Parenting Story, Mom's Life, Tips

Showing posts with label TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS. Show all posts

Meningkatkan Kepercayaan Diri Penulis Pemula

|

Meningkatkan Kepercayaan Diri Penulis Pemula


Di zaman status facebook bisa berlembar-lembar, caption di instagram sampai harus nyambung ke kolom komentar, saking panjangnya. Kagut juga ketika ada sebagian orang yang masih merasa nggak percaya diri untuk mulai menulis. Eh, tapi emang ada, ya, yang punya masalah kayak gitu? Ya, aku pun awalnya nggak percaya. Apalagi, kalau buat aku pribadi, menulis itu sudah seperti kebutuhan sehari-hari. Meskipun nggak semua tulisan yang kubuat akhirnya tayang di blog atau media sosial.

Kadang aku memang hanya menulis di buku catatan. Isinya pun kadang-kadang cuma ide yang kebetulan melintas. Jika situasinya memungkinkan, biasanya memang aku eksekusi menjadi sebuah tulisan utuh. Hanya saja, seingatku, saat awal-awal aku menulis itu semuanya seperti spontan saja. Kadang nggak mikirin bagus atau enggaknya, atau malahan nggak sempat kepikiran bakalan ada yang baca atau enggak, ya?  So far, aku nggak pernah kepikiran harus punya stok kepercayaan diri lebih saat mulai menulis.

Bentuk Investasi Virtualpreneur

|
Investasi pebisnis online


Virtualpreneur, profesi baru yang kemunculannya langsung digandrungi oleh sebagian besar pengguna piranti digital di berbagai negara di belahan bumi ini, tak terkecuali di Indonesia. Kemunculan profesi yang satu ini seolah menjadi angin segar bagi sebagian orang yang memiliki kompetensi dan karya, tapi mengalami keterbatasan ruang gerak atau modal.

Profesi virtualpreneur sendiri terklasifikasi menjadi wirausaha produk dan jasa. Untuk jenis wirausaha produk, pasti kalian sudah sangat tidak asing dengan maraknya toko online yang menjual produk sebagai tangan kedua, maupun yang memproduksi langsung label yang dijualnya. Virtualpreneur jenis ini sangat digandrungi, karena modalnya bisa dibuat seminim mungkin, tapi daya jangkau pemasarannya sangat luas.

Sedangkan untuk klasifikasi virtualpreneur yang kedua---wirausaha jasa---content writer dan blogger merupakan sebagian profesi yang kini sedang naik daun. Maraknya penggunaan media sosial sebagai media yang mengumpulkan hajat hidup orang banyak, berimbas pada kenaikan kebutuhan konten positif yang berujung pada dibutuhkannya penulis sebagai produsennya.

Rencana Baru di Tahun Ajaran Baru 2018 - Parenting Anak Usia 7 Tahun

|
Saat kebiasaan baik anak terbentuk, sebenarnya orangtua sangat terbantu dalam melakukan pengasuhan. Sehingga status anak pada fase 7 tahun kedua ini benar-benar sebagai "Pembantu" dalam artian membantu keberhasilan tugas pengasuhan orangtua pada fase-fase berikutnya.


Parenting Anak 7 Tahun



Tahun ajaran baru biasanya  diwarnai dengan perasaan suka cita. Bagi orangtua dan siswa yang baru saja melalui serangkaian tahap pencarian sekolah baru. Kelegaan yang dirasakan mungkin tak mudah untuk digambarkan dengan kata-kata, ketika nama anak-anak kita tercatat menjadi salah satu siswa di sekolah yang memang diidam-idamkan. Perasaan cemas, khawatir dan gundah selama masa PPDB berlangsung, seketika lenyap begitu saja berganti dengan semangat dan berbagai rencana baru untuk anak-anak kita.

Hal senada juga dialami oleh anak-anak dan orangtua yang pada tahun ajaran ini bergeser kelas ke level yang lebih tinggi. Dengan berada di kelas baru tentunya akan banyak harapan baru juga terkait perkembangan anak-anak kita. Baik secara akademis maupun hal-hal yang berkaitan dengan penguasaan life skill dan perkembangan sosialnya.

5 Pola Makan saat Ramadan yang Patut Dipertahankan!

|
Pola makan sehat saat Ramadan


Usai sudah Ramadan dan berganti Syawal. Siapapun pasti setuju bahwa Hari Raya selalu identik dengan makanan enak dan berlimpah. Ya kan? Tak hanya di meja makan teman-teman, di rumah saya pun beraneka jenis makanan terhidang lengkap dengan segala uba rampe-nya. 

Kalau opor, sudah pasti lontong dan sayur lodeh menjadi pendampingnya. Sedangkan rendang selalu nikmat dengan sambal goreng ati kentang juga kerupuk udangnya.

Jangan ditanya betapa nikmatnya. Kalau nggak inget timbangan yang gampang banget geser ke kanan, pasti semuanya saya lahap sampai nambah-nambah, hahaha*BukNajRakus. Dasar sayanya emang doyan banget makan. 

Untungnya lebaran kali ini saya lebih bisa mengontrol diri. Paling nggak kalaupun berat badan harus naik (lagi), ya minimal seukuran sebelum puasa. Jangan malah nambah beberapa angka sebagai bonusnya. Bisa kesenengan BukNaj karena harus belanja baju yang jadi nggak muat semua, hehehe.

Make Up Sederhana untuk Acara Buka Bersama

|

www.damaraisyah.com

Beberapa hari yang lalu, suami mengajak saya dan DuoNaj untuk menghadiri acara buka bersama di kantornya. Kami, terutama Duonaj memang sangat antusias saat diajak ke acara kantor ayahnya. Saya pun sebisa mungkin tak ingin melewatkannya, mengingat sangat jarang acara seperti ini dihelat di kantornya. Maklum, kantor ini hanya punya lima orang penghuni. Saat mengadakan acara seperti inipun mayoritas undangannya dari pihak rekanan.

Tak disangka, 3 jam menjelang acara si Najib jatuh dan dagunya bocor.  Alih-alih membawanya ke IGD, saya segera memeriksakan Najib ke klinik dekat rumah dengan harapan luka di dagunya tidak perlu mendapatkan penanganan yang serius, misalnya harus dijahit.

Lakukan 5 Hal Ini agar Belanja Bulanan Tak Membengkak saat Musim Diskon Ramadan

|

Tips hemat belanja bulanan saat ramadan
www.damaraisyah.com

Menjelang payday kayak gini godaan terbesar menteri keuangan rumah tangga adalah diskon yang berteberan di mana-mana. Tengok pusat perbelanjaan A, beli 1 gratis 2. Iseng mampir ke department store B diskonnya udah di atas 50% aja. Waduh, kalau nggak kuat iman bisa membengkak budget belanja bulanan akibat kalap mata.

Parahnya lagi kayaknya barang-barang yang didiskon itu  udah jadi inceran semua sejak sekian purnama. Mulai dari fashion, kosmetik, sampai aneka perabot rumah tangga, semuanya udah kayak teriak-teriak minta dicemplungin keranjang belanja. Duh, beneran deh kalau lagi banyak diskon kayak gini godaannya berat banget. Nggak cuma lapar dan dahaga, tapi juga haus barang-barang lucu, imut  dan pink diskonan yang merajai di hampir seisi pusat perbelanjaan.

Cara Mudah Membeli Tiket Kereta Api Secara Online

|


 
Cara beli tiket kereta api online
WWW.DAMARAISYAH.COM



Haloo, kalau sudah sampai bulan Ramadan, pasti teman-teman sudah terbayang mudik lebaran, Iya atau iyes? Apalagi lebaran tahun ini cuti bersamanya lumayan lama, lho. Belum lagi anak-anak juga libur pasca ujian kenaikan kelas. Wah, lengkap sudah, ya emak bapaknya, ya nak kanak semua bakalan happy  menikmati libur lebaran tahun ini.

Ngomongin soal mudik, teman-teman juga pasti sudah memutuskan pilihan transportasi yang akan digunakan. Kalau saya dan keluarga sih, prefer naik kereta api. Alasan utamanya karena kampung halaman kami memang agak jauh dari bandara. Kalau turun di Solo, kami masih harus berkendara darat sekitar 3 jam untuk sampai di rumah. Sedangkan dari Surabaya kurang lebih masih 6 jam untuk sampai di kota Magetan. Begini deh, nasib pemudik yang kampung halamannya bener-bener di kampung. Musti pinter-pinter memilih sarana transportasi yang praktis dan nyaman.

Mengenalkan Ibadah Ramadan Sesuai Usia Anak

|

Mengenalkan Ramadan sesuia usia anak
www.damaraisyah.com


Menurut teman-teman berapa usia ideal bagi seorang anak untuk dilatih berpuasa? Jawabannya pasti sangat bervariasi mengingat setiap keluarga memiliki cara dan pertimbangan tersendiri dalam pengasuhan anak-anaknya. Di keluarga saya, Najwa baru belajar berpuasa pada Ramadan tahun lalu, tepatnya saat usianya genap 6 tahun. Puasa yang dijalankan pun sifatnya masih latihan, sehingga belum penuh selama sehari bahkan tidak sampai 30 hari.

Memilih Jajanan yang Aman dan Sesuai Selera Anak

|


Permen Pindy Susu Aman untuk Anak

Najwa suka jajan, Najib pun demikian. Saya rasa hampir setiap anak suka jajan. Ya,kan?  Jangankan anak-anak, lha wong saya aja suka banget. Biasanya, setiap kami belanja baik di warung atau pasar, 1 atau 2 bungkus jajanan selalu ikut ke meja kasir bareng belanjaan lainnya. Entah itu kue, coklat, camilan atau permen yang jadi favorit anak-anak.

Tantangan Parenting dengan Threenager

|

 
Parenting dengan threenager
www.damaraisyah.com



Drama threenager belum juga berhenti. Setelah usianya lewat 3 tahun 6 bulan, gaya khas bocah threenager semakin melekat dalam diri Najib. Baik caranya berucap maupun bertingkah, khas remaja 13 tahun yang bikin gemas sekaligus jengkiel orangtuanya.

Padahal Najib sudah lebih awal mengalami masa-masa ini. Seingat saya, sebelum ulang tahun yang ketiga Najib sudah menunjukkan tanda-tanda threenager. Selain agak susah diatur, kalau punya kemauan juga penginnya selalu dituruti. Belum lagi gaya ngomongnya yang udah kayak remaja. Dinasihati pun, dia suka membantah dan mengajak beradu argumen. Huff, kalau sudah begitu, BukNaj penginnya makan bakso kuah pedas sama es teh segelas,donk. Hahaha

7 Hal untuk Memastikan Gadis Kecil Kita Tumbuh dengan Percaya Diri

|
Menumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Perempuan
www.damaraisyah.com


Saya bukan perempuan dengan kepercayaan diri tinggi. Ya, butuh waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk menumbuhkan kepercayaan diri dengan cara saya sendiri.

Saya bukan sosok yang menonjol dan tidak menarik. Dua hal yang terus menghantui saya sewaktu kecil. Melihat teman-teman saya yang menarik secara fisik, bertalenta dan memiliki segudang prestasi. Saya merasa tak ada apa-apanya di dunia ini. Ibarat remekan rempeyek di dasar toples, hehehe.

Buk, Bantu Aku Menumbuhkan Kepercayaan Diriku

|
Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak
www.damaraisyah.com


"Buk, tadi temanku terlambat. Dia bilang dia tahu kalau masuknya jam setengah 10. Tapi Ibunya enggak percaya. Aneh ya, Ibu-ibu kenapa enggak percaya sama anaknya. Padahal anak-anaknya sudah tahu mana yang benar."

Cerita Najwa sepulang sekolah tadi terasa bagai tamparan bagi saya. Bagaimana tidak, saya pun kerap kali tidak langsung percaya pada ucapannya? Tak jarang, saya juga masih sering meragukan kemampuannya. Suka mendiktenya untuk melakukan ini dan itu. Terlalu besar mengambil porsi dalam menyelesaikan masalahnya. Dan banyak hal lagi kesalahan yang saya lakukan dengan dalih khawatir pada anak.

Padahal saya tahu betul, kekhawatiran saya ini terlalu berlebihan, alias lebay. Saya juga paham bahwa cara saya ini bisa menghambat kepercayaan diri mereka. Padahal kepercayaan diri merupakan salah satu modal dasar anak, untuk bisa survive dalam kehidupan ini.

Caraku Mengatasi Anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran

|
 
Anyang-anyangan
www.damaraisyah.com


Duh, kayaknya aku anyang-anyangan, nih! Begitu batin saya kala itu.

Tepatnya dua bulan yang lalu, ketika saya dan anak-anak sedang berkereta api dari Jogjakarta menuju Jakarta. Beberapa kali saya harus bolak-balik ke kamar mandi karena hasrat ingin buang air kecil yang terus menerus. Beberapa kali pula saya harus meringis menahan sakit saat buang air kecil. Nyeri di bagian perut bawah, yang diikuti sensasi panas dan rasa tidak tuntas saat berkemih membuat saya tidak nyaman selama perjalanan.

Sebenarnya, saya sudah merasakan nyeri di bagian perut sejak masih di Jogjakarta. Tapi mengabaikannya begitu saja. Ah, mungkin kecapekan karena bolak-balik gendong bocah. Tapi ketika nyeri itu tidak berkurang, saya pikir justru luka bekas jahitan operasi yang menjadi penyebabnya.

Jalan-jalan ke Museum dengan Anak? Bisa!

|

Tips ke Museum dengan Anak


"Buk, bisa banget sih, DuoNaj diajak ke museum? Coba anakku, hm.. pasti udah ribut."

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan seperti itu dari temna-teman. Baik pembaca blog yang kebetulan mampir di postingan saya tentang jalan-jalan. Atau teman dekat yang melihat update-an saya baik di ig maupun facebook.

Kalau boleh jujur sih, itu pun nggak seindah yang teman-teman bayangkan, lho. Ada juga dramanya, lha wong namanya saja sama anak-anak. Yang nangis minta sesuatu, yang tantrum karena cari perhatian, yang bosen, semua juga pernah saya alami. Itu sebabnya saya pun sempat give up dan malas jalan-jalan sama DuoNaj.

Jangankan ke museum atau arena edutrip lainnya. Main ke playground di mall atau wahana hiburan yang jelas-jelas untuk anak saja, kadang saya dan suami masih kewalahan dengan drama khas mereka. Tapi kalau diturutin, ya nggak bakalan ada habisnya sebelum mereka tumbuh besar. Justru mungkin saya akan menyesal karena tidak segera membuat kebiasaan baru untuk mereka.

Ritual Cantik saat Traveling

|

Tips cantik saat traveling


Perempuan dan keinginan untuk  tampil cantik  memang susah untuk dipisahkan. Tak hanya saat di kantor, menghadiri resepsi, arisan atau berkumpul dengan teman. Rasanya perempuan selalu ingin tampil cantik atau setidaknya enak dipandang. Bahkan saat sedang traveling pun hal seperti ini tetap mendapatkan perhatian, lho.

Masalahnya, definisi cantik bisa jadi sangat relatif dan berbeda bagi setiap orang. Itu pula yang menyebabkan ritual kecantikan setiap perempuan berbeda. Terlebih saat sedang melakukan traveling. Ada yang memilih simple make-up untuk menemani acara jalan-jalannya. Tapi tidak sedikit juga yang mampu bermake-up paripurna meskipun sedang traveling di negeri orang. Hm, saya suka kagum dengan perempuan yang seperti ini.

Traveling Gaya Koper Otak Ransel? Bisa Dong!

|

Traveling gaya koper atau ransel?
Pexel.com



Koper atau ransel, manakah gaya traveling Teman-teman?


Kalau pertanyaan ini harus saya jawab sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu, pastilah jawabannya ransel. Saat masih muda apalagi lajang, traveling bagi saya harus identik dengan yang simple, ringkas, penuh petualangan dan sebisa mungkin berbujet minimalis.

Tapi dengan kondisi bepergian bersama balita seperti saat ini, rasanya pilihan ini sudah tidak lagi relevan. Dari segi barang bawaan saja sudah tidak mungkin ringkas. Mau terlalu banyak petualangan juga harus berpikir ulang, karena untuk saat ini kenyamanan adalah prioritas utama saat traveling bersama keluarga, terutama dengan anak-anak.

Sebenarnya kalau mau dibilang full koper juga nggak terlalu relevan sih. Karena kami pun pernah beberapa kali melakukan traveling dengan ransel ala backpacker. Meskipun nggak bisa juga disebut backpacker murni.

Apa Saja yang Sebaiknya Diperhatikan Orang Tua Saat Berlibur dengan Anak?

|

Berlibur dengan anak


Berlibur dengan anak biasanya identik dengan barang bawaan yang banyak, ribet, rewel, nggak bisa cepat, dan masih banyak lagi alasan atau keluhan yang membuat orang tua berpikir dua kali untuk berlibur dengan si bocah.

Maka dari itu artikel tentang traveling dengan anak biasanya selalu diminati. Mulai tips dan trik mempersiapkan liburan dengan anak, alternatif tujuan wisata ramah anak, memilih transportasi yang nyaman untuk anak, sampai bagaimana membuat anak tenang selama perjalanan.

Kali ini saya tidak ingin membahasnya satu-persatu, karena sudah banyak travel blogger yang mengulasnya lebih mendetil dan lengkap.  Saya ingin berbagi pengalaman saja, sebenarnya apa saja yang sebaiknya diperhatikan orang tua saat sedang berlibur dengan anak?

Mau Berlibur Tanpa Khawatir Rekening Kebobolan? Begini Caranya.

|
Tips Traveling murah
Gambar : Pexel.com


"Wah, BukNaj lagi banyak duit, nih? Aku perhatiin sering banget traveling sama keluarga."

Begitu mendapat komentar kayak gini, respon pertama saya tentu saja mengucap syukur, alhamdulillah! Bersyukur banget ada yang doain baik-baik.  Bersyukur banget dimampukan untuk traveling. Karena memang kesempatan seperti ini tidak semua orang bisa mendapatkannya. 

Bukan, bukan hanya tentang materi yang menyebabkan traveling itu bisa terealisasi. Tapi niat dan kemauan untuk ribet atau bersusah payah selama traveling juga tidak semua orang memilikinya. Maka saya sangat bersyukur ketika akhirnya mampu membiasakan diri dan anak-anak untuk berada dalam kondisi tersebut. Sehingga acara traveling entah jarak jauh ataupun jarak dekat kami usahakan menjadi agenda tetap.

Lakukan 7 Hal Ini agar Nyaman Berkereta Api Ekonomi dengan si Kecil

|
tips nyaman berkereta api ekonomi


Bepergian dengan moda transportasi darat, khususnya kereta api sepertinya sudah menjadi primadona baru di masyarakat kita. Terlebih bagi mereka yang rutin melakukan perjalanan di sepanjang wilayah kepulauan Jawa yang telah difasilitasi dengan jalur kereta api ke berbagai kota. Selain cepat, tepat waktu, nyaman dan bersih. Dari segi harga, tiket kereta api sangat variatif dan bisa menyesuaikan dengan bujet masing-masing. 

Kalau kebetulan sedang banyak rezeki, bolehlah sesekali merasakan kenyamanan bangku empuk kelas eksekutif. Tapi kereta ekonomi pun enggak kalah pamor, loh, meskipun tarif yang ditawarkan jauh di bawah kelas bisnis atau eksekutif. Selain bersih dan cukup nyaman, waktu tempuhnya pun tak beda jauh dengan kelas kereta lainnya. Kalau enggak salah hanya terpaut  satu jam saja.

Saya pribadi tipe yang gemar berkereta ekonomi. Selain tentu saja sangat menghemat bujet, suasana kereta yang cenderung merakyat membuat saya enggak gampang bosan. Karena biasanya antar penumpang bisa dengan mudah berkenalan dan berbagi cerita.


Resolusi 2018 dan Rahasia Menjadi Perempuan Produktif

|
Resolusi 2018

"Bund, cita-citamu opo?" (Bund, cita-citamu apa?) Satu pertanyaan sederhana, tapi sempat membuat saya senewen agak lama. Bagaimana nggak senewen, lha wong sebenarnya pas suami tanya soal cita-cita itu, saya benar-benar hanya fokus pada pencapaian keluarga. Ee, lha kok tiba-tiba diingatkan lagi dengan gejolak masa muda.

Jujur, bagi saya pertanyaan itu sangat sensitif dan keterlaluan, hehehe. Karena suami saya yang menanyakan. Apalagi dia ingin saya menjawab sebagai perempuan yang seharusnya masih produktif berkarya. Bukan sebagai ibu atau seorang istri. Padahal dia tahu betul seperti apa aktivitas saya selama 24 jam. Selain momong, momong dan momong. Pekerjaan rumah tangga rasanya tak pernah habis saya kerjakan. Memang benar, kadang pun saya ingin menghasilkan sesuatu di luar urusan rumah tangga. Tapi saya berusaha positif thinking saja, mungkin ini belum masanya.

Tapi, ternyata suami terus mendorong untuk melakukan hal lain selain urusan rumah tangga. Ya, memang anak dan suami harus menjadi prioritas utama. Tapi tidak seharusnya mengambil terlalu banyak jatah waktu yang saya punya. Maka mulai saat itu, saya pun terus memutar otak. Menggali kembali segala impian yang sempat terlupa. Hingga akhirnya saya berani keluar dari zona leha-leha. Dan menantang diri untuk produktif berkarya selagi kesempatan terbuka.

Sejak saat itu saya mulai memodifikasi impian masa kecil. Mustahil kan, jika saya masih bercita-cita  ingin menjadi dokter atau astronot? Tapi saya masih memiliki impian sebagai seorang penulis. Alasannya pun sederhana, karena ingin mendokumentasikan perjalanan hidup, serta berbagi ilmu dan pengalaman yang masih terbatas.

Baca juga: Berdamai dengan Diri Sendiri

Akhirnya membuat resolusi di awal tahun pun saya lakukan untuk menyusun target dan mengukur pencapaian. Tentunya dengan langkah dan strategi yang masuk akal. Karena saya sadar betul, bahwa sebagai perempuan biasa melakukan suatu hal baru tidak selalu mudah. Modal utama saya pun hanya impian.

4 Resolusi di Tahun 2018


Seperti halnya di awal 2017, tahun ini pun saya kembali menyusun resolusi awal tahun. Bukan sok-sokan ya, tapi saya merasakan betul arah dan tujuan serta langkah yang harus saya ambil berbekal menyusun resolusi di awal tahun.

Kali ini pun saya menyusun resolusi 2018 dalam 4 poin besar sesuai dengan4 peran yang saya jalani sebagai perempuan. Sebagai istri, ibu, anak dan perempuan yang haus dengan karya.

1. Mengasuh dengan bahagia dan berkualitas


Teman-teman pasti setuju, bahwa anak-anak yang bahagia itu tentunya berada dalam pengasuhan ibu yang bahagia juga? Ya kan, ya kan? Nah, saya pun ingin mengambil tempat sebagai salah satu ibu tersebut, meskipun dengan cara saya sendiri. Karena saya rasa kebahagiaan setiap ibu memiliki takaran dan jenis yang berbeda. Tergantung situasi dan kondisi yang dihadapinya. tapi bahagia tetap menjadi kuncinya.

Bagi saya, kebahagiaan itu ketika mendapatkan kepercayaan dari DuoNaj sebagai teman dekat mereka. Karena saya yakin, menjadi teman anak adalah cara paling tepat dan awet untuk mengiringi setiap pertumbuhan mereka.

Maka saya pun berencana untuk menginvestasikan lebih banyak waktu untuk keduanya. Memberikan quality time yang benar-benar bermanfaat, bukan sekedar kebersamaan sepanjang hari namun dengan kesibukan saya sendiri


Resolusi 2018

Saya ingin intens kembali melatih keterampilan dasar bagi keduanya. Mengembangkan psikomotorik dan keterampilan berbahasa untuk si Najib. Sedangkan untuk Najwa saya merencanakan kegiatan yang bersifat life skill dan keagamaan. Ya, Najwa sudah menjelang 7 tahun, dan saya rasa ini saatnya untuk konsen pada dua hal tersebut.

Baca perjalanan saya menjadi ibu bahagia : Ibu Selalu Ada, Meskipun Tak Mampu Sempurna

Saya pun ingin terus mempertahankan gaya berkomunikasi yang lebih banyak menempatkan DuoNaj sebagai partner, bukan sekedar anak  yang bisa diatur semau orang tuanya. Memberikan kesempatan pada mereka untuk mengemukakan pendapat untuk sebuah persoalan. Memberikan kepercayaan pada mereka untuk berproses dan mencoba hal baru dalam konteks positif tentunya.

Sejauh ini, cara tersebut sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri mereka. Selain itu juga membiasakan mereka untuk menghargai adanya perbedaan pendapat yang tidak bisa dipaksakan. Juga melatih konsekuensi untuk hal-hal yang telah dipilih. Sebagai catatan, semuanya masih dalam konteks anak-anak dan tentu saja saya telah menentukan batasan-batasannya.

2. Menjadi partner terbaik bagi suami


Ehem, sekali-kali masuk pada bahasan perempuan dewasa, ya. Kali ini resolusi saya sebagai seorang istri. Barangkali terasa aneh jika saya memiliki keinginan untuk lebih "dekat" dengan suami. Karena kenyataannya kami telah menikah selama 7 tahun. Waktu yang saya rasa cukup untuk membangun kedekatan antara sepasang kekasih, terlebih kami telah dikaruniai dua orang anak sebagai perekat hubungan ini.

Tapi, jujur saya masih butuh untuk lebih dekat dengannya. Dekat sebagai partner kehidupan tidak sebatas dalam menjalankan peran dalam rumah tangga. Saya sadar betul, keterbatasan waktu yang kami miliki untuk melakukan quality time berdua harus disiasati dengan cerdas. Agar hubungan sebagai pasangan sepanjang usia tak menjadi "garing" atau malah monoton karena terjebak dalam rutinitas.

Resolusi 2018
My Sephia ( read: kekasih gelapku, hehehe )


Untuk itu, saya berencana melakukan kebiasaan-kebiasaan khusus bersama suami. Salah satunya rutin berbagi cerita meskipun untuk hal remeh temeh menyangkut kesenangan satu sama lain. Ini hanyalah salah satu cara untuk menjaga hubungan kami tetap dalam satu frekuensi dan seirama.


Selain itu saya ingin lebih rajin merawat diri. Saya sadar, kondisi fisik tak mungkin bertahan ketika "dimakan" usia. Untuk itu tak ada cara lain selain mengusahakannya tetap prima. Tidak hanya merawat secara lahir, saya pun berusaha menjaga batin saya tetap "sehat". Karena keduanya memang tidak bisa dipisahkan dan sangat memengaruhi satu dan lainnya.

Baca tentang suami saya : Not A Breastfeeding Father, but He is The best Father

Mungkin cara saya ini terdengar berlebihan. Tapi tak apalah, karena saya pun yakin bahwa segala sesuatu ituperlu diupayakan. Termasuk di dalamnya hubungan dalam pernikahan. Tak ada yang mampu menjamin kelangsungan kehidupan suami istri. Kecuali kita sendiri yang menjalani dan mau mengusahakannya.

3. Mewujudkan harapan orang tua selagi masih ada kesempatan


Ibu ... Ibu dan ibu. Seperti halnya yang diajarkan oleh Rasul, saya pun ingin lebih memperhatikan orang tua saya yang kini hanya tinggal ibu seorang. Mengingat usianya yang sudah semakin tua, sedangkan harapan dan impiannya masih banyak yang belum terwujud. Maka saya ingin mengusahakannya satu persatu, salah satunya untuk beribadah ke tanah suci.

Resolusi 2018
Semoga ibu selalu sehat hingga tercapai semua impiannya. Amin.


Selain itu, saya pun ingin mengupayakan harapannya pada kami anak-anaknya. Saya tahu, meskipun tak pernah terucap dari mulutnya, ibu pasti ingin saya berkarya sebagai perempuan terpelajar. Berpenghasilan secara mandiri sehingga mampu mengambil peran sebagai sekoci dalam rumah tangga. 


Harapan itu terus saya ingat, dan meskipun saya akui tidak mudah untuk diwujudkan saat sekarang. Tapi saya memiliki keyakinan untuk mewujudkannya suatu hari nanti, secepatnya. Saya yakin, pada saat yang tepat saya akan mempersembahkan kebanggan ini baginya.

4. Menulis satu buku cerita anak di tahun 2018


Seperti halnya penulis lain, saya pun menyimpan keinginan untuk menerbitkan minimal 1 buku seumur hidup saya. Saya pun mulai mantap untuk memilih buku ber-genre anak sebagai buku solo saya yang pertama.


Resolusi 2018
Buku antologi kelima yang terbit akhir 2017.


Mengapa buku cerita anak? 

Karena buku ini untuk anak-anak saya. Saya ingin ada satu hal yang bisa mereka sentuh, nikmati, ambil pelajaran dan simpan dari hasil belajar ibunya. Saya ingin buku ini menjadi buah dari malam-malam panjang yang saya lalui di depan laptop, demi menghindari protes karena menulis di siang hari. Di mana anak-anak lebih membutuhkan saya untuk teman bermain dan berbagi cerita.

Resolusi 2018
Calon buku antologi keenam (cerita anak) terbit Awal 2018

Saya memang tidak memasang target terlalu tinggi untuk buku saya nanti. Tapi saya berharap mampu menyajikan pendidikan dan pengalaman hidup yang dapat diteladani dari sebuah sumber bacaan. Cara yang selama ini saya terapkan pada anak-anak melalui sumber bacaan karya penulis lain. Maka bolehlah saya berkeinginan untuk menghadirkan karya saya sendiri sebagai sumber pelajaran kehidupan bagi DuoNaj.

Baca juga: Resolusi 2017- Sehat Jiwa dan Raga


Wah, wah, wah, ternyata banyak juga resolusi saya. Hehehe. Nggak pa pa ya, anggap saja semangat saya memang sedang di puncak. Karena kenyataannya memang benar. saya mulai merasakan passion ini menggerakkan seluruh energi positif dalam diri. Maka sayang jika membiarkannya menguap begitu saja.

Lalu, apakah saya menyiapkan strategi utuk mewujudkannya? Tentu saja sudah. Dia antaranya dengan menerapkan 4 manajemen dasar yang sebaiknya dimiliki semua perempuan. Dan satu hal vital yang menyebabkan segala hal yang kita rencanakan mampu diusahakan. Untuk 5 hal tersebut, saya menyebutnya sebagai "Rahasia Menjadi Perempuan Produktif".


Rahasia Menjadi Perempuan Produktif


Menurut saya pribadi dan beberapa sesi sharing yang saya ikuti di berbagai komunitas. Salah satu jurus jitu bagi perempuan untuk selalu produktif terletak pada bagaimana dia me-manage kehidupan. Teman-teman setuju nggak? Saya sih setuju karena sudah membuktikannya.

Hal ini pun pernah saya dengar dari Indari Mastuti, perempuan produktif yang membawahi satu jaringan Indscript Creative yang semakin menggurita. Indari Mastuti pernah menyebutkan, bahkan menuliskan dalam bukunya "Full Time VS Working Mom", bahwa setidaknya perempuan harus mampu mengelola hidupnya dengan 4 kemampuan manajemen. Apa sajakah itu?


1. Manajemen Waktu

Semua perempuan memiliki 24 jam sehari dalam hidupnya. Lalu mengapa produktivitasnya bisa berbeda-beda? Tentu saja hal ini dikarenakan kemampuan mengatur waktu setiap orang tidak sama. 

Saya nggak bilang bahwa perempuan yang terlihat selalu sibuk itu tidak pandai mengatur waktu ketimbang yang terlihat santai, atau sebaliknya. Karena setiap orang menghadapi kondisi yang berbeda dalam 24 jam yang dimilikinya.

Resolusi 2018
Pexel.com

Yang ditekankan dalam manajemen waktu bagi seorang perempuan adalah bagaimana mereka tidak menyia-nyiakan sedikit pun waktu yang dimiliki. Itu artinya seorang perempuan jika ingin produktif berkarya harus memiliki rencana harian atau to do list, sehingga mampu mengalokasikan seluruh waktunya untuk segala hal yang bermanfaat. 

Betewe, mengambil jeda untuk sekedar bersantai sambil minum teh juga manfaat, loh. Jadi nggak perlu khawatir bahwa to do list harian akan terlalu mengekang aktivitas kita. Tapi sebaliknya, dengan adanya to do list kita akan tahu betul kegiatan apa saja yang bisa dialokasikan waktunya. jadi nggak ada istilah waktu terbuang percuma.


2. Manajemen Prioritas

Mom, Master of Multitasking, begitu katanya. Oke, saya setuju sekali karena kenyataannya memang seperti itu. Entah ibu bekerja di luar ataupun di dalam rumah, kenyatannya perempuan memang memiliki keahlian untuk multitasking. 

Tapi, kita nggak bisa ya terus-terusan menjadi makhluk multitasking tanpa prioritas yang harus dibuat. Begitu pun dalam mengelola to do list harian. itu sebabnya mengapa to do list itu harus dibuat tidak kaku, alias fleksibel.

Resolusi 2018
Pexel.com

Misalnya nih, kita sudah merencanakan siang hari menulis satu postingan. Ee, ternyata si kecil pakek acara ngambek. Otomatis pending dulu acara tulis menulisnya, ganti bermain dengan bocil. Sebagai gantinya, saya akan mengoper satu kegiatan yang tidak terlalu urgent dengan rencana membuat postingan yang sudah saya pending tadi. Sebagai contohnya menyetrika baju atau mengepel yang menurut saya tidak perlu dilakukan setiap hari.  Akur ya? Hehehe, ini bukan alasan karena saya malas menyetrika, loh. Hehehe.

3. Manajemen Keuangan

Yup, perempuan harus cermat mengatur keuangan. Apalagi jika sumber keuangan kita masih berasal dari satu "kran" saja, seperti saya. 

Dalam mengatur keuangan pun kita perlu membuat perencanaan baik jangka pendek maupun panjang. Mulai kebutuhan rutin bulanan, tahunan hingga kebutuhan tak terduga. Selain itu butuh prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan setiap keluarga.

Resolusi 2018
Pexel.com


Keluarga kami misalnya, untuk kebutuhan pendidikan formal anak-anak memang tidak terlalu besar karena Najwa bersekolah di SD Negeri. Sebagai gantinya, kami menganggarkan kegiatan family edutrip sebagai salah satu pengeluaran rutin. Dengan tujuan untuk memberikan pengalaman nyata yang diharapkan menambah pengetahuannya di luar pendidikan formal.

Baca cerita DuoNaj:  Edutrip ke Musem Air Tawar dan Museum Serangga

Prioritas setiap keluarga pasti berbeda. Tapi memiliki manajemen keuangan sangat penting sifatnya bagi setiap keluarga. Kemampuan ini sangat men-support keinginan seorang perempuan untuk bisa produktif. Karena tidak bisa dipungkiri, sekarang ini tidak ada hal yang gratis. Maka memberikan alokasi tersendiri untuk hal yang mendukung produktivitas perlu dipertimbangkan. Misalnya untuk biaya training, mempraktikkan ilmu atau menyalurkan hobi. 

Kemampuan memanajemen uang juga bukan berarti mendukung kita menjadi pribadi yang pelit. Tidak sama sekali. Justru dengan kemampuan ini, kita akan lebih terarah dalam membelanjakan uang, sehingga tahu mana saja pos yang penting dan tidak.

4. Manajemen Bahagia

Jika sesekali kita merasa kehidupan orang lain lebih bahagia daripada kita, mungkin itu masih wajar. Karena bagaimanapun rumput di halaman tetangga selalu lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri. Tapi kalau keterusan berpikir seperti itu, maka kondisi emosi kita menjadi tidak sehat. Akibatnya bisa jadi iri hati dan kurang bersyukur. Duh amit-amit, ya.

Hidup itu sawang sinawang. Segala yang kita lihat tidak selalu seindah yang kita bayangkan. Seperti juga sepatu, ukuran dan bentuk kaki setiap orang selalu berbeda, maka jangan memaksakan diri memakai ukuran orang lain.

Mensyukuri kehidupan adalah cara paling mudah untuk me-manage perasaan bahagia. Menyadari bahwa segala hal yang kita peroleh sebagai takaran yang pas sesuai usaha dan kebutuhan kita adalah cara yang menenangkan.

Resolusi 2018
I start to be happier, whatever my condition

Adakalanya melihat ke bawah untuk menambah kadar syukur dan bahagia. Jika harus melihat ke atas, jadikan sebagai motivasi untuk melompat lebih tinggi. Dan ketika melihat ke depan, maka hadapilah kenyataan. Syukuri dan berbahagialah dengan setiap pencapaian. Karena kata orang bahagia itu terkadang sederhana saja.

Saya mulai melatih dan menerapkan diri dengan 4 manajemen ini di awal tahun 2017. Meskipun belum maksimal, tapi saya dapat merasakan perubahan dalam diri baik secara personal maupun dalam menghadapi suami dan anak-anak. Hal ini membuat saya semakin yakin dan ingin kembali menerapkannya sebagai resep menuntaskan resolusi 2018.

Sayangnya, satu hal yang masih sering menjadi kendala. Kondisi kesehatan saya masih sering drop di tengah jalan. Biasanya karena kelelahan atau kurang asupan vitamin akibat pola makan yang kebanyakan cheating makanan siap saji. Saya sadar betul, kekurangan asupan vitamin dan mineral sangat rentan menurunkan daya tahan tubuh dan dapat menimbulkan  berbagai penyakit.

Untuk itu saya pun berencana memulai kembali pola makan seimbang untuk mencukupi nutrisi harian. Sedangkan untuk asupan multivitaminnya, saya selalu mengonsumsi Theragran-M terutama pada masa-masa pemulihan setelah sakit. 

Mengapa Theragran-M?

Karena Theragran-M mengandung vitamin A, B, C, D dan E serta mineral esensial seperti Magnesium dan Zinc. Multivitamin ini pun sudah diresepkan sejak tahun 1976 sehingga sangat terpercaya. Theragran-M juga merupakan pilihan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Selain juga merupakan pilihan vitamin untuk mengambalikan kondisi tubuh setelah sakit.


Resolusi 2018


Mungkin Teman-teman berpikir, kok segitu pentingya memilih vitamin untuk masa penyembuhan bagi saya? Jawabnya karena ibu itu nggak boleh sakit. Minimal, kalau sakit jangan lama-lama, lah. Bisa kacau urusan rumah tangga kalau si ibu kelamaan bobok-bobok cantik kesakitan. Mulai urusan dapur sampai sekolah anak bisa jadi nggak terkontrol dan berantakan. Kalau sudah begitu, lagi-lagi perempuan yang harus nanggung repotnya di belakang. Duh, nggak mau banget kan?

Karena itu kita harus sehat ya, Temans. Selain agar lebih lancar dalam menjalankan segala resolusi yang sudah dibuat. Kesehatan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan ini. Apa artinya kaya jika sakit-sakitan? Kebahagiaan pun terasa tidak sempurna jika raga tak mendapatkan haknya untuk sehat.


Resolusi 2018

Jadi, jangan pernah menunda dan beralasan untuk memulai hidup sehat. Begitu pun halnya jika memerlukan tambahan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dan melengkapi kebutuhan mineral. Cukup satu butir kaplet salut gula dari Theragran-M yang dikonsumsi baik sewaktu atau sesudah makan sebagai body booster. Cara mendapatkannya pun sangat mudah, karena Theragran-M bisa dibeli di toko obat atau apotik di sekitar kita. Tentunya dengan harga yang sangat terjangkau di kantong kita-kita.

Rasanya saya semakin siap dan yakin untuk melalui 2018. Selain telah berbekal resolusi yang membuat langkah-langkah saya lebih terarah. Saya pun telah mengungkap rahasianya agar senantiasa menjadi perempuan yang produktif berkarya. Dan tentu saja karena saya sangat antusias, optimis dan memilih untuk sehat dengan pola makan seimbang dan multivitamin yang berkualitas.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.




Custom Post Signature

Custom Post Signature