Parenting Story, Mom's Life, Tips

Memilih Kulot Batik untuk Tampil Modis tanpa Meninggalkan Kearifan Budaya Lokal

|
kulot batik
Memakai kulot batik pada acara pelatihan Ibu Bersinar

Sejak dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Non Kebendaan oleh UNESCO. Batik terus meroket menjadi salah satu primadona di dunia fashion tanah air. Desainer-desainer kondang pun berlomba-lomba membuat aneka kreasi berbahan batik, dengan harapan produk ini mampu menjamah seluruh lapisan masyarakat, bahkan mendunia.

Sayangnya, sebagian orang masih berpendapat bahwa batik adalah produk fashion bergaya formal. Sehingga mereka berpikir untuk memakai batik hanya pada acara-acara yang bersifat resmi saja. Misalnya pertemuan dinas, hajatan besar atau acara-acara dengan protokoler pemerintah.

Ceritaku dengan @JoeraganArtikel - Dari Perempuan untuk Perempuan

|
Perempuan ibarat sekoci dalam keluarga. Perempuan hendaknya bangkit dalam keterbatasan. Berdaya tanpa perlu mengalami pertentangan batin dengan kodrat utamanya sebagai perempuan.

Joeragan Artikel
FB : Ummi Aleeya


Juni 2016 saat saya memutuskan untuk menekuni dunia kepenulisan sebagai salah satu hobi pengisi waktu luang. Ketika itu, saya yang memang sudah suka membuat tulisan non fiksi mulai tertarik untuk memperbaiki tata bahasa, gaya bertutur serta menemukan ide bahan tulisan sesuai passion saya. Yaitu lifestyle, parenting dan womenpreneur. 

Saya pun kemudian iseng-iseng mengikuti kelas Sekali Nulis Jebol Media yang saat itu dibimbing langsung oleh Indari Mastuti melalui grup WA. Siapa sangka, jika melalui jaringan Indcript yang menggurita ini akhirnya saya menemukan sosok Ummi Aleeya dengan agensi penulisan artikelnya yang mengusung brand @JoeraganArtikel.

Kebetulan sekali, saat itu saya butuh banyak ilmu untuk menaikkan level hobi menulis saya dari "sekedar menulis" menjadi "layak dibaca". Sehingga penawaran training menulis, terlebih dilakukan secara online dengan biaya yang sangat terjangkau. Tentu saja sulit untuk saya biarkan berlalu begitu saja.


Training Menulis Artikel sekaligus Magang di @JoeraganArtikel
 

Pixabay

Setelah membulatkan tekat, saya pun mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta Training Menulis Artikel di @JoeraganArtikel yang kala itu dimentori langsung oleh sang founder Ummi Aleeya. Dalam satu paket training yang terdiri dari 4 kali pertemuan ini. Para peserta tidak hanya belajar bagaimana membuat sebuah artikel. Tapi kami benar-benar belajar dari nol. 

Mulai menentukan tema, menuangkan ide dalam tulisan yang informatif, memilih judul yang menarik atau viral, self editing. Dan yang paling menarik kami juga mendapatkan gratis belajar membuat blog dan magang sebagai penulis artikel untuk proyek pesanan artikel yang masuk di agensi @JoeraganArtikel.

Sambil menyelam minum air. Peribahasa tersebut tampaknya memang cocok  untuk digunakan di @JoeraganArtikel. Karena seluruh peserta training mendapatkan kesempatan langsung untuk magang sebagai penulis artikel pesanan, sekaligus berlatih untuk terus menemukan ide bakal tulisan  dan melenturkan gaya bertutur serta penggunaan kaidah tata Bahasa Indonesia.

Saya masih inget betul, saat itu berhasil menyelesaikan 10 artikel pesanan dengan fee Rp.8000,- per artikel 300 kata. Memang nilai nominalnya tidak seberapa, tapi dari sisi kepuasan batin dan terbukanya peluang-peluang  berikutnya, yang menjadikannya "mahal" dan tak dapat dinilai dengan rupiah.


Dari Alumni JA Menjadi Blogger Emakpintar.com


Pixabay


Kemudian, saya pun menyelesaikan Training Menulis Artikel dan mulai berani mempublikasikan karya. Web Emakpintar.com dan Damar Aisyah's Blog ini yang dulunya masih menggunakan domain gratisan adalah "rumah" yang kemudian saya gunakan untuk menyimpan sekaligus memajang karya-karya saya.

Niat awal  menulis yang tadinya hanya sekedar hobi atau berbagi informasi. Semakin hari terus bergeser menjadi profesi yang layak dihargai. Tentu saja hal ini dikarenakan semakin terbukanya peluang dan berbagai kesempatan yang diberikan founder @JoeraganArtikel, Ummi Aleeya.  Yang di kemudian hari, terus memberikan wawasan tentang berbagai potensi penghasilan dari menulis.

Tepatnya 6 bulan setelah menjalani masa percobaan di Emakpintar.com sambil terus menerima job sebagai penulis lepas. Maka pada bulan ke-7 saya pun mendapatkan kontrak untuk menjadi blogger Emakpintar yang digaji langsung dari perusahaan Indscript.  Syukur alhamdulillah, peluang berpenghasilan dari rumah pun kembali menjadi nyata. Dan harus saya akui, semua itu bermula dari menjadi peserta training di JA.


@JoeraganArtikel yang Terus Melesat


FB: Ummi Aleeya


Selain Training Menulis Artikel, saya beberapa kali mengikuti training  penulisan di JA. Seperti Membuat dan Memasarkan E-book,  Antologi Puisi dan Antologi Kisah Inspiratif yang mewujudkan mimpi saya untuk memiliki buku antologi ke-4 dan ke-5. Kabar gembiranya, training-training di JA terus mengalami pengembangan  sesuai kebutuhan pasar akan jasa penulisan. 

Saat ini, @JoeraganArtikel juga mengampu Training Jebol Media, Kelas Status Cantik, Kelas Penulisan Cerpen, Training Editor dan Penulisan Buku Biografi yang kabarnya mulai dilirik calon kliennya. Selain itu ada satu training baru  mengenai 15 Langkah TOP Memulai Bisnis Jasa Penulisan. Untuk informasi selengkapnya tentang berbagai training di JA. Teman-teman bisa langsung menghubungi sang founder di facebook : Ummi Aleeya.

Menakjubkan! @JoeraganArtikel adalah agensi training sekaligus penyalur proyek pesanan artikel yang sangat produktif dan berkembang dengan pesat. Ummi Aleeya sebagai founder  terus berinovasi demi menjawab kebutuhan pasar. 

Selain menyiapkan Pasukan Endorser yang telah mendapatkan puluhan klien dari pelaku UMKM. Kini, @JoeraganArtikel mulai merambah dunia blogging dengan membentuk Pasukan Blogger. Menyiapkan editor-editor handal dengan tim Pasukan Editor, dan dalam waktu dekat saya yakin akan mencetak calon-calon penulis biografi.


Dari Perempuan untuk Perempuan


FB; Ummi Aleeya


Ummi Aleeya dan @JoeraganArtikel telah menjadi pembuka pintu-pintu rezeki bagi ratusan perempuan yang terbatas ruang gerak dan waktu. Sebagai sesama perempuan, Ummi Aleeya tentu saja tahu bagaimana semestinya memaksimalkan potensi luar biasa ini meskipun hanya dari rumah saja.

Seperti yang sama-sama kita tahu, perempuan ibarat sekoci dalam keluarga. Begitu pun halnya yang di alami oleh seorang Ummi Aleeya. Saya yakin, ide yang begitu brilian ini tercetus karena semangat untuk melihat sesama kaumnya bangkit dalam keterbatasan. Berdaya tanpa perlu mengalami pertentangan batin dengan kodrat utamanya sebagai perempuan.

Good Job, Ummi. You did it!






Lebih Dekat dengan Wuri Nugraeni - Blogger, Book's Writer, Editor, Reporter dan Copywriter

|

IG: @wurinugraeni

Perawakannya tinggi semampai dengan raut wajah yang cenderung kalem. Ibu dari satu putra ini adalah seorang Mom Copywriter. Teman-teman yang berada dalam lingkaran  Indscript Creative pasti tidak asing dengan namanya, karena seorang Wuri Nugraeni tidak hanya menjadi copywriter di perusahaan ini tapi juga merangkap sebagai reporter media online-nya.

Bagi saya dan juga Teman-teman yang aktif menulis di Emakpintar.com, yang kini telah bermigrasi menjadi Emakpintar.org. Seorang Wuri Nugraeni sudah seperti guru di dunia penulisan. Beliau adalah orang di balik layar yang sejak tahun 2016 mengoreksi seluruh tulisan yang akan di posting di web Emakpintar. Ya,  Mbak Wuri adalah editor Emakpintar kala itu. 


Wuri Nugraeni dan Dunia Kepenulisan 


IG : @wurinugraeni



Untuk saya pribadi, Mbak Wuri adalah orang pertama yang saya "suguhkan" tulisan untuk "diobrak-abrik" sehingga menjadi lebih menarik untuk dibaca.. Tak hanya berdasarkan kaidah bahasa, Mbak Wuri tidak segan mengoreksi tulisan kami berdasarkan gaya bahasa, sehingga terdengar lebih luwes, efektif dan informatif.

Sarjana Ilmu Komuniksi yang memiliki pengalaman sebagai reporter di salah satu rumah produksi di Jakarta ini nampaknya memang tidak bisa dipisahkan dari dunia kepenulisan. Tak hanya menjadi editor,  Mbak Wuri telah merambah dunia copywriter, content writer, book 's writer dan juga blogger. 

Sebagai copywriter, Teman-teman bisa menikmati hasil karyanya yang berbentuk storytelling dengan gaya soft selling di web perusahaan Indscript. Sebagai seorang blogger, teman-teman dapat membaca cerita kesehariannya sebagai ibu sekaligus pekerja kreatif di bidang penulisan pada blog pribadinya  www.wurinugraeni.com.


FB: Wuri Nugraeni


Tak cukup menitipkan karyanya melalui media penulisan online, Wuri Nugraeni telah mencatatkan nama di berbagai cover buku karyanya. Kurang lebih 13 buku antologi telah diikutinya, dan 6 buku solo atau duet lainnya semakin melengkapi kiprahnya di dunia kepenulisan.

Teman-teman pasti pernah mendengar judul buku-buku berikut 
  • 101 Bisnis Online Yang Paling Laris (bersama Afin Murtie, Ari Kurnia, Dian Nafi, Kiki Han) (Indscript, GPU, 2012.
  • Cenat-Cenut Reporter (Gradien Mediatama, 2013.
  • Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) (Gramedia, 2015)  
  • 99 Emak Pebisnis (Penebar Plus, 2017)
Buku-buku tersebut hanyalah sebagian dari karyanya. Teman-teman bisa mencari tahu karya  yang lain di blog pribadinya.


Menjadi Bagian dalam Indscript Creative 

IG: @wurinugraeni

Mengawali karier di dunia kepenulisan pada tahun 2011, atau setelah menikah dan pindah domisili ke Semarang. Wuri Nugraeni bertemu dengan seorang Indari Mastuti melalui jaringan online social media. Mbak Wuri yang kala itu sedang mempromosikan buku solo pertamanya yang terbit pada tahun 2010, mulai mendalami ilmu copywriting secara otodidak. 

Karena sering membuat iklan penjualan secara soft selling, baik di FB, Twitter maupun blog. Maka bertemulah Wuri Nugraeni dengan Indari Mastuti yang kala itu sedang mencari seorang copywriter untuk perusahaannya. Mungkin inilah yang dinamakan jodoh dan rezeki sudah diatur oleh Gusti Allah, karena dari pertemuan di dunia maya tersebut akhirnya Wuri Nugraeni bergabung dalam tim Indscript Creative.


 Suka Duka menjadi Blogger dan Editor Emakpintar


IG: @wurinugraeni


Bagi seorang Wuri Nugraeni, dunia penulisan dan reportase tidak terlalu baru baginya. Selain telah memiliki pengalaman di bidang ini, Mbak Wuri yang menamatkan pendidikan di jurusan Ilmu Komunikasi telah mendapatkan dasar-dasar ilmu kepenulisan dan jurnalistik. Ditambah kreatifitas dan kemauannya untuk terus mengasah keterampilan dan belajar secara ototdidak, maka tak perlu heran jika teknik dan gaya penulisannya sangat luwes dan komunikatif.

Saya ingat betul, sekitar setahun yang lalu saat saya masih awal-awal bergabung sebagai penulis Emakpintar.com. Saya merasa kewalahan untuk menghasilkan tulisan yang perfect dan mulus sebelum melalui editannya. Ada saja yang harus dikoreksi. Entah karena typo, tidak efektif, ambigu atau tidak sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia.

Sekalinya dapat komen, "oke" atau "menarik" dari sang editor, ingin rasanya diri ini berteriak dan melompat-lompat. Hehehe, waktu itu memang saya masih sangat baru di dunia penulisan, masih butuh belajar dan berlatih, meskipun sampai sekarang belum juga mumpuni di bidang ini.

Saya sering berpikir betapa pusingnya jadi Wuri Nugraeni yang setiap hari bahkan saat hari libur harus meng-edit naskah kami. Iseng-iseng dalam wawancara online beberapa hari yang lalu saya pun menanyakan suka duka yang beliau alami sebagai editor Emakpintar. Teman-teman pengen tahu jawabannya, kan? Begini hasil wawancara kami. (Note : bagian ini saya copy paste langsung dari hasil chat saya)


Mbak Wuri, Apa suka dukanya meng-edit tulisan emak-emak? 

=> Suka: dapat kenalan emak-emak baru, hepi liat antusias emak-emak produktif nulis, kalo ngedit kan baca tulisan emak-emak itu banyak yg berisi tips jd sy bisa dapat ilmu sekaligus.

Duka => Ada yg awal2 menulis dan hasil tulisannya acak adut hahaha, pusing sih ngeditnya, hihihi, dah kayak nulis dr awal, tp sekarang sejak ada JA dah jaraaaaang yg kek gitu
 
Menurut Mbak Wuri, mana yang lebih mengasyikkan, menjadi blogger atau editor? 

=> Keduanya, karena punya plus minus sendiri. Kalau blogger kan sering ada kopdar jd sekalian refreshing para IRT hahaha.

Respon saya ketika pertama membaca inbox ini langsung ngakak. Berasa ambil bagian sebagai pengirim naskah yang acak adut itu tadi, hahahaha. Maafkan daku yang Mbak Wuri, saya janji nggak bikin editor pusing lagi.

Dalam wawancara tersebut Mbak Wuri juga sedikit menyinggung tentang pengalaman sebagai seorang blogger khususnya. Beliau tidak pernah menyangka, hanya karena rutin menulis di blog bisa terbuka berbagai kesempatan baru di dunia kepenulisan.

Selain bergabung dalam tim Indscript, blog ini pula yang telah memberikan kesempatan untuk beberapa kali me-review produk dan menambah peluang penghasilan dari menulis. Intinya, blog tidak hanya media untuk mengasah kemampuan, tapi juga memajang karya dan mendapatkan penghasilan.


Pesan untuk Momblogger dan Penulis Pemula

IG: @wurinugraeni


Melihat kesibukan Mbak Wuri di sebagai blogger, copywriter dan reporter. saya pun merasa penasaran bagaimana cara beliau mengatur waktu. Bukan bermaksud membandingkan, hanya saja saya butuh tips beliau karena kami sama-sama Ibu Rumah Tangga yang memiliki anak balita. 

Jujur saya sendiri merasa sering kewalahan ketika harus menghadapi deadline sedangkan anak sering rewel dan nggak mau ditinggal. Maka dari itu saya penasaran juga bagaimana cara beliau menghadapi kendala sebagai Ibu Rumah Tangga.

Menurut beliau, hal seperti itu pasti dialami oleh semua ibu, jadi nggak perlu dijadikan alasan untuk berhenti menulis. Sebisa mungkin bekerja sama dengan suami dalam mengasuh, atau jika sedang tidak memungkinkan, turuti dulu kemauan anak. Biasanya, sih, anak-anak bakalan lebih nurut kalau kemauannya bermain dengan ibu sudah terpenuhi. Hem, betul juga, sih.

Sebagai seorang perempuan yang sudah tak lagi sebebas merpati, Mbak Wuri sendiri masih menyimpan keinginan untuk terus menjadi IRT yang produktif dengan menulis. Terus berkarya dan menyebarkan konten positif, sehingga konten negatif di dunia maya ini mendapatkan tandingan dan semakin tenggelam.

Untuk saya dan juga Teman-teman yang masih pemula di dunia kepenulisan, Mbak Wuri juga berpesan untuk terus berkarya dan berjejaring. Saya sangat setuju dengan pesan beliau ini, karena bagi klien hanya karya kitalah yang pertama kali dilihat. Sedangkan berjejaring adalah salah satu cara untuk memperluas kesempatan memperoleh penghasilan di dunia ini.

Senang rasanya mendapatkan  ilmu baru dari wawancara singkat ini. Saya masih menunggu kesempatan untuk bertemu langsung dan menyerap lebih banyak ilmu di dunia kepenulisan dari seorang Wuri Nugraeni. Orang pertama yang memoles tulisan saya, sekaligus "memaksa" saya belajar teknik penulisan sesuai kaidah tata bahasa. Terima kasih Mbak Wuri, sukses terus untuk pekerjaan dan keluarganya.

Teman-teman ingin berkenalan dengan beliau? Langsung saja ke akun facebook-nya di Wuri Nugraeni, atau IG dan twitter di : @wurinugraeni. Selamat menimba ilmu dan berkenalan lebih dekat, ya.







Sehat dan Segar dengan Sebotol Me-Time

|


IG : @metimeid_

"Mom, I can't live without milk." Begitu mungkin yang diucapkan anak-anak kalau sampai stok susu untuk mereka saya hentikan. Ya, dua anak saya benar-benar susah dipisahkan dengan susu. Kapan pun mereka mau, stok susu UHT harus selalu ada di kulkas. Sampai-sampai, nih, mereka berdua bisa banget nggak makan berat seharian cuma gara-gara minum susu. Bisa  ditebak, dong, seberapa tergantungnya mereka sama protein hewani yang satu ini.

Tapi, kalau dipikir-pikir saya pun  sejenis sama mereka. Dari kecil saya hobi banget minum susu sapi. Kata ibu saya varian susu apapun saya nggak pernah nolak saking doyannya. Mau itu UHT, susu bubuk, krim kental manis atau yang dulu lebih dikenal dengan SKM. Semuanya pasti saya minum tanpa perlu bertanya jenis susu apa yang tadi dibuat. 


Susu Sapi dan Jerawat di Wajah



Saya sampai pernah mengalami kelebihan asupan susu di waktu kecil. Pada saat itu urine jadi nggak bening dan meninggalkan bekas putih di lantai. Ibu saya pun buru-buru mengurangi jatah susu untuk saya dengan berbagai alasan. Parahnya, intoleransi pada susu sapi ini kembali saya alami selepas usia remaja. Kali ini justru menyerang daerah wajah, karena setiap saya rutin mengonsumsi susu sapi. Setiap itu pula jerawat mulai bermunculan di wajah saya.

Dalam sebuah laman berita kesehatan yang saya baca. Salah satu penyebab jerawat adalah konsumsi susu atau makanan dan minuman yang mengandung protein whey. Nah, susu sapi mengandung insulin dan  hormon pertumbuhan IGF-1. Yang mana kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh akan memberi sinyal pada faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah. (Melnik, 2011).



Mencari Alternatif  Susu Non Hewani 

IG: @metime-id

Sejak mengetahui salah satu fakta tersebut, saya pun berusaha mencari produk olahan susu berbahan dasar protein nabati.  Pilihan saya pun jatuh pada susu kedelai yang dijual abang tukang tahu. Setiap dua hari sekali, dengan setia dia mengantarkan susu ke rumah saya. 

Susu kedelai yang diantarnya memang masih hangat. Dia bilang baru matang kemudian langsung diantarkan. Tapi lama-lama saya ngeri juga dengan kemasan plastiknya. Merasa kurang higienis saja, apalagi nggak bagus juga kan kalau cairan panas langsung masuk ke plastik pembungkus gitu? Selain itu saya pun mulai bosan dengan rasanya yang tawar-tawar aja. Kadang sampai nggak berselera dan akhirnya dibuang percuma.

Iseng-iseng saya pun browsing produk olahan susu berbahan dasar kacang almond. Sebenarnya saya pertama kali mendengar susu jenis ini justru dari acara masak-masak di televisi. Dalam salah satu program yang jadi favorit saya tersebut, sang cheff selalu menggunakan susu almond yang diklaim lebih sehat, kaya manfaat dan bisa untuk menurunkan berat badan. Alasan yang terakhir ini yang bikin saya semakin penasaran. Maklumlah, obsesi langsing, nyatanya langsungan, hehehe.


Fakta tentang Susu Almond

Balik lagi ke susu almond, ya. Jadi nih, saking penasarannya sama susu almond. Saya pun cek dulu kandungan apa saja yang ada dalam biji almond. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, karena kacang almond memang bahan pangan syarat nutrisi. Kacang almond mengandung serat pangan, lemak tak jenuh, beberapa jenis vitamin B, E dan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, zat besi dan zinc. Semuanya tentu saja bermanfaat untuk tubuh kita.

Fakta lainnya, kacang almond tidak mengandung kolesterol karena tidak berasal dari protein hewani. Itu sebabnya susu almond tidak menyebabkan kegemukan, penyakit kolesterol, jantung, dan kandungan vitamin E-nya sangat baik untuk merawat kulit.



Mengapa Memilih Me-Time Raw Almond Milk?


IG:@metime_id


Nah, untungnya sekarang ini banyak produk berlabel sehat dengan proses pengolahan yang sangat mendekati olahan rumahan atau homemade. Salah satunya untuk produk susu almond. Misalnya saja produk Raw Almond Milk milik sebuah brand lokal yang menggunakan nama Me-Time sebagai merek dagangnya.

Me-Time Raw Almond Milk ini cenderung beda, karena mereka memiliki aneka varian rasa. Seperti plain, sweet original, kurma, matcha, cinnamon, kelapa, vanila dan cokelat. Me-Time Raw Almond Milk juga sangat alami, karena dalam proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan pilihan. Bahkan untuk varian rasa seperti kurma, kelapa, vanila, kayu manis atau cinnamon, Me-Time tetap mengupayakan penggunaan bahan alami


Teman-teman juga nggak perlu khawatir kandungan vitaminnya rusak akibat proses yang berlebihan. Karena Me-Time Raw Almond Milk tidak melalui proses pemanasan, pasteurized, tanpa pengawet dan bahan perasa buatan. Semuanya  dibuat dengan mengedepankan unsur kesehatan dan tentu saja fresh to drink.

Spesialnya lagi,  Teman-teman bisa request Chia Seed atau gula Tropicana, loh. Teman-teman udah tahu, kan, manfaat si kecil chia seed ini? Selain omega 3, zat besi dan kalsiumnya lebih tinggi. chia seed juga merupakan sumber makanan antioxidant. Sehingga sangat bagus untuk menangkal radikal bebas. 

Dengan penggunaan gula Tropicana, susu almond yang dikonsumsi pun semakin sehat karena gluten free. Tapi tentu saja dengan pemesanan khusus, ya. Jadi teman-teman wajib kontak dulu ke bagian pemesanan.


Me-Time Raw Almond Milk Boleh Dikonsumsi Siapa Saja?


IG: @metimeid_


Kandungan dalam sebotol susu sehat ini sangat bagus untuk ibu hamil dan menyusui. Vitamin dan omega 3 di dalamnya sangat bermanfaat untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. begitu pun halnya ketika dikonsumsi saat teman-teman menyusui. Karena selain kaya vitamin yang dapat diserap bayi melalui ASI, Me-Time sangat bagus untuk menjaga berat badan ibu baik saat menyusui maupun saat sedang hamil.

Bukan itu saja, Me-Time Raw Almond Milk juga bagus untuk melancarkan pencernaan, menjaga tekanan darah dan kolesterol normal, aman untuk penderita diabetes ( khususnya varian plain dan tanpa penambahan gula), dan tentu saja untuk program diet dan penyembuhan.



Me-Time Soya Milk





Selain Raw Almond Milk, Me-Time juga memproduksi Soya Milk atau susu kedelai khusus untuk Teman-teman yang sangat menggemarinya.  Soya Milk sendiri sebenarnya memiliki kandungan yang lebih mendekati susu sapi dari segi protein, tapi dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

Susu kedelai atau soya milk juga mengandung vitamin D, B12, Magnesium, Zinc, Kalsium dan Omega 3. Soya milk dipercaya baik untuk mencegah osteoporosis, mengurangi gejala menopause, mengurangi risiko jantung koroner, mengurangi gejala pre-menstruasi dan sakit kepala sebelah atau migrain.




Kedua produk Me-Time ini, baik Raw Almond Milk maupun Soya Milk dikemas dengan sangat higienis dan fresh to drink. Sehingga teman-teman tidak perlu khawatir dengan kualitasnya. Me-Time Raw Almond Milk tahan 2jam dalam suhu ruangan, 3-4 jam dalam keadaan dingin, 3 hari dalam kulkas, dan 1 bulan dalam freezer.

Susu yang diproduksi di Jl. Raya Tanjung Barat No 22 Pejaten Timur,Pasar Minggu, Jakarta Selatanini dapat dipesan secara online melalui social media dan customer service Me-Time. Jika berminat, teman-teman bisa menghubungi kontak di bawah ini.


ME TIME CARE
Call Me ( Phone & WhatsApp )
0812 2764 7973 (Diah) – 085714756788 (Denny)
WA Official (CS)  : 081322292465 (ATI)

SOCIAL MEDIA CARE
Facebook : Diah Metime Instagram : Metime_Milk
Email : info@metimeid.com / metimemilk@gmail.com

Jadi, tunggu apa lagi? Buruan order biar nggak ketinggalan mencicipi minuman sehat dan nge-hitz yang satu ini. 

3 Alasan Menyambangi Festival Dongeng International Indonesia 2017

|
Dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan nusantara - Pramoedya Ananta Toer


festival dongeng
Ayodongengindonesia


Halo! Yang ngakunya suka dongeng mana suaranya? Kabar gembira buat Teman-teman yang concern terhadap dongeng, cerita atau kegiatan literasi anak lainnya. Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 segera hadir kembali di Jakarta.  Tepatnya pada tanggal 4 dan 5 November 2017, atau akhir minggu ini. 

Kali ini FDII 2017 mengambil lokasi di Perpustakaan Nasional RI yang baru saja diresmikan pada bulan September lalu. Lokasi yang diambil sangat strategis, dan pas banget  kami sekeluarga belum sempat berkunjung ke perpustakaan yang kabarnya memiliki 27 lantai dengan basement  dan beragam fasilitas yang menggoda untuk dicoba.

Sedangkan tema festival Dongeng Internasiona Indonesia 2017 ini juga sangat menarik, yaitu tentang "Cerita Ajaib". Nah, mulai kebayang, kan. Kira-kira jenis dongeng seperti apa yang nantinya bakal disajikan untuk pengunjung acara. Nggak sabar pengen segera hari H 😀😀


Agenda Acara di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 

Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia

Seperti biasa, selain acara mendongeng yang di gelar di panggung utama dan panggung-panggung kecil lainnya. FDII 2017 juga menggelar kelas mendongeng yang terbagi menjadi beberapa sesi dengan berbagai tema. Kali ini pun panitia FDII 2017 telah menyiapkan Kelas Dongeng Internasional atau International Storytelling Class,  Kelas Keterampilan Dongeng, Kelas Ilustrasi, Kelas Dongeng Anak dan Kelas Kriya.

Untuk dongeng internasinal sendiri, FDII 2017 akan menghadirkan pendongeng dari 7  negara yaitu Indonesia, Australia, New Zealand, Taiwan, Korea Selatan dan Inggris. Selain itu turut berpartisipasi dan meramaikan panggung-panggung dongeng FDII 2017 adalah puluhan pendongeng nasional yang tak perlu diragukan lagi kreativitasnya. 


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia


Selain keseruan mendongeng yang menjadi acara inti, Teman-teman bisa juga mengikuti workshop, menikmati pameran buku dan pertunjukan musik anak di event kali ini. Wah, seru sekali, kan? Pokoknya saya udah tandain dari jauh-jauh hari, agenda tahunan ini nggak boleh terlewat dari acara Piknik ala DuoNaj untuk bulan ini.


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia


Berdasarkan pengalaman menyambangi FDII 2016 yang pada waktu itu mengambil tema "Cerita Indonesiaku". Festival seperti ini rupanya tak hanya dinikmati oleh anak-anak yang daya imajinasinya tak terbatas. Tapi kami sebagai orang tua sangat betah berlama-lama. Itu sebabnya saya sangat mendukung orang tua untuk menyempatkan hadir bersama putra putrinya.  Setidaknya, 3 alasan berikut perlu teman-teman pertimbangkan untuk tidak melewatkan FDII 2017 bulan ini. 



3 Alasan Mengapa Harus Menyambangi FDII 2017


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Suasana panggung utama FDII 2016


1.  Mengenalkan berbagai jenis dongeng dengan berbagai latar budaya

Event FDII merupakan salah satu cara untuk memaparkan anak pada berbagai jenis dongeng di dunia ini. Menariknya lagi, dongeng-dongeng tersebut dibawakan langsung oleh pendongeng dari negara asalnya. Sehingga lebih menjiwai karakter tokoh-tokohnya.

Selain itu, berbagai dongeng internasional bisa menjadi sarana bagi anak untuk mengenal karakteristik, budaya dan tradisi masyarakat dari berbagai belahan dunia. Hal ini sangat bagus untuk memperluas perspektif anak, sehingga mereka bebas melihat kehidupan dan masa depannya.

2. Memantik daya imajinasi anak.

Dongeng adalah bentuk cerita yang penuh khayalan dengan daya imajinasi tinggi. Biasanya, dongeng diceritakan untuk menyampaikan pesan moral di dalamnya. Memaparkan dongeng kepada anak adalah salah satu cara untuk memantik daya imajinasinya. Mereka akan mereka-reka situasi dan penampakan dari tokoh-tokohnya, begitu pun halnya latar tempat dan keajaiban-keajaiban di dalamnya. 

Di samping itu, mendongeng adalah cara yang sangat asyik dan tidak menggurui untuk menyampaikan pendidikan moral, budi pekerti, atau contoh-contoh perbuatan baik. Cara ini lebih mudah diterima anak, karena secara perlahan mereka akan mencerna suatu permasalahan, dan berusaha mengambil teladan.


3. Menggugah sensitivitas orang tua

Rupanya, bukan hanya anak saja yang dapat mengambil manfaat dari sebuah dongeng. Orang tua pun perlu mendengarnya dengan harapan mengambil hikmah di dalamnya. 

Mendengarkan dongeng akan membawa orang tua ke dunia imajinasi anak-anak. Bagi orang tua, dunia ini sudah sangat asing karena terlalu lama ditinggalkan. Realita hidup yang terlalu keras kerap kali membuat lupa, bahwa ada "dunia lain" yang masih sangat murni dan. Maka untuk sesaat, mari kembali bersenang-senang dengan dunia kanak-kanak.

Cara ini diharapkan dapat memunculkan sisi childish dalam diri. Sisi inilah yang seharusnya bisa mengingatkan kita sebagai orang tua. Bahwa dunia anak-anak tak pernah sama dengan dunia kita orang dewasa. Jadi lebih banyak bersabarlah menghadapi anak, pahami dan rasakan seolah kita sedang berada di dunia mereka.

Jadi, jangan lupa, ya. Tanggal 4 dan 5 November nanti di Perpusnas RI. Selamat berkelana dalam dunia imajinasi :)








Custom Post Signature

Custom Post Signature