Parenting, Family Traveling, Woman Story

Menjelaskan Makna Hari Raya Kurban pada Anak

|


pixabay.com
Pixabay.com

“Buk, mengapa kalau hari raya Iduladha itu banyak binatang yang disembelih?.” Begitu tanya Najwa kemarin.

“Karena, pada hari raya Iduladha, umat muslim seperti kita diperintahkan Allah untuk berkurban,” jawab saya padanya.

“Ohh, kalau nggak punya duit buat beli kambing atau sapi, gimana, dong?,” tanyanya lagi.

“Ya, nggak pa pa, karena perintah ini wajib bagi yang mampu berkurban. Yang punya uang untuk membeli hewan kurban. Atau memiliki kambing peliharaan sendiri, yang diikhlaskan untuk berkurban.”

“Ooo … Berarti kalau nggak punya duit nggak pa pa, ya, nggak kurban?”

“Iya, tapi kalau betul-betul nggak punya uang, loh. Bukan karena uangnya dipakai untuk berfoya-foya atau beli-beli yang nggak penting. Jadi harus diutamakan dulu mana yang penting mana yang enggak. Biar uangnya bisa buat berkurban. “ 

Pertanyaan Najwa bakalan semakin banyak, BukNaj harus siapkan kuda-kuda. Ya, kalau bisa jawab, kalau nggak? Harus cari alasan yang masuk akal. Hehehe …

“Trus kenapa kurbannya cuma setahun sekali? Pas Idul Adha aja.?."

Nah,ini  saatnya ibuk mendongeng. Sini-sini, yang mau dengerin boleh bergabung juga. Hehehe.

Menjelaskan masalah agama bisa jadi tugas terberat bagi saya sebagai orang tua. Alasannya cuma satu, karena saya belum pandai dan  masih belajar. Sayangnya waktu nggak bisa ditunda lagi. Karena saat rasa ingin tahu anak muncul, saat itu sebenarnya adalah kesempatan yang tepat untuk memberikan pemahaman-pemahaman ringan pada mereka.

Seperti mengenai Iduladha, Najwa selalu excited menyambutnya. Alasannya pun simple saja, karena banyak sapi dan kambing di sekitar rumah.  Pemandangan seperti ini memang langka buat kami yang tinggal di kota. Jarang ketemu si embek kecuali rajin nonton Animal Planet atau berkunjung ke kebun binatang.


Entah karena memang rasa ingin tahunya yang terus bertambah? Atau karena mendapatkan penjelasan di sekolah perihal hari raya kurban? Yang jelas, pertanyaan mengenai Iduladha semakin lancar meluncur dari mulut kecilnya. Dan itu pertanda ibu harus semakin rajin membaca.

Menjelaskan makna ibadah dalam hari-hari besar keagamaan bisa jadi mudah jika kita berbicara kepada anak-anak yang lebih besar. Tapi sedikit menantang, karena harus memberikan pemahaman ini kepada anak 1 SD, yang belum juga genap 7 tahun dan memiliki daya imajinasi yang lumayan ajaib. Penjelasan yang diberikan harus sederhana, kalau tidak siap menjawab, orang tua jadi sangat kelihatan bodoh di depannya. *tutupmuka. Akhirnya, saya pun memulai dengan  makna berkurban.  

Makna berkurban

www.pixabay.com
Pixabay.com


Sebelumnya saya bertanya pada Najwa, apa keistimewaan Iduladha? Najwa bilang, Iduladha itu menyenangkan karena libur, banyak kambing dan sapi, lalu banyak orang makan enak pakai lauk daging kurban yang dibagi-bagi.

Saya pun mengiyakan pendapatnya. Karena benar, Iduladha itu memang sangat menyenangkan, banyak daging dibagi-bagikan dan ini menjadi kesempatan yang tepat untuk memberikan pengalaman nyata pada anak tentang semangat berbagi.

Namun kemudian saya tambahkan sedikit informasi padanya. Bahwa sebenarnya Iduladha atau hari raya kurban merupakan wujud ketaatan dan kepasrahan kita pada perintah Allah, seperti yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. 

Dulu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengurbankan putranya, yaitu Nabi Ismail. Karena rasa cinta dan ketaatan yang besar kepada Tuhan, Nabi Ibrahim pun menjalankan apa yang diperintahkan-Nya. Begitu pun halnya dengan Nabi Ismail yang dengan ikhlas dan pasrah bersedia menjadi kurban. Karena ketaatan, kepasrahan dan keikhlasan keduanya, maka Allah mengganti Nabi Ismail dengan domba untuk dikurbankan. Teladan inilah yang kemudian terus dilakukan umat Islam pada hari raya Iduladha.

Ketaatan, keikhlasan dan kecintaan pada Allah inilah yang sebisa mungkin ditekankan pada anak. Tentu saja dengan bahasa yang sederhana. Dan, jika perlu tambahkan contoh-contoh perilaku yang dapat mewakili keteladanan nabi dalam kehidupan sehari-hari.


www.academicindonesia.com

Bagaimana agar bisa berkurban?

Anak perlu tahu, bagaimana agar umat muslim bisa menunaikan ibadah kurban. Salah satunya harus mampu. Saya berkali-kali menekankan pada Najwa, bahwa “mampu” tidak selalu “kaya raya”. Karena banyak juga orang-orang yang kesehariannya terlihat biasa saja, tapi mereka rutin berkurban setiap tahunnya.

Intinya adalah niat dan usaha untuk berkurban. Salah satu caranya dengan berhemat, sehingga uang yang biasanya digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu penting bisa ditabung untuk membeli hewan kurban. Selain itu, bekerja keras untuk mendapatkan rezeki yang halal. 

Anak-anak harus ditunjukkan pada kenyataan, bahwa  hewan kurban tidak bisa datang begitu saja. Perlu usaha dan kerja keras untuk meraih rezeki sehingga bisa membeli hewan kurban. Selebihnya, harus cermat mengatur keuangan sehingga niat berkurban semakin lancar.

Apakah kita boleh berkurban dengan ayam?

www.pixabay.com
pixabay.com


Nah, kan, mulai muncul pertanyaan ajaibnya.  Saya pun menjelaskan bahwa hewan yang  disyariatkan atau dibolehkan untuk berkurban adalah hewan ternak. Seperti sapi, domba, kambing, unta dan jenis-jenisnya. Jadi, tidak benar jika kita berkurban dengan ikan atau ayam. Untuk menguatkan penjelasan ini, saya pun mengajak Najwa membaca QS Al. Hajj : 34.

Di samping semua penjelasan itu, penting rasanya untuk menanamkan pada anak-anak tentang semangat berbagi daging kurban. Berikan pemahaman kepada mereka, perihal siapa saja yang dapat menerima daging kurban. Misalnya orang miskin dan kurang mampu, karena tidak setiap hari mereka bisa membeli daging untuk lauk. Jangan lupa informasikan juga bahwa orang yang berkurban dan panitia kurban juga boleh menerima daging kurban.

Setelah menerima beberapa penjelasan di atas, anak saya sebenarnya masih bertanya beberapa hal. Seperti, apakah sapi yang disembelih menangis dan kesakitan? Apakah orang tua sapi sedih? Kalau dilanjutkan pertanyaannya semakin ajaib dan saya pun kelihatan semakin konyol dengan jawaban-jawaban saya yang juga ikut ajaib, kikiki.

Setidaknya, sebagai orang tua kita harus siap melayani rasa ingin tahu anak. Karena dari momen seperti itulah kedekatan dan kepercayaan mereka semakin terjalin kuat. Hikmahnya pun kita jadi berusaha lebih banyak belajar, biar nggak terlalu malu-maluin di depan anak.

Saya yakin teman-teman juga pernah menghadapi pertanyaan serupa. Entah dari anak, keponakan atau murid-muridnya. Usahakan selalu menjelaskan dengan bahasa sederhana dan tidak terlalu njelimet. Berikan mereka pemahaman yang membekas di hati dan ingatannya, sehingga makna berkurban bisa dipahami dengan mudah. 


Selain itu usahakan untuk mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga nilai-nilai ketaatan, keikhlasan dan semangat berbagi tidak hanya terjadi saat Iduladha tiba, tapi berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat Hari raya Idul Adha, semoga kita senantiasa menjadi insan yang taat.



-DNA-



#ODOP
#Day30
#bloggermuslimahindonesia


Kebun Binatang sebagai Alternatif Tempat Wisata di Bali

|


harimau bali-zoocom.jpg
Sumber gambar : Bali-Zoo.com
Wisata ke Bali biasanya identik dengan mengunjungi pantai-pantai cantik dan segala aktivitas yang ditawarkan di sana. Benar, kan? Kalau untuk yang baru pertama kali ke Bali, sih, nggak masalah. Tapi sebagian orang merasa bosan, terlebih jika mereka mengajak anak-anak.  Pengennya pergi ke tempat yang bisa refreshing sekaligus mengedukasi.  Apalagi buat kami sekeluarga yang jadi fans beratnya Animal Planet. Kayaknya ada yang kurang kalau berkunjung ke suatu kota tanpa mengunjungi koleksi satwanya.
Nah, kebetulan banget nih, kabar baik buat saya dan juga teman-teman yang  merasa bosan dengan pantai di Bali, dan menginginkan destinasi wisata yang berbeda dan sangat cocok untuk anak. Mengunjungi kebun bintang saat mengunjungi Bali mungkin bisa menjadi alternatif tempat wisata buat kita-kita. Salah satunya adalah Bali Zoo. Bali Zoo merupakan salah satu kebun binatang terbaik di Asia-Pasifik. Maka tak ada salahnya jika liburan kali ini, Temans  coba Judul jalan-jalan ke kebun binatang di Bali .
Mungkin dalam benak Temans langsung terpikir malas untuk berkunjung ke kebun binatang karena memang sudah sering atau terlihat tidak ada yang istimewa dari mengunjunginya. Eit, tunggu dulu. Karena Bali Zoo adalah kebun binatang yang menyajikan sesuatu yang berbeda. Lain dari kebun binatang yang biasa kita kunjungi di beberapa kota.
Salah satu yang  menjadi pembeda adalah  karena tujuan utama dari Bali Zoo sendiri adalah untuk melestarikan satwa yang hampir punah, dan tentu saja menjadi destinasi wisata yang menarik dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. 
Area wisata yang berlokasi di Jl. Raya Singapadu Banjar Seseh Sukawati Batuan Sukawati Gianyar Bali. Di area 3,5 ha ini dihuni oleh lebih dari 450 jenis satwa langka. Diantaranya ada Jalak Bali, Merak, Kasuari, Elang, harimau Sumatra, singa afrika, singa, rusa , onta, kanguru, dll. Semua satwa berada di dalam kandang sesuai dengan habitatnya masing-masing.

Nah, mau tahu kan, ada apa saja yang menarik di Bali Zoo?

gajah bali beritadaerahcoid.jpg
Sumber gambar : Beritadaerah.co.id
Ada banyak kegiatan yang bisa Temans dan keluarga lakukan di Judul Bali Zoo.
Seperti berenang dan bermain air di Miniapolis Jungle waterplay, berfoto di Animal encounters, melihat pertunjukan binatang di animal show, petting zoo, elephant safari, dll. Melihat arena yang di sediakan,  tentunya Temans  sudah menebak jika Bali Zoo merupakan tempat wisata di Bali yang cocok untuk keluarga. Setuju, kan?

Miniapolis Jungle Waterplay
Miniapolis Jungle Waterplay merupakan arena untuk bermain air. Pengunjung tak perlu khawatir jika mengajak anak-anak. Karena arena ini memang didesain khusus untuk anak-anak. Si kecil pastinya sangat senang jika bermain air disini, karena terdapat banyak seluncuran dan juga ember besar yang akan menemani mereka  bermain.
Miniapolis jungle waterplay ini gratis bagi pengunjung  karena sudah termasuk tiket masuk ke Bali Zoo.


Animal Encounter

id.pinterest.combalizoo animal encounters.jpg
Sumber gambar: id.pinterest.com/balizoo
Animal Encounter adalah arena foto bersama dengan satwa/binatang yang ada di Bali Zoo. Seperti berfoto dengan burung, gajah, ular, anak singa dan macan, juga berfoto dengan beruang, bisa Temans dan si kecil lakukan di sini, menyenangkan, bukan?
Asyiknya lagi, it is free, Temans  tak perlu mengeluarkan biaya lagi saat akan berfoto, karena semua sudah termasuk ke dalam tiket masuk. Kita cukup mengumpulkan keberanian dan berpose dengan latar yang sudah pasti instagramable ini.

Animal Show
Animal show adalah sebuah atraksi atau pertunjukkan binatang di Bali Zoo. Pertunjukan ini akan dipandu oleh seorang  pemandu dan satwa yang akan saling mempertontonkan kebolehannya.

Petting Zoo
kebun binatang bali saybalitourcom.jpg
Sumber gambar: saybalitour.com
Berbeda dengan kebun binatang lainnya, di Bali Zoo pengunjung diperbolehkan untuk bermain dan memberi makan binatang-binatang yang ada, tentunya bukan sembarangan makanan yang bisa diberikan. Dan Judul anak-anak pasti akan menyukainya. Seperti memberi makan langsung rusa, gajah, dan juga bermain-main dengan kelinci yang lucu.
Nah, Temans pasti penasaran kan, berapa kocek yang harus dirogoh untuk menikmati seluruh petualangan tadi? Sini-sini, duduk yang manis biar BukNaj bisikin.

Harga Tiket Masuk Bali Zoo Park 2017
Harga tiket masuk Bali Zoo Park, Rp 110.000 / 1 orang dewasa dan Anak-Anak Rp 85.000 / Anak usia 2 – 12 tahun. Harga tiket masuk ini hanya berlakuk untuk WNI, dan sudah include  seluruh aktivitas bermain seperti di Miniapolis Jungle Waterplay, keliling kebun binatang, menonton pertunjukan burung (bird show) dan Animal Encounter.
Yuhui!! Mayan banget, nih. Bisa jadi salah satu wishlist liburan bareng sama keluarga. Refreshingnya dapet, tapi edukasinya juga nggak ketinggalan. So, jangan lupa mampir ke Bali Zoo, ya. Salah satu destinasi wajib buat wisata edukasi bersama anak dan keluarga.
Happy travelling!

4 Things for Happier Couple

|


Kehidupan rumah tangga


Ada yang bilang, hidup lebih bahagia setelah menikah. Meskipun kita nggak bisa menolak asam garamnya, karena nggak semua hal dalam hidup ini manis-manis saja. Apalagi terlalu banyak bergaul dengan yang manis-manis sangat berpotensi diabet, buahaya kalau nggak diimbangi sama yang asem, asin, pedes atau malahan tawar.

Tapi, beneran nggak, sih? Kalau perkawinan membuat hidup seseorang menjadi lebih happy? Khususnya bagi pasngan yang menjalaninya. Masak iya kita yang nikah orang lain yang jadi bahagia? Meskipun bisa juga orang lain ikut happy. Misalnya keluarga kedua pasangan, saudara atau teman. Orang-orang yang ada di sekitar kita pasti turut merasakan kebahagiaan yang sedang kita alami. Tapi jangan lupa, pasanganlah yang memiliki tanggung jawab mempertahankan atau membuat kehidupan pernikahan lebih bahagia. Orang-orang di sekitarnya hanyalah supporter saja.

Menghabiskan sisa usia bersama orang yang tidak kita kenal sebelumnya, dengan background keluarga yang pasti berbeda. Bisa jadi terasa indah dan mudah di awal untuk melihat segala perbedaan sebagai keunikan. Tapi kemudian,  perjalanan yang panjang, berliku dan naik turun. Acap kali membuat pasangan harus pandai menjaga “stamina” dalam pernikahan. Sehingga rumah tangga bertahan dalam kondisi bahagia. Bahkan idealnya semakin bahagia dari waktu ke waktu, bukan sebaliknya.

Bicara soal pernikahan yang bahagia, semua itu pasti tidak lepas dari usaha. Nggak ada sesuatu yang bisa datang begitu saja, semua perlu diusahakan. Terlebih jika sudah menyangkut kehidupan pernikahan yang tidak hanya melibatkan individu per individu. Tapi, ada anak, orang tua dan 2 keluarga besar.

That’s why jangan pernah merasa lelah untuk mengusahakannya. Kecuali sudah benar-benar tidak bisa dipertahankan. Just let it go and maybe you’ll happier. But, try and try before you make any decisions.

Usia pernikahan saya belum lama, masih jauh dari panggang. Dan seperti halnya pasangan lain, saya pun merasakan naik turun dalam kehidupan pernikahan. Ada kalanya datang lelah, kita hanya butuh “istirahat” sejenak dengan ego masing-masing. Bukan berhenti  dan menyerah sebelum kalah dalam "peperangan".
Untuk itu, saya pun rajin mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menambah kebahagiaan sebagai pasangan. Nggak usah yang muluk-muluk, saya nggak mungkin ngarep suami jadi romantis. Karena udah dari sono-nya dia kaku dan lumayan formal. Tapi, bukan berarti kita tidak dapat menambah kehangatan rumah tangga karena sifat asli satu sama lain. Menurut the expert, 4 cara sederhana berikut ini bisa jadi sangat mungkin dilakukan bagi siapa saja.


Kehidupan rumah tangga



Bercanda dan tertawa bersama

Orang  bilang banyak bercanda dan tertawa membuat wajah awet muda. Pikiran lebih rilex, santai karena mendapat hiburan gratis. Begitu pun halnya jika Temans rajin melakukannya bersama pasangan. Cerita tentang kekonyolan yang dilakukan bersama, nostalgia masa lalu saat pertama kali berkenalan, atau humor segar lainnya yang bisa dibagi bersama pasangan. Tapi ingat, jangan sampai kebablasan dan malah menimbulkan pertengkaran, ya.

Saya pribadi dan suami punya banyak cerita “konyol” sejak awal mula berkenalan.  Terdengar biasa bagi orang lain. Tapi untuk kami, semua itu sangat istimewa. Saat sedang berdua, kami sering kembali ke masa-masa itu, saat cinta masih menimbulkan debaran yang luar biasa. Kikiki. Tak banyak kisah romantis yang kami miliki. Tapi cerita-cerita lucu yang selalu membuat kami tertawa bersama seolah menjadi penyegaran dan perekat kembali saat muncul celah yang tak diinginkan.

Nggak percaya? Coba saja.


Kehidupan rumah tangga



Lakukan kebaikan kecil untuk pasangan

Melakukan suatu kebaikan untuk seseorang memberikan efek bahagia bagi keduanya, terlebih bagi yang melakukan. Temans sering mendengar istilah taker dan giver, bukan? Giver adalah orang yang mendapatkan manfaat lebih banyak dari apa yang dilakukannya. Dalam hal ini kepuasan batin dan kebahagiaan.

Begitu pun halnya dengan pasangan. Berlomba-lomba menjadi giver adalah salah satu cara untuk menambah kebahagiaan satu sama lain. Bukan tentang berlian, permata, atau extraordinary holiday, tapi perhatian. 

Hal-hal sesederhana membuatkan kopi pada pagi hari, mencium kening pasangan, memijat pundaknya saat lelah atau mendoakan kebaikan untuknya adalah sesuatu yang “biasa”, tapi jika dilakukan dengan tulus akan berimbas luar biasa. 



Tentang berhubungan intim

Ehem … Sekali-kali ngomongin area dewasa, hehehe. Ya, dong. Namanya juga marriage life, demi relationship goal yang sebenar-benarnya, bolehlah sesekali nyenggol area ini.

Dalam salah satu sumber bacaan yang saya pelajari, studi kasus menemukan kehidupan pernikahan yang lebih bahagia bagi mereka yang rutin berhubungan intim dengan pasangannya. Rutin tidak perlu diartikan setiap hari, ya. Atau malahan 3 kali sehari, emangnya minum obat kali, ye. Hahaha … Hush!! Rutin bisa jadi berkala, sesuai kesepakatan masing.

Beberapa pasangan yang mengaku berhubungan intim rutin 3 atau bahkan hanya  2 kali dalam seminggu, terlihat lebih bahagia dibanding yang  setiap hari melakukan tapi minggu berikutnya sama sekali tak bersentuhan. Well, masalah ini sebenarnya lumayan sensitif, karena kebiasaan setiap orang pasti berbeda. Intinya rutin ajalah.

Kehidupan sex yang sehat sangat berpengaruh terhadap  keharmonisan dan kebahagiaan pernikahan. Sudah fitrahnya bahwa manusia dikaruniai syahwat yang minta disalurkan. Untuk itulah pernikahan menyelamatkan manusia dari perzinahan asalkan dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak melanggar ketentuan agama dan negara.

Dalam berhubungan intim, ada komunikasi yang sangat mendalam antara pasangan.  Bahkan romantisme atau pujian mesra yang tak pernah ditunjukkan di depan khalayak, bisa jadi mem-bludak saat kita hanya berdua dengan pasangan. Cara ini dipercaya bisa terus merekatkan janji-janji pernikahan dan menguatkan komitmen untuk terus melalui ujian dalam kehidupan.

Ya, setidaknya itu yang dikatakan para ahli. Benar atau tidaknya, coba tanya kata hati dan pasangan masing-masing. Hehehe.




Kencan 

Nggak usah bayangin candle light dinner di restoran mahal, nanti kalau nggak kejadian malah ngambek di pojokan. Hehehe, saya banget itu. Ngemil kacang sambil nonton film berdua juga bisa disebut dating. Atau duduk di beranda sambil berdiskusi ditemani segelas teh atau kopi. Intinya selalu sediakan waktu untuk berdua, ngobrol, curhat atau apa sajalah yang penting hanya dilakukan berdua.  Suasananya akan terasa berbeda jika dibandingkan saat bersama anak-anak.  Karena saat berdua, kita lebih bebas dan mudah mengekspresikan perasaan pada pasangan.

Ya … Ya … Ya, pastinya Temans punya cara lain yang selama ini biasa dilakukan bersama pasangan. Pasti, dong! Nah, beruntunglah kita-kita yang sudah menemukan cara-cara tersebut. Tapi ingat, sesekali bolehlah ada variasi, modifikasi. Ecieh, ayak motor aja dimodifikasi. Hehehe. Ya apalah itu istilahnya. Intinya biar nggak bosen, biar awet dan nambah bahagianya. Bukankah itu salah satu tujuan sebuah pernikahan?

Nah, yang punya kebiasaan lain, bolehlah share di komen. Biar BukNaj ini nggak sampai kehabisan ide. Ok, ya? Semoga bermanfaat!


-DNA-


#ODOP
#Day26
#bloggermuslimahindonesia






Every Family Has Its Own Rules (II) - Nilai-nilai yang Dapat Ditanamkan dalam Keluarga

|
Having a place to go – is a home. Having someone to love – is a family. Having both – is a blessing ~Donna Hedge

Sumber gambar : Pinterest.com



Saya masih terus diprotes anak-anak, perihal mengapa di rumah kita harus begini sedangkan di rumah temanku nggak? Mengapa jam mainku segini, sedangkan teman-temanku bisa sampai kapan saja? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang terus dilontarkannya.

Seperti yang pernah saya tulis dalam postingan sebelumnya, Every Family Has Its Own Rules (I). Setiap keluarga memang selalu memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik secara langsung maupun tidka langsung menjadi semacam peraturan. Hal tentang pengaturan waktu, bagaimana berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain, menumbuhkan kebiasaan baik dari rumah. Sekali lagi saya sangat yakin setiap keluarga memilikinya. Yang pastinya beda dan tak perlu diperdebatkan.

Dalam hal ini, saya dan suami yang kini sedang menumbuhkan kebiasaan baru dalam rumah tangga kami pun berasal dari 2 keluarga yang memiliki banyak perbedaan. Background keluarga, kondisi ekonomi, orang tua yang membesarkan kami dan tekanan yang harus dihadapi ikut memengaruhi kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga.

Dalam beberapa hal, keluarga saya jauh lebih “keras” terhadap 4 anak gadisnya. Tapi, dalam hal-hal lain keluarga suami jauh lebih “alot” dalam membuat keputusan-keputusan bersama. Keluarga saya yang hanya terdiri dari 5 orang perempuan setelah papa meninggal. Dengan serta merta menempatkan perempuan sebagai sosok yang harus tangguh, mandiri dan merdeka. Ini sangat bertolak belakang dengan keluarga suami yang bisa dibilang menganut patriarki.

Perbedaan ini kerap kali membuat kami berselisih paham. Untuk itu, penting bagi kami untuk menemukan nilai-nilai dari 2 keluarga yang bersifat positif, yang kemudian dapat diterapkan dalam keluarga kecil kami.

Nah, 4 nilai berikut  kini sedang kami usahakan untuk terus ditanamkan pada anak-anak.


Saling menghormati

Sering kita mendengar, bahwa dari rumahlah seorang anak seharusnya mendapatkan segala hal yang pertama. Salah satunya mengenai pendidikan. Sering juga orang tua meminta anak-anak untuk menghormati mereka. Tapi, sudahkan kita menghormati anak-anak sebagai individu yang butuh diperlakukan sama?

Hormat-menghormati menjadi salah satu nilai utama dalam keluarga. Bagaimana cara kita memperlakukan anak, dengan cara itu pula kita akan diperlakukan anak. Menghormati orang tua bukan hanya perkara, “Kalian kan masih anak-anak, musti hormat sama orang tua.” Bukan, bukan tentang itu saja. Menghormati orang tua adalah tentang bagaimana mereka menghormati individu lain. Sehingga orang tua pun perlu melakukannya pada anak.

Saling menghormati tidak hanya sebatas pada sikap tubuh, atau yang biasa disebut sopan santun. Tapi bagaimana menghargai pendapat, bagaimana bertutur dengan anak, menghormati pilihan-pilihannya dan menempatkannya pada posisi yang sejajar sebagai sesama manusia.

Kami percaya, jika anak dibiasakan saling menghormati dalam keluaraga, maka mereka tidak akan canggung ketika berbaur dalam lingkungan. Ke mana pun anak pergi mereka telah memiliki priinsip bagaimana menempatkan dirinya dan juga orang lain.

Mengucapkan Kata-kata Cinta

Mungkin terdengar kurang familiar dalam keluarga Indonesia. Lain halnya dengan kehidupan keluarga asing yang begitu biasa mengumbar kata-kata cinta dan sayang kepada sesama anggota keluarga. Membiasakan mengucapkan kata-kata cinta menunjukkan seberapa dekat kita dengan keluarga sehingga tak perlu merasa canggung lagi ketika mengucapkannya.

Ketika anak masih kecil, orang tua terbiasa membanjirinya dengan kata-kata tersebut. Tapi, begitu beranjak remaja, mungkin  semakin jarang sehingga terdengar kaku. Sekali lagi, jangan berhenti mengatakannya hanya karena mereka bukan lagi anak-anak. Karena bagaimanapun juga cinta butuh diekspresikan tidak sekedar dirasa. 

Selain itu, membiasakan anak dengan kata-kata cinta menjadi salah satu cara bagi kami untuk mengawal masa-masa pubernya, yang acap kali harus berurusan dengan masalah love. Anak harus tahu bahwa urusan cinta dan I love you tidak sebatas hubungan lawan jenis.  Keluarga adalah cinta yang pertama bagi mereka. Sehingga mereka tak perlu risau ketika tak mendengar kalimat I love you dari remaja lainnya.


Tolong menolong

Keluarga harus menjadi “orang pertama” yang membantu saat anggotanya “jatuh”. Ungkapan ini bukan berarti kita mengabaikan bantuan dari teman atau tetangga. Atau mengabaikan membantu teman dan orang-orang dekat di lingkungan kita. Tapi maksudnya, keluarga adalah orang yang harus pertama tahu dan siap membantu ketika anggota yang lain tertimpa kesusahan.

Hal ini juga yang mengingatkan saya untuk lebih peduli dengan saudara-saudara saya. Nggak lucu kan, setiap hari kita update berita politik atau selebritis tapi lupa menanyakan kabar keluarga sendiri? Apakah mereka sehat dan baik-baik saja, ataukah sedang tertimpa kesusahan?

Menumbuhkan nilai tolong menolong dalam keluarga mau tak mau membuat kita lebih perhatian satu sama lain, bersedia mendengarkan dan memahami perasaan orang lain. 

Saat menumbuhkan nilai ini dalam keluarga, kami memiliki keyakinan bahwa secara tidak langsung kami sedang menyiapkan anak-anak untuk lebih peduli dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Karena keluarga adalah representasi kecil dari komunitas yang harus mereka masuki kelak.

Sumber gambar : Pinterest



Do the best

Dalam hal apapun, kami mendukung mereka untuk melakukan yang terbaik. Kalah, menang, juara atau bukan itu hanya masalah hasil saja. Tapi dalam prosesnya, harus mengerahkan usaha yang terbaik. Dalam hal ini, kami tidak hanya sedang mendorong mereka untuk melakukan sesuatu dengan detil atau nyaris sempurna. Tapi kami sedang mengajarkan tanggung jawab dan konsekuensi  atas pilihan-pilihan yang diambil setiap orang.

Ada tanggung jawab atas semua hal yang telah dipilih, meskipun kerap kali pilihan itu mengandung unsur terpaksa. Begitu pun halnya dengan konsekuensi yang tak dapat dipisahkan. Secara tidak langsung, anak akan lebih cermat dan berhati-hati dalam menentukan apa yang diinginkannya.

Meskipun ada kalanya diperlukan tindakan nekat, tapi tetap saja ada tanggung jawab dan konsekuensi di dalamnya. Tanggung jawab itulah yang membuat setiap hal harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.


Memang tak sesederhana saat menulis atau mengucapkannya. Tapi memiliki nilai-nilai yang disepakati untukk terus diterapkan dalam keluarga sudah seperti keharusan. Karena sekali lagi, dari rumahlah seharusnya kita mendapatkan segala hal yang pertama.

Have a good day with your family. Love and respect each other! 


-DNA-




#ODOP
#Day25
#bloggermuslimahindonesia










 

[Review] Menikmati Akhir Pekan dengan Relaksasi Ringan di MOZ5 Salon

|
Kalau misal saya ditanya,  apa wishlist BukNaj setiap weekend di awal bulan? Ya, pasti jawabannya ke salon. Meskipun hanya 1 atau 2 jam, rasanya udah rilex banget begitu pulang ke rumah. Dan tradisi baru ini sepertinya memang kudu saya biasakan agar lebih siap menghadapi kenyataan. (((KENYATAAN))) 

Seperti yang saya bilang, kebiasaan ini adalah tradisi baru buat saya. Karena sebelumnya saya paling malas datang ke salon. Malas antri, takut tempat dan perlengkapannya nggak bersih, khawatir nggak cocok sama produknya, sampai yang paling malesin kalau harus campur antara customer laki-laki dan perempuan. Nggak nyaman banget kalau nggak ada privasi. Toh, sebenarnya perawatan tubuh dan badan memang nggak harus dilakukan di salon. Di rumah pun bisa asalkan memiliki perlengkapannya. 




Tapi entah sejak kapan tepatnya, saya jadi menikmati aktivitas akhir pekan di salon. Itung-itung refreshinglah. Satu bulan sekali, meskipun hanya facial atau creambath, saya usahakan meluangkan waktu pergi ke salon kecantikan. Tradisi baru ini semakin lancar saya lakukan, karena suami pun menyetujuinya. Sehingga saya tak perlu khawatir lagi meninggalkan anak-anak, Karena si bapak sudah siap "jaga gawang".

Gayung bersambut, saya pun menemukan satu salon yang cocok banget sama kebutuhan saya. Jaraknya tidak jauh dari rumah, tempatnya bersih dan nyaman. Dan yang terrpenting khusus untuk pengunjung perempuan alias salon muslimah. Ya, MOZ5 Salon adalah salon pilihan saya tersebut.

Tanpa ragu-ragu, saya pun datang dan melakukan reservasi perawatan yang saya inginkan. Saya masih ingat betul, perawatan pertama yang saya lakukan di MOZ5 Salon adalah facial biasa. Tapi saat itu saya langsung puas dengan hasilnya. Setelah beberapa kali datang dan mencoba beberapa jenis perawatan yang lain, seperti manicure, pedicure, totok mata dan creambath. Saya pun memutuskan mendaftar menjadi member dan tentu saja berbagai keuntungan saya dapatkan setelahnya.

Beberapa teman bertanya, mengapa saya memilih MOZ5 Salon di antara salon-salon muslimah lainnya. Sebenarnya alasan saya simple saja, karena lokasinya paling dekat dengan rumah. Tapi, setelah melakukan perawatan yang pertama, saya pikir tidak hanya masalah lokasi saja. Beberapa poin berikut ini membuat saya semakin untuk mempercayakan perawatan wajah dan tubuh saya di MOZ5 Salon.

1. Terapis yang terlatih

Hal yang utama untuk bisa mendapatkan kepuasan dari pelayanan produk jasa adalah tenaga kerja yang profesional dan terlatih. MOZ5 Salon mempekerjakan perempuan-perempuan muda yang dilatih khusus dan melalui masa training untuk menjadi terapis salonnya. 

Selain itu mereka memiliki SOP mengenai apa dan bagaimana harus melakukan customernya. Mulai dari customer masuk ke ruang perawatan hingga selesai, mereka tahu apa yang harus dilakukan dan ucapkan.

Nggak hanya terampil dalam memijat, mereka juga paham pada titik-titik mana mereka harus memberi tekanan. Selain itu pembawaan mereka ramah dan sopan, sehingga mudah akrab tapi nggak sampai kebablasan.

2. Pilihan produk perawatan yang variatif

Khawatir nggak cocok dengan produk perawatannya? Itu dulu, saat saya belum mengenal salon yang satu ini. Karena di MOZ5 Salon, mereka menyediakan berbagai pilihan produk untuk perawatan wajah dan badan. Kalau saya sudah cocok banget sama produk alami buatan mereka sendiri. 

Misalnya, scrub wajah yang menggunakan bahan dasar gandum. Selain aman dan tidak menimbulkan efek samping, produk perawatan alami/ natural lebih mudah menyesuaikan dengan berbagai jenis kulit yang dimiliki customer. Selain itu, jenis perawatan yang diberikan sangat beragam. Mulai dari ujung kepala hingga kaki, semua bisa dirawat. 

MOZ5 Salon menyediakan produk perawatan alami


Baca juga salah satu lipstik favorit saya: Review Sariayu Duo Lip Color


3. Tempatnya sangat cocok untuk relaksasi

Paling nggak nyaman kalau ke salon trus tempatnay berantakan atau berdebu. Nah, kalau di MOZ5 salon, Temans nggak akan menemukan yang seperti itu. MOZ5 Salon Pondok Kelapa yang biasa saya kunjungi sangat nyaman. Selain bersih, dingin dan tenang. Peralatan dan perlengkapan salonnya pun higienis dan terawat. Jadi, Temans nggak perlu khawatir dipakein handuk kumal atau basah. Semuanya bersih dan tertata rapi di locker khusus perlengkapan.

Peralatan untuk perawatan wajah

Tuang perawatan wajah


4. Aneka promo setiap bulan
Promo selalu menjadi jurus ampuh untuk menarik customer. Begitu pun di MOZ5 Salon, mereka selalu memberikan promo-promo khusus setiap bulannya. Misalnya diBulan Agustus ini mereka menggelar Promo Merah Putih. Beberapa paket perawatan dikemas khusus dalam satu rangkaian dan dibanderol dengan harga yang juga didiskon habis-habisan.

Minggu lalu saya mencoba Promo Merah Putih. Perawatan yang saya dapatkan meliputi facial, totok wajah dan perawatan mata. Semuanya dibanderol dengan harga 199K. Mayan banget, kan? 



5. Keuntungan member

Mendaftar sebagai member adalah salah satu cara untuk mendapatkan berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan. Hal serupa dilakukan MOZ5 Salon utnuk menjaga customer-nya tetap loyal. Selain potongan harga untuk semua jenis perawatan. Pemegang kartu membership bisa mendapatkan berbagai voucher khusus. Seperti voucher ulang tahun, voucher up size, voucher potongan biaya perawatan dan voucher berbelanja di merchant-merchant rekanan MOZ5

Jujur, voucher-voucher ini sangat menguntungkan sekaligus berbahaya untuk cashflow BukNaj. Kudu pandai-pandai memilah mana yang harus segera digunakan dan mana yang masih bisa ditunda. Karena setiap voucher memiliki masa kadaluarsa masing-masing.

6. Cabangnya tersebar di beberapa kota

Sedang berada di luar kota trus kepengen perawatan? Tenang, MOZ5 Salon memiliki cabang di beberapa kota. Selain Jabodetabek, MOZ5 salon sudah membuka cabang di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Jawa Barat dan Sumatera. Temans tinggal buka web MOZ5 Salon, cek lokasi dan menghubungi nomor telepon yang tertera. Saya sarankan menghubungi dulu, karena info yang saya terima, beberapa cabang sudahtidak beroperasi lagi.

MOZ5 Salon Pondok Kelapa, Jaktim



Selain 6 poin di atas, 1 poin yang sangat penting untuk saya sebagai manajer keuangan adalah faktor harga. Nggak mau kan, budget rumah tangga kebobolan gegara ke salon. Nah, harga yang ditawarkan untuk setiap jenis perawatan tidak terlalu mahal, meskipun juga bukan yang murah. Yang jelas sangat sesuai dengan apa yang customer dapatkan. 

Ada harga ada rupa, begitu biasanya orang bilang. Tapi karena saya selalu mendapatkan potongan membership. Ya, menurut saya nggak mahal dan nggak mengganggu cashflow kebutuhan lain dalam rumah tangga.

Nah, itu tadi salah satu wishlist akhir pekan ala BukNaj. Teman-teman gimana? Suka nyalon juga? 


-DNA-


#ODOP
#Day24
#bloggermuslimahindonesia

Custom Post Signature

Custom Post Signature