Parenting Story, Mom's Life, Tips

Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Lebih Asyik Nonton Sekaten di Mana, Ya? Solo atau Yogyakarta?

|

Solo dan Yogyakarta adalah dua kota yang terkenal dengan tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya. Kabarnya, tradsi ini sudah berlangsung secara turun temurun sejak abad ke-15. Selain memperigati hari kelahiran nabi, Sekaten merupakan salah satu bentuk dakwah yang dilakukan para wali pada awal penyebaran Islam di Jawa. Dulu, para Wali memang cenderung mengakulturasi budaya dan agama agar lebih mudah diterima oleh masyarakat kita. Salah satunya seperti tradisi Sekaten ini.

Baik di Solo maupun Yogyakarta, Sekaten merupakan salah satu acara tahunan yang sangat dinantikan masyarakat. Tak hanya penduduk lokal, orang-orang dari luar kota, luar daerah maupun mancanegara, kerap kali berbondong-bondong untuk menyaksikan acara menjelang penutupan tahun ini.

Cara Mudah Membeli Tiket Kereta Api Secara Online

|


 
Cara beli tiket kereta api online
WWW.DAMARAISYAH.COM



Haloo, kalau sudah sampai bulan Ramadan, pasti teman-teman sudah terbayang mudik lebaran, Iya atau iyes? Apalagi lebaran tahun ini cuti bersamanya lumayan lama, lho. Belum lagi anak-anak juga libur pasca ujian kenaikan kelas. Wah, lengkap sudah, ya emak bapaknya, ya nak kanak semua bakalan happy  menikmati libur lebaran tahun ini.

Ngomongin soal mudik, teman-teman juga pasti sudah memutuskan pilihan transportasi yang akan digunakan. Kalau saya dan keluarga sih, prefer naik kereta api. Alasan utamanya karena kampung halaman kami memang agak jauh dari bandara. Kalau turun di Solo, kami masih harus berkendara darat sekitar 3 jam untuk sampai di rumah. Sedangkan dari Surabaya kurang lebih masih 6 jam untuk sampai di kota Magetan. Begini deh, nasib pemudik yang kampung halamannya bener-bener di kampung. Musti pinter-pinter memilih sarana transportasi yang praktis dan nyaman.

Telaga sarangan dan Kenangan Terakhir Bersama Papa

|

4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan


Matahari masih malu-malu saat kendaraan kami berhenti di deretan antrian loket masuk Telaga Sarangan. Kabut putih sedikit mengganggu jarak pandang kami. Yang akhirnya memaksa suami memacu kendaraan sedikit pelan dan lebih berhati-hati.

Satu-persatu kendaraan diperbolehkan masuk menuju area parkir yang telah disediakan pihak pengelola. Demikian halnya dengan kami. Setelah menyerahkan beberapa lembar pecahan lima puluh ribuan, dua kendaraan yang kami tumpangi berjalan berurutan menuju area parkir yang terletak berdampingan dengan pasar wisata.

Pagi itu adalah idulfitri  hari ketiga. Sesuai yang telah kami rencanakan,  lebaran kali ini kami akan menapaktilasi kebiasaan di hari raya yang dulu kami lakukan bersama almarhum papa.

Belitung Timur dan Keberanian Merealisasikan Sebuah Impian

|
 Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu - Arai
4 Destinasi wisata di Belitung Timur
WWW.DAMARAISYAH.COM


Saya ingin ke Belitung! Ya, saya telah menyimpan keinginan tersebut sejak belasan tahun yang lalu. Sejak pertama kali merampungkan novel setebal 534 halaman karangan seorang putra Belitung. Siapa lagi orangnya  jika bukan Pak Cik Andrea Hirata.

Untaian kata dalam berlembar-lembar buku Laskar Pelangi kerap kali menerbangkan imajinasi saya hingga ke tanah melayu di Kepulauan Bangka Belitung ini. Tanah yang menurut Andrea telah menempa anak-anak Laskar Pelangi. Mengajarkan keberanian untuk bermimpi dan menyimpan harapan dalam relung hati mereka.

Jalan-jalan ke Museum dengan Anak? Bisa!

|

Tips ke Museum dengan Anak


"Buk, bisa banget sih, DuoNaj diajak ke museum? Coba anakku, hm.. pasti udah ribut."

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan seperti itu dari temna-teman. Baik pembaca blog yang kebetulan mampir di postingan saya tentang jalan-jalan. Atau teman dekat yang melihat update-an saya baik di ig maupun facebook.

Kalau boleh jujur sih, itu pun nggak seindah yang teman-teman bayangkan, lho. Ada juga dramanya, lha wong namanya saja sama anak-anak. Yang nangis minta sesuatu, yang tantrum karena cari perhatian, yang bosen, semua juga pernah saya alami. Itu sebabnya saya pun sempat give up dan malas jalan-jalan sama DuoNaj.

Jangankan ke museum atau arena edutrip lainnya. Main ke playground di mall atau wahana hiburan yang jelas-jelas untuk anak saja, kadang saya dan suami masih kewalahan dengan drama khas mereka. Tapi kalau diturutin, ya nggak bakalan ada habisnya sebelum mereka tumbuh besar. Justru mungkin saya akan menyesal karena tidak segera membuat kebiasaan baru untuk mereka.

Mengunjungi Museum Wayang di Komplek Wisata Kota Tua

|
Museum Wayang
Display rangkaian cerita wayang Ramayana


Masih dalam rangka jalan-jalan Jakarta. Bertepatan dengan libur Imlek yang lalu kami sekeluarga mengajak DuoNaj ke Museum Wayang yang terletak di komplek Wisata Kota Tua. Sebenarnya saya dan suami pun belum pernah menginjakkan kaki di bagian dalam museum. Jadi pas banget edutrip kali ini tidak hanya ditujukan untuk DuoNaj, tapi juga BukNaj dan PakNaj.

Tepat pukul 13.30 kami tiba di pelataran Kota Tua. Setelah istirahat sebentar selepas perjalanan dari Petak Sembilan. Kami pun memutuskan untuk membeli tiket masuk museum yang telah dipadati pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan.

Imlek di Petak Sembilan

|
Imlek di Petak Sembilan

Tanah masih basah saat kami berempat melangkahkan kaki ke luar rumah. Pagi itu gerimis kecil kembali turun di Jakarta, setelah sehari sebelumnya hujan deras mengguyur selama berjam-jam. Saya yang tipe prepare abis tak lupa membawa perlengkapan, bekal dan baju ganti karena khawatir hujan deras kembali mengguyur ibukota. Kata orang, biasanya kalau Imlek bakalan hujan seharian. Tapi sepertinya tidak untuk hari ini.

Seperti yang telah direncanakan sehari sebelumnya, kami akan mengajak DuoNaj ke daerah pecinan di wilayah Jakarta Barat. Sebenarnya ide ini datangnya murni dari saya. Tapi setelah saya sampaikan kepada anak-anak dan suami, mereka pun menyambutnya dengan antusias. Akhirnya deal! Daerah Glodok pun menjadi destinasi long weekend di pertengahan bulan ini.

Ritual Cantik saat Traveling

|

Tips cantik saat traveling


Perempuan dan keinginan untuk  tampil cantik  memang susah untuk dipisahkan. Tak hanya saat di kantor, menghadiri resepsi, arisan atau berkumpul dengan teman. Rasanya perempuan selalu ingin tampil cantik atau setidaknya enak dipandang. Bahkan saat sedang traveling pun hal seperti ini tetap mendapatkan perhatian, lho.

Masalahnya, definisi cantik bisa jadi sangat relatif dan berbeda bagi setiap orang. Itu pula yang menyebabkan ritual kecantikan setiap perempuan berbeda. Terlebih saat sedang melakukan traveling. Ada yang memilih simple make-up untuk menemani acara jalan-jalannya. Tapi tidak sedikit juga yang mampu bermake-up paripurna meskipun sedang traveling di negeri orang. Hm, saya suka kagum dengan perempuan yang seperti ini.

Travelling Benefits for Old Couple

|



Traveling bersama pasangan memang selalu memberikan manfaat bagi kelangsungan hubungan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan. Bagi pasangan baru aka new couple, cara ini sangat baik untuk mengenali karakter dan kebiasaan satu sama lain, yang pada awalnya mungkin tidak pernah ditunjukkan. 

Selain itu, traveling bersama bagi pasangan baru juga cenderung lebih mudah dan possible. Beda dengan old couple seperti saya yang sudah memiliki dua anak kecil. Terlebih tinggal tanpa ART atau anggota keluarga lain yang bisa dimintai tolong untuk menjaga anak-anak. Bisa mojok berdua saja rasanya sangat istimewa, apalagi jika bisa merencanakan second honeymoon. Wow! Rasanya seperti mimpi bagi saya.

7 Destinasi Wisata Alam di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

|
Wisata alam di Jakarta


Satu hal yang mungkin Teman-teman pikir akan sulit ditemukan di Jakarta adalah berwisata dengan nuansa alam.  Iya atau iyes? Dulu sebelum memutuskan hijrah ke Jakarta, saya pun memikirkan hal serupa. Rasanya berat untuk memasuki Jakarta yang identik dengan gedung bertingkat dan mall-mall besar. Apalagi saya yang berasal dari Magetan sudah terbiasa dengan sawah dan gunung yang bisa setiap hari saya nikmati dari depan rumah saja. Hmm, apa iya saya bakalan betah tinggal di Jakarta?

Tapi itu dulu, sekitar 5 tahun yang lalu. Setelah akhirnya resmi menjadi warga DKI, ternyata saya sangat betah tinggal di kota ini. Selain fasilitas umum yang lumayan lengkap dan mudah diakses siapa saja, ternyata Jakarta pun sangat memahami kebutuhan warganya untuk berekreasi dengan konsep alam.

Kota Pelajar yang Membuatku Belajar Kehidupan

|
Yogyakarta
"Pulang" ke Yogya untuk mendaki Merapi sebelum mengubah status menjadi istri


Pukul 4 sore gerobak kayu sudah didorong menuju tempat biasa mangkal. Di ujung jalan, tepat sebelum belokan menuju pertigaan arah Hotel Ambarukmo, sang istri sudah lebih dulu membersihkan tempat jualan mereka. Menyiram tanah dengan air agar nantinya tak berdebu ketika disapu. Mengumpulkan sampah kemudian memasukkannya dalam tas kresek warna hitam untuk nantinya dibuang bersama sampah sisa jualan.

Beberapa saat kemudian sang suami pun tiba. Maka dengan seksama dihampirinya sang suami untuk membantu menyeberangkan gerobak kayu menuju tempat yang telah disiapkannya. Beberapa kayu dan batu bata telah disiapkan sebagai penyangga gerobak agar tak mudah rubuh ketika pembeli berdesakan. Terpal warna oranye pun dipasang di bagian depan dan belakang gerobak, sebagai persiapan jika sewaktu-waktu Tuhan mengguyurkan airnya dari langit.

Kopi Rolas, Warung Kopi Bergaya Rumah di Utara Yogyakarta

|
Review Warung Kopi Rolas di Sleman Yogyakarta



Siapa yang suka ngopi? (*angkat tangan). Ya, saya sangat suka minum kopi. Meskipun bisa dibilang enggak paham tentang kopi. Jangankan filosofinya, jenis-jenisnya aja saya selalu tanya sama abang yang jualan.

"Mas, kalau yang di toples ini jenis apa? Rasanya gimana? Asem nggak? Bedanya sama yang itu apa?"

Gitu terus tiap ke pasar. sampai mungkin abangnya eneg jawab pertanyaan saya. Tapi kayaknya enggak, sih. Karena dia enggak pernah judes, selalu sabar dan senyum saat jawab pertanyaan saya. Itulah yang bikin saya dan suami selalu balik ke toko kopi yang satu itu. Soalnya, ya cuma toko itu yang paling lengkap jenis kopinya, alias gak ada pilihan lain. Hahaha

Traveling Gaya Koper Otak Ransel? Bisa Dong!

|

Traveling gaya koper atau ransel?
Pexel.com



Koper atau ransel, manakah gaya traveling Teman-teman?


Kalau pertanyaan ini harus saya jawab sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu, pastilah jawabannya ransel. Saat masih muda apalagi lajang, traveling bagi saya harus identik dengan yang simple, ringkas, penuh petualangan dan sebisa mungkin berbujet minimalis.

Tapi dengan kondisi bepergian bersama balita seperti saat ini, rasanya pilihan ini sudah tidak lagi relevan. Dari segi barang bawaan saja sudah tidak mungkin ringkas. Mau terlalu banyak petualangan juga harus berpikir ulang, karena untuk saat ini kenyamanan adalah prioritas utama saat traveling bersama keluarga, terutama dengan anak-anak.

Sebenarnya kalau mau dibilang full koper juga nggak terlalu relevan sih. Karena kami pun pernah beberapa kali melakukan traveling dengan ransel ala backpacker. Meskipun nggak bisa juga disebut backpacker murni.

Apa Saja yang Sebaiknya Diperhatikan Orang Tua Saat Berlibur dengan Anak?

|

Berlibur dengan anak


Berlibur dengan anak biasanya identik dengan barang bawaan yang banyak, ribet, rewel, nggak bisa cepat, dan masih banyak lagi alasan atau keluhan yang membuat orang tua berpikir dua kali untuk berlibur dengan si bocah.

Maka dari itu artikel tentang traveling dengan anak biasanya selalu diminati. Mulai tips dan trik mempersiapkan liburan dengan anak, alternatif tujuan wisata ramah anak, memilih transportasi yang nyaman untuk anak, sampai bagaimana membuat anak tenang selama perjalanan.

Kali ini saya tidak ingin membahasnya satu-persatu, karena sudah banyak travel blogger yang mengulasnya lebih mendetil dan lengkap.  Saya ingin berbagi pengalaman saja, sebenarnya apa saja yang sebaiknya diperhatikan orang tua saat sedang berlibur dengan anak?

Mau Berlibur Tanpa Khawatir Rekening Kebobolan? Begini Caranya.

|
Tips Traveling murah
Gambar : Pexel.com


"Wah, BukNaj lagi banyak duit, nih? Aku perhatiin sering banget traveling sama keluarga."

Begitu mendapat komentar kayak gini, respon pertama saya tentu saja mengucap syukur, alhamdulillah! Bersyukur banget ada yang doain baik-baik.  Bersyukur banget dimampukan untuk traveling. Karena memang kesempatan seperti ini tidak semua orang bisa mendapatkannya. 

Bukan, bukan hanya tentang materi yang menyebabkan traveling itu bisa terealisasi. Tapi niat dan kemauan untuk ribet atau bersusah payah selama traveling juga tidak semua orang memilikinya. Maka saya sangat bersyukur ketika akhirnya mampu membiasakan diri dan anak-anak untuk berada dalam kondisi tersebut. Sehingga acara traveling entah jarak jauh ataupun jarak dekat kami usahakan menjadi agenda tetap.

Mojosemi Forest Park - Wisata Alam di Ujung Barat Kota Magetan

|


Mojosemi Forest Park

Mengunjungi tempat wisata dengan konsep alam sepertinya sedang menjadi  trend di tengah -tengah masyarakat. Tekanan tinggi di tempat kerja, terjebak dalam rutinitas harian, ritme hidup yang sangat cepat dan masalah polusi sering kali dijadikan alasan bagi sebagian besar masyarakat urban untuk meninggalkan hiruk pikuk kota. Maka menepi ke daerah pantai, gunung atau pedesaan adalah destinasi traveling yang paling diminati kala mendapatkan cuti atau libur panjang saat hari raya dan akhir tahun tiba.

Sebagai penduduk dengan identitas diri warga ibukota. Saya dan suami pun merasakan tekanan yang sama seperti halnya masyarakat urban pada umumnya. Hal semacam itulah yang akhirnya membulatkan rencana kami untuk mengakhiri 2017 dan membuka 2018 dengan menyepi di kampung halaman.

Bersyukur, kami berdua memiliki kampung halaman yang sama. Magetan, sebuah kota kecil di kaki Gunung Lawu adalah tempat di mana kami selalu terpanggil untuk pulang. Tak sekedar untuk merasakan kembali aroma desa, atau menikmati hawa sejuknya. Tapi kali ini kami telah merencanakan mengunjungi salah satu destinasi wisata alam baru di Magetan.

Lakukan 7 Hal Ini agar Nyaman Berkereta Api Ekonomi dengan si Kecil

|
tips nyaman berkereta api ekonomi


Bepergian dengan moda transportasi darat, khususnya kereta api sepertinya sudah menjadi primadona baru di masyarakat kita. Terlebih bagi mereka yang rutin melakukan perjalanan di sepanjang wilayah kepulauan Jawa yang telah difasilitasi dengan jalur kereta api ke berbagai kota. Selain cepat, tepat waktu, nyaman dan bersih. Dari segi harga, tiket kereta api sangat variatif dan bisa menyesuaikan dengan bujet masing-masing. 

Kalau kebetulan sedang banyak rezeki, bolehlah sesekali merasakan kenyamanan bangku empuk kelas eksekutif. Tapi kereta ekonomi pun enggak kalah pamor, loh, meskipun tarif yang ditawarkan jauh di bawah kelas bisnis atau eksekutif. Selain bersih dan cukup nyaman, waktu tempuhnya pun tak beda jauh dengan kelas kereta lainnya. Kalau enggak salah hanya terpaut  satu jam saja.

Saya pribadi tipe yang gemar berkereta ekonomi. Selain tentu saja sangat menghemat bujet, suasana kereta yang cenderung merakyat membuat saya enggak gampang bosan. Karena biasanya antar penumpang bisa dengan mudah berkenalan dan berbagi cerita.


3 Alasan Menyambangi Festival Dongeng International Indonesia 2017

|
Dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan nusantara - Pramoedya Ananta Toer


festival dongeng
Ayodongengindonesia


Halo! Yang ngakunya suka dongeng mana suaranya? Kabar gembira buat Teman-teman yang concern terhadap dongeng, cerita atau kegiatan literasi anak lainnya. Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 segera hadir kembali di Jakarta.  Tepatnya pada tanggal 4 dan 5 November 2017, atau akhir minggu ini. 

Kali ini FDII 2017 mengambil lokasi di Perpustakaan Nasional RI yang baru saja diresmikan pada bulan September lalu. Lokasi yang diambil sangat strategis, dan pas banget  kami sekeluarga belum sempat berkunjung ke perpustakaan yang kabarnya memiliki 27 lantai dengan basement  dan beragam fasilitas yang menggoda untuk dicoba.

Sedangkan tema festival Dongeng Internasiona Indonesia 2017 ini juga sangat menarik, yaitu tentang "Cerita Ajaib". Nah, mulai kebayang, kan. Kira-kira jenis dongeng seperti apa yang nantinya bakal disajikan untuk pengunjung acara. Nggak sabar pengen segera hari H 😀😀


Agenda Acara di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 

Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia

Seperti biasa, selain acara mendongeng yang di gelar di panggung utama dan panggung-panggung kecil lainnya. FDII 2017 juga menggelar kelas mendongeng yang terbagi menjadi beberapa sesi dengan berbagai tema. Kali ini pun panitia FDII 2017 telah menyiapkan Kelas Dongeng Internasional atau International Storytelling Class,  Kelas Keterampilan Dongeng, Kelas Ilustrasi, Kelas Dongeng Anak dan Kelas Kriya.

Untuk dongeng internasinal sendiri, FDII 2017 akan menghadirkan pendongeng dari 7  negara yaitu Indonesia, Australia, New Zealand, Taiwan, Korea Selatan dan Inggris. Selain itu turut berpartisipasi dan meramaikan panggung-panggung dongeng FDII 2017 adalah puluhan pendongeng nasional yang tak perlu diragukan lagi kreativitasnya. 


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia


Selain keseruan mendongeng yang menjadi acara inti, Teman-teman bisa juga mengikuti workshop, menikmati pameran buku dan pertunjukan musik anak di event kali ini. Wah, seru sekali, kan? Pokoknya saya udah tandain dari jauh-jauh hari, agenda tahunan ini nggak boleh terlewat dari acara Piknik ala DuoNaj untuk bulan ini.


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia


Berdasarkan pengalaman menyambangi FDII 2016 yang pada waktu itu mengambil tema "Cerita Indonesiaku". Festival seperti ini rupanya tak hanya dinikmati oleh anak-anak yang daya imajinasinya tak terbatas. Tapi kami sebagai orang tua sangat betah berlama-lama. Itu sebabnya saya sangat mendukung orang tua untuk menyempatkan hadir bersama putra putrinya.  Setidaknya, 3 alasan berikut perlu teman-teman pertimbangkan untuk tidak melewatkan FDII 2017 bulan ini. 



3 Alasan Mengapa Harus Menyambangi FDII 2017


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Suasana panggung utama FDII 2016


1.  Mengenalkan berbagai jenis dongeng dengan berbagai latar budaya

Event FDII merupakan salah satu cara untuk memaparkan anak pada berbagai jenis dongeng di dunia ini. Menariknya lagi, dongeng-dongeng tersebut dibawakan langsung oleh pendongeng dari negara asalnya. Sehingga lebih menjiwai karakter tokoh-tokohnya.

Selain itu, berbagai dongeng internasional bisa menjadi sarana bagi anak untuk mengenal karakteristik, budaya dan tradisi masyarakat dari berbagai belahan dunia. Hal ini sangat bagus untuk memperluas perspektif anak, sehingga mereka bebas melihat kehidupan dan masa depannya.

2. Memantik daya imajinasi anak.

Dongeng adalah bentuk cerita yang penuh khayalan dengan daya imajinasi tinggi. Biasanya, dongeng diceritakan untuk menyampaikan pesan moral di dalamnya. Memaparkan dongeng kepada anak adalah salah satu cara untuk memantik daya imajinasinya. Mereka akan mereka-reka situasi dan penampakan dari tokoh-tokohnya, begitu pun halnya latar tempat dan keajaiban-keajaiban di dalamnya. 

Di samping itu, mendongeng adalah cara yang sangat asyik dan tidak menggurui untuk menyampaikan pendidikan moral, budi pekerti, atau contoh-contoh perbuatan baik. Cara ini lebih mudah diterima anak, karena secara perlahan mereka akan mencerna suatu permasalahan, dan berusaha mengambil teladan.


3. Menggugah sensitivitas orang tua

Rupanya, bukan hanya anak saja yang dapat mengambil manfaat dari sebuah dongeng. Orang tua pun perlu mendengarnya dengan harapan mengambil hikmah di dalamnya. 

Mendengarkan dongeng akan membawa orang tua ke dunia imajinasi anak-anak. Bagi orang tua, dunia ini sudah sangat asing karena terlalu lama ditinggalkan. Realita hidup yang terlalu keras kerap kali membuat lupa, bahwa ada "dunia lain" yang masih sangat murni dan. Maka untuk sesaat, mari kembali bersenang-senang dengan dunia kanak-kanak.

Cara ini diharapkan dapat memunculkan sisi childish dalam diri. Sisi inilah yang seharusnya bisa mengingatkan kita sebagai orang tua. Bahwa dunia anak-anak tak pernah sama dengan dunia kita orang dewasa. Jadi lebih banyak bersabarlah menghadapi anak, pahami dan rasakan seolah kita sedang berada di dunia mereka.

Jadi, jangan lupa, ya. Tanggal 4 dan 5 November nanti di Perpusnas RI. Selamat berkelana dalam dunia imajinasi :)








Piknik Ala DuoNaj #4 - Edutrip ke Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga di TMII

|
TMII Jakarta

Sepertinya DuoNaj tak pernah bosan diajak berkunjung ke Taman Mini. Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 7 Oktober,  kami sekeluarga kembali melakukan edutrip ke sana. Padahal, kalau tidak salah kami pada tahun 2017 ini kami sudah lima kali mengunjungi tempat wisata kebanggaan Jakarta ini. Entah untuk acara reuni atau piknik yang memang sudah direncanakan, atau secara tidak sengaja mampir setelah dari acara yang lain. Taman Mini biasanya menjadi tempat persinggahan ketika kami harus kelayapan di daerah timur Jakarta.

Kali ini pun sebenarnya kami tak benar-benar merencanakan untuk pergi ke sana. Awalnya suami hanya bercanda dengan ajakannya. Sedangkan saya  sendiri sebenarnya memilih di rumah saja karena pada keesokannya Najwa akan menjalani UTS di sekolah.  Tapi yang namanya DuoNaj memang doyan pikniknya nggak ketulungan. Sekali ayahnya menawarkan satu tempat, tanpa pikir panjang mereka langsung mengiyakan.

Baca juga: Piknik Ala DuoNaj #1 - Nonton Air Force Show

Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga yang menjadi destinasi edutrip kali ini. Sebenarnya lagi, saya dan anak-anak juga sudah pernah sekali berkunjung ke sana. Tapi saat itu memang kami hanya bertiga saja. Sehingga kepergian kali ini murni karena menuruti keinginan suami.

TMII Jakarta


Menjelang tengah hari sampailah kami di Taman Mini. Cuaca hari itu lumayan terik, sehingga kami rehat sebentar untuk sekedar mendinginkan kepala dan wajah setelah menerjang jalanan Jakarta yang macet dan panas. Sengaja kami memilih beristirahat di pelataran Museum Tugu Api yang udaranya lebih sejuk karena banyak pohon-pohon besar yang berjejer di sekitarnya.


DUNIA AIR TAWAR

TMII Jakarta


Kami berempat bergegas menuju Dunia Air Tawar karena pengunjung Taman Mini semakin padat. Menjelang jam makan siang, umumnya mereka mencari tempat-tempat yang rindang, seperti di lapangan Tugu Api ini untuk menggelar tikar dan menikmati bekal dari rumah. Maka dari itu, setelah membereskan barang-barang, kami pun segera merapikan tikar sewaan dan meninggalkan tempat tersebut untuk dipakai keluarga lain yang sudah siap dengan pesta kecilnya.

Baca juga: Piknik Ala DuoNaj #2 - Outing Class

Dunia Air Tawar menjadi tujuan pertama sebelum ke Dunia Serangga. Lokasi keduanya sebenarnya hanya bersebelahan, tapi untuk masuk ke Dunia Serangga, pengunjung diharuskan membeli tiket masuk yang berlokasi di loket pembelian tiket Dunia Air Tawar. Harga tiketnya Rp. 25.000,- per orang baik anak-anak maupun dewasa. Oh ya, usia 3 tahun sudah harus membeli tiket orang dewasa.

TMII Jakarta

Harga ini lumayan mahal jika dibandingkan dengan museum lain yang ada di Taman Mini. Tapi jangan khawatir, tiket masuk ke Dunia Air Tawar sudah termasuk gratis ke Dunia Serangga. Jadi pengunjung tak perlu membeli tiket yang berbeda.

Dunia Air Tawar adalah museum atau wahana rekreasi yang berupa keanekaragaman hayati dari perairan air tawar Indonesia. Wahana yang diresmikan pada tanggal 20 April 1994 ini didominasi akuarium dalam berbagai ukuran, menyesuaikan dengan ukuran dan jenis dari masing-masing ikan yang menghuninya. Menurut keterangan, simulasi dan replika ini sudah dipersiapkan sejak tahun 1992. Sampai pada akhirnya dinyatakan siap untuk menjadi wahana rekreasi, kemudian diresmikan dan dibuka untuk umum 2 tahun berikutnya.

TMII Jakarta

Lokasinya bersebelahan dengan Dunia Serangga dan satu arah dengan keong Mas. Konon, katanya taman biota air tawar ini termasuk salah satu yang terlengkap di dunia dan terbesar di Asia. Sehingga koleksinya sangat banyak, beragam dan disertai berbagai penjelasan di setiap sudut akuariumnya. Hal ini lumayan membantu orang tua untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada anak. Tak melulu melihat dari satu akuarium ke akuarium lainnya, kami pun bisa berinteraksi dengan tanya jawab bersama anak.

Baca lagi : Piknik Ala DuoNaj #3: From Sky World to Bird Park

Salah satu koleksi yang sangat menarik minat anak adalah jenis Arapaima yang berukuran raksasa, Cat Fish, Blind Fish, Hiu Gergaji, Dolar Fish, Ikan Buta dan Piranha yang sangat terkenal dari Sunga Amazon, Amerika Serikat.

TMII Jakarta

TMII Jakarta

Selesai mengamati seluruh akuarium, kami pun menggenapkan edutrip ke Dunia Air Tawar dengan merasakan sensaisi bioskop 4 dimensi di sana. Pengunjung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 15.000, - per orang untuk merasakan pengalaman bersentuhan langsung dengan dunia animasi ikan. Bagi orang tua, sensasi bioskop 4 dimensi ini mungkin biasa saja. Tapi bagi anak-anak seumuran DuoNaj, pengalaman ini sangat menyenangkan karena mereka merasa seperti diajak masuk dan bersentuhan langsung dengan dunia  bawah laut, meskipun hanya dalam bentuk animasi.

TMII Jakarta


TMII Jakarta
Film 4 Dimensi tentang kehidupan bawah laut


DUNIA SERANGGA DAN TAMAN KUPU-KUPU

Puas mengamati seluruh biota air tawar dalam puluhan akuarium dalam berbagai ukuran. Kami pun segera beralih ke museum lain yang ada di sebelahnya. Ya, edutrip pun berlanjut ke Dunia Serangga dan Taman Kupu-kupu. Dulu, dua wahana ini dikenal dengan sebutan Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu. tapi sekarang sebutannya diubah menjadi Dunia Serangga dan taman Kupu-kupu. Sedangkan Museum Air Tawar dikenal dengan nama baru Dunia Air Tawar.


Dunia Serangga yang resmi berdiri pada tanggal 20 April 1993 merupakan sebuah wahana untuk memperkenalkan aneka ragam serangga. Baik asal usul habitatnya, cara hhidup dan beragam ciri khas baik bentuk maupun manfaatnya. 

Selama ini, bagi anak-anak pada umumnya seperti halnya DuoNaj, serangga hanyalah salah satu jenis hewan kecil. Dan mereka cenderung menghindari untuk berinteraksi langsung dengan makhluk jenis ini, alasannya kalau nggak geli ya takut digigit. Wajar, dong, karena anak-anak kan tahunya semut, nyamuk, atau lebah yang memang memiliki kecenderungan menggigit. Nah, membawa mereka ke tempat berlibur seperti ini bisa jadi satu cara yang tepat untuk mengenalkan jenis serangga yang lain, dan tentu saja manfaatnya bagi kehidupan ini.


Misalnya kupu-kupu yang membantu penyerbukan bunga, lebah yang menghasilkan madu dan beberapa jenis serangga lain yang memiliki peranan penting bagi ekosistem ini. yaitu sebagai Dekomposer.

Serangga sebagai Dekomposer

Seperti halnya anak-anak, sebagai orang tua saya pun baru mengenal istilah dekomposer ini ketika berkunjung ke Dunia Serangga. Dekomposer atau bisa juga disebut sebagai detritivor atau pemakan bangkai. Serangga berperan sebagai dekomposer karena mereka memakan organisme mati dan atau limbah dari organisme lain. Peranan dekomposer ini sangat membantu ekosistem mendapatkan kembali siklus nutrisi dari penguraian bangkai atau limbah-limbah tersebut.

Sistem kerja dekomposer ini dengan memakan atau menguraikan bahan organik untuk kemudian mengubahnya kembali menjadi abentuk anorganik mereka. Misalnya fosfat, amonium dan karbondioksida yang terkandung dalam bangkai atau limbah.


Pengetahuan seperti ini sebenarnya lebih menarik jika dipaparkan pada anak yang sudah lebih besar. Mungkin anak usia SD kelas 3 atau di atasnya  sudah lebih mudah memahaminya. Tapi, dengan penjelasan yang dipermudah, disertai contoh riil hasil kreasi orang tua. Bukan tidak mungkin untuk si pra sekolah dapat memahaminya. setuju, kan?

Menjelang ashar, kami pun mengakhiri acara edutrip kali ini dengan destinasi terakhir Anjungan Jakarta. Karena Najwa ada rencana mengikuti lomba Tari Ondel-ondel pada akhir bulan Oktober ini, maka kami sempatkan mampir sebentar untuk melihat situasi panggung sebagai bekal berlatih di sekolah.

Capek, panas, tapi tak sedikit pun terlihat sebal atau bosan di wajah anak-anak. Kami pun kembali menerjang kemacetan Jakarta dengan membawa segudang manfaat bagi seluruh anggota keluarga. Selain me-refresh semangat, acar jalan-jalan di akhir pekan adalah pilihan tepat untuk memaparkan anak pada pengalaman nyata berdasarkan aneka teori yang sering mereka dengar. Kegiatan seperti ini pastinya akan jadi pengalaman yang mengkristalkan untuk mereka. Benar, kan?















5 Manfaat Traveling untuk Anak-anak

|



Traveling dengan anak-anak


Traveling atau jalan-jalan, salah satu aktivitas yang kini mulai susah dipisahkan dari gaya hidup urban. Sumpek sedikit, katanya karena kurang jalan-jalan atau piknik. Sehingga rencana traveling secara berkala hampir pasti masuk ke agenda masing-masing individu atau keluarga.

Destinasi traveling pun bisa jadi beragam. Mulai dari perjalanan jauh ke luar kota, luar pulau bahkan luar negeri. Atau jalan-jalan dalam jarak dekat dalam rangka meng-explore obyek wisata di daerah masing-masing. 

Begitu pun halnya dengan tujuan traveling yang sudah pasti berbeda juga.  Mulai silaturahim dengan sahabat atau keluarga besar, sekedar melepas penat, mencari tantangan baru atau dalam rangka edutrip bersama anak-anak.

Saya dan keluarga termasuk yang suka beralasan, sumpek karena kurang piknik, hehehe. Untuk itu kami berusaha untuk selalu menyisihkan budget traveling bersama anak-anak.  Selain pulang kampung di hari raya, kami mengupayakan pulang kampung kedua ketika libur akhir tahun tiba. Atau jika ada kesempatan, maka berkunjung ke rumah saudara atau teman di luar kota bisa jadi pilihan.

Traveling dengan ank-anak
Taman Suropati, salah satu destinasi jalan-jalan gratis di Jakarta.

Selain itu, edutrip di berbagai obyek wisata di Jakarta yang tak terhitung jumlahnya menjadi agenda bulanan yang sedang  kami rutinkan. Ya, tentu saja memang harus direncanakan dengan seksama. Karena selain faktor waktu, sudah pasti ketersediaan dana menjadi penentunya.


Saya bersyukur tinggal di Jakarta yang memang dirancang dengan berbagai fasilitas dan obyek wisata untuk meng-entertain warganya. Begitu pun halnya dengan alat transportasi publik yang sangat banyak jumlahnya, lebih-lebih sangat terjangkau dari segi biaya. 

Saya kembali bersyukur karena tinggal di daerah yang mudah mengakses aneka alat tranportasi public yang menjadi andalan Jakarta. Sebut saja mau ke Monas, maka commuter line siap mengantarkan kami sampai tempat tujuan dengan biaya 3 ribu perak dari stasiun dekat rumah hingga stasiun Juanda. Atau katakanlah ingin ke Bogor biar bisa dibilang jalan-jalan ke ke luar kota, padahal cuma tetangga. Maka lagi-lagi tak sampai 10 ribu kami sudah bisa menjejakkan kaki di Kota Hujan ini.

Ya, warga ibukota memang sangat terbantu dengan adanya commuter line dan Trans Jakarta. Dengan tarif yang sangat terjangkau, maka kami bisa dengan mudah bepergian ke sutau tempat. Begitu pun halnya dengan aneka obyek wisata yang tersedia. Mulai yang kelas atas atau bertarif mahal, hingga yang gratisan, semuanya ada. 


Fasilitas kota yang seperti ini sayang jika dilewatkan begitu saja. Karena itulah kami rajin menyusun destinasi traveling atau jalan-jalan di akhir pekan atau saat liburan. Biasanya, kami pun memilih tempat-tempat yang ramah anak, dan memungkinkan untuk dijadikan model jalan-jalan bertema family edutrip. Sehingga anak-anak tidak hanya me-refresh suasana, tapi juga menambah pengetahuan sebagai oleh-olehnya.

Traveling dengan anak-anak
Menyaksikan pertunjukan Air Force Show di Halim P.K. Jalan-jalan murah namun banyak manfaat.


Jalan-jalan ke luar negeri masih menjadi salah satu wishlist keluarga kami. Bukan sekedar untuk gengsi, tapi kami yakin bahwa pengalaman bersinggungan langsung dengan orang asing akan memudahkan anak-anak melihat budaya dan tradisi dari penduduk suatu bangsa. Selain itu, kami berharap jika suatu saat dapat menjejakkan kaki ke belahan benua lain. Anak-anak akan mendapatlan berikan perspektif baru tentang model kehidupan, bagaimana orang asing bertahan, dan menunjukkan alternatif profesi di dunia.

Dewasa ini, jalan-jalan sudah tidak lagi melihat usia. Sering saya menemui bayi-bayi berusia mingguan sudah mejeng cantik bersama orang tuanya. Beberapa orang mungkin menganggap hal seperti ini masih tidak biasa. Tapi kenyataannya banyak orang tua yang berhasil melakukannya, dan baik-baik saja. 

Memang, hal seperti ini  tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Butuh kesiapan ekstra, terlebih bagi orang tua. Sehingga tak perlu memaksakan diri atau ikut-ikutan hanya karena alasan biar kekinian.

Kabar gembiranya, traveling memberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Eh, bukan hanya anak-anak, tapi buat bayi juga. Nah,  beberapa di antaranya ada di bawah ini.

1. Traveling membantu anak-anak menjadi lebih mudah  beradaptasi dan fleksibel.

Traveling dengan anak-anak
Parent Magazine

Mengajak anak-anak mengunjungi berbagai tempat baru membuat mereka melihat banyak hal ‘normal’ baru. Ya, sesuatu yang seharusnya dianggap ‘normal’ tapi terasa baru bagi mereka. Menghadapi hal semacam ini, anak akan terlatih untuk lebih mudah beradaptasi dengan suasana dan situasi di lingkungan baru. Begitu pun halnya lebih fleksibel dengan budaya dan tradisi di tempat tujuan.

Kemampuan untuk beradapatasi dan fleksibel dengan situasi yang harus dihadapi membuat anak lebih mudah masuk ke lingkungan mana saja. Hal ini juga membuat mereka lebih cepat nyaman dan enggak rewel di tempat baru



2. Traveling memberikan pengalaman nyata, bahwa memiliki kemampuan menggunakan berbagai bahasa adalah hal yang menyenangkan.

Sungguh beruntung bagi orang tua yang dapat memberikan pengalaman traveling ke luar negeri bagi anak-anaknya. Karena secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi anak untuk bersinggungan dengan bahasa lokal masyarakatnya. 

Tapi, pengalaman ini tak terbatas pada pengenalan bahasa internasional saja, ya. Karena Indonesia memiliki beragam bahasa daerah yang masing-masing memiliki keunikan. Dan tak salah jika memaparkan anak pada bahasa-bahasa tersebut.

Suatu kali saat kami bepergian ke Bandung, Si Najwa excited sekali dengan orang-orang yang menggunakan Bahasa Sunda. Menurutnya hal semacam itu sangat unik, karena ketika pulang ke Jawa Timur bahasa yang digunakan akan berbeda lagi. Begitu pun halnya ketika bepergian ke daerah di Jakarta yang mayoritas penduduknya asli Betawi, Maka sesuatu yang ‘baru’ akan terdengar lagi di telinga mereka.


Traveling dengan anak-anak
Traveling to India


3. Traveling mengajarkan pada mereka, bahwa perbedaan adalah hal yang biasa.

Mengunjungi tempat-tempat baru, baik di dalam atau luar kota. Apalagi jika ke luar pulau atau keluar negeri. Anak akan menemui banyak perbedaan yang menarik perhatiannya. Tak hanya dari segi bahasa, makanan, budaya, tradisi hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat serta lingkungan yang didatangi pasti berbeda.

Pengalaman ini sangat tepat untuk menanamkan pada diri anak, bahwa perbedaan adalah suatu hal yang lumrah. Tidak untuk diperdebatkan, tidak untuk dibeda-bedakan, karena kita sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan.


 Perbedaan harus disikapi sebagai suatu keindahan. Sekaligus untuk menanamkan pada anak bahwa kuasa Tuhan sungguh tak terkira besarnya, sehingga mampu menciptakan makhluk dengan segala keunikannya.

4. Traveling mengajarkan anak untuk berani mencoba


Traveling dengan anak
Smart Travel


Memaparkan anak pada tempat baru, mau tak mau membuat anak harus menemui banyak hal baru. Misalnya, jika Teman-teman mengajaknya ke pedesaan, maka anak akan melihat kehidupan petani lengkap dengan sawah dan mungkin bajaknya. 

Pemandangan seperti ini bukan tak mungkin memicu rasa ingin tahu anak untuk mencoba apa yang dilihatnya. Ikut turun ke sawah, memetik sayur dan bermain lumpur akan sangat menyenangkan. Sekaligus memberikan pengalaman nyata tentang profesi petani yang selama ini hanya didengar melalui cerita.

5. Traveling dapat memantik rasa ingin tahu tentang  letak dan kondisi geografis suatu wilayah.


Traveling dengan anak


Kira-kira, apa reaksi anak-anak jika orang tua mengajaknya ke suatu tempat? Ya, pasti mereka bertanya di mana letaknya? Daerahnya seperti apa? Jauh nggak? Naik apa ke sananya? Dan lain sebagainya. 

Sudah beberapa kali kami mengalami ini dengan si kecil di rumah. Setiap kami mengajak mereka ke suatu tempat, selalu saja aneka pertanyaan itu muncul dari mulutnya, terutama Najwa yang sudah lebih besar.

Kami pun mau tak mau mencari informasi terlebih dahulu tentang tempat yang ingin dikunjungi. Dan ide suami untuk membeli atlas Indonesia saya kira sangat brilian. Sangat tepat untuk sekaligus menjelaskan wilayah Indonesia.

Kami pun tak segan menunjukkan di mana letaknya, bagaimana cuaca tempat yang akan dituju, kendaraan yang akan ditumpangi, makanan dan bahasa yang biasa digunakan. Ya, itung-itung geografi lagi, ya. Hehehe.

Meskipun melakukan perjalanan dengan anak-anak selalu menyenangkan dan tentu saja panen manfaat. Tapi kita tidak dapat mengingkari betapa merepotkan aktivitas seperti ini.  Selain butuh persiapan yang mendetil untuk memastikan keamaanan dan kenyamanannya,  dari segi budget pun tak bisa dibuat terlalu seadanya.

Traveling dwngan anak
The Odyseyoline


Untuk sementara, tinggalkan dulu mindset sempurna ala orang tua. Karena dunia anak-anak selalu penuh kejutan yang tak bisa disangka-sangka. Nikmati  dan berdamai dengan seluruh prosesnya. Kekacauan kecil di tengah acara bisa jadi pelajaran sekaligus kenangan yang melekat. Hingga suatu saat baik orang tua maupun anak hanya akan tertawa saat mengingatnya.


Menumbuhkan calon traveler baru memang bukan perkara mudah. Harus diakui, sangat menarik, menantang sekaligus melelahkan. Tapi percayalah, tak akan ada penyesalan ketika kelak mereka mampu memetik hikmah dari setiap perjalanan.


Kalau menurut pengalaman Teman-teman, apa sih manfaat traveling buat anak-anak? Share, yuk!




Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan One Day One Post Oktober 2017 Blogger Muslimah Indonesia.
#ODOPOKT6



Custom Post Signature

Custom Post Signature