Parenting Story, Mom's Life, Tips

Showing posts with label Resep Masakan. Show all posts
Showing posts with label Resep Masakan. Show all posts

Chicken Stick Saos Mentega

|
Chicken Stick Saos Mentega


Tetangga belakang rumah sedang merenovasi dapur. Kebetulan lokasi dapurnya persis bersebelahan dengan dapur saya, hanya terpisah tembok dari rumah saya dan rumahnya. Dari jam 7 pagi hingga sekitar jam 5 sore, suara dang dung dang dung sudah seperti backsound saja. Ditambah lagi tetangga sebelah rumah punya bayi yang jadi rewel juga karena suara bising akibat renovasi tersebut. Jadilah beberapa hari ini BukNaj dan anak-anak harus belajar sabar yang seluas-luasnya.

Tadinya kami sudah pengin lari aja dari rumah. Jalan-jalan kek, ke perpustakaan kek, yang penting ngungsi sementara sampai tahap pembongkaran ini selesai. Tapi apa daya, Najwa sedang terserang cacar air, hiks.... Jadi mau nggak mau kami harus stay di rumah sambil menikmati kebisingan ini. 

Ya itung-itung sambil belajar sabar. Toh, suasana kayak gini  juga nggak terjadi setiap hari, kan? Tapi masalahnya DuoNaj ini bolak-balik minta dibuatkan makanan. Otomatis BukNaj harus bolak-balik  ke dapur yang nota bene tempat paling dekat dengan area kebisingan. Hufft!! Lagi-lagi ibunya harus dengan sabar dan berbesar hati angkat wajan tapi tutup telinga. Memutuskan untuk memasak kilat tapi sesuai dengan lidah anak-anak.

Kreasi Menu Masakan Khas Ramadan dengan Bakso Kuah Instan So Good

|
Masakan Khas Ramadan dengan Bakso So Good


Ramadannya baru beberapa hari berlalu, tapi rasa rindu dengan suasana dan segala tradisinya mulai mendera, membuat tak sabar untuk bertemu kembali di tahun berikutnya. Ya, Ramadan memang spesial bagi saya dan keluarga. Tak hanya sebagai bulan yang mulia  dengan kesempatan beribadah yang berlebih dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ramadan adalah bulan berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga besar, yang bisa jadi susah dilakukan pada hari-hari biasa.

Tak ubahnya Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Ramadan kali ini keluarga besar kami berkumpul di rumah Ibu di Magetan. Dua hari menjelang Idulfitri tiba, saya dan 3 saudara perempuan yang lain telah mendarat di rumah Ibu. Lengkap dengan "pasukan kecil" masing-masing.

Momen seperti ini tentu sangat langka. Mengingat pada hari-hari biasa lumayan susah untuk mencocokkan jadwal. Kalau musim libur sekolah, biasanya hanya para istri dan anak-anak yang bisa berkumpul karena bapak-bapak tetap bekerja. Jadi setahun sekali kami selalu sempatkan untuk pulang saat akhir Ramadan sekaligus menjemput Idulfitri bersama.

Kreasi Menu Sarapan Gizi Seimbang dengan Produk Olahan So Good

|

Menu piring gizi seimbang so good
www.damaraisyah.com


Menyiapkan menu sarapan merupakan rutinitas pagi yang paling menantang bagi saya. Selain harus dimasak dalam waktu singkat, saya pun harus memastikan kandungan gizinya seimbang dengan tampilan menggugah selera. 

Kebetulan, dua anak saya ini memiliki selera makan yang ajaib. Yang kecil sangat gampang, sampai-sampai makanan jenis apapun bisa dilahapnya. Sedangkan yang besar, justru lumayan picky eater. Selain pemilih, Najwa cenderung kurang berani mencoba-coba makanan baru. Sehingga agak susah ksaat diajak food hunter.

Selain taste yang harus familiar di lidahnya. Najwa cenderung sangat memilih makanan, terutama dari bau dan tampilannya. Itulah kenapa saya berusaha menyajikan makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tapi juga kelihatan menarik, baik penyajian maupun variasinya.

Ayam Geprek Ala BukNaj

|


Resep Ayam Geprek


Sabtu pagi sengaja bermalas-malasan di depan lappy. Setelah blogwalking, balas WA, cek FIGjuga FB. Iseng-iseng saya mampir ke JTT. Pada tahu, kan? Just Try and Taste, food blog yang legend banget itu. Kalau nggak salah, saya mulai follow blog ini pada tahun 2013. Dulu cuma suka baca-baca saja, karena masih minim semangat untuk mempraktikkan resep-resepnya. Tapi sekarang kesempatan mulai ada. Sebenarnya, sih, lebih tepat disebut kepepet butuh masak buat bekal Najwa. Jadi ambil positifnya saja, kepepet yang jadi kesempatan untuk belajar hal baru.

Resep pertama yang saya coba dari JTT adalah Fudgy Brownies. Saya ingat banget rasanya super nyoklat. Duh,  malah jadi kepikiran mau praktik lagi. Setelah itu saya nyoba bikin Puding Roti Tawar, Nastar sama Putri Salju. Sayangnya, selama ini sifatnya selalu coba-coba. Jadi nggak ada greget mendokumentasikan karya.

Baru hari ini belajar ala-ala food blogger gitu. Mulai tahap awal menyiapkan bahan, saya sudah berniat untuk mendokumentasikannya. Ya, itung-itung buat dokumentasi pribadi aja, sih. Biar nggak lupa kapan pertama kali nyobain resep ini dan itu.


Mata saya pun tertuju pada resep Ayam Geprek di blog JTT. Merah cabainya, ketemu ayamnya yang crispy, kayaknya bakalan sedep untuk menu makan siang. Ditambah lalapan timun, kemangi, kacang panjang dan terong. Pasti tambah segar, pas banget sebagai pengisi perut di tengah cuaca Jakarta yang super panas.

Tanpa berpikir panjang, saya pun langsung mematikan lappy, berganti pakaian dan berangkat belanja ke warung dekat rumah. Tujuan utamanya membeli ayam dan lalapan, karena untuk bumbu yang lainnya saya sudah siap di rumah. Etdah gayanya siap, hehehe. Karena bumbunya memang minimalis dan simple banget, itu sebabnya ready di rumah dan  saya pun tertarik untuk mencoba.

Nah, di sini saya bagi resep Ayam Geprek ala BukNaj, alias saya. Lah! ngapain pakai istilah ala BukNaj? Simple aja, sih. Karena resep ini sudah saya modifikasi sesuai kemauan saya tapi atas saran si empunya blog juga, sih. Ada beberapa bahan yang saya skip dengan maksud lebih praktis. Hehehe, ketahuan , kan? Sebenarnya, sih, karena saya malas berlama-lama di dapur. Karena panas bin malas.

Buat Temans yang kepengen resep aslinya, sila buka di link berikut ya.


Resep Ayam Geprek ala BukNaj

Bahan

½ ekor ayam negeri, potong jadi 2 atau 3.

Bumbu

1. 2 bungkus tepung bumbu serbaguna.
2. Cabai merah keriting sesuai selera
3. Cabai rawit merah sesuai selera
4. 1 siung bawan putih
5. 2 sendok makan terasi yang sudah digoreng sangria/ dipanggang
6. Garam secukupnya
7. Gula merah secukupnya.
8. Jeruk nipis
9. Jeruk limau
10. Minyak untuk menggoreng ayam

Bahan pelengkap

1. Aneka macam sayuran mentah untuk lalap, sesuai selera
2. Nasi putih
Cara  memasak

1. Cuci bersih ayam negeri yang sudah dipotong menjadi 2 atau 3 bagian. Pada bilasan terakhir, baluri dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.

Resep Ayam Geprek

2. Tiriskan ayam dan sisihkan.
3. Siapkan 2 wadah untuk tepung serbaguna. 1 wadah untuk balura/ adonan basah, sedangkan wadah yang lain untuk tepung kering.
4. Tuang adonana/baluran basah pada ayam, ratakan hingga seluruh bagian ayam tertutup adonan.


Resep Ayam Geprek

5. Gulingkan ayam yang sudah dibaluri dengan adonan basah pada tepung kering.

Resep Ayam Geprek

6. Panaskan minyak goreng, usahakan minyak yang digunakan agak banyak, sehingga ayam terendam dalam penggorengan.
7. Masukkan ayam yang telah dibaluri tadi ke dalam minyak yang sudah panas.
8. Goreng hingga kuning kecoklatan atau sesuai selera. Angkat dan tiriskan.
9. Siapkan bahan untuk sambal korek. Cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang putih, garam, gula merah, terasi. Haluskan menggunakan coek dan uleg-an.


Resep Sambal Korek

10. Panaskan kembali minyak bekas menggoreng ayam. Setelah benar-benar panas, ambil sedikit lalu siramkan ke atas sambal korek yang telah halus. Nanti akan terdengar suara cess… Cara ini akan membuat sambal menjadi setengah matang dan aromanya semakin merebak.
11. Ambil ayam yang sudah digoreng, letakkan di atas sambal korek lalu geprek/ penyet hingga ayam tercampur pada sambal.


Resep Ayam Geprek

12.Garnish dengan kemangi dan jeruk limau untuk menambah aroma segar, sekaligus sebagai lalapan. Sedangkan jeruk limau bisa diperas di atas sambal sebelum atau sesudah ayam digeprek.


Gampang banget, kan? Iya, donk, karena resep Ayam Geprek ini sudah benar-benar saya sederhanakan. Penggunaan tepung serbaguna telah memangkas waktu untuk mempersipkan bumbu halus. Secara otomatis, bahan yang digunakan pun menjadi lebih minimalis.

Sedangkan penggunaan jeruk limau, terasi dan gula merah. Sifatnya suka-suka saja, sesuai selera masing-masing. Kalau keluarga saya memang terasi minded, jadi susah mau skip bahan yang ini.

Hidangan Ayam Geprek ini sangat cepat disiapkannya. Tidak lebih dari 30 menit untuk menyajikannya hingga sampai di meja makan. Soal rasanya, hem,… mantap! Cocok banget sama lidah kami yang doyan sambal plus lalapan. Ditambah nasi putih hangat, ayam satu coek langsung kandas, hanya tersisa tulangnya saja.

Resep Ayam Geprek


Teman-teman juga pasti pernah berkreasi dengan ayam, kan? Boleh, dong, sharing resepnya. Happy cooking!


-DNA-

Ayam Kecap Tabur Paprika Ala Keluarga DuoNaj

|


Foto: Damaraisyah 2017


Memasak makanan favorit keluarga sebagai hidangan makan sahur selalu saya lakukan untuk menjaga selera makan yang mulai menurun setelah pertengahan bulan ramadan. Ya, sudah seperti kebiasaan, setiap ramadan telah melewati hari ke-15, selera makan kami saat sahur akan menurun drastis. Terlebih suami saya yang sehari-hari memang sangat tahan lapar. Sehingga puasa tanpa makan besar saat sahur bukan menjadi halangan baginya.


Untuk itu, saya berusaha mengakali menu makan sahur dengan menyajikan hidangan yang fresh dan menjadi favorit keluarga. Biasanya jenis masakan yang saya buat yang simple saja, namun saya pastikan baru dimasak satu jam sebelum saya membangunkan suami untuk makan sahur bersama.


Salah satu hidangan favorit itu adalah Ayam Kecap. Tidak seperti Ayam Kecap pada umumnya, irisan paprika yang melengkapi bawang bombai dan jahe dalam masakan, selalu berhasil menarik perhatian dari meja makan. Untuk itu saya selalu memasukkannya sebagai salah satu menu yang tak boleh ditinggalkan selama puasa. Dan kami pun menyebutnya dengan Ayam Kecap Tabur Paprika ala Keluarga DuoNaj.


Memasaknya cepat dan rasanya selalu berhasil membuat kami menjilat sisa bumbu yang masih menempel di sendok atau jari-jari tangan. Bahan dan bumbu pelengkapnya pun sangat minimalis. Nggak percaya, kan? Nih, saya bagi resep dan cara mengolahnya untuk teman-teman..



Resep Ayam Kecap Tabur Paprika Ala Keluarga DuoNaj




Bahan dasar
 
Ayam potong  So Good kemasan 1 kg isi 10 potong. Saya pakai setengahnya.


Bahan pelengkap


Paprika merah ¼ biji, buang bijinya kemudian potong memanjang.

Paprika kuning ¼ biji, buang bijinya kemudian potong memanjang.

Daun bawang 3 helai, potong menyilang agak panjang.


Bumbu-bumbu


½ suing bawang bombai, iris tipis setengah lingkaran

3 siung bawang putih, geprek lalu dicacah

1 ruas jahe, iris tipis memanjang seperti korek api

Merica secukupnya

Garam secukupnya

Kecap manis

Saus tiram sesuai selera


Cara mengolah

  1. Cuci bersih ayam potong yang akan dimasak, kemudian tiriskan. 
  2. Balurkan merica dan garam pada seluruh permukaan ayam, kemudian diamkan di dalam kulkas. Untuk mempercepat waktu, biasanya saya melakukan tahap ini pada malam hari sebelum tidur. Sehingga menjelang makan sahur ayam sudah siap diolah. 
  3. Setelah 5-10 menit, goreng sebentar ayam potong dalam minyak panas. Tidak perlu terlalu lama, hanya setngah matang atau ayam sedikit kering di bagian luar. Kurang lebih 5 menit dengan api besar. Angkat kemudian tiriskan. 
  4. Tumis bawang bombai hingga layu, masukkan bawang putih cacah dan jahe. Tumis kembali hingga aromanya tercium sebelum ditambahkan ayam yang sudah digoreng setengah matang. 
  5. Tambahkan garam dan saus tiram ke dalam wajan sesuai selera. 
  6. Tambahkan sedikit air  untuk melunakkan ayam. Sedikit saja, karena kita tidak sedang membuat ayam berkuah. 
  7. Setelah air menyusut, masukkan kecap manis kemudian aduk hingga merata. 
  8. Jangan lupa cicipi sebelum mengakhiri seluruh proses memasak. Jika sudah oke, maka langsung saja tambahkan paprika merah dan kuning sebagai pelengkap. Aduk sebentar, dan diakhiri dengan potongan daun bawang untuk memberikan warna segar dalam makanan.

Jika ayam potong sudah dimarinade sebelumnya (dibaluri merica dan garam, kemudian didiamkan), maka hanya butuh 15 sampai 20 menit untuk mengolah makanan ini. Tapi jangan lupa gunakan api besar saat menggoreng ayam. Juga saat bumbu sudah ditumis dan dimasukkan ayam ke dalamnya. Dengan menyetel kompor pada api besar, maka pematangan ayam lebih cepat, namun tidak akan membuat ayam menjadi lembek atau keempukan.


Selain itu,  kunci sukses dari masakan ini adalah pemilihan jenis ayam yang harus segar dan dagingnya tebal. Dengan begitu rasa yang dihasilkan juga maksimal. Tak lupa pemilihan jenis kecap harus yang tepat. Pilihlah kecap manis yang berwarna hitam kental sehingga cita rasa Ayam Kecap yang dihasilkan lebih nendang.


Ayam Kecap semakin mantap jika disandingkan dengan sambal bawang mentah dan sayur kukus setengah matang favorit keluarga saya. Tentu saja dengan nasi putih pulen dan hangat yang membuat makan sahur menjadi lebih bersemangat.

Foto : Damaraisyah 2017


Selama bulan puasa, saya usahakan untuk menyimpan stok bahan makanan seperti sayur dan buah dalam kulkas. Begitu pun halnya dengan bahan untuk lauk seperti ikan dan ayam. Mau tahu kenapa? Karena BukNaj bisa lemes kalau tiap hari ke pasar sama duo krucil saat puasa. Belum lagi jika mereka lari ke sana kemari saat saya memilih sayur atau bahan lainnya. Bisa berabe ibu bayik teriak-teriak. Hehehe ...


Untuk itu, pemilihan jenis bahannya harus cermat. Misalnya dalam memilih ayam, saya usahakan selalu yang segar. Atau menggunakan ayam potong kemasan yang memiliki standart penyimpanan tinggi dengan metode terkini. 


Ayam Potong So Good terpilih menjadi salah satu “penghuni” di kulkas karena kualitasnya memang sudah saya buktikan. Selain pengemasan dan proses pembekuan yang optimal, ayamnya sangat bersih sehingga tak perlu mencuci terlalu lama.


Dalam satu kemasan berukuran 1 kg, terdapat kurang lebih 10 potongan ayam yang biasa saya olah menjadi beberapa jenis masakan. Untuk keluarga kecil seperti kami, hal ini sangat efisien karena tidak perlu beberapa kali berbelanja. Harganya pun relatif terjangkau.


Nah, itu tadi resep favorit keluarga saya. Mengolahnya cepat, rasanya nikmat dan yang pasti sukses menggugah selera. Teman-teman bisa melihat aneka resep kreasi Ayam Potong SO GOOD di sini ya. Atau jika ingin berkreasi dengan SO GOOD siap makan, resepnya pun banyak tersedia di sini. Happy cooking, Ladies!



Makaroni Sayur - Jurus Jitu saat DuoNaj GTM Kambuhan

|


Paling geregetan kalau sudah capek-capek masak, belanja tak kurang lima lembar sepuluh ribuan. Eeee ... DuoNaj malah kompakan menolak piring dan kawan-kawannya. Ditambah suami yang paling cuma sekali makan di rumah. Apa iya saya harus bersihin semua yang ada di meja makan? Lha pantesan sudah program apa saja timbangan nggak juga bergeser ke kiri. Rupanya satu program yang terlewat saya lakukan. Menolak menjadi ibu penyayang yang selalu sayang jika makanan tak dihabiskan. Duh ...



Kadang saya merasa dilema. Katanya ibu rumah tangga, tapi yang namanya masak itu super malesnya. Kalau sesekali lagi mood masak, koq ya pas anak-anak lagi beraksi GTM sama ibunya. Sampai akhirnya saya akali, Senin, Selasa, Rabu, saya usahakan masak lengkap mulai sarapan sampai makan malam. Kamis, Jumat biasanya sarapan beli, masak agak siangan, menjelang jam makan siang. Sabtu sama Minggu, saya tanya dulu acara suami. Kalau sudah rencana main keluar, so pasti saya nggak masak. Tapi kalau di rumah saja, saya akan ajak suami masak barengan. Ciee .. sok-sok an romantis, hehehe... Maksud saya sih, biar sesuai selera yang bersangkutan. Jadi makanan pasti ludes tanpa perlu saya bertugas menghabiskan.

Nah, khusus menghadapi DuoNaj yang selera makannya ajaib (maksudnya kalau pas doyan bisa bikin saya kewalahan nyetok logistik, kalau lagi nggak selera dijamin dompet saya nggak berkurang isinya). Saya punya trik tersendiri untuk menyiasatinya. Salah satunya dengan menu andalan yang biasanya sukses dilahap saat selera makan hampir mendekati aksi GTM.

Makaroni/ pasta sebagai pengganti karbohidrat (pixabay)



Selain menyediakan stock sereal sama Pisang Ambon yang belakangan jadi kudapan favorit mereka. Makaroni telah menjadi pengganti bahan makanan utama untuk anak-anak. Mau diolah apa saja, DuoNaj ini selalu lahap memakannya. Awalnya, mereka cuma doyan kalau saya campurkan dengan Sup. Tapi sekarang, dibikin Makaroni Keju atau Schotel pun mereka lahap.

Nah, salah satu olahan makaroni yang paling mereka suka, dan menurut saya sudah mencukupi kebutuhan pengganti makanan utama adalah olahan Makaroni Sayur. Awalnya karena saya nggak mau ribet dan butuh memasak cepat, akhirnya jadi kecanduan bikin sayur ini. Caranya sangat gampang, bahan yang dibutuhkan pun sangat sedikit. 

Sayur kesukaan najib mulai bayi (pixabay)

Bahan-bahannya:
1. Makaroni 2 ons
2. Wortel 2 biji
3. Brokoli 1 bonggol
4. Jagung manis 1 bonggol

Bumbu :
1. Bawang merah1 siung
2. Bawang putih 1 siung
3. Bawang bombay 1/2 siung
4. Merica, gula, garam secukupnya.
 

Cara memasak:
1. Didihkan air, rebus makaroni sampai setengah empuk. Angkat tiriskan
2. Panaskan minyak di wajan, tumis bawang bombay disusul duo bawang yang telah diiris tipis. Tunggu agak layu.
3. Masukkan wortel dalam tumisan bawang, aduk, tunggu layu kembali. Masukkan air secukupnya untuk membantu merebus wortel.
4. Masukkan brokoli dan jagung, aduk sebentar lalu tutup wajan.
5. Setelah semua sayuran setengah empuk, masukkan makaroni rebus. Bumbui dan didihkan kembali hingga matang. Jika ingin sedikit berkuah, teman-teman bisa tambahkan air.
6. Setelah matang, angkat dan siap disantap para balita. 

Menu ini sebenarnya seperti Sup, sih. Tapi saya sengaja tidak menggunakan kaldu. Terlebih kaldu sapi atau ayam. Tujuannya untuk memberikan rasa segar dan ringan. Sehingga cocok untuk kondisi mulut anak yang sedang tidak berselera.

Terkadang, Makaroni Sayur  saya jadikan menu bekal sekolah Najwa.


Di samping itu, anak-anak saya memang tidak terlalu suka makanan berkuah kaldu. Dalam satu minggu, paling hanya sekali saja membuat sayur dengan kaldu ayam atau daging. Selebihnya mereka lebih suka sayuran bening yang cuma dibumbui duo bawang.

Nah, simple kan? Buat saya yang nggak pinter masak, menu simple seperti ini sudah jadi andalan. Selain cepat, anak-anak pun doyan. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lainnya, kita bisa siasati di kudapan atau menu pada jam makan lain. Jangan lupa, kita sedang menghadapi anak GTM kambuhan. Nggak perlu terlalu memaksa agar jam makan nggak semakin menakutkan buat mereka.

Selamat memasak! ^_^

Custom Post Signature

Custom Post Signature