Parenting Story, Mom's Life, Tips

Mengenal Wasir: Penyebab, Pengobatan Wasir, dan Kapan Harus Mengunjungi Spesialis Bedah Umum

|

 


Beberapa waktu yang lalu, teman arisan saya mengabarkan bahwa ia  sedang pemulihan pasca melakukan prosedur hemorodektomi. Bagi orang awam seperti saya, istilah ini bisa dibilang baru sehingga memunculkan rasa kepo tingkat tinggi. Saya pun berusaha mencari tahu melalui siapa lagi kalau bukan Google. Dan pantas saja ia memakai istilah yang kurang familiar bagi kami karena ternyata prosedur bedah tersebut ia lakukan setelah cukup lama menjalani pengobatan wasir.

 

Wasir atau yang dikenal juga sebagai ambeien merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh masyarakat. Meski tidak selalu berbahaya, wasir dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga nyeri hebat jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, cara pengobatan, serta kondisi yang memerlukan tindakan pembedahan oleh spesialis bedah umum.

 

 Apa Itu Wasir?

 

Wasir adalah kondisi pembengkakan atau peradangan pada pembuluh darah di sekitar anus dan rektum bagian bawah. Wasir terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Wasir internal, terjadi di dalam rektum dan umumnya tidak terasa nyeri, tetapi dapat menyebabkan perdarahan saat buang air besar.

2. Wasir eksternal, terjadi di sekitar anus dan dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, serta pembengkakan. 

 

Penyebab Wasir

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya wasir antara lain:

  1. Sering mengejan saat buang air besar
  2. Sembelit atau diare kronis
  3. Duduk terlalu lama, terutama di toilet.
  4. Kurang konsumsi serat dan cairan.
  5. Kehamilan dan persalinan
  6. Obesitas
  7. Aktivitas mengangkat beban berat secara berulang
  8. Kebiasaan hidup yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi pembuluh darah di area anus, sehingga memicu munculnya wasir.

 

Gejala Wasir yang Perlu Diwaspadai

 

Gejala wasir dapat bervariasi, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala awal seperti:

  1. Perdarahan saat buang air besar
  2. Benjolan di sekitar anus
  3. Nyeri atau rasa tidak nyaman saat duduk
  4. Gatal dan iritasi di area anus

 

Pengobatan Wasir


 

 

Pada umumnya, pengobatan wasir  disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Untuk kasus ringan hingga sedang, pengobatan non-bedah dapat dilakukan. Beberapa cara pengobatan wasir yang dapat dilakukan sendiri meliputi:

  1. Mengonsumsi makanan tinggi serat (buah, sayur, dan biji-bijian)
  2. Minum air putih yang cukup
  3. Menghindari mengejan saat buang air besar
  4. Menggunakan salep atau supositoria wasir
  5. Berendam air hangat untuk mengurangi nyeri
  6. Perubahan gaya hidup menjadi langkah penting untuk mencegah wasir kambuh.

 

Kapan Pengobatan Wasir Memerlukan Pembedahan?

 

Pada beberapa kondisi, wasir tidak dapat diatasi hanya dengan pengobatan konservatif dan memerlukan tindakan pembedahan oleh dokter spesialis bedah umum. Operasi biasanya dianjurkan apabila:

  1. Wasir berukuran besar dan sering kambuh
  2. Terjadi perdarahan hebat atau berkepanjangan
  3. Wasir internal derajat III atau IV yang keluar dari anus dan sulit atau tidak dapat dimasukkan kembali
  4. Wasir menyebabkan nyeri berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari
  5. Terjadi komplikasi seperti wasir terjepit (trombosis) atau infeksi

 

Dokter spesialis bedah umum akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan jenis tindakan yang paling sesuai, seperti hemoroidektomi atau metode bedah minimal invasif lainnya.

 

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, kamu perlu berkonsultasi ke rumah sakit yang memiliki fasilitas pembedahan yang lengkap serta dokter spesialis yang kompeten di bidangnya. Kamu dapat mengunjungi Rumah Sakit EMC untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan masalah wasirm, seerta prosedur pembedahan yang aman dengan peralatan medis yang mutakhir.

 

Kesimpulan

 

Wasir memang bukan penyakit mematikan, namun dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dengan mengenali penyebab, melakukan pencegahan, serta menjalani pengobatan yang tepat, wasir dapat dikendalikan dengan baik. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter, khususnya spesialis bedah umum, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 


Home is Where The Heart is - Rumah dengan Atmosfer Positif untuk Anak

|


Rumah suasana positif
Dalam hati, mungkin kita bertanya-tanya, seperti apakah rumah dengan atmosfer positif itu? Apakah suasana rumah yang banyak memberikan cinta pada kita? Apakah yang bisa memberikan rasa aman? Atau, yang mampu membuat kita didengar dan mau mendengarkan?


Elvis Presley dalam salah satu lagunya menyebut, “Home is where the heart is”. Begitu vitalnya peran sebuah rumah --- home, hingga ia menyebut bahwa rumah adalah tempat di mana hati kita ada di sana. Judul lagu dari penyanyi legendaris ini kemudian juga sering dijadikan quote, atau justru sebaliknya, quote dulu baru dijadikan lagu, entahlah karena aku enggak tahu pastinya. Yang jelas, selarik kata ini kemudian sering digunakan untuk merujuk "tempat" di mana kita menitipkan hati. Entah itu rumah dalam artian "home" atau "house"

Yang Tersisa dari Asian Para Games 2018

|

Pesan Moral Asian Para Games 2018


Satu-satunya alasan yang membuatku rela menembus kemacetan Sudirman di hari kerja adalah Asian Para Games 2018. Iya, karena niatku sudah bulat untuk membawa DuoNaj menyaksikan pesta olahraga untuk penyandang difabel ini, langsung dari arenanya. Toh, kapan lagi Asian Para Games bakal digelar di Jakarta? 10 atau mungkin masih 20 tahun lagi, kan? Jadi, rasanya aku puas banget sudah membawa mereka ke Gelora Bung Karno, yang disusul ke Jakarta International Velodrome 3 hari berikutnya.

Siapapun pasti setuju bahwa Asian Para Games merupakan salah satu event yang mampu menjadi inspirasi dunia, khususnya bagi kita yang berada di Indonesia. Menyentil sisi kemanusiaan yang akhir-akhir ini mulai terkikis. Menunjukkan spiritualitas kehidupan yang belakangan cenderung terkotak-kotak.

Meningkatkan Kepercayaan Diri Penulis Pemula

|

Meningkatkan Kepercayaan Diri Penulis Pemula


Di zaman status facebook bisa berlembar-lembar, caption di instagram sampai harus nyambung ke kolom komentar, saking panjangnya. Kagut juga ketika ada sebagian orang yang masih merasa nggak percaya diri untuk mulai menulis. Eh, tapi emang ada, ya, yang punya masalah kayak gitu? Ya, aku pun awalnya nggak percaya. Apalagi, kalau buat aku pribadi, menulis itu sudah seperti kebutuhan sehari-hari. Meskipun nggak semua tulisan yang kubuat akhirnya tayang di blog atau media sosial.

Kadang aku memang hanya menulis di buku catatan. Isinya pun kadang-kadang cuma ide yang kebetulan melintas. Jika situasinya memungkinkan, biasanya memang aku eksekusi menjadi sebuah tulisan utuh. Hanya saja, seingatku, saat awal-awal aku menulis itu semuanya seperti spontan saja. Kadang nggak mikirin bagus atau enggaknya, atau malahan nggak sempat kepikiran bakalan ada yang baca atau enggak, ya?  So far, aku nggak pernah kepikiran harus punya stok kepercayaan diri lebih saat mulai menulis.

Bicara Realita Bencana dengan Anak

|




Dear Najwa

Kali ini aku tidak ingin menakutimu. Tapi sebagai ibumu, aku merasa perlu untuk kembali berbicara tentang realita yang harus kita hadapi. 

Naj, masih ingatkah kamu dengan simulasi tsunami dan gempa yang pernah kita lihat di Museum Merapi? Iya, aku yakin kamu masih mengingatnya. Aku lihat kamu sangat antusias kala itu. Bahkan berhari-hari berikutnya kamu masih mengajakku berdiskusi hal serupa. Yang akhirnya memaksaku membaca lebih banyak untuk melayani rasa ingin tahumu.

Custom Post Signature

Custom Post Signature