Parenting, Family Traveling, Woman Story

Yang Asyik dari "Energy of Asia" - Official Album Asian Games 2018

|


Theme Song Asian Games 2018


Selain Bhin-bhin, Atung dan Kaka, 3 maskot Asian Games 2018 yang begitu menggemaskan serta menarik perhatian. Official Album Asian Games 2018 merupakan satu bagian lain yang patut diapresiasi dalam perhelatan pesta olahraga kali ini. Album yang dirilis dengan tajuk "Energy of Asia" ini berisikan 13 lagu hasil duet penyanyi dan musisi dari berbagai genre di Indonesia.

Jakarta Punya Gawe, Dukung Bersama Asian Games 2018

|

Dukung bersama asian games 2018
www.damaraisyah.com

Hampir satu tahun setelah hitung mundur (countdown) Asian Games 2018 digelar di Monas pada 18 Agustus 2017 lalu. Ibarat calon pengantin, saat ini Indonesia sedang menghitung hari, menanti saat-saat mendebarkan ketika Opening Ceremony Asian Games akan digelar pada 18 Agustus tahun ini.

Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Indonesia akan mengukir sejarah baru sebagai penyelenggara  pesta olahraga terbesar setelah Olimpiade,  yaitu Asian Games yang dihelat di negeri ini untuk yang kedua kalinya Yang tentunya akan sangat berbeda dengan penyelenggaraan Asian Games pada tahun 1962.

Rencana Baru di Tahun Ajaran Baru 2018 - Parenting Anak Usia 7 Tahun

|
Saat kebiasaan baik anak terbentuk, sebenarnya orangtua sangat terbantu dalam melakukan pengasuhan. Sehingga status anak pada fase 7 tahun kedua ini benar-benar sebagai "Pembantu" dalam artian membantu keberhasilan tugas pengasuhan orangtua pada fase-fase berikutnya.


Parenting Anak 7 Tahun



Tahun ajaran baru biasanya  diwarnai dengan perasaan suka cita. Bagi orangtua dan siswa yang baru saja melalui serangkaian tahap pencarian sekolah baru. Kelegaan yang dirasakan mungkin tak mudah untuk digambarkan dengan kata-kata, ketika nama anak-anak kita tercatat menjadi salah satu siswa di sekolah yang memang diidam-idamkan. Perasaan cemas, khawatir dan gundah selama masa PPDB berlangsung, seketika lenyap begitu saja berganti dengan semangat dan berbagai rencana baru untuk anak-anak kita.

Hal senada juga dialami oleh anak-anak dan orangtua yang pada tahun ajaran ini bergeser kelas ke level yang lebih tinggi. Dengan berada di kelas baru tentunya akan banyak harapan baru juga terkait perkembangan anak-anak kita. Baik secara akademis maupun hal-hal yang berkaitan dengan penguasaan life skill dan perkembangan sosialnya.

Chicken Stick Saos Mentega

|
Chicken Stick Saos Mentega


Tetangga belakang rumah sedang merenovasi dapur. Kebetulan lokasi dapurnya persis bersebelahan dengan dapur saya, hanya terpisah tembok dari rumah saya dan rumahnya. Dari jam 7 pagi hingga sekitar jam 5 sore, suara dang dung dang dung sudah seperti backsound saja. Ditambah lagi tetangga sebelah rumah punya bayi yang jadi rewel juga karena suara bising akibat renovasi tersebut. Jadilah beberapa hari ini BukNaj dan anak-anak harus belajar sabar yang seluas-luasnya.

Tadinya kami sudah pengin lari aja dari rumah. Jalan-jalan kek, ke perpustakaan kek, yang penting ngungsi sementara sampai tahap pembongkaran ini selesai. Tapi apa daya, Najwa sedang terserang cacar air, hiks.... Jadi mau nggak mau kami harus stay di rumah sambil menikmati kebisingan ini. 

Ya itung-itung sambil belajar sabar. Toh, suasana kayak gini  juga nggak terjadi setiap hari, kan? Tapi masalahnya DuoNaj ini bolak-balik minta dibuatkan makanan. Otomatis BukNaj harus bolak-balik  ke dapur yang nota bene tempat paling dekat dengan area kebisingan. Hufft!! Lagi-lagi ibunya harus dengan sabar dan berbesar hati angkat wajan tapi tutup telinga. Memutuskan untuk memasak kilat tapi sesuai dengan lidah anak-anak.

Drama Menjelang "Fantastic Four" - Si Kecil jadi Suka Memukul

|

Anak suka memukul


Sudah lama nggak bikin postingan tentang tumbuh kembang DuoNaj. Selain karena tumbuh kembangnya yang menurut saya agak susah untuk diceritakan, karena tidak ada suatu hal yang bisa dibahas secara spesifik.  Terus terang aja saya lagi suka bereksperimen di dapur sehingga agak selow menulis tentang parenting, halah pengakuan macam apa ini, hehehe.

Sampai akhirnya awal Ramadan kemarin saya menangkap ada yang berubah dari Najib. Anak bungsu saya yang biasanya sweet dan kecupable ini menjadi sangat agresif, gampang marah dan yang lebih parah jadi sangat suka memukul.

Kreasi Menu Masakan Khas Ramadan dengan Bakso Kuah Instan So Good

|
Masakan Khas Ramadan dengan Bakso So Good


Ramadannya baru beberapa hari berlalu, tapi rasa rindu dengan suasana dan segala tradisinya mulai mendera, membuat tak sabar untuk bertemu kembali di tahun berikutnya. Ya, Ramadan memang spesial bagi saya dan keluarga. Tak hanya sebagai bulan yang mulia  dengan kesempatan beribadah yang berlebih dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ramadan adalah bulan berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga besar, yang bisa jadi susah dilakukan pada hari-hari biasa.

Tak ubahnya Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Ramadan kali ini keluarga besar kami berkumpul di rumah Ibu di Magetan. Dua hari menjelang Idulfitri tiba, saya dan 3 saudara perempuan yang lain telah mendarat di rumah Ibu. Lengkap dengan "pasukan kecil" masing-masing.

Momen seperti ini tentu sangat langka. Mengingat pada hari-hari biasa lumayan susah untuk mencocokkan jadwal. Kalau musim libur sekolah, biasanya hanya para istri dan anak-anak yang bisa berkumpul karena bapak-bapak tetap bekerja. Jadi setahun sekali kami selalu sempatkan untuk pulang saat akhir Ramadan sekaligus menjemput Idulfitri bersama.

5 Pola Makan saat Ramadan yang Patut Dipertahankan!

|
Pola makan sehat saat Ramadan


Usai sudah Ramadan dan berganti Syawal. Siapapun pasti setuju bahwa Hari Raya selalu identik dengan makanan enak dan berlimpah. Ya kan? Tak hanya di meja makan teman-teman, di rumah saya pun beraneka jenis makanan terhidang lengkap dengan segala uba rampe-nya. 

Kalau opor, sudah pasti lontong dan sayur lodeh menjadi pendampingnya. Sedangkan rendang selalu nikmat dengan sambal goreng ati kentang juga kerupuk udangnya.

Jangan ditanya betapa nikmatnya. Kalau nggak inget timbangan yang gampang banget geser ke kanan, pasti semuanya saya lahap sampai nambah-nambah, hahaha*BukNajRakus. Dasar sayanya emang doyan banget makan. 

Untungnya lebaran kali ini saya lebih bisa mengontrol diri. Paling nggak kalaupun berat badan harus naik (lagi), ya minimal seukuran sebelum puasa. Jangan malah nambah beberapa angka sebagai bonusnya. Bisa kesenengan BukNaj karena harus belanja baju yang jadi nggak muat semua, hehehe.

Mengembalikan Keindahan yang Tak Tampak

|

Emeron Complete Hair Care


Yang indah tak selalu tampak, dan yang tak tampak tak seharusnya hilang keindahannya - Damar Aisyah

Tentunya ada alasan tersendiri yang mendorong saya  untuk kembali melakukan perawatan rambut secara alami. Hitam dan tebal, begitulah kondisi rambut saya semenjak kanak-kanak dulu. Bahkan dari ketiga saudara perempuan saya yang lain, bisa dibilang rambut saya paling berbeda. Baik dari penampilannya, begitu pun saat dipegang.

Selain dua karakteristik rambut sehat yang saya sebutkan di awal, rambut saya juga lurus dan tidak bercabang. Sampai teman-teman saya bilang cocok banget jadi model iklan sampo. Etapi rambutnya saja, sih, kalau orangnya jangan sampai. Bukan apa-apa, saya nggak tega ngasih beban  sama bagian editing fotonya. Terlalu berat, Dilan aja belum tentu mau, Hehehe.

Make Up Sederhana untuk Acara Buka Bersama

|

www.damaraisyah.com

Beberapa hari yang lalu, suami mengajak saya dan DuoNaj untuk menghadiri acara buka bersama di kantornya. Kami, terutama Duonaj memang sangat antusias saat diajak ke acara kantor ayahnya. Saya pun sebisa mungkin tak ingin melewatkannya, mengingat sangat jarang acara seperti ini dihelat di kantornya. Maklum, kantor ini hanya punya lima orang penghuni. Saat mengadakan acara seperti inipun mayoritas undangannya dari pihak rekanan.

Tak disangka, 3 jam menjelang acara si Najib jatuh dan dagunya bocor.  Alih-alih membawanya ke IGD, saya segera memeriksakan Najib ke klinik dekat rumah dengan harapan luka di dagunya tidak perlu mendapatkan penanganan yang serius, misalnya harus dijahit.

Lakukan 5 Hal Ini agar Belanja Bulanan Tak Membengkak saat Musim Diskon Ramadan

|

Tips hemat belanja bulanan saat ramadan
www.damaraisyah.com

Menjelang payday kayak gini godaan terbesar menteri keuangan rumah tangga adalah diskon yang berteberan di mana-mana. Tengok pusat perbelanjaan A, beli 1 gratis 2. Iseng mampir ke department store B diskonnya udah di atas 50% aja. Waduh, kalau nggak kuat iman bisa membengkak budget belanja bulanan akibat kalap mata.

Parahnya lagi kayaknya barang-barang yang didiskon itu  udah jadi inceran semua sejak sekian purnama. Mulai dari fashion, kosmetik, sampai aneka perabot rumah tangga, semuanya udah kayak teriak-teriak minta dicemplungin keranjang belanja. Duh, beneran deh kalau lagi banyak diskon kayak gini godaannya berat banget. Nggak cuma lapar dan dahaga, tapi juga haus barang-barang lucu, imut  dan pink diskonan yang merajai di hampir seisi pusat perbelanjaan.

Cara Mudah Membeli Tiket Kereta Api Secara Online

|


 
Cara beli tiket kereta api online
WWW.DAMARAISYAH.COM



Haloo, kalau sudah sampai bulan Ramadan, pasti teman-teman sudah terbayang mudik lebaran, Iya atau iyes? Apalagi lebaran tahun ini cuti bersamanya lumayan lama, lho. Belum lagi anak-anak juga libur pasca ujian kenaikan kelas. Wah, lengkap sudah, ya emak bapaknya, ya nak kanak semua bakalan happy  menikmati libur lebaran tahun ini.

Ngomongin soal mudik, teman-teman juga pasti sudah memutuskan pilihan transportasi yang akan digunakan. Kalau saya dan keluarga sih, prefer naik kereta api. Alasan utamanya karena kampung halaman kami memang agak jauh dari bandara. Kalau turun di Solo, kami masih harus berkendara darat sekitar 3 jam untuk sampai di rumah. Sedangkan dari Surabaya kurang lebih masih 6 jam untuk sampai di kota Magetan. Begini deh, nasib pemudik yang kampung halamannya bener-bener di kampung. Musti pinter-pinter memilih sarana transportasi yang praktis dan nyaman.

Mengenalkan Ibadah Ramadan Sesuai Usia Anak

|

Mengenalkan Ramadan sesuia usia anak
www.damaraisyah.com


Menurut teman-teman berapa usia ideal bagi seorang anak untuk dilatih berpuasa? Jawabannya pasti sangat bervariasi mengingat setiap keluarga memiliki cara dan pertimbangan tersendiri dalam pengasuhan anak-anaknya. Di keluarga saya, Najwa baru belajar berpuasa pada Ramadan tahun lalu, tepatnya saat usianya genap 6 tahun. Puasa yang dijalankan pun sifatnya masih latihan, sehingga belum penuh selama sehari bahkan tidak sampai 30 hari.

Selain Materi, 7 Keuntungan Ini Bisa Didapat dari Dunia Blogging. Nggak Percaya? Coba Saja!

|

Keuntungan menjadi blogger rumahan
www.damaraisyah.com


"Sebulan dapat berapa dari ngeblog?"

Wew! To the point banget pertanyaannya. Bikin BukNaj gelagepan pas mau jawab, haha. Em, jadi gini, beberapa waktu yang lalu seseorang sebut saja namanya Melati (karena Bunga sudah terlalu sering) bertanya pada saya tentang pendapatan dari ngeblog. Si Melati ini rupanya termasuk sering mengamati aktivitas blogging saya yang menurutnya cendrerung "blogger kandang" alias blogger rumahan. Uhuk, keselek lagi, hehe.

To be honest, saya memang belum pernah ikut reportase atau event yang melibatkan blogger. Jadi bener banget yang Melati bilang bahwa saya  termasuk kategori "blogger kandang" atau blogger rumahan tadi. Malahan belum lama saya tahu kalau blogger itu udah beneran kayak jurnalis gitu. Ya datang ke event, meliput kemudian menulis reportasenya. Bahkan menjadi buzzer, influencer dan pembicara.

Dulu, setahu saya blogger cuma orang yang menulis dengan platform blog. Udah gitu aja. Nggak tahunya, semakin ke sini, semakin banyak dapat info dari komunitas blogger. Ternyata banyak sekali peluang lain yang bisa diambil oleh seorang blogger. Bahkan tak sedikit yang menyebut blogger sebagai profesinya. Profesi lho, artinya selain berbagi manfaat dari tulisan, blog telah menjadi bagian dari ladang penghasilannya. Hahai, keren banget, kan?

Donat Labu Kuning Isi Skippy peanut Butter

|


Resep Donat Labu Kuning isi Skippy Peanut Butter

Sejak hobi banget nonton acara memasak di salah satu stasiun tivi luar, saya jadi suka bereksperimen dengan bahan-bahan yang tidak biasanya saya gunakan untuk mengolah satu jenis makanan tertentu. Misalnya labu kuning yang biasanya saya olah menjadi kolak atau sebagai salah satu bahan pelengkap bubur Manado.  Kini, saya lebih sering mengolahnya menjadi kudapan seperti donat, bahkan mengkreasikannya dengan selai kacang dari Skippy Peanut Butter.

Kebetulan DuoNaj sangat familiar dengan varian labu yang satu ini. Dulu saat keduanya sedang dalam tahap MPASI, labu kuning merupakan salah satu sumber makanan yang sangat sering saya berikan. Saya ingat betul, saat Najwa berusia 7 bulan olahan puree labu kuning tanpa penambahan bahan apapun sempat menjadi makanan favoritnya. Menginjak usia sepuluh bulan, bubur Manado dengan dominasi labu kuning kembali menjadi favoritnya.

Berbeda dengan Najib yang memulai MPASI dengan metode baby lead weaning, maka labu kuning kukus yang dipotong agak besar selalu dilahapnya hingga tak bersisa. Dua atau tiga potong labu kuning kukus biasanya saya sediakan di piring untuk satu kali makan.

Memilih Jajanan yang Aman dan Sesuai Selera Anak

|


Permen Pindy Susu Aman untuk Anak

Najwa suka jajan, Najib pun demikian. Saya rasa hampir setiap anak suka jajan. Ya,kan?  Jangankan anak-anak, lha wong saya aja suka banget. Biasanya, setiap kami belanja baik di warung atau pasar, 1 atau 2 bungkus jajanan selalu ikut ke meja kasir bareng belanjaan lainnya. Entah itu kue, coklat, camilan atau permen yang jadi favorit anak-anak.

Hal yang Dirindukan Sebagai Ibu Bekerja (di Luar Rumah)

|



Nggak tahu habis kesambet apa, tiba-tiba saja jadi kangen masa-masa menjadi  ibu bekerja (di luar rumah).  Padahal kalau boleh ngeluh, nih. Jiyahhh, ngeluh pakai minta izin, hehe. Jadi full stay at home mom juga enggak bisa dibilang nggak kerja, loh. Saya sudah membuktikannya. Jadi SAHM itu bener-bener 18x7 (anggap saja yang 6 jam itu tidur pules, tanpa rengekan si kecil yang minta ini dan itu).

Sebenarnya saya  sudah merasakan pengalaman menjadi ibu bekerja di luar rumah, ibu rumah tangga murni, juga IRT berbisnis. Dasn semua ada suka dukanya. Nggak nyangka juga, setelah hampir 8 tahun menjadi ibu, saya berkesempatan mencicipi itu semua. Pengalaman yang sebenarnya sangat memperkaya batin. Meskipun saya akui kegalauan kerap kali masih melanda.

Telaga sarangan dan Kenangan Terakhir Bersama Papa

|

4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan


Matahari masih malu-malu saat kendaraan kami berhenti di deretan antrian loket masuk Telaga Sarangan. Kabut putih sedikit mengganggu jarak pandang kami. Yang akhirnya memaksa suami memacu kendaraan sedikit pelan dan lebih berhati-hati.

Satu-persatu kendaraan diperbolehkan masuk menuju area parkir yang telah disediakan pihak pengelola. Demikian halnya dengan kami. Setelah menyerahkan beberapa lembar pecahan lima puluh ribuan, dua kendaraan yang kami tumpangi berjalan berurutan menuju area parkir yang terletak berdampingan dengan pasar wisata.

Pagi itu adalah idulfitri  hari ketiga. Sesuai yang telah kami rencanakan,  lebaran kali ini kami akan menapaktilasi kebiasaan di hari raya yang dulu kami lakukan bersama almarhum papa.

Impianku Sebelum 40 Tahun

|
Setiap impian selalu diawali oleh seorang pemimpi. Tapi jangan lupa, selalu ada kemauan, kesabaran dan gairah yang menuntunmu untuk meraih impian dan mengubah dunia. (Harriet Tubman)


Happy Life Before 40s



Orang bilang bekerja berdasarkan passion adalah hal yang paling membahagiakan. Selain tidak menjadi beban karena melakukan sesuatu yang memang disenangi, bekerja dengan passion membuat seseorang lebih kreatif dan tahan uji.

Lantas, bagaimana dengan orang-orang seperti saya ini, yang bisa dibilang sedikit terlambat mengenali passion-nya?  

Pada saat usia telah melewati kepala 3, saya baru merasakan gairah yang begitu membuncah di dunia kepenulisan. Saya pun dengan berani menyeburkan diri dalam dunia ini. Berlatih untuk kemudian berusaha menghasilkan karya pertama saya sendiri. 

Belitung Timur dan Keberanian Merealisasikan Sebuah Impian

|
 Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu - Arai
4 Destinasi wisata di Belitung Timur
WWW.DAMARAISYAH.COM


Saya ingin ke Belitung! Ya, saya telah menyimpan keinginan tersebut sejak belasan tahun yang lalu. Sejak pertama kali merampungkan novel setebal 534 halaman karangan seorang putra Belitung. Siapa lagi orangnya  jika bukan Pak Cik Andrea Hirata.

Untaian kata dalam berlembar-lembar buku Laskar Pelangi kerap kali menerbangkan imajinasi saya hingga ke tanah melayu di Kepulauan Bangka Belitung ini. Tanah yang menurut Andrea telah menempa anak-anak Laskar Pelangi. Mengajarkan keberanian untuk bermimpi dan menyimpan harapan dalam relung hati mereka.

Tantangan Parenting dengan Threenager

|

 
Parenting dengan threenager
www.damaraisyah.com



Drama threenager belum juga berhenti. Setelah usianya lewat 3 tahun 6 bulan, gaya khas bocah threenager semakin melekat dalam diri Najib. Baik caranya berucap maupun bertingkah, khas remaja 13 tahun yang bikin gemas sekaligus jengkiel orangtuanya.

Padahal Najib sudah lebih awal mengalami masa-masa ini. Seingat saya, sebelum ulang tahun yang ketiga Najib sudah menunjukkan tanda-tanda threenager. Selain agak susah diatur, kalau punya kemauan juga penginnya selalu dituruti. Belum lagi gaya ngomongnya yang udah kayak remaja. Dinasihati pun, dia suka membantah dan mengajak beradu argumen. Huff, kalau sudah begitu, BukNaj penginnya makan bakso kuah pedas sama es teh segelas,donk. Hahaha

Cemas Karena Si Kecil Terserang Diare? Begini Caraku Mengatasinya.

|

Atasi diare dengan tepat dan benar
www.damaraisyah.com

Orangtua manapun pasti merasa cemas saat si kecil terserang diare. Selain kondisi tubuhnya yang terlihat lemas, aktivitas anak berkurang, berat badan pun sering kali langsung turun akibat bolak-balik harus buang air besar.

Beberapa waktu yang lalu, anak laki-laki saya mengalami masalah serupa. Diare hingga 5 hari dengan intensitas BAB sampai 5 kali dalam sehari. Awalnya kondisi Najib masih baik-baik saja. Aktivitasnya masih oke, selera makan pun tak berkurang. Tapi setelah merasa capek karena harus bolak-balik  ke toilet. Najib mulai menolak diberi makan atau camilan. Alasannya karena takut eek terus kalau kebanyakan makan.

Kreasi Menu Sarapan Gizi Seimbang dengan Produk Olahan So Good

|

Menu piring gizi seimbang so good
www.damaraisyah.com


Menyiapkan menu sarapan merupakan rutinitas pagi yang paling menantang bagi saya. Selain harus dimasak dalam waktu singkat, saya pun harus memastikan kandungan gizinya seimbang dengan tampilan menggugah selera. 

Kebetulan, dua anak saya ini memiliki selera makan yang ajaib. Yang kecil sangat gampang, sampai-sampai makanan jenis apapun bisa dilahapnya. Sedangkan yang besar, justru lumayan picky eater. Selain pemilih, Najwa cenderung kurang berani mencoba-coba makanan baru. Sehingga agak susah ksaat diajak food hunter.

Selain taste yang harus familiar di lidahnya. Najwa cenderung sangat memilih makanan, terutama dari bau dan tampilannya. Itulah kenapa saya berusaha menyajikan makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tapi juga kelihatan menarik, baik penyajian maupun variasinya.

7 Hal untuk Memastikan Gadis Kecil Kita Tumbuh dengan Percaya Diri

|
Menumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Perempuan
www.damaraisyah.com


Saya bukan perempuan dengan kepercayaan diri tinggi. Ya, butuh waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk menumbuhkan kepercayaan diri dengan cara saya sendiri.

Saya bukan sosok yang menonjol dan tidak menarik. Dua hal yang terus menghantui saya sewaktu kecil. Melihat teman-teman saya yang menarik secara fisik, bertalenta dan memiliki segudang prestasi. Saya merasa tak ada apa-apanya di dunia ini. Ibarat remekan rempeyek di dasar toples, hehehe.

Buk, Bantu Aku Menumbuhkan Kepercayaan Diriku

|
Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak
www.damaraisyah.com


"Buk, tadi temanku terlambat. Dia bilang dia tahu kalau masuknya jam setengah 10. Tapi Ibunya enggak percaya. Aneh ya, Ibu-ibu kenapa enggak percaya sama anaknya. Padahal anak-anaknya sudah tahu mana yang benar."

Cerita Najwa sepulang sekolah tadi terasa bagai tamparan bagi saya. Bagaimana tidak, saya pun kerap kali tidak langsung percaya pada ucapannya? Tak jarang, saya juga masih sering meragukan kemampuannya. Suka mendiktenya untuk melakukan ini dan itu. Terlalu besar mengambil porsi dalam menyelesaikan masalahnya. Dan banyak hal lagi kesalahan yang saya lakukan dengan dalih khawatir pada anak.

Padahal saya tahu betul, kekhawatiran saya ini terlalu berlebihan, alias lebay. Saya juga paham bahwa cara saya ini bisa menghambat kepercayaan diri mereka. Padahal kepercayaan diri merupakan salah satu modal dasar anak, untuk bisa survive dalam kehidupan ini.

Caraku Mengatasi Anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran

|
 
Anyang-anyangan
www.damaraisyah.com


Duh, kayaknya aku anyang-anyangan, nih! Begitu batin saya kala itu.

Tepatnya dua bulan yang lalu, ketika saya dan anak-anak sedang berkereta api dari Jogjakarta menuju Jakarta. Beberapa kali saya harus bolak-balik ke kamar mandi karena hasrat ingin buang air kecil yang terus menerus. Beberapa kali pula saya harus meringis menahan sakit saat buang air kecil. Nyeri di bagian perut bawah, yang diikuti sensasi panas dan rasa tidak tuntas saat berkemih membuat saya tidak nyaman selama perjalanan.

Sebenarnya, saya sudah merasakan nyeri di bagian perut sejak masih di Jogjakarta. Tapi mengabaikannya begitu saja. Ah, mungkin kecapekan karena bolak-balik gendong bocah. Tapi ketika nyeri itu tidak berkurang, saya pikir justru luka bekas jahitan operasi yang menjadi penyebabnya.

5 Hal yang Dibutuhkan Anak-anak dalam Kehidupannya, dan Semuanya Gratis!

|
Hadiah terindah untuk anak
Pexel.com


Boneka atau mainan. Biasanya dua benda tersebut yang saya hadiahkan pada Najwa saat dia masih menjadi anak semata wayang. Maklumlah, namanya juga anak pertama, rasanya semua hal pengin saya berikan untuk membuatnya senang. Apalagi saat itu saya masih berpenghasilan tetap. Asal sampai akhir bulan, pengeinya quality time berdua sambil menikmati tanggal gajian.

Saat dia bertambah usia, mainan edukatif atau activity book yang biasanya saya sasar. Baju, sepatu atau hiasan rambut lucu juga tak luput dari perhatian. Tapi sepertinya itu hanya obsesi saya sebagai ibu muda penggila barang-barang lucu. Karena kenyataannya, Najwa biasa aja. begitu sudah bosen, ya dibiarkannya semua barang lucu itu di lemari atau keranjang-keranjang mainannya.

Si Kecil Sering Marah-Marah? Mungkin 1 dari 6 Hal Berikut Penyebabnya

|
Penyebab anak marah
Pexel.com



Akhir-akhir ini saya sedikit kewalahan dengan DuoNaj yang cenderung lebih mudah marah ketimbang biasanya. Enggak cuma Najwa yang memang sudah lebih mengerti dan cenderung pandai beradu argumen dengan saya atau ayahnya. Najib yang baru berusia 3,5 tahun pun mulai sering marah tanpa alasan yang mudah kami pahami.

Awalnya dia suka ikut-ikutan Najwa yang berteriak atau menunjukkan sikap tidak setuju dengan pendapat saya. Tapi kemudian, Najib pun mulai menunjukkan aksi serupa meskipun sedang tidak ada Najwa di rumah.

Bagaimana Cara Seorang Anak Menemukan Hal Baru dalam Hidupnya? Begini Jawabannya!

|
Play is The Highest Form of Research - A. Eistein.

Manfaat bermain untuk anak

Bermain sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil? Ya, siapapun tak meragukannya. Bahkan  dalam berbagai pelatihan dan bahan bacaan parenting, bermain merupakan salah satu cara belajar yang paling efektif. Bahkan mereka mampu melakukan research dan menemukan hal baru yang menjadi maha karya terhebat bagi diri anak.

Tahun Kelima di Jakarta

|



Hidup di Jakarta
Pict by: @bastianpribadi

Jakarta itu debu Jakarta itu macet Jakarta itu banjir  Jakarta itu yel-yel demo buruh Jakarta itu mal Jakarta itu pedagang kaki lima yang mati-matian membela kiosnya Jakarta itu rumah kumuh yang berderet sepanjang rel kereta yang satu demi sati dibongkar polisi tata kota Jakarta itu berangkat subuh pulang magrib Jakarta itu ondel-onde Jakarta itu Pak Ogah yang setia menunggu di di tikungan jalan Jakarta itu jerit klakson mobil Jakarta itu angkot tua yang batuk-batuk mogok persis di tengah jalan Jakarta itu terhimpit ka-er-el yang menunggu sinyal keberangkatan.


Berulang kali kuulangi larik demi larik pada halaman 124 Hujan Bulan Juni. Berulang kali pula aku tersenyum sendiri. Apa yang dituliskan Sapardi Djoko Damono pada lembar terakhir bab ketiga novel tersebut sangat mewakili perasaanku. Tapi itu dulu, sekitar 5 tahun yang lalu, saat gundah gulana bergelanyut tak menentu.

Jalan-jalan ke Museum dengan Anak? Bisa!

|

Tips ke Museum dengan Anak


"Buk, bisa banget sih, DuoNaj diajak ke museum? Coba anakku, hm.. pasti udah ribut."

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan seperti itu dari temna-teman. Baik pembaca blog yang kebetulan mampir di postingan saya tentang jalan-jalan. Atau teman dekat yang melihat update-an saya baik di ig maupun facebook.

Kalau boleh jujur sih, itu pun nggak seindah yang teman-teman bayangkan, lho. Ada juga dramanya, lha wong namanya saja sama anak-anak. Yang nangis minta sesuatu, yang tantrum karena cari perhatian, yang bosen, semua juga pernah saya alami. Itu sebabnya saya pun sempat give up dan malas jalan-jalan sama DuoNaj.

Jangankan ke museum atau arena edutrip lainnya. Main ke playground di mall atau wahana hiburan yang jelas-jelas untuk anak saja, kadang saya dan suami masih kewalahan dengan drama khas mereka. Tapi kalau diturutin, ya nggak bakalan ada habisnya sebelum mereka tumbuh besar. Justru mungkin saya akan menyesal karena tidak segera membuat kebiasaan baru untuk mereka.

Mengunjungi Museum Wayang di Komplek Wisata Kota Tua

|
Museum Wayang
Display rangkaian cerita wayang Ramayana


Masih dalam rangka jalan-jalan Jakarta. Bertepatan dengan libur Imlek yang lalu kami sekeluarga mengajak DuoNaj ke Museum Wayang yang terletak di komplek Wisata Kota Tua. Sebenarnya saya dan suami pun belum pernah menginjakkan kaki di bagian dalam museum. Jadi pas banget edutrip kali ini tidak hanya ditujukan untuk DuoNaj, tapi juga BukNaj dan PakNaj.

Tepat pukul 13.30 kami tiba di pelataran Kota Tua. Setelah istirahat sebentar selepas perjalanan dari Petak Sembilan. Kami pun memutuskan untuk membeli tiket masuk museum yang telah dipadati pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan.

Imlek di Petak Sembilan

|
Imlek di Petak Sembilan

Tanah masih basah saat kami berempat melangkahkan kaki ke luar rumah. Pagi itu gerimis kecil kembali turun di Jakarta, setelah sehari sebelumnya hujan deras mengguyur selama berjam-jam. Saya yang tipe prepare abis tak lupa membawa perlengkapan, bekal dan baju ganti karena khawatir hujan deras kembali mengguyur ibukota. Kata orang, biasanya kalau Imlek bakalan hujan seharian. Tapi sepertinya tidak untuk hari ini.

Seperti yang telah direncanakan sehari sebelumnya, kami akan mengajak DuoNaj ke daerah pecinan di wilayah Jakarta Barat. Sebenarnya ide ini datangnya murni dari saya. Tapi setelah saya sampaikan kepada anak-anak dan suami, mereka pun menyambutnya dengan antusias. Akhirnya deal! Daerah Glodok pun menjadi destinasi long weekend di pertengahan bulan ini.

Ritual Cantik saat Traveling

|

Tips cantik saat traveling


Perempuan dan keinginan untuk  tampil cantik  memang susah untuk dipisahkan. Tak hanya saat di kantor, menghadiri resepsi, arisan atau berkumpul dengan teman. Rasanya perempuan selalu ingin tampil cantik atau setidaknya enak dipandang. Bahkan saat sedang traveling pun hal seperti ini tetap mendapatkan perhatian, lho.

Masalahnya, definisi cantik bisa jadi sangat relatif dan berbeda bagi setiap orang. Itu pula yang menyebabkan ritual kecantikan setiap perempuan berbeda. Terlebih saat sedang melakukan traveling. Ada yang memilih simple make-up untuk menemani acara jalan-jalannya. Tapi tidak sedikit juga yang mampu bermake-up paripurna meskipun sedang traveling di negeri orang. Hm, saya suka kagum dengan perempuan yang seperti ini.

Travelling Benefits for Old Couple

|



Traveling bersama pasangan memang selalu memberikan manfaat bagi kelangsungan hubungan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan. Bagi pasangan baru aka new couple, cara ini sangat baik untuk mengenali karakter dan kebiasaan satu sama lain, yang pada awalnya mungkin tidak pernah ditunjukkan. 

Selain itu, traveling bersama bagi pasangan baru juga cenderung lebih mudah dan possible. Beda dengan old couple seperti saya yang sudah memiliki dua anak kecil. Terlebih tinggal tanpa ART atau anggota keluarga lain yang bisa dimintai tolong untuk menjaga anak-anak. Bisa mojok berdua saja rasanya sangat istimewa, apalagi jika bisa merencanakan second honeymoon. Wow! Rasanya seperti mimpi bagi saya.

7 Destinasi Wisata Alam di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

|
Wisata alam di Jakarta


Satu hal yang mungkin Teman-teman pikir akan sulit ditemukan di Jakarta adalah berwisata dengan nuansa alam.  Iya atau iyes? Dulu sebelum memutuskan hijrah ke Jakarta, saya pun memikirkan hal serupa. Rasanya berat untuk memasuki Jakarta yang identik dengan gedung bertingkat dan mall-mall besar. Apalagi saya yang berasal dari Magetan sudah terbiasa dengan sawah dan gunung yang bisa setiap hari saya nikmati dari depan rumah saja. Hmm, apa iya saya bakalan betah tinggal di Jakarta?

Tapi itu dulu, sekitar 5 tahun yang lalu. Setelah akhirnya resmi menjadi warga DKI, ternyata saya sangat betah tinggal di kota ini. Selain fasilitas umum yang lumayan lengkap dan mudah diakses siapa saja, ternyata Jakarta pun sangat memahami kebutuhan warganya untuk berekreasi dengan konsep alam.

Kota Pelajar yang Membuatku Belajar Kehidupan

|
Yogyakarta
"Pulang" ke Yogya untuk mendaki Merapi sebelum mengubah status menjadi istri


Pukul 4 sore gerobak kayu sudah didorong menuju tempat biasa mangkal. Di ujung jalan, tepat sebelum belokan menuju pertigaan arah Hotel Ambarukmo, sang istri sudah lebih dulu membersihkan tempat jualan mereka. Menyiram tanah dengan air agar nantinya tak berdebu ketika disapu. Mengumpulkan sampah kemudian memasukkannya dalam tas kresek warna hitam untuk nantinya dibuang bersama sampah sisa jualan.

Beberapa saat kemudian sang suami pun tiba. Maka dengan seksama dihampirinya sang suami untuk membantu menyeberangkan gerobak kayu menuju tempat yang telah disiapkannya. Beberapa kayu dan batu bata telah disiapkan sebagai penyangga gerobak agar tak mudah rubuh ketika pembeli berdesakan. Terpal warna oranye pun dipasang di bagian depan dan belakang gerobak, sebagai persiapan jika sewaktu-waktu Tuhan mengguyurkan airnya dari langit.

Kopi Rolas, Warung Kopi Bergaya Rumah di Utara Yogyakarta

|
Review Warung Kopi Rolas di Sleman Yogyakarta



Siapa yang suka ngopi? (*angkat tangan). Ya, saya sangat suka minum kopi. Meskipun bisa dibilang enggak paham tentang kopi. Jangankan filosofinya, jenis-jenisnya aja saya selalu tanya sama abang yang jualan.

"Mas, kalau yang di toples ini jenis apa? Rasanya gimana? Asem nggak? Bedanya sama yang itu apa?"

Gitu terus tiap ke pasar. sampai mungkin abangnya eneg jawab pertanyaan saya. Tapi kayaknya enggak, sih. Karena dia enggak pernah judes, selalu sabar dan senyum saat jawab pertanyaan saya. Itulah yang bikin saya dan suami selalu balik ke toko kopi yang satu itu. Soalnya, ya cuma toko itu yang paling lengkap jenis kopinya, alias gak ada pilihan lain. Hahaha

Traveling Gaya Koper Otak Ransel? Bisa Dong!

|

Traveling gaya koper atau ransel?
Pexel.com



Koper atau ransel, manakah gaya traveling Teman-teman?


Kalau pertanyaan ini harus saya jawab sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu, pastilah jawabannya ransel. Saat masih muda apalagi lajang, traveling bagi saya harus identik dengan yang simple, ringkas, penuh petualangan dan sebisa mungkin berbujet minimalis.

Tapi dengan kondisi bepergian bersama balita seperti saat ini, rasanya pilihan ini sudah tidak lagi relevan. Dari segi barang bawaan saja sudah tidak mungkin ringkas. Mau terlalu banyak petualangan juga harus berpikir ulang, karena untuk saat ini kenyamanan adalah prioritas utama saat traveling bersama keluarga, terutama dengan anak-anak.

Sebenarnya kalau mau dibilang full koper juga nggak terlalu relevan sih. Karena kami pun pernah beberapa kali melakukan traveling dengan ransel ala backpacker. Meskipun nggak bisa juga disebut backpacker murni.

Apa Saja yang Sebaiknya Diperhatikan Orang Tua Saat Berlibur dengan Anak?

|

Berlibur dengan anak


Berlibur dengan anak biasanya identik dengan barang bawaan yang banyak, ribet, rewel, nggak bisa cepat, dan masih banyak lagi alasan atau keluhan yang membuat orang tua berpikir dua kali untuk berlibur dengan si bocah.

Maka dari itu artikel tentang traveling dengan anak biasanya selalu diminati. Mulai tips dan trik mempersiapkan liburan dengan anak, alternatif tujuan wisata ramah anak, memilih transportasi yang nyaman untuk anak, sampai bagaimana membuat anak tenang selama perjalanan.

Kali ini saya tidak ingin membahasnya satu-persatu, karena sudah banyak travel blogger yang mengulasnya lebih mendetil dan lengkap.  Saya ingin berbagi pengalaman saja, sebenarnya apa saja yang sebaiknya diperhatikan orang tua saat sedang berlibur dengan anak?

Mau Berlibur Tanpa Khawatir Rekening Kebobolan? Begini Caranya.

|
Tips Traveling murah
Gambar : Pexel.com


"Wah, BukNaj lagi banyak duit, nih? Aku perhatiin sering banget traveling sama keluarga."

Begitu mendapat komentar kayak gini, respon pertama saya tentu saja mengucap syukur, alhamdulillah! Bersyukur banget ada yang doain baik-baik.  Bersyukur banget dimampukan untuk traveling. Karena memang kesempatan seperti ini tidak semua orang bisa mendapatkannya. 

Bukan, bukan hanya tentang materi yang menyebabkan traveling itu bisa terealisasi. Tapi niat dan kemauan untuk ribet atau bersusah payah selama traveling juga tidak semua orang memilikinya. Maka saya sangat bersyukur ketika akhirnya mampu membiasakan diri dan anak-anak untuk berada dalam kondisi tersebut. Sehingga acara traveling entah jarak jauh ataupun jarak dekat kami usahakan menjadi agenda tetap.

Mojosemi Forest Park - Wisata Alam di Ujung Barat Kota Magetan

|


Mojosemi Forest Park

Mengunjungi tempat wisata dengan konsep alam sepertinya sedang menjadi  trend di tengah -tengah masyarakat. Tekanan tinggi di tempat kerja, terjebak dalam rutinitas harian, ritme hidup yang sangat cepat dan masalah polusi sering kali dijadikan alasan bagi sebagian besar masyarakat urban untuk meninggalkan hiruk pikuk kota. Maka menepi ke daerah pantai, gunung atau pedesaan adalah destinasi traveling yang paling diminati kala mendapatkan cuti atau libur panjang saat hari raya dan akhir tahun tiba.

Sebagai penduduk dengan identitas diri warga ibukota. Saya dan suami pun merasakan tekanan yang sama seperti halnya masyarakat urban pada umumnya. Hal semacam itulah yang akhirnya membulatkan rencana kami untuk mengakhiri 2017 dan membuka 2018 dengan menyepi di kampung halaman.

Bersyukur, kami berdua memiliki kampung halaman yang sama. Magetan, sebuah kota kecil di kaki Gunung Lawu adalah tempat di mana kami selalu terpanggil untuk pulang. Tak sekedar untuk merasakan kembali aroma desa, atau menikmati hawa sejuknya. Tapi kali ini kami telah merencanakan mengunjungi salah satu destinasi wisata alam baru di Magetan.

Yuk, Cari Tahu Gaya Belajar yang Paling Efektif untuk Anak!

|
Gaya belajar anak seperti pintu pembuka. Setiap informasi yang masuk lewat pintu yang terbuka lebar, akan memudahkan anak memahami informasi tersebut. Pada puncak pemahaman, informasi tersebut akan masuk ke dalam memori jangka panjang dan tak terlupakan seumur hidup (Orangtuanya Manusia)

Gaya belajar anak

Pernahkah Teman-teman memerhatikan gaya belajar anak, murid, keponakan atau adiknya? Apa pendapat kalian tentang gaya belajar mereka? Serius atau cenderung santaikah?

Saya sendiri sudah sejak lama senang mengamati gaya belajar anak-anak. Pengalaman 10 tahun lalu saat harus mengajar satu kelas dengan mayoritas siswa yang memiliki kecenderungan kinestetik dan auditori. Memaksa saya yang saat itu belum memiliki pengetahuan apapun tentang macam-macam gaya belajar anak untuk mencari tahu dan mengamati dengan seksama.

Ada beberapa anak yang selalu minta diajak berkegiatan di dalam kelas. Setiap materi inginnya dilakukan dengan permainan. Bahkan di kelas pun mereka sangat jarang duduk di tempatnya. Beberapa anak yang lain sangat senang diperdengarkan cerita. Entah itu harus saya yang membacakan, atau menggunakan pemutar audio sehingga kami sama-sama mendengarkan materi.

Lakukan 7 Hal Ini agar Nyaman Berkereta Api Ekonomi dengan si Kecil

|
tips nyaman berkereta api ekonomi


Bepergian dengan moda transportasi darat, khususnya kereta api sepertinya sudah menjadi primadona baru di masyarakat kita. Terlebih bagi mereka yang rutin melakukan perjalanan di sepanjang wilayah kepulauan Jawa yang telah difasilitasi dengan jalur kereta api ke berbagai kota. Selain cepat, tepat waktu, nyaman dan bersih. Dari segi harga, tiket kereta api sangat variatif dan bisa menyesuaikan dengan bujet masing-masing. 

Kalau kebetulan sedang banyak rezeki, bolehlah sesekali merasakan kenyamanan bangku empuk kelas eksekutif. Tapi kereta ekonomi pun enggak kalah pamor, loh, meskipun tarif yang ditawarkan jauh di bawah kelas bisnis atau eksekutif. Selain bersih dan cukup nyaman, waktu tempuhnya pun tak beda jauh dengan kelas kereta lainnya. Kalau enggak salah hanya terpaut  satu jam saja.

Saya pribadi tipe yang gemar berkereta ekonomi. Selain tentu saja sangat menghemat bujet, suasana kereta yang cenderung merakyat membuat saya enggak gampang bosan. Karena biasanya antar penumpang bisa dengan mudah berkenalan dan berbagi cerita.


Damar Aisyah's Blog di Tahun 2017 dan Mau Ngapain aja di 2018

|

Blogging


Halo Teman-teman. Apa kabar 2018? Karena ini postingan pertama di awal tahun. Bolehlah ya, BukNaj say hi dulu sebagai pemanasan, hehehe. Ceritanya kemarin liburannya terlalu lama. Akhirnya muncul kembali penyakit malas dan santai-santai unfaedah. Jadilah butuh BOOM yang akhirnya memaksa BukNaj segera menggelar laptop kembali. 

Mau tahu nggak BOOM-nya apaan? Hiks, sebenarnya ini lumayan tragis, karena DA saya turun 3 angka. Padahal saya baru saja melamar untuk sebuah pekerjaan. Dengan percaya diri, saya pun menuliskan angka DA sebelumnya. Begitu kemarin sore saya cek angkanya turun 3, berasa nyut-nyutan di kepala. Waduh, pengen pijat kening rasanya.

Blogging


Tapi ya sudahlah. Mau sampai kapan nangisin yang begituan. Sudah saatnya bangkit dan mengakhiri liburan ngeblog yang lumayan panjang. Ya, saya memang sengaja meliburkan diri dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena ingin meluruskan kembali niat awal ngeblog. Eciyeh, macam rambut saja rupanya, minta dilurusin. Hehehe.

Akhir tahun 2017 lalu saya merasa mulai nyeleweng dari niat awal ngeblog. Buktinya saya suka uring-uringan kalau enggak berhasil posting sesuai target. Masih suka ngarep menang lomba juga, padahal niatnya hanya uji nyali. Suka berburu job, padahal belum berniat memonetisasi blog. Nah, kan! Mulai ketahuan nyelewengnya sudah kemana-mana.

Baca cerita saya mendapatkan Invoice Pertama dari Ngeblog

But, anyway. Saya enggak munafik, ya. Banyak hal dalam dunia blogging ini yang memang sangat menarik dan menggiurkan. Mulai tawaran job, kenaikan PV, menang lomba sampai branding diri rasanya sangat sulit untuk saya tolak begitu saja. Hingga akhirnya rutinitas blogging yang harusnya untuk suka-suka, kadang-kadang kayak ada beban. Karena ada keinginan lebih dari sekedar menulis dan berbagi cerita.

Saya masih ingat betul, sejak awal saya berkomitmen menjadikan blog sebagai rumah kedua, rumah di dunia maya. Blog adalah tempat untuk mengasah keterampilan menulis, melenturkan gaya bertutur, menuangkan ide dan gagasan, juga mengumpulkan dokumentasi diri dan keluarga.


Eh, ternyata saya khilaf kebablasan. Habis gimana, ya. Khilaf itu biasanya enak, sih. Jadinya suka keterusan. Begitu sadar, akhirnya memutuskan untuk libur sementara. Sekedar untuk mengevaluasi diri dan memastikan kembali apa-apa yang ingin saya lakukan dengan aktivitas blogging di tahun 2018.



2017 yang Menguras Energi


Oke, kalau boleh jujur, 2017  itu sebenarnya sangat menguras tenaga. Selain fokus memperbaiki blog, mulai ganti TLD, ganti template, belajar ini dan itu. Saat itu saya masih terikat kontrak dengan portal perempuan Emakpintar.Asia yang sekarang telah berganti menjadi Emakpintar.Org. Di samping itu saya masih ikut beberapa proyek buku antologi, menerima pesanan artikel dan menulis untuk FP.

Blogging

Pertengahan tahun 2017 saya juga mulai mendapat tawaran job review, content placement dan yang paling sering itu buzzer. Menjelang akhir tahun semakin padat lagi, karena saya menerima job copywriting untuk satu akun instagram. Kebayang kan, mesti rutin bikin postingan setiap hari?  

Artikel review saya yang pertama: Ngemil Enak dan Sehat dengan Mola Granola

Tapi sebenarnya worth it banget, loh. Secara materi sih so pasti lah ya. Tapi enggak cuma itu, karena saya pun mendapatkan banyak pengalaman baru dan sangat berguna untuk menambah portofolio. 

Buat Teman-teman yang terbiasa bekerja dengan deadline, tentu saja hal seperti ini sangat mengasyikkan. Saya pun sebenarnya sangat menyukainya, karena challenging banget. Tapi rasanya terlalu menguras energi kalau dibarengi harus momong duo bocil dan PakNaj yang nggak mau istrinya begadang. Jadinya fix, 2018 gak boleh maruk lagi.

Maruk? Ya, saya sadar tahun lalu itu terlalu maruk. Hingga kadang kalau kecapekan saya malah jadi blank dan lemot akut. Duh, nggak lagi kerja model begini. Makanya selama liburan kemarin saya lebih banyak kontemplasi. Maunya apa sih, BukNaj nih?




2018 untuk Langkah yang Terukur dan Terarah



Blogging


Nah, begitu dapat BOOM di awal tahun yang akhirnya bikin liburan ngeblognya buyar. Saya pun mulai menentukan mau ngapai aja dengan Damar Aisyah's Blog di 2018 ini.

Mau DA naik 8 angka? Iya, karena baru saja saya turun 3. Artinya saya harus balikin yang 3 ditambah 5 lagi target saya.

Mau punya 1 postingan setiap hari? Belum sanggup kalau sekarang. Targetnya 12 postingan per bulan. Means, seminggu 3 postingan baru.

Mau ternak blog? Mungkin, khususnya untuk postingan tentang resensi. Tapi masih galau, karena resensi ini kasih sumbangan PV yang lumayan banget di blog damaraisyah.com

Mau ikut semua lomba? Enggak, tahun ini target saya maksimal 2 lomba  saja per bulan. Maksimal ya, bisa jadi hanya 1 lomba saja.

Mau rapihin blog? Ya, benar. Mau ngecek broken link, rapihin kategori postingan, update media kit.

Mau perbaiki kualitas konten? Ya, benar. Ini yang paling penting karena sejak awal niat ngeblog untuk berlatih menulis.

Mau ambil job? Ya, yang sekiranya saya mampu dan blog saya sudah pantas untuk menerimanya saja (tau dirilah.

Tapi yang paling penting, saya ingin lebih, lebih dan lebih enjoy lagi dalam ngeblog. Ingin lebih nyaman dalam menulis blog post. Enggak pengen dikejar deadline meskipun tetap membuat target jumlah postingan. Enggak pengen teriak-teriak sama anak gara-gara belum posting. Juga Enggak pengen berantem sama suami hanya karena harus begadang untuk kejar deadline. 


Blogging

Ya, intinya saya ingin mempersiapkan stamina yang lebih besar untuk bertahan di dunia blogging. Karena saya tahu dunia ini jika digeluti secara profesional juga penuh dengan persaingan. Makanya saya ingin lebih siap secara mental dan nyaman dalam berkarya.


Sudah semacam curhat aja postingan kali ini, hehehe. Mungkin langkah-langkah saya ini terkesan justru mengalami kemunduran. Sebenarnya enggak juga, sih. Karena saya paham betul situasi dan kondisi diri yang memang kurang cocok diajak lari kencang. Mendingan pelan-pelan tapi enggak sampai berhenti lagi. Amin.

Jadi, sekian rencana saya untuk 2018. Kalau Teman-teman, rencananya mau ngapain aja sama blognya? Yuk, share di komen, ya. Happy Blogging!

Custom Post Signature

Custom Post Signature