Pada tahun 2023, WHO
memperkirakan sekitar 8 sampai 13% perempuan usia subur mengalami gangguan PCOS
hampir di seluruh dunia. Sedangkan, di Indonesia sendiri kasus PCOS mengalami
peningkatan dari 4-6% pada tahun 1990 menjadi 5-10% pada tahun 2023.
Hal ini perlu mendapatkan perhatian
mengingat minimnya kesadaran akan gangguan hormon kewanitaan yang satu ini.
Lalu, apakah itu PCOS? Bagaimana mengenali gejalanya dan tindakan apa yang
perlu dilakukan jika mengalainya? Berikut kami akan merangkumnya dari berbagai
sumber bacaan medis.
Apa itu PCOS?
Pernahkah Anda merasa siklus
menstruasi tidak teratur, muncul jerawat membandel di usia dewasa, atau
tiba-tiba mengalami kenaikan berat badan yang sulit dikontrol? Bisa jadi itu
bukan sekadar faktor stres, melainkan gejala PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
PCOS adalah gangguan hormon yang terjadi pada perempuan di usia reproduksi.
Pada kondisi ini, ovarium (indung telur) menghasilkan jumlah hormon androgen
(hormon pria) yang berlebihan, yang biasanya hanya ada dalam jumlah kecil pada
wanita.
Gejala PCOS yang Perlu
Diwaspadai
Gejala PCOS biasanya muncul pertama
kali saat masa pubertas, namun tak jarang baru disadari setelah beranjak
dewasa. Berikut adalah tanda-tandanya:
- Siklus Menstruasi Tidak Teratur: Ini adalah
tanda paling umum. Bisa berupa periode yang sangat jarang, sangat lama,
atau bahkan tidak menstruasi sama sekali dalam waktu lama.
- Hirsutisme (Pertumbuhan Rambut Berlebih):
Tumbuhnya rambut kasar di area yang biasanya dominan pada pria, seperti
wajah (kumis/jenggot), dada, dan punggung.
- Masalah Kulit: Jerawat parah yang sulit
sembuh dan adanya bercak kulit gelap (akantosis nigrikans) di lipatan
leher atau ketiak.
- Kerontokan Rambut: Penipisan rambut di
kepala layaknya pola kebotakan pria.
- Kenaikan Berat Badan: Banyak pengidap PCOS
kesulitan menjaga berat badan tetap ideal meskipun sudah menjaga pola
makan.
- Kista ovarium yang banyak: Pada penderita
PCOS, bisa ditemukan kantong-kantong kista di sekitar sel telur (ovarium).
Ciri-ciri PCOS ini dapat dilihat melalui USG.
- Warna kulit menjadi gelap: Beberapa
bagian tubuh penderita PCOS bisa menjadi gelap, terutama di area lipatan,
seperti lipat leher, selangkangan, dan bagian bawah payudara.
Tingkat Keparahan PCOS
PCOS bukan kondisi yang dapat
disamaratakan bagi semua perempuan ( bukan "satu ukuran untuk
semua)." Tingkat keparahannya pun dapat bervariasi mulai dari ringan
hingga berat.
- Ringan: Hanya mengalami gangguan siklus menstruasi
tanpa gejala fisik yang mencolok.
- Sedang: Mulai muncul gejala fisik seperti jerawat
dan rambut berlebih, serta resistensi insulin awal.
- Berat: Disertai dengan obesitas, kemandulan
(infertilitas), dan risiko komplikasi metabolik yang tinggi.
Cara Pengobatan dan Penanganan
PCOS
Menurut sumber yang saya temukan,
hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan PCOS sepenuhnya, namun
gejalanya bisa dikelola dengan sangat baik melalui dua pendekatan.
1. Penanganan Medis
Jika menemukan tanda dan gejala
PCOS seperti di atas, segera kunjungi obgyn terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan secara lengkap sehingga
mendapatkan diagnosa yang tepat. PCOS yang tidak ditangani dapat menyebabkan
penderitanya sulit hamil, bahkan mengalai kemandulan karena sel telur tidak
dapat dilepaskan. Konsultasi dokter sangat diperlukan mengingat kondisi setiap
pasien tidak sama.
Umumnya, dokter akan menanyakan
gejala apa saja yang telah dialami pasien, serta melakukan pemeriksaan fisik
untuk mendeteksi tanda PCOS. Dokter Spesialis Obgyn juga akan melakukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk menunjang diagnosa yang tepat.
Beberapa jenis tes akan
dilakukan, seperti:
1. Tes darah: untuk memeriksa kadar
hormon androgen, tes toleransi gula darah dan kadar kolesterol.
2. USG Panggul: untuk memeriksa
ketebalan rahim pasien.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan
pasien menderita PCOS, maka dpkter akan melakukan sejumlah tes lain untuk
mendeteksi adanya komplikasi yang mungkin terjadi akibat PCOS.
Biasanya, dokter akan
merekomendasikan beberapa jenis obat, seperti Pil KB, Metfomin, antiandrogen
dan terapi hormon progesteron untuk membantu mengatur siklus menstruasi dan
meredakan gejala PCOS lainnya.
2. Penanganan Konvensional &
Gaya Hidup
Menerapkan pola hidup sehat
merupakan salah satu cara penanganan PCOS. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan
meliputi:
1. Diet Rendah Indeks Glikemik
Mengurangi konsumsi gula dan
karbohidrat olahan untuk menjaga kadar insulin.
2. Olahraga Teratur
Membantu menurunkan resistensi
insulin dan membantu penurunan berat badan. Bahkan penurunan 5% berat badan
saja sudah sangat membantu memperbaiki gejala PCOS.
3. Manajemen Stres
Stres dapat memperburuk
ketidakseimbangan hormon.
Tips Saat Mengunjungi Obgyn Terdekat
1. Catat tanggal terakhir
menstruasi
Sebelum ke dokter, sebaiknya catat
tanggal menstruasi Anda dalam 3-6 bulan terakhir. Ini akan sangat membantu
dokter dalam menentukan diagnosis dengan lebih cepat.
2. Catat Jawaban atau penjelasan
dari Dokter
Bawa buku catatan kecil atau
gunakan aplikasi notes di ponsel karena informasi medis terkadang cukup teknis.
3. Jujur Tentang Kebiasaan
Jangan ragu untuk jujur soal pola
makan atau kebiasaan merokok/alkohol, karena ini sangat memengaruhi
keseimbangan hormon.
Untuk mendapatkan konsultasi dan
pemeriksaan PCOS yang tepat, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit EMC yang
didukung tenaga spesialis obgyn dan peralatan kedokteran yang mumpuni. Rumah
Sakit EMC juga memiliki banyak cabang di berbagai lokasi, sehingga calon pasien
dapat menyesuaikan dengan tempat tinggal.
Semoga bermanfaat!


Be First to Post Comment !
Post a Comment
Haluuu Teman-teman. Terima kasih sudah berkunjung ke Blognya BukNaj. Jangan lupa tinggal komentar, ya. Begitu longgar, BukNaj pasti berkunjung ke blog Teman-teman.
Selamat membaca
Semoga bermanfaat :)