![]() |
| Aneka motif Pring Sedapur |
Keputusan UNESCO mengenai batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, tentu saja membanggakan. Namun, sudahkan batik daerah menjadi tuan di rumahnya?
Peringatan Hari Batik, yang baru saja berlangsung pada tanggal 2 Oktober lalu, tentu saja masih menyisakan kehangatan di ingatan teman-teman. Ya, begitu pula dengan saya. Rasanya kurang lengkap, kalau nggak bikin sedikit coretan tentang salah satu kain khas Indonesia ini. Apalagi, kampung halaman saya, Magetan, juga memiliki batik khas daerah. Batik Pring Sedapur atau Batik Bambu, mungkin masih terdengar baru bagi sebagian teman, meskipun sudah banyak juga yang mengenalnya.
Batik Pring Sedapur sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak tahun 1970an, dan menjadi salah satu ciri khas Kota Magetan. Kini, dengan diakuinya sebagai ikon daerah, seolah semakin mengukuhkan Magetan sebagai salah satu destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi masyarakat luas. Tidak hanya terbatas bagi masyarakat lokal. Apalagi, keberadaan Telaga Sarangan juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu tujuan wisata alam.

