Parenting Story, Mom's Life, Tips

Yang Tersisa dari Asian Para Games 2018

|

Pesan Moral Asian Para Games 2018


Satu-satunya alasan yang membuatku rela menembus kemacetan Sudirman di hari kerja adalah Asian Para Games 2018. Iya, karena niatku sudah bulat untuk membawa DuoNaj menyaksikan pesta olahraga untuk penyandang difabel ini, langsung dari arenanya. Toh, kapan lagi Asian Para Games bakal digelar di Jakarta? 10 atau mungkin masih 20 tahun lagi, kan? Jadi, rasanya aku puas banget sudah membawa mereka ke Gelora Bung Karno, yang disusul ke Jakarta International Velodrome 3 hari berikutnya.

Siapapun pasti setuju bahwa Asian Para Games merupakan salah satu event yang mampu menjadi inspirasi dunia, khususnya bagi kita yang berada di Indonesia. Menyentil sisi kemanusiaan yang akhir-akhir ini mulai terkikis. Menunjukkan spiritualitas kehidupan yang belakangan cenderung terkotak-kotak.

Meningkatkan Kepercayaan Diri Penulis Pemula

|

Meningkatkan Kepercayaan Diri Penulis Pemula


Di zaman status facebook bisa berlembar-lembar, caption di instagram sampai harus nyambung ke kolom komentar, saking panjangnya. Kagut juga ketika ada sebagian orang yang masih merasa nggak percaya diri untuk mulai menulis. Eh, tapi emang ada, ya, yang punya masalah kayak gitu? Ya, aku pun awalnya nggak percaya. Apalagi, kalau buat aku pribadi, menulis itu sudah seperti kebutuhan sehari-hari. Meskipun nggak semua tulisan yang kubuat akhirnya tayang di blog atau media sosial.

Kadang aku memang hanya menulis di buku catatan. Isinya pun kadang-kadang cuma ide yang kebetulan melintas. Jika situasinya memungkinkan, biasanya memang aku eksekusi menjadi sebuah tulisan utuh. Hanya saja, seingatku, saat awal-awal aku menulis itu semuanya seperti spontan saja. Kadang nggak mikirin bagus atau enggaknya, atau malahan nggak sempat kepikiran bakalan ada yang baca atau enggak, ya?  So far, aku nggak pernah kepikiran harus punya stok kepercayaan diri lebih saat mulai menulis.

Bicara Realita Bencana dengan Anak

|




Dear Najwa

Kali ini aku tidak ingin menakutimu. Tapi sebagai ibumu, aku merasa perlu untuk kembali berbicara tentang realita yang harus kita hadapi. 

Naj, masih ingatkah kamu dengan simulasi tsunami dan gempa yang pernah kita lihat di Museum Merapi? Iya, aku yakin kamu masih mengingatnya. Aku lihat kamu sangat antusias kala itu. Bahkan berhari-hari berikutnya kamu masih mengajakku berdiskusi hal serupa. Yang akhirnya memaksaku membaca lebih banyak untuk melayani rasa ingin tahumu.

Batik Hokokai - Akulturasi Budaya Indonesia dan Jepang dalam Selembar Kain Tradisional

|
Batik Hokokai
Salah satu motif Batik Hokokai


Perkenalanku dengan batik dimulai sejak ibu menjalankan usaha berdagang kain batik. Kala itu aku telah duduk di bangku SMP dan sangat antusias untuk ikut mengenali aneka jenis motif batik dalam berlembar kain yang ditumpuk rapi dalam etalase toko di rumah.Salah satu yang terlihat sangat menarik dan selalu mencuri perhjatian pembeli adalah motif dengan corak dominan bunga yang belakangan ini baru kuketahui sebagai batik Hokokai.

Menjalankan bisnis batik mengantarkan ibu pada kegiatan rutin berbelanja ke Solo dan Jogja. Sesekali aku pun terus serta berbelanja ke sana. Bukan sekedar karena ingin jalan-jalan, tapi kemudian aku berkesempatan untuk "mencuri" langsung ilmu berdagang dari ibu yang pada tahun 2006 langsung kuaplikasikan pada bisnis sejenis yang sempat kugeluti.

Saatnya Asus ZenBook menjadi Teman Perjalanan, Sahabat Merajut Impian

|

ZenBook UX331UAL Laptop Ringan Tahan Banting
Asus ZenBook, laptop idaman sebagai teman perjalanan, sahabat merajut impian.



Dear Lappy,

Nggak terasa, tujuh tahun sudah kamu menemani hari-hari produktifku. Denganmu, dulu aku berjibaku dengan jutaan angka dan aneka data yang harus kuproses untuk cashflow sebuah sekolah. Sekarang, aku lebih banyak mengolah imajinasi untuk menuangkannya dalam sebuah cerita. Kamu pasti tahu, kan, apa yang kumaksud?

Iya, kali ini aku ingin bercerita tentang hobi yang kini menjadi salah satu profesi yang sedang kurintis. Lagi-lagi kamu pasti pasti paham apa yang kumaksud, karena sejak awal memang kamu yang menjadi teman menulisku. Ini tentang dunia blogging yang 2 tahun ini kugeluti. Baru 2 tahun memang, tapi aku bisa merasakan banyak hal positif dari aktivitas ini.  

Selain membantu mengalihkan rasa bosan dengan semua aktivitas rumah tangga yang sering kali nggak punya jeda atau cuti hari besar. Tanpa kusadari, blogging mampu memupuk kembali kepercayaan diriku. Kamu ingat, kan, aku pernah menulis tentang munculnya perasaan inferior?

Custom Post Signature

Custom Post Signature