DAMAR AISYAH'S BLOG

Parenting, Family Traveling, Woman Story

7 Cara Agar Membaca tak Sekedar Rutinitas tapi Kebutuhan Anak

|




Setiap orangtua yang memiliki kesenangan pada buku bacaan pasti bercita-cita untuk menularkan hal yang sama pada anak-anaknya. Selain manfaat dari segi ilmu pengetahuan yang dirasa akan sangat berguna bagi kehidupan, aktivitas membaca memang memberikan kesenangan tersendiri, ibarat candu yang membuat siapapun ketagihan untuk menyesap nikmatnya lagi dan lagi.

Membaca nggak hanya membuka akses informasi, tapi aktivitas ini mampu menghadirkan dunia baru bagi orang-orang yang terlanjur merasakan nikmatnya. Dunia-dunia yang tak selalu nyata, tapi mampu membawa setiap pembaca masuk dan mereka-reka sendiri gambaran dunia dalam imajinasi bacaan mereka.

Telah lama saya menemukan kenikmatan dalam aktivitas yang satu ini. Bagi saya, membaca bukan sekedar rutinitas yang sengaja saya bangun. Tapi, sekarang ini membaca telah menjadi kebutuhan saya setiap hari. Tak ubahnya sepiring nasi dan secangkir kopi, membaca harus mendapatkan porsi yang sesuai sehingga tak terasa ada yang kurang saat melalui hari.

September Ceria dalam Harap dan Kenangan

|



Satu setengah bulan menjelang kelahiran anak kedua, suami memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya. Saya ingat betul, pagi itu 1 September 2014 ketika ia menyampaikan sudah tidak lagi bekerja di tempat lama, dan pada hari yang sama ia memutuskan memulai segalanya dari awal. Sebagai istri, saya sempat merasa risau dan was-was. Apalagi kami akan segera memiliki anak kedua yang berarti akan bertambah pula tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Tapi, saya mantap mendukung keputusannya. Saya sangat yakin keputusan ini tidak diambil dengan serta merta. Tapi telah dipikirkan dengan matang dan ada rencana besar yang mungkin telah disusunnya.

Denganmu, Hidupku Asik tanpa Toxic

|
Tubuhku hanya rangka kecil dari tulang berbalut daging dan aliran darah di dalamnya. Tapi impian dan tanggung jawab besar bersemayam di sana. Terus berdetak hingga denyut terpisah dari raga.

Natsbee Honey Lemon minuman antioksidan


Tubuh saya tak terlalu besar atau kuat, tapi impian dan tanggung jawab sebagai seorang anak perempuan, saya rasakan semakin membesar. Dari dulu hingga sekarang cita-cita saya masih sama, ingin sukses dan mandiri semata-mata untuk membahagiakan ibu---yang sudah puluhan tahun menjanda.

Sejak kecil pula, sayalah satu-satunya anak perempuan yang diajak ibu menyiapkan aneka panganan untuk dijual di kantin sekolah. Pekerjaan ini sudah saya lakukan sejak kelas 6 SD hingga akhirnya saya lulus SMA, kemudian  resign dari pekerjaan di dapur  ibu  untuk hijrah menuntut ilmu di Jogja.

Jangan Sepelekan Cacingan!

|
Efek buruk cacingan


"Buk, besok aku sama teman-temanku mau dikasih obat cacing di sekolah. Boleh, kan?" begitu tanya Najwa pada suatu sore, sepulang dari sekolahnya di hari Kamis.

"Oh, obat cacing? Ibuk lihat kalender dulu, ya. Soalnya, seingat Ibuk tahun ini Kakak sudah minum obat cacing," jawab saya sambil berlalu menuju kalender yang tergantung di salah satu dinding di rumah kami.

Setelah saya periksa, ternyata sudah lebih dari 6 bulan sejak terakhir kali saya memberi obat cacing untuk anak-anak. Saya pun segera mencari tahu perihal kebenaran ucapan Najwa kepada koordinator kelas. Dan ternyata info tentang pemberian obat cacing di sekolah Najwa memang benar, karena dilakukan juga di beberapa sekolah lainnya.

Program seperti ini bisa dibilang baru bagi saya dan Najwa. Sebelumnya, Najwa belum pernah mendapatkan obat cacing dari sekolah, kecuali pemberian vitamin A dan imunisasi dasar. Saya sendiri termasuk orangtua yang menyambut baik berbagai program kesehatan di sekolah anak, asalkan informasi yang disampaikan jelas.

Bentuk Investasi Virtualpreneur

|
Investasi pebisnis online


Virtualpreneur, profesi baru yang kemunculannya langsung digandrungi oleh sebagian besar pengguna piranti digital di berbagai negara di belahan bumi ini, tak terkecuali di Indonesia. Kemunculan profesi yang satu ini seolah menjadi angin segar bagi sebagian orang yang memiliki kompetensi dan karya, tapi mengalami keterbatasan ruang gerak atau modal.

Profesi virtualpreneur sendiri terklasifikasi menjadi wirausaha produk dan jasa. Untuk jenis wirausaha produk, pasti kalian sudah sangat tidak asing dengan maraknya toko online yang menjual produk sebagai tangan kedua, maupun yang memproduksi langsung label yang dijualnya. Virtualpreneur jenis ini sangat digandrungi, karena modalnya bisa dibuat seminim mungkin, tapi daya jangkau pemasarannya sangat luas.

Sedangkan untuk klasifikasi virtualpreneur yang kedua---wirausaha jasa---content writer dan blogger merupakan sebagian profesi yang kini sedang naik daun. Maraknya penggunaan media sosial sebagai media yang mengumpulkan hajat hidup orang banyak, berimbas pada kenaikan kebutuhan konten positif yang berujung pada dibutuhkannya penulis sebagai produsennya.

Custom Post Signature

Custom Post Signature