Parenting Story, Mom's Life, Tips

Perbedaan Gerd dan Asam Lambung: Serupa tapi Tak Sama!

|

 




 Seringkali kita mendengar istilah "asam lambung saya naik" atau "saya kena GERD." Meski keduanya berkaitan erat dengan sistem pencernaan, secara medis ada perbedaan mendasar dalam hal frekuensi dan keparahannya. Berikut penjelasan mengenai definisi, perbedaan gerd dan asam lambung, gejala, dan cara menanganinya. 

 

Definisi Gerd dan Asam Lambung

 

Asam Lambung (Refluks Asam): Ini adalah kondisi medis di mana asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Ini bisa terjadi pada siapa saja sesekali, misalnya setelah makan terlalu kenyang atau mengonsumsi makanan yang sangat pedas.

 

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease): Ini adalah bentuk refluks asam yang sudah kronis atau parah. Seseorang dikatakan menderita GERD jika refluks asam terjadi setidaknya setidaknya dua kali seminggu dalam jangka waktu yang lama, hingga menyebabkan peradangan atau kerusakan pada kerongkongan.

 

Mengenal Perbedaan Gejala Gerd dan Asam Lambung 

 

Meskipun keduanya bersumber dari cairan asam yang sama, gejala yang muncul memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda pada tubuh.

 

Asam lambung

  • Bagi penderita maag atau asam lambung, rasa tidak nyaman pada bagian perut atas merupakan hal yang sangat sering dirasakan. Selain itu, beberapa gejala lain seperti:
  • Perut terasa penuh dan kembung meskipun baru sedikit makan.
  • Mual dan ingin muntah.
  • Sakit di antara perut dan dada
  • Sering buang angin dan bersendawa
  • Menurunnya nafsu makan

 

Gerd

  • Heartburn, rasa panas atau terbakar pada area dada akibat naiknya asam lambung pada tenggorokan
  • Sulit menelan dan tidak nyaman dan merasa seperti ada ganjalan di tenggorokan
  • Kembalinya makanan atau cairan asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan rasa asa dan pahit di mulut
  • Mengalai nyeri ulu hati lebih intens dibanding pada penderita asam lambung
  • Sesak napas hingga batuk karena iritasi pada saluran pernapasan yang diakibatkan darii naiknya asa lambung
  • Jantung berdebar lebih cepat ari biasanya karena kenaikan asam lambung.

 

Cara Mengobati dan Menangani 

 

Penanganan gerd dan asam lambung tidak dapat dipisahkan dari melibatkan kombinasi perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan yang tepat

 

Perubahan Gaya Hidup

 

  • Porsi Makan: Makan dalam porsi kecil tapi sering lebih baik daripada makan besar sekaligus.

  • Atur Waktu Tidur: Jangan langsung berbaring setelah makan. Beri jeda minimal 3 jam.

  • Posisi Tidur: Gunakan bantal ekstra agar posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut.

  • Hindari Pemicu: Kurangi kafein, alkohol, cokelat, makanan pedas, dan gorengan yang tinggi lemak.

 

Pengobatan Medis

 

Untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat, sangat disarankan untuk mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam

  1. Antasida: Untuk menetralkan asam lambung secara cepat (cocok untuk refluks ringan).

  2. H2 Blockers: (Seperti Famotidine) untuk mengurangi produksi asam lambung.

  3. Proton Pump Inhibitors (PPI): (Seperti Omeprazole atau Lansoprazole) yang lebih kuat dalam menghambat produksi asam dan membantu menyembuhkan jaringan kerongkongan yang rusak.

Catatan Penting: Jika Anda merasakan nyeri dada yang menjalar ke lengan atau rahang disertai sesak napas, segera cari bantuan medis, karena itu bisa jadi tanda masalah jantung, bukan sekadar asam lambung.

 

Tips Diet: Apa yang Harus Dimakan dan Dihindari?

 


 

 Kunci utama diet GERD bukanlah "pantang makan segalanya", melainkan memilih makanan yang rendah lemak dan tidak memicu relaksasi otot katup kerongkongan bawah (LES).

 

Makanan yang Disarankan (Ramah Lambung):

  • Sayuran Hijau: Brokoli, asparagus, kembang kol, dan bayam secara alami rendah lemak dan gula.

  • Jahe: Memiliki sifat anti-inflamasi alami dan sering digunakan untuk meredakan mual serta gangguan pencernaan.

  • Oatmeal: Sumber serat yang baik untuk menyerap asam di perut.

  • Buah Non-Sitrus: Melon, pisang, dan pir adalah pilihan aman karena tidak mengandung asam tinggi seperti jeruk atau lemon.

  • Protein Tanpa Lemak: Dada ayam tanpa kulit, ikan, atau putih telur yang diproses dengan cara direbus atau dikukus (bukan digoreng).

 

Makanan yang Harus Dibatasi (Pemicu Refluks):

  • Makanan Tinggi Lemak: Gorengan, keju berlebih, dan potongan daging berlemak dapat membuat katup kerongkongan melemas.

  • Cokelat: Mengandung bahan kimia bernama methylxanthine yang bisa melemaskan otot katup lambung.

  • Minuman Berkarbonasi: Gas dari soda bisa membuat perut kembung dan mendorong asam ke atas.

 

Rekomendasi Olahraga untuk Penderita GERD

 

Banyak penderita GERD takut berolahraga karena khawatir asam lambung naik saat bergerak. Padahal, menjaga berat badan ideal sangat penting untuk mengurangi tekanan pada perut.

 

Olahraga yang Aman (Low-Impact)

  •  Jalan Santai: Olahraga paling aman yang membantu pencernaan tetap lancar tanpa mengguncang isi perut secara berlebihan.
  •  Bersepeda Statis: Dilakukan dengan posisi tegak, sehingga gravitasi tetap membantu menjaga asam di dalam lambung.
  •  Yoga Ringan: Fokus pada pernapasan dan postur tegak.
  •  Berenang: Olahraga seluruh tubuh yang minim tekanan pada sendi dan perut.

 

Tips Saat Berolahraga

  • Tunggu 2 Jam: Jangan berolahraga segera setelah makan.
  • Hindari Olahraga High-Impact
  • Tetap Hidrasi: Minum air putih secara perlahan, jangan langsung menenggak banyak air dalam satu waktu saat jeda istirahat.

 

Kesimpulan dan Saran

 

Secara umum, perbedaan gerd dan asam lambung terletak pada frekuensi rasa sakit dan jangkauan gejalanya. Jika refluks asam biasa hanya terasa  "numpang lewat" di area ulu hati, maka GERD adalah "gangguan menetap" yang gejalanya menjalar dari dada hingga tenggorokan dan terjadi secara berulang. Mengenali sinyal-sinyal ini sangat penting agar kita tidak sekadar menelan obat maag biasa untuk kondisi yang mungkin memerlukan penanganan dokter spesialis.

 

Untuk melakukan pemeriksaan penyakit dalam secara lengkap, Anda dapat mengunjungi poli spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit EMC. Spesialis penyakit dalam merupakan salah satu spesialis unggulan di Rumah Sakit EMC karena didukung oleh dokter spesialis yang memiliki pengetahuan klinis, keahlian yang terperacaya, dan berpengalaman.

 

Selain itu, Rumah Sakit EMC memiliki beberapa cabang yang tersebar di beberapa Lokasi sehingga  dapat disesuaikan dengan tempat tinggal calon pasien. Reservasinya pun dapat dilakukan secara daring sehingga lebih praktis.

 

 

Be First to Post Comment !
Post a Comment

Haluuu Teman-teman. Terima kasih sudah berkunjung ke Blognya BukNaj. Jangan lupa tinggal komentar, ya. Begitu longgar, BukNaj pasti berkunjung ke blog Teman-teman.
Selamat membaca
Semoga bermanfaat :)

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post Signature