A Story of Mom, Wife, Daughter and Active Woman

Sehat dan Segar dengan Sebotol Me-Time

|


IG : @metimeid_

"Mom, I can't live without milk." Begitu mungkin yang diucapkan anak-anak kalau sampai stok susu untuk mereka saya hentikan. Ya, dua anak saya benar-benar susah dipisahkan dengan susu. Kapan pun mereka mau, stok susu UHT harus selalu ada di kulkas. Sampai-sampai, nih, mereka berdua bisa banget nggak makan berat seharian cuma gara-gara minum susu. Bisa  ditebak, dong, seberapa tergantungnya mereka sama protein hewani yang satu ini.

Tapi, kalau dipikir-pikir saya pun  sejenis sama mereka. Dari kecil saya hobi banget minum susu sapi. Kata ibu saya varian susu apapun saya nggak pernah nolak saking doyannya. Mau itu UHT, susu bubuk, krim kental manis atau yang dulu lebih dikenal dengan SKM. Semuanya pasti saya minum tanpa perlu bertanya jenis susu apa yang tadi dibuat. 


Susu Sapi dan Jerawat di Wajah



Saya sampai pernah mengalami kelebihan asupan susu di waktu kecil. Pada saat itu urine jadi nggak bening dan meninggalkan bekas putih di lantai. Ibu saya pun buru-buru mengurangi jatah susu untuk saya dengan berbagai alasan. Parahnya, intoleransi pada susu sapi ini kembali saya alami selepas usia remaja. Kali ini justru menyerang daerah wajah, karena setiap saya rutin mengonsumsi susu sapi. Setiap itu pula jerawat mulai bermunculan di wajah saya.

Dalam sebuah laman berita kesehatan yang saya baca. Salah satu penyebab jerawat adalah konsumsi susu atau makanan dan minuman yang mengandung protein whey. Nah, susu sapi mengandung insulin dan  hormon pertumbuhan IGF-1. Yang mana kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh akan memberi sinyal pada faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah. (Melnik, 2011).



Mencari Alternatif  Susu Non Hewani 

IG: @metime-id

Sejak mengetahui salah satu fakta tersebut, saya pun berusaha mencari produk olahan susu berbahan dasar protein nabati.  Pilihan saya pun jatuh pada susu kedelai yang dijual abang tukang tahu. Setiap dua hari sekali, dengan setia dia mengantarkan susu ke rumah saya. 

Susu kedelai yang diantarnya memang masih hangat. Dia bilang baru matang kemudian langsung diantarkan. Tapi lama-lama saya ngeri juga dengan kemasan plastiknya. Merasa kurang higienis saja, apalagi nggak bagus juga kan kalau cairan panas langsung masuk ke plastik pembungkus gitu? Selain itu saya pun mulai bosan dengan rasanya yang tawar-tawar aja. Kadang sampai nggak berselera dan akhirnya dibuang percuma.

Iseng-iseng saya pun browsing produk olahan susu berbahan dasar kacang almond. Sebenarnya saya pertama kali mendengar susu jenis ini justru dari acara masak-masak di televisi. Dalam salah satu program yang jadi favorit saya tersebut, sang cheff selalu menggunakan susu almond yang diklaim lebih sehat, kaya manfaat dan bisa untuk menurunkan berat badan. Alasan yang terakhir ini yang bikin saya semakin penasaran. Maklumlah, obsesi langsing, nyatanya langsungan, hehehe.


Fakta tentang Susu Almond

Balik lagi ke susu almond, ya. Jadi nih, saking penasarannya sama susu almond. Saya pun cek dulu kandungan apa saja yang ada dalam biji almond. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, karena kacang almond memang bahan pangan syarat nutrisi. Kacang almond mengandung serat pangan, lemak tak jenuh, beberapa jenis vitamin B, E dan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, zat besi dan zinc. Semuanya tentu saja bermanfaat untuk tubuh kita.

Fakta lainnya, kacang almond tidak mengandung kolesterol karena tidak berasal dari protein hewani. Itu sebabnya susu almond tidak menyebabkan kegemukan, penyakit kolesterol, jantung, dan kandungan vitamin E-nya sangat baik untuk merawat kulit.



Mengapa Memilih Me-Time Raw Almond Milk?


IG:@metime_id


Nah, untungnya sekarang ini banyak produk berlabel sehat dengan proses pengolahan yang sangat mendekati olahan rumahan atau homemade. Salah satunya untuk produk susu almond. Misalnya saja produk Raw Almond Milk milik sebuah brand lokal yang menggunakan nama Me-Time sebagai merek dagangnya.

Me-Time Raw Almond Milk ini cenderung beda, karena mereka memiliki aneka varian rasa. Seperti plain, sweet original, kurma, matcha, cinnamon, kelapa, vanila dan cokelat. Me-Time Raw Almond Milk juga sangat alami, karena dalam proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan pilihan. Bahkan untuk varian rasa seperti kurma, kelapa, vanila, kayu manis atau cinnamon, Me-Time tetap mengupayakan penggunaan bahan alami


Teman-teman juga nggak perlu khawatir kandungan vitaminnya rusak akibat proses yang berlebihan. Karena Me-Time Raw Almond Milk tidak melalui proses pemanasan, pasteurized, tanpa pengawet dan bahan perasa buatan. Semuanya  dibuat dengan mengedepankan unsur kesehatan dan tentu saja fresh to drink.

Spesialnya lagi,  Teman-teman bisa request Chia Seed atau gula Tropicana, loh. Teman-teman udah tahu, kan, manfaat si kecil chia seed ini? Selain omega 3, zat besi dan kalsiumnya lebih tinggi. chia seed juga merupakan sumber makanan antioxidant. Sehingga sangat bagus untuk menangkal radikal bebas. 

Dengan penggunaan gula Tropicana, susu almond yang dikonsumsi pun semakin sehat karena gluten free. Tapi tentu saja dengan pemesanan khusus, ya. Jadi teman-teman wajib kontak dulu ke bagian pemesanan.


Me-Time Raw Almond Milk Boleh Dikonsumsi Siapa Saja?


IG: @metimeid_


Kandungan dalam sebotol susu sehat ini sangat bagus untuk ibu hamil dan menyusui. Vitamin dan omega 3 di dalamnya sangat bermanfaat untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. begitu pun halnya ketika dikonsumsi saat teman-teman menyusui. Karena selain kaya vitamin yang dapat diserap bayi melalui ASI, Me-Time sangat bagus untuk menjaga berat badan ibu baik saat menyusui maupun saat sedang hamil.

Bukan itu saja, Me-Time Raw Almond Milk juga bagus untuk melancarkan pencernaan, menjaga tekanan darah dan kolesterol normal, aman untuk penderita diabetes ( khususnya varian plain dan tanpa penambahan gula), dan tentu saja untuk program diet dan penyembuhan.



Me-Time Soya Milk





Selain Raw Almond Milk, Me-Time juga memproduksi Soya Milk atau susu kedelai khusus untuk Teman-teman yang sangat menggemarinya.  Soya Milk sendiri sebenarnya memiliki kandungan yang lebih mendekati susu sapi dari segi protein, tapi dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

Susu kedelai atau soya milk juga mengandung vitamin D, B12, Magnesium, Zinc, Kalsium dan Omega 3. Soya milk dipercaya baik untuk mencegah osteoporosis, mengurangi gejala menopause, mengurangi risiko jantung koroner, mengurangi gejala pre-menstruasi dan sakit kepala sebelah atau migrain.




Kedua produk Me-Time ini, baik Raw Almond Milk maupun Soya Milk dikemas dengan sangat higienis dan fresh to drink. Sehingga teman-teman tidak perlu khawatir dengan kualitasnya. Me-Time Raw Almond Milk tahan 2jam dalam suhu ruangan, 3-4 jam dalam keadaan dingin, 3 hari dalam kulkas, dan 1 bulan dalam freezer.

Susu yang diproduksi di Jl. Raya Tanjung Barat No 22 Pejaten Timur,Pasar Minggu, Jakarta Selatanini dapat dipesan secara online melalui social media dan customer service Me-Time. Jika berminat, teman-teman bisa menghubungi kontak di bawah ini.


ME TIME CARE
Call Me ( Phone & WhatsApp )
0812 2764 7973 (Diah) – 085714756788 (Denny)
WA Official (CS)  : 081322292465 (ATI)

SOCIAL MEDIA CARE
Facebook : Diah Metime Instagram : Metime_Milk
Email : info@metimeid.com / metimemilk@gmail.com

Jadi, tunggu apa lagi? Buruan order biar nggak ketinggalan mencicipi minuman sehat dan nge-hitz yang satu ini. 
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Hallo! Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Semoga bermanfaat. ^-^

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post Signature