A Story of Mom, Wife, Daughter and Active Woman

Piknik Ala DuoNaj #3 - From Sky World to Bird Park

|



Edutrip ke Taman Mini sepertinya nggak ada bosannya buat kami sekeluarga. Selain area TMII yang luas dan tidak bisa dituntaskan hanya dengan satu atau dua kali datang. Hadirnya beberapa wahana baru semakin menarik untuk dikunjungi lagi dan lagi. Begitu pun yang saya dan keluarga alami akhir-akhir ini. Setidaknya selama tahun 2017 saja, kami sudah 2 kali ke TMII. 


Sekitar awal tahun lalu, kami sengaja datang untuk melakukan edutrip ke Museum Air Tawar, Museum Serangga, dan Anjungan Provinsi Bali. Nah, pada akhir bulan April yang lalu, kami berkunjung ke Taman Burung. Berhubung anak-anak saya memang sangat suka diajak ke tempat rekreasi semacam kebun binatang. Jadi berkunjung ke Taman Burung bukanlah hal yang membosankan, meskipun sudah beberapa kali dilakukan.


Pagi sekitar pukul 07.00, kami berangkat menuju TMII dengan bekal satu tas ransel. Di dalamnya sudah lengkap mulai camilan, minum hingga makan siang. Memang sudah direncanakan bahwa nanti kami akan makan di sebelah miniatur kepulauan Indonesia. Jadi, bekal ayam bakar dan lalapan pun saya siapkan sejak malam hari sebelum berangkat.


Sengaja berangkat agak pagi agar kami dapat mengunjungi beberapa wahana sekaligus. Selain itu, pada saat kami berkunjung, ternyata bertepatan dengan perayaan ultah TMII. Jadilah harapan kami untuk mendapatkan tempat yang tidak terlalu ramai, justru malah sebaliknya, full pengunjung.

 Naik Skylift (lagi)





Sesampainya di TMII, suami  langsung mengajak naik Skylift. Sebenarnya saya dan anak-anak menolak. Karena masih pagi, kami lebih memilih jalan kaki dulu menuju Taman Burung, yang bisa dibilang areanya masih sangat jauh dari pintu gerbang utama. Tapi, dengan pertimbangan antrian belum padat, suami memaksa tetap naik Skylift dulu. Ya sudahlah, akhirnya kami ho oh saja. Daripada si ayah ngambek, bisa berabe tuh kalau ATMnya disimpen rapat, hehe …





Benar saja,  loket Skylift masih sangat sepi. Kami tak perlu mengantri bahkan untuk memilih gerbong berwarna pink yang Najwa inginkan.  Meskipun bukan kali pertama, bahkan entah sudah berapa kali. Ternyata suami masih saja ngeri. Saat Skylift mulai  meluncur ke udara, tak habis-habis dia berdoa, wajahnya pun nampak tegang. “Oalah, Yah, Ayah. Orang Ayah aja takut, ngapain ngajak kita-kita?” celetukan Najwa kontan saja membuat kami tertawa kompak. Hahaha ...


Selesai tes nyali di Skylift, kami langsung berjalan kembali ke arah Taman Burung. Meskipun masih pagi, panasnya sudah sangat menyengat. Anak-anak pun mulai rewel minta gendong kami berdua. Sedangkan trem yang kami harapkan bisa mengantar sampai lokasi yang diinginkan, tak juga muncul bersama gerbong terbukanya.


Di luar perkiraan kami, ternyata wahana Sky World yang beberapa waktu lalu Najwa pelajari melalui Majalah Bobo terletak tidak  jauh dari statsiun Skylift. Saya dan Najwa sudah pasti sangat tertarik untuk ke sana. Tapi, kami perlu persetujuan anggota edutrip yang lain. Yaitu Mbah Uti, Ayah dan Najib yang sepertinya sudah mulai ngantuk.


Untungnya semua mengiyakan. Maka kami pun bergegas membeli tiket yang harganya lumayan mahal juga. Hem … Semakin penasaran apa saja fasilitas yang ditawarkan di dalamnya. Oh ya, Sky World ini masih dalam tahap renovasi ya, Temans. Jadi memang masih belum full fasilitasnya. Hanya saja ada satu wahana yang benar-benar menarik untuk dikunjungi kembali. DuoNaj saja girang nggak karuan, apalagi ibu bapaknya, hihihi …



Mampir ke Sky World.




Begitu masuk pintu yang didesain seperti pintu pesawat luar angkasa. Kami langsung disambut dengan replica baju astronot yang bisa dipakai untuk berfoto. Tapi kami sengaja melewatkan yang satu ini. Dan langsung saja masuk untuk melihat apa saja yang dipamerkan di dalam. 


Ada berbagai foto peninggalan sejarah masa lalu. Kondisi alam, langit, dan kehidupan masyarakatnya, lengkap dengan penjelasan di setiap foto. Sayangnya, untuk DuoNaj hal ini masih terlalu “berat”. Sehingga mereka malah rewel saat dijelaskan. 


Akhirnya kami pun melewatkan beberapa hal menarik. Seperti gambaran kehidupan di Mars, mencoba teropong bintang, dan melihat berbagai penjelasan tentang susunan planet di tata surya. Segera kami menuju ruang tempat dipamerkannya replika roket, satelit dan baju-baju astronot.






Tak lama di ruang tempat replika roket, satelit dan pakaian astronot. Kami pun bergegas ke area replika Indo Trek. Kami pun berfoto ala-ala pemain Star-Trek. Sayangnya nggak bisa lama, karena sekarang giliran Najwa yang rewel pengen segera menonton gambar 5 Dimensi. Padahal, dalam hati kami agak khawatir mereka histeris. Karena beberapa anak sudah menangis dan minta keluar dari ruang pertunjukan.



Seru dan Mendebarkan, DuoNaj Ketagihan ke Bioskop 5 Dimensi


Tiba giliran kami untuk masuk ke bioskop 5 dimensi. Kali ini Mbah Uti menolak untuk ikut bersama kami. Agak khawatir goncangan dan teriakan di dalam menyebabkan vertigonya kambuh kembali. Maka Mbah Uti lebih memilih duduk di sebelah kolam renang anak sambil menikmati camilan dan minuman yang kami bawa dari rumah.



Di dalam bioskop, kami segera mengatur strategi agar ketika DuoNaj rewel lebih mudah untuk membawanya keluar. 4 Kursi paling belakang dan dekat pintu keluarlah yang menjadi pilihannya.  Maka segera setelah duduk dan mengikat diri ke kursi, kami pun memakai kacamata 5 dimensi dan siap bertualang.


Perjalanan fantasi ala luar angkasa kali ini memang sangat mendebarkan. Menarik, sekaligus menantang dan mengasyikkan. Beberapa kali kami dikejutkan dengan atraksi jatuh dari pesawat, tabrakan dengan kereta, melewati kawah panas, dan masih banyak lagi yang membuat kami berteriak dengan kompak bersama belasan pengunjung yang lainnya. Di luar dugaan kami, ternyata DuoNaj sangat menikmatinya, bahkan nggak mau diajak keluar. 


Wahana Sky World ini lumayan lengkap juga. Selain wisata luar angkasa yang menjadi daya tarik utamanya. Di bagian lain terdapat simulasi luar angkasa, kiddie pool, dan beberapa arena bermain yang lain.  Karena waktu yang terbatas untuk segera menuju Taman Burung. Maka kami pun tak sempat menyambanginya satu-persatu. Jadilah rencana ke Sky World tahap 2 sudah ada dalam agenda edutrip keluarga.


Setelah istirahat dan puas berfoto-foto di sana, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Burung yamg sebenarnya menjadi destinasi utama.


Makan Siang di Pinggir Danau


Berjalan menyusuri anjungan Aceh yang terletak berseberangan dengan Sky World. Membawa kami ke danau buatan dan replika kepulauan Indonesia. Kami pun tak mau melewatkan untuk makan siang di sana. Setelah menyewa tikar, kami  bersiap membuka ransel dan mengeluarkan lalapan dan sambal terasi sebagai pendamping ayam bakar. 




Rupanya bukan orang tua saja yang kelaparan. DuoNaj dengan lahapnya menghabiskan dua bungkus nasi jatah mereka tanpa banyak bicara. “Enak banget, kapan-kapan kita maem di sini lagi ya.?” Begitu kata Najwa diikuti anggukan dari adiknya.


Bercengkrama dengan Kakak Tua






Masih lumayan jauh jarak yang harus kami tempuh menuju Taman Burung. Dan rupanya kami memang sedang tidak berjodoh dengan trem keliling. Jadilah kami berjalan sampai di pintu masuk taman. Segera kami membeli tiket yang ternyata sedang ada program diskon. Beli 1 bisa dipakai untuk 2 pengunjung. Lumayan banget pokoknya.  




Karena edutrip ini sudah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya. Jadilah saya dan suami sudah banyak membahas burung dan segala macamnya dengan anak-anak. Cara ini sangat efektif untuk menarik minat mereka, dan memberikan kesan yang mendalam sebagai salah satu bentuk memasukkan materi melalui pengalaman nyata.




DuoNaj begitu terkesan dengan Kakak Tua Jambul Kuning yang terus-terusan menirukan suara mereka. Atau burung Merak yang sukses mematok hp ayahnya hingga jatuh ke tanah. Belum lagi seekor Elang yang dengan sigap melarikan diri saat hendak diajak berfoto oleh Najib. Dan masih banyak lagi yang membuat mereka berdua terkagum-kagum dengan kehidupan yang selama ini mereka tonton dari layar kaca.  Di rumah, kami memang lebih sering menonton Animal Planet ketimbang ratusan channel lainnya.


Edutrip Sebagai Sarana Belajar dalam Dunia Nyata




Momen edutrip ke Taman Burung bukan hanya untuk bersenang-senang, refreshing bagi kami orang tua. Tapi juga menjadi sarana edukasi dalam kehidupan nyata. Di situ kami berkesempatan menjelaskan betapa besarnya Kuasa Allah dengan segala penciptaannya


Dari contoh burung saja, DuoNaj sudah bisa ditunjukkan betapa Allah menciptakan segala hal dengan penuh kesempurnaan. Aneka burung dengan berbagai warna, bentuk paruh dan kaki dan kelebihannya. Tak ubahnya manusia dengan segala kelebihan yang seharusnya disadari dan memberikan keistimewaan pada dirinya.


Kami juga berkesempatan menjelaskan berbagai tingkah burung yang seolah merasa terkekang dalam sangkarnya. Bahwa seharusnya burung-burung tersebut hidup dan terbang bebas di angkasa. Namun karena harus menjaga keselamatannya dari pemburu. Dan untuk kepentingan lain semisal penelitian atau pendidikan. Maka burung-burung ini harus menderita di dalam sangkar.


Kesempatan ini kami manfaatkan untuk mengajarkan pada anak-anak untuk mencintai,merawat dan melindungi sesama ciptaan Allah. Menyedihkan bukan, jika ketika mereka dewasa nanti jumlahnya semakin berkurang? Anak-anak harus dijelaskan sedini mungkin betapa pentingnya mencintai dan melindungi sesamanya.


Setelah kelelahan mengelilingi 2 kubah raksasa, kami pun memutuskan untuk mengakhiri edutrip kali ini. Menumpang trem yang kebetulan lewat di depan Taman Burung, kami segera saja naik bersama beberapa pengunjung lain untuk menuju pintu depan TMII.


Capek berat, tapi terbayar lunas dengan antusiasme dan wajah ceria anak-anak.  Kami pun pulang dan menantikan jadwal ke TMII selanjutnya. 


Oh ya, di bagian akhir ini saya tambahkan info harga tiket masuknya ya.


-          Tiket masuk TMII Rp. 10.000,-/orang

-          Tiket Skylift Rp.40.000,-/orang (balita 3 tahun ke atas).

-          Tiket masuk Sky World Rp.60.000,-/orang

-          Tiket masuk Taman Burung Rp.10.000,-/orang (balita 3 tahun ke atas).

-          Tiket term Rp.10.000/orang untuk tiga kali naik term yang berbeda (balita 3 tahun ke atas).


Nah, kalau Temans. Wahana apa yang pernah dikunjungi di TMII? Share yuk, biar jadi rekomendasi tambahan buat DuoNaj.  


















2 comments on "Piknik Ala DuoNaj #3 - From Sky World to Bird Park"
  1. waaaahhhh seru banget mba damar, ternyata TMII ini banyak sekali tempat yang menarik ya..

    aku hanya sekali ke sana nd enggak maksimal. postingan yang menarik, terima kasih sudah berbagi mba :)

    ReplyDelete
  2. Baru tau ada sky world di TMII hehe kudet aku
    apan2 ke sana ah ajak anak2 TFS :D

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Jika Temans merasa artikel ini bermanfaat, feel free to share and leave a comment ya. ^_^

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9