Parenting Story, Mom's Life, Tips

Showing posts with label Woman Corner. Show all posts
Showing posts with label Woman Corner. Show all posts

Denganmu, Hidupku Asik tanpa Toxic

|
Tubuhku hanya rangka kecil dari tulang berbalut daging dan aliran darah di dalamnya. Tapi impian dan tanggung jawab besar bersemayam di sana. Terus berdetak hingga denyut terpisah dari raga.

Natsbee Honey Lemon minuman antioksidan


Tubuh saya tak terlalu besar atau kuat, tapi impian dan tanggung jawab sebagai seorang anak perempuan, saya rasakan semakin membesar. Dari dulu hingga sekarang cita-cita saya masih sama, ingin sukses dan mandiri semata-mata untuk membahagiakan ibu---yang sudah puluhan tahun menjanda.

Sejak kecil pula, sayalah satu-satunya anak perempuan yang diajak ibu menyiapkan aneka panganan untuk dijual di kantin sekolah. Pekerjaan ini sudah saya lakukan sejak kelas 6 SD hingga akhirnya saya lulus SMA, kemudian  resign dari pekerjaan di dapur  ibu  untuk hijrah menuntut ilmu di Jogja.

3 Hal yang Saya Pelajari setelah 8 Tahun Berstatus Istri

|

www.damaraisyah.com


Delapan tahun menikah, tapi rasanya seperti  baru saja melalui fase terberat pada 5 tahun pertama pernikahan. Iya, usia pernikahannya memang sudah sampai di angka 8, tapi baru 5 tahun terakhir ini kami hidup bersama dalam satu atap. 

Setelah memutuskan pindah ke Jakarta dan berkumpul dengan suami seperti selayaknya suami istri, rasanya saya seperti kembali pada titik awal. Persis seperti pengantin baru yang baru mengenal satu sama lain. Terlebih, kami menikah tanpa melalui proses pacaran. Begitu ketemu, tukar kontak, merasa cocok langsung jebret lamaran terus nikah.

Make Up Sederhana untuk Acara Buka Bersama

|

www.damaraisyah.com

Beberapa hari yang lalu, suami mengajak saya dan DuoNaj untuk menghadiri acara buka bersama di kantornya. Kami, terutama Duonaj memang sangat antusias saat diajak ke acara kantor ayahnya. Saya pun sebisa mungkin tak ingin melewatkannya, mengingat sangat jarang acara seperti ini dihelat di kantornya. Maklum, kantor ini hanya punya lima orang penghuni. Saat mengadakan acara seperti inipun mayoritas undangannya dari pihak rekanan.

Tak disangka, 3 jam menjelang acara si Najib jatuh dan dagunya bocor.  Alih-alih membawanya ke IGD, saya segera memeriksakan Najib ke klinik dekat rumah dengan harapan luka di dagunya tidak perlu mendapatkan penanganan yang serius, misalnya harus dijahit.

Hal yang Dirindukan Sebagai Ibu Bekerja (di Luar Rumah)

|



Nggak tahu habis kesambet apa, tiba-tiba saja jadi kangen masa-masa menjadi  ibu bekerja (di luar rumah).  Padahal kalau boleh ngeluh, nih. Jiyahhh, ngeluh pakai minta izin, hehe. Jadi full stay at home mom juga enggak bisa dibilang nggak kerja, loh. Saya sudah membuktikannya. Jadi SAHM itu bener-bener 18x7 (anggap saja yang 6 jam itu tidur pules, tanpa rengekan si kecil yang minta ini dan itu).

Sebenarnya saya  sudah merasakan pengalaman menjadi ibu bekerja di luar rumah, ibu rumah tangga murni, juga IRT berbisnis. Dasn semua ada suka dukanya. Nggak nyangka juga, setelah hampir 8 tahun menjadi ibu, saya berkesempatan mencicipi itu semua. Pengalaman yang sebenarnya sangat memperkaya batin. Meskipun saya akui kegalauan kerap kali masih melanda.

Travelling Benefits for Old Couple

|



Traveling bersama pasangan memang selalu memberikan manfaat bagi kelangsungan hubungan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan. Bagi pasangan baru aka new couple, cara ini sangat baik untuk mengenali karakter dan kebiasaan satu sama lain, yang pada awalnya mungkin tidak pernah ditunjukkan. 

Selain itu, traveling bersama bagi pasangan baru juga cenderung lebih mudah dan possible. Beda dengan old couple seperti saya yang sudah memiliki dua anak kecil. Terlebih tinggal tanpa ART atau anggota keluarga lain yang bisa dimintai tolong untuk menjaga anak-anak. Bisa mojok berdua saja rasanya sangat istimewa, apalagi jika bisa merencanakan second honeymoon. Wow! Rasanya seperti mimpi bagi saya.

Resolusi 2018 dan Rahasia Menjadi Perempuan Produktif

|
Resolusi 2018

"Bund, cita-citamu opo?" (Bund, cita-citamu apa?) Satu pertanyaan sederhana, tapi sempat membuat saya senewen agak lama. Bagaimana nggak senewen, lha wong sebenarnya pas suami tanya soal cita-cita itu, saya benar-benar hanya fokus pada pencapaian keluarga. Ee, lha kok tiba-tiba diingatkan lagi dengan gejolak masa muda.

Jujur, bagi saya pertanyaan itu sangat sensitif dan keterlaluan, hehehe. Karena suami saya yang menanyakan. Apalagi dia ingin saya menjawab sebagai perempuan yang seharusnya masih produktif berkarya. Bukan sebagai ibu atau seorang istri. Padahal dia tahu betul seperti apa aktivitas saya selama 24 jam. Selain momong, momong dan momong. Pekerjaan rumah tangga rasanya tak pernah habis saya kerjakan. Memang benar, kadang pun saya ingin menghasilkan sesuatu di luar urusan rumah tangga. Tapi saya berusaha positif thinking saja, mungkin ini belum masanya.

Tapi, ternyata suami terus mendorong untuk melakukan hal lain selain urusan rumah tangga. Ya, memang anak dan suami harus menjadi prioritas utama. Tapi tidak seharusnya mengambil terlalu banyak jatah waktu yang saya punya. Maka mulai saat itu, saya pun terus memutar otak. Menggali kembali segala impian yang sempat terlupa. Hingga akhirnya saya berani keluar dari zona leha-leha. Dan menantang diri untuk produktif berkarya selagi kesempatan terbuka.

Sejak saat itu saya mulai memodifikasi impian masa kecil. Mustahil kan, jika saya masih bercita-cita  ingin menjadi dokter atau astronot? Tapi saya masih memiliki impian sebagai seorang penulis. Alasannya pun sederhana, karena ingin mendokumentasikan perjalanan hidup, serta berbagi ilmu dan pengalaman yang masih terbatas.

Baca juga: Berdamai dengan Diri Sendiri

Akhirnya membuat resolusi di awal tahun pun saya lakukan untuk menyusun target dan mengukur pencapaian. Tentunya dengan langkah dan strategi yang masuk akal. Karena saya sadar betul, bahwa sebagai perempuan biasa melakukan suatu hal baru tidak selalu mudah. Modal utama saya pun hanya impian.

4 Resolusi di Tahun 2018


Seperti halnya di awal 2017, tahun ini pun saya kembali menyusun resolusi awal tahun. Bukan sok-sokan ya, tapi saya merasakan betul arah dan tujuan serta langkah yang harus saya ambil berbekal menyusun resolusi di awal tahun.

Kali ini pun saya menyusun resolusi 2018 dalam 4 poin besar sesuai dengan4 peran yang saya jalani sebagai perempuan. Sebagai istri, ibu, anak dan perempuan yang haus dengan karya.

1. Mengasuh dengan bahagia dan berkualitas


Teman-teman pasti setuju, bahwa anak-anak yang bahagia itu tentunya berada dalam pengasuhan ibu yang bahagia juga? Ya kan, ya kan? Nah, saya pun ingin mengambil tempat sebagai salah satu ibu tersebut, meskipun dengan cara saya sendiri. Karena saya rasa kebahagiaan setiap ibu memiliki takaran dan jenis yang berbeda. Tergantung situasi dan kondisi yang dihadapinya. tapi bahagia tetap menjadi kuncinya.

Bagi saya, kebahagiaan itu ketika mendapatkan kepercayaan dari DuoNaj sebagai teman dekat mereka. Karena saya yakin, menjadi teman anak adalah cara paling tepat dan awet untuk mengiringi setiap pertumbuhan mereka.

Maka saya pun berencana untuk menginvestasikan lebih banyak waktu untuk keduanya. Memberikan quality time yang benar-benar bermanfaat, bukan sekedar kebersamaan sepanjang hari namun dengan kesibukan saya sendiri


Resolusi 2018

Saya ingin intens kembali melatih keterampilan dasar bagi keduanya. Mengembangkan psikomotorik dan keterampilan berbahasa untuk si Najib. Sedangkan untuk Najwa saya merencanakan kegiatan yang bersifat life skill dan keagamaan. Ya, Najwa sudah menjelang 7 tahun, dan saya rasa ini saatnya untuk konsen pada dua hal tersebut.

Baca perjalanan saya menjadi ibu bahagia : Ibu Selalu Ada, Meskipun Tak Mampu Sempurna

Saya pun ingin terus mempertahankan gaya berkomunikasi yang lebih banyak menempatkan DuoNaj sebagai partner, bukan sekedar anak  yang bisa diatur semau orang tuanya. Memberikan kesempatan pada mereka untuk mengemukakan pendapat untuk sebuah persoalan. Memberikan kepercayaan pada mereka untuk berproses dan mencoba hal baru dalam konteks positif tentunya.

Sejauh ini, cara tersebut sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri mereka. Selain itu juga membiasakan mereka untuk menghargai adanya perbedaan pendapat yang tidak bisa dipaksakan. Juga melatih konsekuensi untuk hal-hal yang telah dipilih. Sebagai catatan, semuanya masih dalam konteks anak-anak dan tentu saja saya telah menentukan batasan-batasannya.

2. Menjadi partner terbaik bagi suami


Ehem, sekali-kali masuk pada bahasan perempuan dewasa, ya. Kali ini resolusi saya sebagai seorang istri. Barangkali terasa aneh jika saya memiliki keinginan untuk lebih "dekat" dengan suami. Karena kenyataannya kami telah menikah selama 7 tahun. Waktu yang saya rasa cukup untuk membangun kedekatan antara sepasang kekasih, terlebih kami telah dikaruniai dua orang anak sebagai perekat hubungan ini.

Tapi, jujur saya masih butuh untuk lebih dekat dengannya. Dekat sebagai partner kehidupan tidak sebatas dalam menjalankan peran dalam rumah tangga. Saya sadar betul, keterbatasan waktu yang kami miliki untuk melakukan quality time berdua harus disiasati dengan cerdas. Agar hubungan sebagai pasangan sepanjang usia tak menjadi "garing" atau malah monoton karena terjebak dalam rutinitas.

Resolusi 2018
My Sephia ( read: kekasih gelapku, hehehe )


Untuk itu, saya berencana melakukan kebiasaan-kebiasaan khusus bersama suami. Salah satunya rutin berbagi cerita meskipun untuk hal remeh temeh menyangkut kesenangan satu sama lain. Ini hanyalah salah satu cara untuk menjaga hubungan kami tetap dalam satu frekuensi dan seirama.


Selain itu saya ingin lebih rajin merawat diri. Saya sadar, kondisi fisik tak mungkin bertahan ketika "dimakan" usia. Untuk itu tak ada cara lain selain mengusahakannya tetap prima. Tidak hanya merawat secara lahir, saya pun berusaha menjaga batin saya tetap "sehat". Karena keduanya memang tidak bisa dipisahkan dan sangat memengaruhi satu dan lainnya.

Baca tentang suami saya : Not A Breastfeeding Father, but He is The best Father

Mungkin cara saya ini terdengar berlebihan. Tapi tak apalah, karena saya pun yakin bahwa segala sesuatu ituperlu diupayakan. Termasuk di dalamnya hubungan dalam pernikahan. Tak ada yang mampu menjamin kelangsungan kehidupan suami istri. Kecuali kita sendiri yang menjalani dan mau mengusahakannya.

3. Mewujudkan harapan orang tua selagi masih ada kesempatan


Ibu ... Ibu dan ibu. Seperti halnya yang diajarkan oleh Rasul, saya pun ingin lebih memperhatikan orang tua saya yang kini hanya tinggal ibu seorang. Mengingat usianya yang sudah semakin tua, sedangkan harapan dan impiannya masih banyak yang belum terwujud. Maka saya ingin mengusahakannya satu persatu, salah satunya untuk beribadah ke tanah suci.

Resolusi 2018
Semoga ibu selalu sehat hingga tercapai semua impiannya. Amin.


Selain itu, saya pun ingin mengupayakan harapannya pada kami anak-anaknya. Saya tahu, meskipun tak pernah terucap dari mulutnya, ibu pasti ingin saya berkarya sebagai perempuan terpelajar. Berpenghasilan secara mandiri sehingga mampu mengambil peran sebagai sekoci dalam rumah tangga. 


Harapan itu terus saya ingat, dan meskipun saya akui tidak mudah untuk diwujudkan saat sekarang. Tapi saya memiliki keyakinan untuk mewujudkannya suatu hari nanti, secepatnya. Saya yakin, pada saat yang tepat saya akan mempersembahkan kebanggan ini baginya.

4. Menulis satu buku cerita anak di tahun 2018


Seperti halnya penulis lain, saya pun menyimpan keinginan untuk menerbitkan minimal 1 buku seumur hidup saya. Saya pun mulai mantap untuk memilih buku ber-genre anak sebagai buku solo saya yang pertama.


Resolusi 2018
Buku antologi kelima yang terbit akhir 2017.


Mengapa buku cerita anak? 

Karena buku ini untuk anak-anak saya. Saya ingin ada satu hal yang bisa mereka sentuh, nikmati, ambil pelajaran dan simpan dari hasil belajar ibunya. Saya ingin buku ini menjadi buah dari malam-malam panjang yang saya lalui di depan laptop, demi menghindari protes karena menulis di siang hari. Di mana anak-anak lebih membutuhkan saya untuk teman bermain dan berbagi cerita.

Resolusi 2018
Calon buku antologi keenam (cerita anak) terbit Awal 2018

Saya memang tidak memasang target terlalu tinggi untuk buku saya nanti. Tapi saya berharap mampu menyajikan pendidikan dan pengalaman hidup yang dapat diteladani dari sebuah sumber bacaan. Cara yang selama ini saya terapkan pada anak-anak melalui sumber bacaan karya penulis lain. Maka bolehlah saya berkeinginan untuk menghadirkan karya saya sendiri sebagai sumber pelajaran kehidupan bagi DuoNaj.

Baca juga: Resolusi 2017- Sehat Jiwa dan Raga


Wah, wah, wah, ternyata banyak juga resolusi saya. Hehehe. Nggak pa pa ya, anggap saja semangat saya memang sedang di puncak. Karena kenyataannya memang benar. saya mulai merasakan passion ini menggerakkan seluruh energi positif dalam diri. Maka sayang jika membiarkannya menguap begitu saja.

Lalu, apakah saya menyiapkan strategi utuk mewujudkannya? Tentu saja sudah. Dia antaranya dengan menerapkan 4 manajemen dasar yang sebaiknya dimiliki semua perempuan. Dan satu hal vital yang menyebabkan segala hal yang kita rencanakan mampu diusahakan. Untuk 5 hal tersebut, saya menyebutnya sebagai "Rahasia Menjadi Perempuan Produktif".


Rahasia Menjadi Perempuan Produktif


Menurut saya pribadi dan beberapa sesi sharing yang saya ikuti di berbagai komunitas. Salah satu jurus jitu bagi perempuan untuk selalu produktif terletak pada bagaimana dia me-manage kehidupan. Teman-teman setuju nggak? Saya sih setuju karena sudah membuktikannya.

Hal ini pun pernah saya dengar dari Indari Mastuti, perempuan produktif yang membawahi satu jaringan Indscript Creative yang semakin menggurita. Indari Mastuti pernah menyebutkan, bahkan menuliskan dalam bukunya "Full Time VS Working Mom", bahwa setidaknya perempuan harus mampu mengelola hidupnya dengan 4 kemampuan manajemen. Apa sajakah itu?


1. Manajemen Waktu

Semua perempuan memiliki 24 jam sehari dalam hidupnya. Lalu mengapa produktivitasnya bisa berbeda-beda? Tentu saja hal ini dikarenakan kemampuan mengatur waktu setiap orang tidak sama. 

Saya nggak bilang bahwa perempuan yang terlihat selalu sibuk itu tidak pandai mengatur waktu ketimbang yang terlihat santai, atau sebaliknya. Karena setiap orang menghadapi kondisi yang berbeda dalam 24 jam yang dimilikinya.

Resolusi 2018
Pexel.com

Yang ditekankan dalam manajemen waktu bagi seorang perempuan adalah bagaimana mereka tidak menyia-nyiakan sedikit pun waktu yang dimiliki. Itu artinya seorang perempuan jika ingin produktif berkarya harus memiliki rencana harian atau to do list, sehingga mampu mengalokasikan seluruh waktunya untuk segala hal yang bermanfaat. 

Betewe, mengambil jeda untuk sekedar bersantai sambil minum teh juga manfaat, loh. Jadi nggak perlu khawatir bahwa to do list harian akan terlalu mengekang aktivitas kita. Tapi sebaliknya, dengan adanya to do list kita akan tahu betul kegiatan apa saja yang bisa dialokasikan waktunya. jadi nggak ada istilah waktu terbuang percuma.


2. Manajemen Prioritas

Mom, Master of Multitasking, begitu katanya. Oke, saya setuju sekali karena kenyataannya memang seperti itu. Entah ibu bekerja di luar ataupun di dalam rumah, kenyatannya perempuan memang memiliki keahlian untuk multitasking. 

Tapi, kita nggak bisa ya terus-terusan menjadi makhluk multitasking tanpa prioritas yang harus dibuat. Begitu pun dalam mengelola to do list harian. itu sebabnya mengapa to do list itu harus dibuat tidak kaku, alias fleksibel.

Resolusi 2018
Pexel.com

Misalnya nih, kita sudah merencanakan siang hari menulis satu postingan. Ee, ternyata si kecil pakek acara ngambek. Otomatis pending dulu acara tulis menulisnya, ganti bermain dengan bocil. Sebagai gantinya, saya akan mengoper satu kegiatan yang tidak terlalu urgent dengan rencana membuat postingan yang sudah saya pending tadi. Sebagai contohnya menyetrika baju atau mengepel yang menurut saya tidak perlu dilakukan setiap hari.  Akur ya? Hehehe, ini bukan alasan karena saya malas menyetrika, loh. Hehehe.

3. Manajemen Keuangan

Yup, perempuan harus cermat mengatur keuangan. Apalagi jika sumber keuangan kita masih berasal dari satu "kran" saja, seperti saya. 

Dalam mengatur keuangan pun kita perlu membuat perencanaan baik jangka pendek maupun panjang. Mulai kebutuhan rutin bulanan, tahunan hingga kebutuhan tak terduga. Selain itu butuh prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan setiap keluarga.

Resolusi 2018
Pexel.com


Keluarga kami misalnya, untuk kebutuhan pendidikan formal anak-anak memang tidak terlalu besar karena Najwa bersekolah di SD Negeri. Sebagai gantinya, kami menganggarkan kegiatan family edutrip sebagai salah satu pengeluaran rutin. Dengan tujuan untuk memberikan pengalaman nyata yang diharapkan menambah pengetahuannya di luar pendidikan formal.

Baca cerita DuoNaj:  Edutrip ke Musem Air Tawar dan Museum Serangga

Prioritas setiap keluarga pasti berbeda. Tapi memiliki manajemen keuangan sangat penting sifatnya bagi setiap keluarga. Kemampuan ini sangat men-support keinginan seorang perempuan untuk bisa produktif. Karena tidak bisa dipungkiri, sekarang ini tidak ada hal yang gratis. Maka memberikan alokasi tersendiri untuk hal yang mendukung produktivitas perlu dipertimbangkan. Misalnya untuk biaya training, mempraktikkan ilmu atau menyalurkan hobi. 

Kemampuan memanajemen uang juga bukan berarti mendukung kita menjadi pribadi yang pelit. Tidak sama sekali. Justru dengan kemampuan ini, kita akan lebih terarah dalam membelanjakan uang, sehingga tahu mana saja pos yang penting dan tidak.

4. Manajemen Bahagia

Jika sesekali kita merasa kehidupan orang lain lebih bahagia daripada kita, mungkin itu masih wajar. Karena bagaimanapun rumput di halaman tetangga selalu lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri. Tapi kalau keterusan berpikir seperti itu, maka kondisi emosi kita menjadi tidak sehat. Akibatnya bisa jadi iri hati dan kurang bersyukur. Duh amit-amit, ya.

Hidup itu sawang sinawang. Segala yang kita lihat tidak selalu seindah yang kita bayangkan. Seperti juga sepatu, ukuran dan bentuk kaki setiap orang selalu berbeda, maka jangan memaksakan diri memakai ukuran orang lain.

Mensyukuri kehidupan adalah cara paling mudah untuk me-manage perasaan bahagia. Menyadari bahwa segala hal yang kita peroleh sebagai takaran yang pas sesuai usaha dan kebutuhan kita adalah cara yang menenangkan.

Resolusi 2018
I start to be happier, whatever my condition

Adakalanya melihat ke bawah untuk menambah kadar syukur dan bahagia. Jika harus melihat ke atas, jadikan sebagai motivasi untuk melompat lebih tinggi. Dan ketika melihat ke depan, maka hadapilah kenyataan. Syukuri dan berbahagialah dengan setiap pencapaian. Karena kata orang bahagia itu terkadang sederhana saja.

Saya mulai melatih dan menerapkan diri dengan 4 manajemen ini di awal tahun 2017. Meskipun belum maksimal, tapi saya dapat merasakan perubahan dalam diri baik secara personal maupun dalam menghadapi suami dan anak-anak. Hal ini membuat saya semakin yakin dan ingin kembali menerapkannya sebagai resep menuntaskan resolusi 2018.

Sayangnya, satu hal yang masih sering menjadi kendala. Kondisi kesehatan saya masih sering drop di tengah jalan. Biasanya karena kelelahan atau kurang asupan vitamin akibat pola makan yang kebanyakan cheating makanan siap saji. Saya sadar betul, kekurangan asupan vitamin dan mineral sangat rentan menurunkan daya tahan tubuh dan dapat menimbulkan  berbagai penyakit.

Untuk itu saya pun berencana memulai kembali pola makan seimbang untuk mencukupi nutrisi harian. Sedangkan untuk asupan multivitaminnya, saya selalu mengonsumsi Theragran-M terutama pada masa-masa pemulihan setelah sakit. 

Mengapa Theragran-M?

Karena Theragran-M mengandung vitamin A, B, C, D dan E serta mineral esensial seperti Magnesium dan Zinc. Multivitamin ini pun sudah diresepkan sejak tahun 1976 sehingga sangat terpercaya. Theragran-M juga merupakan pilihan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Selain juga merupakan pilihan vitamin untuk mengambalikan kondisi tubuh setelah sakit.


Resolusi 2018


Mungkin Teman-teman berpikir, kok segitu pentingya memilih vitamin untuk masa penyembuhan bagi saya? Jawabnya karena ibu itu nggak boleh sakit. Minimal, kalau sakit jangan lama-lama, lah. Bisa kacau urusan rumah tangga kalau si ibu kelamaan bobok-bobok cantik kesakitan. Mulai urusan dapur sampai sekolah anak bisa jadi nggak terkontrol dan berantakan. Kalau sudah begitu, lagi-lagi perempuan yang harus nanggung repotnya di belakang. Duh, nggak mau banget kan?

Karena itu kita harus sehat ya, Temans. Selain agar lebih lancar dalam menjalankan segala resolusi yang sudah dibuat. Kesehatan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan ini. Apa artinya kaya jika sakit-sakitan? Kebahagiaan pun terasa tidak sempurna jika raga tak mendapatkan haknya untuk sehat.


Resolusi 2018

Jadi, jangan pernah menunda dan beralasan untuk memulai hidup sehat. Begitu pun halnya jika memerlukan tambahan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dan melengkapi kebutuhan mineral. Cukup satu butir kaplet salut gula dari Theragran-M yang dikonsumsi baik sewaktu atau sesudah makan sebagai body booster. Cara mendapatkannya pun sangat mudah, karena Theragran-M bisa dibeli di toko obat atau apotik di sekitar kita. Tentunya dengan harga yang sangat terjangkau di kantong kita-kita.

Rasanya saya semakin siap dan yakin untuk melalui 2018. Selain telah berbekal resolusi yang membuat langkah-langkah saya lebih terarah. Saya pun telah mengungkap rahasianya agar senantiasa menjadi perempuan yang produktif berkarya. Dan tentu saja karena saya sangat antusias, optimis dan memilih untuk sehat dengan pola makan seimbang dan multivitamin yang berkualitas.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.




Muslimah Digital - Berdaya tanpa Terjerumus Arus Perubahan

|
Perempuan Digital

Sebuah penelitian menyatakan, 69% orang di Indonesia mencari informasi di internet. 48% wanita Indonesia mengakses internet lebih dari sekali dalam sehari. 61% wanita pengguna internet ingin bekerja. Namun, hanya 56% pria yang mengizinkan istrinya full bekerja. (Google UKM).


Internet, teknologi yang memungkinkan terwujudnya dunia baru bagi peradaban umat manusia. Sebuah dunia yang pada awalnya dirasa sangat tidak masuk akal, tapi kini telah merajai, merasuki setiap sendi kehidupan manusia.

Dunia maya adalah produk dari teknologi digital. Dunia yang diciptakan dari perangkat komunikasi, penyimpan memori dan pengolah data. Dunia yang mempertemukan orang-orang dari berbagai belahan bumi yang berbeda melalui seperangkat teknologi berbasis internet. 

Kini, dunia maya telah menjadi dunia kedua. Seperti halnya dalam dunia nyata, dunia maya menawarkan kesempatan untuk bersosialisasi, berpenghasilan, menuntut ilmu, bertetangga, bahkan berselisih paham. Kehadiran dunia maya berkontribusi besar bagi kemajuan peradaban manusia. Begitu banyak kesempatan dan peluang-peluang baru terbuka dengan hanya mengoperasikan seperangkat mesin atau bahkan semudah dalam genggaman. 

Bagi saya, dunia maya ibarat angin segar. Banyak sekali kesempatan yang saya dapatkan setelah mengikrarkan diri menjadi salah satu penghuni di dunia maya ini. Kesempatan memperluas pertemanan melalui jejaring media sosial merupakan titik awalnya. Bermula dari jejaring sosial yang terus menggurita, dati situlah saya banyak mendapatkan peluang pekerjaan, berpenghasilan, berilmu dan kemudian saling menebar manfaat.

 

Perempuan Digital
Blogger Muslimah Indonesia, salah satu komunitas yang mewadahi aktivitas perempuan digital  (Foto : Dokumentasi Blogger Muslimah Indonesia)
Mungkin, Teman-teman pun pernah mendengar istilah Perempuan Digital. Mereka adalah kaum perempuan yang berkecimpung di dunia digital. Memberdayakan diri melalui seperangkat alat berbasis teknologi. 

Dalam komunitas dunia maya, tentu tidak susah menemukan sosok-sosok perempuan seperti ini. Karena kenyataannya hampir 50% dari perempuan di Indonesia telah mengakses internet, bahkan lebih dari satu kali dalam sehari. Saya dan mungkin juga Teman-teman yang membaca artikel ini adalah salah satu di antaranya. Meskipun ada yang menjadi pembeda, karena tidak semuanya 
memberdayakan diri sebagai perempuan digital. Mungkin hanya user biasa atau sekedar mengikuti arus perubahan saja.

Bersyukurlah kita yang memiliki kesempatan, dibarengi kemauan dan kemampuan untuk mengambil peluang dalam dunia maya yang terus menggeliat. Meskipun dibatasi dengan kodrat, perempuan di masa kini tetap dapat "bergerak" dengan lincah, mengaktualisasi diri bahkan berkarya dalam ruang dan waktu yang tak terbatas.

Muslimah, Blog dan Dunia Maya


Perempuan Digital
Blog sebagai rumah digital.


Selain media sosial, blogging adalah salah satu media yang paling diminati kaum hawa. Kedua media ini sangat tepat dan cocok untuk mengaktualisasi diri, meng-upgrade keterampilan, membranding diri dan sarana promosi digital yang lain. Selain mudah dan dapat diaplikasikan di mana saja, media seperti blog dapat menjadi sarana menuangkan uneg-uneg. Mengeluarkan gagasan atau ide dan kreatifitas yang selama ini hanya ada di kepala.

Blog dan aktivitas menulis merupakan terapi yang tepat untuk kaum perempuan yang cenderung  memainkan hati ketimbang akal, sehingga terkesan lebih sensitif dibanding pria. Selain itu, aktivitas menulis juga dapat mewadahi jatah 20 ribu kata per hari yang dimiliki perempuan. Seperti yang kita tahu, jika jatah ini tidak disalurkan atau dibiarkan terbungkam, biasanya akan membawa efek yang kurang menyenangkan. Hehehe, itu murni pengalaman saya, sih.

 Baca juga: Resolusi sebagai Momblogger

Bagi saya pribadi, aktivitas blogging memang berawal dari kebutuhan untuk mengaktualisasi diri. Tapi dalam perjalanan yang hampir satu tahun ini, saya mendapatkan kebahagiaan lain dalam bentuk memberi manfaat kepada pembaca. Memang ada banyak blog post yang mengangkat tema pengalaman pribadi sebagai bahan tulisan. Tapi di situlah saya menemukan kebahagiaan, ketika apa yang kita alami dan  bagikan memberi manfaat untuk Teman-teman yang berada dalam kondisi serupa.

Keberadaan manusia di bumi ini memang diperintahkan untuk sebaik-baiknya memberi manfaat. Maka sekecil apapun yang bisa kita lakukan, ada baiknya dapat diambil manfaatnya bagi orang-orang di sekitar kita. Begitu setidaknya yang saya pelajari sebagai muslimah.


Menyadari ruang gerak sebagai perempuan yang begitu terbatas. Saya pun membulatkan tekat untuk memasuki dunia lain yang tak mengenal batasan. Maka dunia maya adalah dunia lain saya. Sedangkan blog adalah rumah kedua yang berada di dunia maya.

Keputusan semacam ini nampaknya juga diminati sebagian besar perempuan yang bersinggungan langsung dengan dunia digital. Terlebih peluang berpenghasilan dari blog atau media sosial sudah mulai dapat diperhitungkan. Maka bergaul di dunia maya tak lagi sebatas untuk bersosialisasi atau berkomunitas saja.  

Blog mulai beralih fungsi menjadi media penyimpan portofolio dan karya. Blog juga menjadi alat branding diri selain media sosial. Dan yang paling penting, blog pada akhirnya memberikan manfaat baik secara materi maupun non materi bagi pemiliknya. Harapannya juga bagi siapapun yang membacanya.

Berdaya tanpa Perlu terjerumus Arus Perubahan

 

Perempuan Digital
Gambar : Pexel.com

Ibarat dua mata pisau, dibalik semua sisi positif selalu ada hal-hal negatif di tengah derasnya arus perubahan. Pergeseran hidup yang terus mengarah pada segala hal yang berbau digital dan teknologi, tentu saja membawa dampak negatif yang perlu diwaspadai. Dunia maya dengan teknologi digital yang memungkinkan segala hal dapat dilihat orang, mau tak mau menuntut kita untuk cerdas dalam pergaulan.

Bagaimana memilah dan memilih hal yang dirasa perlu dan tidak untuk diunggah di dunia maya. Menentukan jenis dan batasan-batasan dalam pertemanan. Bahkan selektif dan dapat membedakan kerja sama yang menguntungkan atau justru sebaliknya.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Wuri Nugraeni - Blogger, Copywriter, Reporter dan Editor

Berbagai kasus dan masalah yang timbul akibat penyalahgunaan internet sepertinya tak hanya isapan jempol belaka. Pertumbuhan teknologi digital di negara ini dan mungkin juga di negara-negara lainnya selalu dibarengi dengan pertumbuhan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Bermacam-macam kasus di negeri ini berawal dari penyalahgunaan fungsi teknologi. Begitu pun bergesernya budaya masyarakat yang semakin konsumtif dan hedonisme, saya yakin dunia maya turut menyumbang besar di dalamnya.

Itulah sebabnya, budaya literasi mulai merambah dunia digital. Pengguna atau user dianggap harus melek digital. Mampu memaksimalkan manfaatnya tanpa perlu terjerumus dalam arus perubahan zaman. Khususnya bagi kita kaum muslimah, karena godaan di dunia maya sangat besar dan sangat berpeluang memicu konflik jika tidak ditanggapi dengan arif.

 

Untuk itu, perlu rasanya bagi saya dan Teman-teman sesama muslimah lebih "cerdas" dan selektif dalam bergaul di dunia maya. Mampu memanfaatkan setiap peluang yang ditawarkan untuk melakukan hal-hal yang positif dan  produktif. Tegas dan berani menolak untuk setiap hal yang mengarah pada kerusakan.

Hal ini tidak hanya yang berkaitan dengan penawaran kerja sama. Tapi dalam pertemanan, penyebaran berita, pembuatan konten baik di blog maupun media sosial. Bahkan dalam mengikuti majelis ilmu secara online, atau melalui parangkat digital pun ada rambu-rambunya. Bersosialisai dan memilih komunitas pun tak bisa sembarangan.

Bagi blogger seperti saya pun, ada begitu banyak grup yang menawarkan berbagai peluang ilmu dan pekerjaan. Tapi sekali lagi, pastikan kita selektif dan memilih yang cocok dengan personality kita. Sehingga tidak hanya dalam kehidupan nyata, dalam dunia maya pun kita mendapatkan manfaat, ketenangan dan ilmu yang membawa keselamatan.

Mari menjadi muslimah yang berdaya. Muslimah digital yang melek literasi dan kokoh di tengah terjangan arus perubahan.


"Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia "

 









[Review] Menikmati Akhir Pekan dengan Relaksasi Ringan di MOZ5 Salon

|
Kalau misal saya ditanya,  apa wishlist BukNaj setiap weekend di awal bulan? Ya, pasti jawabannya ke salon. Meskipun hanya 1 atau 2 jam, rasanya udah rilex banget begitu pulang ke rumah. Dan tradisi baru ini sepertinya memang kudu saya biasakan agar lebih siap menghadapi kenyataan. (((KENYATAAN))) 

Seperti yang saya bilang, kebiasaan ini adalah tradisi baru buat saya. Karena sebelumnya saya paling malas datang ke salon. Malas antri, takut tempat dan perlengkapannya nggak bersih, khawatir nggak cocok sama produknya, sampai yang paling malesin kalau harus campur antara customer laki-laki dan perempuan. Nggak nyaman banget kalau nggak ada privasi. Toh, sebenarnya perawatan tubuh dan badan memang nggak harus dilakukan di salon. Di rumah pun bisa asalkan memiliki perlengkapannya. 




Tapi entah sejak kapan tepatnya, saya jadi menikmati aktivitas akhir pekan di salon. Itung-itung refreshinglah. Satu bulan sekali, meskipun hanya facial atau creambath, saya usahakan meluangkan waktu pergi ke salon kecantikan. Tradisi baru ini semakin lancar saya lakukan, karena suami pun menyetujuinya. Sehingga saya tak perlu khawatir lagi meninggalkan anak-anak, Karena si bapak sudah siap "jaga gawang".

Gayung bersambut, saya pun menemukan satu salon yang cocok banget sama kebutuhan saya. Jaraknya tidak jauh dari rumah, tempatnya bersih dan nyaman. Dan yang terrpenting khusus untuk pengunjung perempuan alias salon muslimah. Ya, MOZ5 Salon adalah salon pilihan saya tersebut.

Tanpa ragu-ragu, saya pun datang dan melakukan reservasi perawatan yang saya inginkan. Saya masih ingat betul, perawatan pertama yang saya lakukan di MOZ5 Salon adalah facial biasa. Tapi saat itu saya langsung puas dengan hasilnya. Setelah beberapa kali datang dan mencoba beberapa jenis perawatan yang lain, seperti manicure, pedicure, totok mata dan creambath. Saya pun memutuskan mendaftar menjadi member dan tentu saja berbagai keuntungan saya dapatkan setelahnya.

Beberapa teman bertanya, mengapa saya memilih MOZ5 Salon di antara salon-salon muslimah lainnya. Sebenarnya alasan saya simple saja, karena lokasinya paling dekat dengan rumah. Tapi, setelah melakukan perawatan yang pertama, saya pikir tidak hanya masalah lokasi saja. Beberapa poin berikut ini membuat saya semakin untuk mempercayakan perawatan wajah dan tubuh saya di MOZ5 Salon.

1. Terapis yang terlatih

Hal yang utama untuk bisa mendapatkan kepuasan dari pelayanan produk jasa adalah tenaga kerja yang profesional dan terlatih. MOZ5 Salon mempekerjakan perempuan-perempuan muda yang dilatih khusus dan melalui masa training untuk menjadi terapis salonnya. 

Selain itu mereka memiliki SOP mengenai apa dan bagaimana harus melakukan customernya. Mulai dari customer masuk ke ruang perawatan hingga selesai, mereka tahu apa yang harus dilakukan dan ucapkan.

Nggak hanya terampil dalam memijat, mereka juga paham pada titik-titik mana mereka harus memberi tekanan. Selain itu pembawaan mereka ramah dan sopan, sehingga mudah akrab tapi nggak sampai kebablasan.

2. Pilihan produk perawatan yang variatif

Khawatir nggak cocok dengan produk perawatannya? Itu dulu, saat saya belum mengenal salon yang satu ini. Karena di MOZ5 Salon, mereka menyediakan berbagai pilihan produk untuk perawatan wajah dan badan. Kalau saya sudah cocok banget sama produk alami buatan mereka sendiri. 

Misalnya, scrub wajah yang menggunakan bahan dasar gandum. Selain aman dan tidak menimbulkan efek samping, produk perawatan alami/ natural lebih mudah menyesuaikan dengan berbagai jenis kulit yang dimiliki customer. Selain itu, jenis perawatan yang diberikan sangat beragam. Mulai dari ujung kepala hingga kaki, semua bisa dirawat. 

MOZ5 Salon menyediakan produk perawatan alami


Baca juga salah satu lipstik favorit saya: Review Sariayu Duo Lip Color


3. Tempatnya sangat cocok untuk relaksasi

Paling nggak nyaman kalau ke salon trus tempatnay berantakan atau berdebu. Nah, kalau di MOZ5 salon, Temans nggak akan menemukan yang seperti itu. MOZ5 Salon Pondok Kelapa yang biasa saya kunjungi sangat nyaman. Selain bersih, dingin dan tenang. Peralatan dan perlengkapan salonnya pun higienis dan terawat. Jadi, Temans nggak perlu khawatir dipakein handuk kumal atau basah. Semuanya bersih dan tertata rapi di locker khusus perlengkapan.

Peralatan untuk perawatan wajah

Tuang perawatan wajah


4. Aneka promo setiap bulan
Promo selalu menjadi jurus ampuh untuk menarik customer. Begitu pun di MOZ5 Salon, mereka selalu memberikan promo-promo khusus setiap bulannya. Misalnya diBulan Agustus ini mereka menggelar Promo Merah Putih. Beberapa paket perawatan dikemas khusus dalam satu rangkaian dan dibanderol dengan harga yang juga didiskon habis-habisan.

Minggu lalu saya mencoba Promo Merah Putih. Perawatan yang saya dapatkan meliputi facial, totok wajah dan perawatan mata. Semuanya dibanderol dengan harga 199K. Mayan banget, kan? 



5. Keuntungan member

Mendaftar sebagai member adalah salah satu cara untuk mendapatkan berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan. Hal serupa dilakukan MOZ5 Salon utnuk menjaga customer-nya tetap loyal. Selain potongan harga untuk semua jenis perawatan. Pemegang kartu membership bisa mendapatkan berbagai voucher khusus. Seperti voucher ulang tahun, voucher up size, voucher potongan biaya perawatan dan voucher berbelanja di merchant-merchant rekanan MOZ5

Jujur, voucher-voucher ini sangat menguntungkan sekaligus berbahaya untuk cashflow BukNaj. Kudu pandai-pandai memilah mana yang harus segera digunakan dan mana yang masih bisa ditunda. Karena setiap voucher memiliki masa kadaluarsa masing-masing.

6. Cabangnya tersebar di beberapa kota

Sedang berada di luar kota trus kepengen perawatan? Tenang, MOZ5 Salon memiliki cabang di beberapa kota. Selain Jabodetabek, MOZ5 salon sudah membuka cabang di Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Jawa Barat dan Sumatera. Temans tinggal buka web MOZ5 Salon, cek lokasi dan menghubungi nomor telepon yang tertera. Saya sarankan menghubungi dulu, karena info yang saya terima, beberapa cabang sudahtidak beroperasi lagi.

MOZ5 Salon Pondok Kelapa, Jaktim



Selain 6 poin di atas, 1 poin yang sangat penting untuk saya sebagai manajer keuangan adalah faktor harga. Nggak mau kan, budget rumah tangga kebobolan gegara ke salon. Nah, harga yang ditawarkan untuk setiap jenis perawatan tidak terlalu mahal, meskipun juga bukan yang murah. Yang jelas sangat sesuai dengan apa yang customer dapatkan. 

Ada harga ada rupa, begitu biasanya orang bilang. Tapi karena saya selalu mendapatkan potongan membership. Ya, menurut saya nggak mahal dan nggak mengganggu cashflow kebutuhan lain dalam rumah tangga.

Nah, itu tadi salah satu wishlist akhir pekan ala BukNaj. Teman-teman gimana? Suka nyalon juga? 


-DNA-


#ODOP
#Day24
#bloggermuslimahindonesia

Memerdekakan Kartini Masa Kini

|
Setiap tiba waktunya Hari Kartini diperingati. Selain isu emansipasi wanita yang sebenarnya sudah mulai bergeser arah, hal mengenai mengapa harus Kartini masih saja ramai diperdebatkan. Ya, memang pahlawan wanita bukan hanya Kartini. Cut Nyak Dien atau Martha Christina Tiahahu memiliki sejarah perjuangan yang tak kalah heroik.  Mengangkat senjata pada zamannya tentu bukan suatu hal yang bisa dilakukan oleh setiap perempuan bukan?

Gambar : Wikipedia


Hei! Tapi sadarkah kita, bahwa sebenarnya kita telah mulai membandingkan peran seorang  perempuan bahkan sejak di kelasnya Kartini dan Cut Nyak Dien. Mengapa Kartini yang rela dimadu dan bukan Cut Nyak Dien yang berdiri dengan bambu runcingnya? Mengapa bukan Dewi Sartika  yang mendirikan Sakola Istri tapi justru Kartini yang rajin tsurhat lewat surat-suratnya.

Di sinilah emansipasi wanita mulai bergeser arah.  Bukan tentang menyetarakan kedudukannya dengan kaum pria, atau mendapatkan kesempatan untuk di dengar di ranah publik. Tapi justru emansipasi wanita harus dibayangi dengan sindiran bahkan komentar miring dari sesamanya.

Sejak awal pengasuhan anak perempuan pun, sering kali orang tua menunjukkan ekspektasi yang ambigu. Mengharapkan anak perempuan tumbuh menjadi sosok yang mandiri. Tapi terus dibatasi dengan standart kepantasan publik yang sering kali tidak menusiawi. Tidak memberikan kemerdekaan dalam berpikir dan mengekspresikan pendapatnya.

Belum lagi, pencapaian sebuah prestasi bagi seorang perempuan acap kali harus dibarengi dengan perasaan iri. Tidak hanya dari para lelaki, terkadang cibiran atau komentar nyinyir dari sesama perempuan justru lebih "galak" dalam menghakimi. 

Ketika mencoba satu langkah kecil untuk mandiri, masyarakat mulai memberikan sterotipe pantas, tak pantas, lupa kodrat bahkan "menakutkan"

Pun saat memilih tak memberikan kontribusi nyata di ranah publik. Seringkali perempuan dianggap ketinggalan "kereta". Sudah bukan zamannya nggak eksis apalagi duduk manis tanpa melakukan hal produktif.

Serba salah!

Gambar : Pixabay


Kita memang hidup bukan di zaman Kartini yang butuh diberikan banyak kesempatan seperti halnya pria. Atau di zaman di mana wanita bahkan tak mengenyam pendidikan sebagai bekal menghadapi kerasnya dunia. Kita hidup di mana banyak tanggung jawab besar ada di pundak kita sendiri sebagai wanita.

Ketika tanggung jawab pendidikan perempuan lebih banyak dilakukan oleh sesama perempuan. Ketika tanggung jawab mencetak peradaban baru lebih banyak dibebankan pada perempuan. Ketika buah pikiran perempuan tak terlalu banyak diperhitungkan di luar lingkaran perempuan.

Tidakkah sudah saatnya kita saling menguatkan? Saling memberikan kemerdekaan bagi perempuan untuk lepas dari "penjajahan" komentar. Memberikan kesempatan untuk membebaskan pikiran. Karena sejatinya perempuan butuh merdeka untuk diterima apa adanya. Merdeka bagi perempuan adalah ketika mereka dicintai sebagai manusia yang tak sempurna.  

Sebuah kemerdekaan bagi Kartini masa kini berawal dari kemerdekaan pemikiran. Merdeka dalam memilih dan menjalankan pilihan-pilihannya. Merdeka untuk didengar dan diterima apa adanya. Dan kemerdekaan ini hanyalah awal baginya untuk memerdekakan kartini-kartini  lain di zamannya.

Selamat Hari Kartini tahun ini!






Ingin ASI Melimpah dan Berkualitas Selama Puasa? Cobalah Beberapa Tips Berikut Ini!

|
Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
www.damaraisyah.com

Ramadan tiba, apa kabar busui dan balita? Bagaimana Ramadhan tahun ini? Insha Allah lancar dan diberikan kemudahan, ya. Yakin saja puasa Ramadan bukanlah penghalang bagi busui untuk tetap memproduksi ASI yang melimpah dan berkualitas.

Meskipun Islam memberikan kemudahan bagi ibu yang menyusui untuk tidak berpuasa namun tetap harus menggantinya, sebagian ibu kerap kali merasa sayang untuk meninggalkan ibadah wajib di bulan istimewa ini. Pada dasarnya ibu yang sedang menyusui dan begitu pula ibu hamil, boleh dan aman untuk menjalankan puasa Ramadan, asalkan kondisi fisik ibu dan bayi atau janin sehat dan menunjukkan perkembangan yang normal.

Baca juga: Reward Puasa untuk Anak, Yay or Nay?

Ahli medis biasanya menyarankan agar ibu berpuasa ketika bayi telah mendapatkan MPASI. Sehingga kebutuhan pokok bayi bisa di-support dari pemberian makanan pendamping. Namun, ibu yang sedang menjalankan program ASI eksklusif tetap bisa berpuasa dan mendapatkan ASI berkualitas serta melimpah selama Ramadan dengan mencoba beberapa tips berikut ini : 

1. terus menyusui
Menyusui seperti biasa, jangan mengurangi frekuensi menyusui hanya karena khawatir ASI akan kering. Justru dengan semakin sering mendapat rangsangan,ASI akan terus diproduksi.

2. tetap memompa ASI
Untuk ibu menyusui yang bekerja, tetaplah memerah ASI. Payudara yang terus dikosongkan, akan merangsang produksi ASI , sehingga pasokannya pun tidak akan berhenti.



Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
AyahASI.org


3. memperbanyak cairan
Selama puasa cairan tubuh akan berkurang 2-3% setiap harinya. Minum air putih setiap 2 jam diantara waktu buka dan sahur, atau dengan diselingi jus buah sangat baik untuk produksi ASI.

4. berbuka dengan minuman hangat
Minuman hangat dipercaya dapat merangsang produksi ASI. Selain itu minuman hangat baik untuk lambung yang masih kosong.

5. mengonsumsi sayur dan buah
Memperbanyak buah pada saat berbuka, dan sayur pada saat sahur. Sayur dan buah merupakan makanan tinggi serat, dan banyak mengandung vitamin dan mineral. Sangat baik untuk menjaga kualitas ASI, juga menjaga daya tahan tubuh ibu menyusui senantiasa prima.



Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
Pixabay.com


6. berbuka dengan kurma
Mengonsumsi kurma pada saat berbuka sangat baik untuk mengembalikan stamina. Kurma mengandung jenis karbohidrat sederhana yaitu glukosa dan fruktosa. Kurma juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat. Dan buah ini juga diperkaya dengan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, selenium, magnesium, natrium, cobalt, dan zink. Tapi pastikan memilih kurma yang berkualitas. Kurma yang masih asli dan tidak ditambahkan perasa.




Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
Pixabay.com


6. tetap "makan besar" 3 kali dengan menu seimbang
Makan besar" beberapa saat setelah berbuka, satu jam sebelum tidur dan saat sahur dengan menu seimbang. yang terdiri dari karbohidrat, protein dan serat. Menu seimbang bagus untuk menjaga stamina  serta mempertahankan kualitas ASI.

7. beristirahat setelah menyusui atau memompa ASI
Setelah menyusui atau memompa ASIP tubuh akan merasa lelah. Beristirahat sebentar agar badan kembali bugar akan berpengaruh pada kondisi psikologis busui. Hal ini merupakan salah satu faktor penting dan sangat memengaruhi pembentukan hormon oksitosin yang berperan besar pada pasokan ASI ibu.

Selama ini mitos mengatakan bahwa puasa membuat pasokan ASI berkurang bahkan bisa jadi mengering. Namun, selalu ada cara untuk menjaganya tetap melimpah bahkan syarat kualitas. Jadi, nggak khawatir lagi, kan, mau puasa sambil terus menyusui? Yakin, pasti bisa!

Custom Post Signature

Custom Post Signature