sambil menikmati tanggal gajian.

Saat dia bertambah usia, mainan edukatif atau activity book yang biasanya saya sasar. Baju, sepatu atau hiasan rambut lucu juga tak luput dari perhatian. Tapi sepertinya itu hanya obsesi saya sebagai ibu muda penggila barang-barang lucu. Karena kenyataannya, Najwa biasa aja. begitu sudah bosen, ya dibiarkannya semua barang lucu itu di lemari atau keranjang-keranjang mainannya.

Si Kecil Sering Marah-Marah? Mungkin 1 dari 6 Hal Berikut Penyebabnya

|
Penyebab anak marah
Pexel.com



Akhir-akhir ini saya sedikit kewalahan dengan DuoNaj yang cenderung lebih mudah marah ketimbang biasanya. Enggak cuma Najwa yang memang sudah lebih mengerti dan cenderung pandai beradu argumen dengan saya atau ayahnya. Najib yang baru berusia 3,5 tahun pun mulai sering marah tanpa alasan yang mudah kami pahami.

Awalnya dia suka ikut-ikutan Najwa yang berteriak atau menunjukkan sikap tidak setuju dengan pendapat saya. Tapi kemudian, Najib pun mulai menunjukkan aksi serupa meskipun sedang tidak ada Najwa di rumah.

Custom Post Signature

Custom Post Signature