Parenting Story, Mom's Life, Tips

Travelling Benefits for Old Couple

|



Traveling bersama pasangan memang selalu memberikan manfaat bagi kelangsungan hubungan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan. Bagi pasangan baru aka new couple, cara ini sangat baik untuk mengenali karakter dan kebiasaan satu sama lain, yang pada awalnya mungkin tidak pernah ditunjukkan. 

Selain itu, traveling bersama bagi pasangan baru juga cenderung lebih mudah dan possible. Beda dengan old couple seperti saya yang sudah memiliki dua anak kecil. Terlebih tinggal tanpa ART atau anggota keluarga lain yang bisa dimintai tolong untuk menjaga anak-anak. Bisa mojok berdua saja rasanya sangat istimewa, apalagi jika bisa merencanakan second honeymoon. Wow! Rasanya seperti mimpi bagi saya.

7 Destinasi Wisata Alam di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya

|
Wisata alam di Jakarta


Satu hal yang mungkin Teman-teman pikir akan sulit ditemukan di Jakarta adalah berwisata dengan nuansa alam.  Iya atau iyes? Dulu sebelum memutuskan hijrah ke Jakarta, saya pun memikirkan hal serupa. Rasanya berat untuk memasuki Jakarta yang identik dengan gedung bertingkat dan mall-mall besar. Apalagi saya yang berasal dari Magetan sudah terbiasa dengan sawah dan gunung yang bisa setiap hari saya nikmati dari depan rumah saja. Hmm, apa iya saya bakalan betah tinggal di Jakarta?

Tapi itu dulu, sekitar 5 tahun yang lalu. Setelah akhirnya resmi menjadi warga DKI, ternyata saya sangat betah tinggal di kota ini. Selain fasilitas umum yang lumayan lengkap dan mudah diakses siapa saja, ternyata Jakarta pun sangat memahami kebutuhan warganya untuk berekreasi dengan konsep alam.

Kota Pelajar yang Membuatku Belajar Kehidupan

|
Yogyakarta
"Pulang" ke Yogya untuk mendaki Merapi sebelum mengubah status menjadi istri


Pukul 4 sore gerobak kayu sudah didorong menuju tempat biasa mangkal. Di ujung jalan, tepat sebelum belokan menuju pertigaan arah Hotel Ambarukmo, sang istri sudah lebih dulu membersihkan tempat jualan mereka. Menyiram tanah dengan air agar nantinya tak berdebu ketika disapu. Mengumpulkan sampah kemudian memasukkannya dalam tas kresek warna hitam untuk nantinya dibuang bersama sampah sisa jualan.

Beberapa saat kemudian sang suami pun tiba. Maka dengan seksama dihampirinya sang suami untuk membantu menyeberangkan gerobak kayu menuju tempat yang telah disiapkannya. Beberapa kayu dan batu bata telah disiapkan sebagai penyangga gerobak agar tak mudah rubuh ketika pembeli berdesakan. Terpal warna oranye pun dipasang di bagian depan dan belakang gerobak, sebagai persiapan jika sewaktu-waktu Tuhan mengguyurkan airnya dari langit.

Kopi Rolas, Warung Kopi Bergaya Rumah di Utara Yogyakarta

|
Review Warung Kopi Rolas di Sleman Yogyakarta



Siapa yang suka ngopi? (*angkat tangan). Ya, saya sangat suka minum kopi. Meskipun bisa dibilang enggak paham tentang kopi. Jangankan filosofinya, jenis-jenisnya aja saya selalu tanya sama abang yang jualan.

"Mas, kalau yang di toples ini jenis apa? Rasanya gimana? Asem nggak? Bedanya sama yang itu apa?"

Gitu terus tiap ke pasar. sampai mungkin abangnya eneg jawab pertanyaan saya. Tapi kayaknya enggak, sih. Karena dia enggak pernah judes, selalu sabar dan senyum saat jawab pertanyaan saya. Itulah yang bikin saya dan suami selalu balik ke toko kopi yang satu itu. Soalnya, ya cuma toko itu yang paling lengkap jenis kopinya, alias gak ada pilihan lain. Hahaha

Traveling Gaya Koper Otak Ransel? Bisa Dong!

|

Traveling gaya koper atau ransel?
Pexel.com



Koper atau ransel, manakah gaya traveling Teman-teman?


Kalau pertanyaan ini harus saya jawab sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu, pastilah jawabannya ransel. Saat masih muda apalagi lajang, traveling bagi saya harus identik dengan yang simple, ringkas, penuh petualangan dan sebisa mungkin berbujet minimalis.

Tapi dengan kondisi bepergian bersama balita seperti saat ini, rasanya pilihan ini sudah tidak lagi relevan. Dari segi barang bawaan saja sudah tidak mungkin ringkas. Mau terlalu banyak petualangan juga harus berpikir ulang, karena untuk saat ini kenyamanan adalah prioritas utama saat traveling bersama keluarga, terutama dengan anak-anak.

Sebenarnya kalau mau dibilang full koper juga nggak terlalu relevan sih. Karena kami pun pernah beberapa kali melakukan traveling dengan ransel ala backpacker. Meskipun nggak bisa juga disebut backpacker murni.

Custom Post Signature

Custom Post Signature