Parenting Story, Mom's Life, Tips

Rumah Paris Jogja - Guest House Unik Bergaya Vintage

|

"This is one of my wishlist to go"




Beberapa waktu yang lalu, Nomie, salah seorang teman saya sewaktu kuliah di Jogja. Memasang profile picture yang begitu menarik perhatian saya. Karena penasara, langsung saja saya alamatkan sebuah pesan BBM ke kontaknya. Dimulai dari tanya kabar, akhirnya sampai juga saya pada niat utama, hehehe...ada maunya. Saya langsung menginterogasi Nomie, perkara fotonya yang kece abis. Dan, ternyata lokasi  foto-foto itu diambil, ada di Jogja. Di sebuah penginapan berkonsep rumah. Nama tempatnya Rumah Paris Bed and Breakfast,  Jogja . Penginapan ini sangat unik, dan mungkin ini adalah satu-satunya penginapan di Jogja yang memiliki konsep London vintage juga shabby chic




Tiba-tiba Saya  merasa kudet banget ya, sama Jogja. Wajar sih, secara 10  tahun yang lalu meninggalkan kota perjuangan ini. Kalaupun sesekali main ke sana, ruang gerak saya terbatas daerah Jogja atas dan kota, ya,  karena kakak saya tinggal di Jakal KM 14. Jadi kalau tiba-tiba ada penginapan yang lucu banget kayak gini, saya pasti terkagum-kagum. Apalagi penginapan ini berlokasi di daerah Tembi, Bantul. Jogja daerah selatan yang udah deket banget daerah pantai.  Wahhh, semakin cinta sama Jogja. Secara Jogja berhati mantan nyaman.



Nah,  penginapan gaya barbie ini  usut punya usut jadi  lokasi syuting video klip nya SO7 lho!  kalau gak salah sih, berarti bener  donk (fans berat SO7) .Menurut sumber yang saya percaya, yaitu Nomie teman saya itu. Rumah Paris Bed & Breakfast , terdiri dari 3 kamar  tematik dengan rate harga yang berbeda, yaitu Beach Cottage, World Traveller & Shabbylicious Suite. Ruangan - ruangan ini bisa disewa satu paket atau satuan, menyesuaikan dengan kebutuhan. Nah, Kalau pengen sewa satu kamar saja, tapi pengen yang agak lega, maka si  shabbylicious ini paling recomended, karena dilengkapi fasilitas  livingrom.











Suasana di Rumah Paris  juga cozy banget, serasa di rumah sendiri. Cocok untuk reuni, atau kumpul keluarga. Halaman depannya asri, sedang bagian belakang lumayan luas untuk bermain anak-anak. Begitu masuk ke rumah, kalian akan dimanjakan dengan aneka aksesories cantik dan vintage style. Trus ada dapur imut, yang langsung dipakai juru masaknya untuk menyiapkan sarapan pengunjung, walah, feel so special lah pokoknya. Saya jadi super mupeng banget, dan memohon-mohon pada suami untuk menjadikannya next destination hehehe... Eh tapi, denger-denger untuk peak season atau weekend,  kita musti booking dari jauh hari. Karena kapasitasnya  terbatas, jadi tempat ini selalu full booked.

Selain menginap, Rumah Paris juga dibuka untuk sekedar tempat singgah dan ambil foto. Untuk pengambilan gambar dengan kamera ponsel, maka tidak dikenakan charge. Sedangkan dengan kamera SLR barulah dikenakan biaya. So , buat kalian yang mau pre-wedding  atau post-wedding, sok dah. Rumah Paris bisa jadi alternatif lokasi.

How to get there

Terletak di Jl. Parangtritis KM 8,5. Tepat di depan Rumah Budaya Tembi. Menurut saya sih, naik taksi paling gampang, kecuali bawa kendaraan pribadi.

How much does it cost

Untuk breakfast atau lunch, tarif yang dikenakan antara 20.000 - 50.000.  Standart tarif makan di cafe atau resto.
Untuk tarif kamar, antara   400.000 - 550.000, tergantung tipe kamar. Sedangkan untuk sewa satu rumah penuh, sekitar  1.300 .000.

Tips
Kalau berniat menginap di sana, sebaiknya reservasi dulu sekitar 2 minggu sebelum hari H. Atau, kalau cuma ingin mampir trus foto-foto, katanya pagi hari antara jam 8 - 10 adalah waktu yang paling tepat.


Note : Special for Nomie, Thanks so much for the information yach. Kamu berhasil bikin aku pengen :p

MY BREASTFEEDING STORY WITH NAJWA & NAJIB

|


Hampir 4 tahun menikmati lika-liku menjadi breastfeeding mom, banyak hal telah saya lalui. Mulai menyusui anak pertama yang penuh drama, hingga anak kedua yang sedikit lagi lulus S3, semua memberikan pengalaman tersendiri. Namun, satu hal yang pasti. Banyak hikmah yang dapat saya petik hingga hari ini. Masih dalam rangka ikut merayakan Pekan Asi Dunia. Dengan senang hati, saya ingin membagi salah satu pengalaman berharga dalam hidup saya ini.




Hamil dan menyusui anak pertama penuh tantangan

Kata orang, anak pertama selalu spesial. Ya, mungkin itu benar. Saya mengalami banyak hal ketika hamil anak pertama. Mulai overweight, bayi melintang hingga gatal di seluruh badan pada hari kelima menjelang perkiraan lahir. Kala itu diagnosa dokter mengatakan bahwa saya mengalami keracunan kehamilan. Oh God, perasaan campur aduk. Antara khawatir dengan kondisi janin, harus menjalani pengobatan untuk gatal, juga bagaimana agar emosi saya tetap stabil menjelang D-day. 

Pada akhirnya saya gagal mengelola emosi. Perasaan khawatir akan kondisi janin  membuat fisik saya menurun drastis, rasa gatal semakin menjadi dan saya menjadi lebih sering menangis. Kondisi saya semakin buruk karena merasa kurang mendapat support dari suami yang saat itu merantau di ibukota. Lengkap sudah rasanya, my first pregnancy just like queen drama story.

Pada H+5 perkiraan lahir, saya mengalami kontraksi per 10 menit. Tepatnya malam hari, satu jam setelah suami saya kembali ke perantauan. Semalaman saya merasakan kontraksi tanpa adanya flek atau cairan lain yang mengikuti. Hingga esoknya, saya pergi ke bidan untuk melakukan pemeriksaan.
Baru pembukaan dua, dan posisi bayi belum masuk jalan lahir. Keadaan ini berlangsung hingga 12 jam kemudian. Tekanan darah terus naik hingga 150/100, sedangkan jalan lahir baru bukaan 4.


Akhirnya keputusan sulit harus kami ambil. Berbekal persetujuan dan doa dari suami via telepon, tepat pukul 10 malam operasi secar pun dilakukan. Saya dirujuk ke rumah sakit daerah yang berjarak kurang lebih 25 km dari rumah. Sekitar satu jam perjalanan dengan mobil pribadi. Didampingi bidan, mama dan bapak ibu mertua, saya memasuki ruang operasi tanpa persiapan mental. Hanya pasrah dan memohon keselamata

Anak pertama saya lahir pada pukul 11 malam. Dengan berat 3,8 kg dan panjang 51 cm. Paling besar di antara 7 bayi lain yang lahir pada malam hari itu. Saya bersyukur, seorang bayi cantik lahir dengan kondisi sempurna. Kulitnya bersih dan tidak ada tanda-tanda terdampak keracunan hormon seperti yang dialami ibunya. Luar biasa, sungguh Tuhan Maha Kuasa.





IMD terlewat, ASI pertama tak kunjung keluar

Malam setelah proses persalinan, bayi saya dirawat terpisah di ruang bayi. Saya tidak mendapatkan kesempatan melakukan IMD. Karena menurut dokter, badan saya yang masih gatal tidak memungkinkan untuk dilakukan IMD. Saya hanya bisa pasrah, apapun yang terbaik untuk anak saya.

Bahkan, saat perawat melihat puting saya datar dan ASI tak kunjung keluar. Bayi saya langsung ditawarkan susu formula. Seluruh anggota keluarga mengiyakan, dan saya masih terlalu lemah untuk ngotot apalagi beradu argumen. Semua teori ASI yang pernah saya baca serasa lenyap . Merasa bersalah dan tak ingin disalahkan lagi, membuat saya menuruti segala hal yang disaran dokter, perawat dan orang tua. 

Saya gagal memberikan yang terbaik di awal kehidupannya. Padahal saya tahu, bahwa bayi yang baru lahir memiliki cadangan makanan selama 3 x 24 jam. Sedangkan ukuran lambungnya yang baru sebesar biji kemiri, hanya membutuhkan sekitar  5-7 ml ASI, artinya tidak perlu terburu-buru menawarkan sufor pada hari pertama kehidupan bayi. Sayangnya, kepercayaan diri saya terlanjur runtuh saat itu.

ASI keluar di hari ketiga    

Hari ketiga, setelah proses persalinan, kami diijinkan untuk pulang ke rumah. Walaupun masih sedikit, namun ASI saya telah keluar. Kolostrum pun sempat saya berikan kepada Najwa, putri saya yang mungil. Hari-hari berikutnya lebih nyaman saya jalani. Selain lingkungan rumah yang lebih kondusif dibanding di rumah sakit. Support dari suami yang telah kembali ke kampung seakan menjadi stok semangat tersendiri. Naluri dan kebahagiaan sebagai ibu baru membuat saya sumringah menjalani kesibukan dengan bayi. Meskipun nyeri bekas jahitan terus mendera.


Baby blues melanda, di minggu kedua pasca persalinan

Hari-hari berikutnya tak semudah yang saya bayangkan. Setelah suami kembali ke ibukota, saya harus bergadang sendirian setiap malam. Sebenarnya, Najwa bukanlah tipe bayi yang rewel di malam hari. Hanya saja, setiap jam 2 dini hari, dia selalu bangun dan baru tidur lagi ketika menjelang shubuh.

Satu dua hari saya masih menikmati situasi ini. Hingga pada malam-malam berikutnya, ketika badan mulai terasa letih, diam-diam saya sering menangis sendiri. Keadaan ini berlangsung hampir setiap hari. Merasa sendiri, kurang perhatian dan kasih sayang. Seolah beban hidup saya menjadi berlipat setelah kelahiran si bayi.

Beberapa bulan kemudian saya baru menyadari. Rupanya, pada saat itu saya sedang mengalami baby blues syndrome . Ada pula yang menyebut maternity blues atau post partum syndrome. Sindrom ini berupa gangguang emosi ringan yang biasa dialami ibu setelah melahirkan dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu setelah melahirkan.

Menurut dokter, baby blues syndrome biasanya ditengarai oleh beberapa hal, seperti :
  • Kelelahan pasca melahirkan
  • Ketidaksiapan ibu menghadapi kelahiran bayi
  • Kesulitan dalam memberikan ASI
  • Kurang mendapat dukungan sosil, seperti dukungan suami dan keluarga terdekat
  • Faktor psikososial, seperti masalah umur, latar belakang sosial dan faktor ekonomi.
  • Komplikasi kelahiran 


Mengambil hikmah dari kegagalan ASI eksklusif anak pertama

Saya masih terus menyusui Najwa hingga usianya tepat 23 bulan. Karena hasil pumping yang selalu sedikit, saya enggan melanjutkan kembali. Siang hari,saat saya bekerja, Najwa mengkonsumsi susu formula. Pada malam hari hingga menjelang saya berangkat ke kantor, Najwa full mengisap payudara ibunya.
Saya telah bangkit dari perasaan bersalah karena gagal memberikan yang terbaik. Sebagai gantinya, saya curahkan penuh perhatian dan kasih sayang kepadanya. . Hubungan emosional Saya dan Najwa sama sekali tidak terganggu. Kami sangat dekat dan bahkan agak susah untuk berpisah.



 
Percaya diri, bekal utama saat hamil anak kedua

Satu setengah tahun setelah Najwa disapih, Saya melahirkan anak kedua. Seorang bayi laki-laki dengan berat 3,2 kg dan panjang 50 cm. Najib, begitu kami menamainya, lahir pada usia kehamilan 34 minggu. Saya kembali harus masuk ruang operasi, dan kali inipun tanpa persiapan lagi. Siang harinya saya mengalami flek. Dan malam harinya,ketika saya bermaksud untuk memeriksakan diri. DSOG langsung menginstruksikan untuk dilakukan operasi.


Untuk yang kedua kalinya saya tidak bisa menolak. Pupus sudah harapan saya untuk melahirkan secara normal. Namun, saya yakinkan diri, bahwa inilah yang terbaik untuk kami.  Saya buang jauh rasa kecewa, karena khawatir mempengaruhi emosi. Apalagi, saat itu saya tidak sendiri lagi. Suami saya dan Najwa terus mendampingi dan memberi support tentunya. Saya menyadari, kepercayaan diri saya begitu tinggi, karena support dari orang yang saya sayangi. Hal tersebut memang tidak tergantikan.


Menyusui 5 jam setelah operasi

5 jam setelah proses operasi, saya dan bayi dipindahkan dalam ruang gabung. Bersyukur saya mendapatkan rumah sakit yang sangat mensupport program ASI eksklusif. Saya langsung menyusui Najib dan terus didampingi hingga terbiasa dengan posisi dan pelekatan mulut bayi dianggap tepat. Rasa sakit bekas operasi, yang sebenarnya jauh lebih nyeri dibanding yang pertama, hilang sudah berganti bahagia. Lega karena kolostrum pertama telah mengalir dalam tubuh anak lanang. Meskipun gagal melakukan IMD untuk yang kedua kalinya. Saya sudah cukup puas dengan keberhasilan memberikan ASI pada awal kehidupannya. Mukjizat!


Bayi Najib divonis kuning, dan harus menjalani terapi cahaya

Hasil lab menunjukkan bilirubin bayi saya berada di angka 17. Menurut dokter, bayi saya menderita kuning dan harus menjalani terapi cahaya. Sebenarnya, bagi bayi yang baru lahir, kondisi kuning adalah wajar. Hal ini dikarenakan kerja organnya terutama hati belum maksimal. Namun, suami saya telah menyetujui untuk dilakukan penyinaran. Jadilah kami menginap semalam lagi. Di kamar terpisah, dan saya hanya datang setiap dua jam untuk mengantarkan ASI perah.
Saya mulai kelelahan setelah melakukan 6 kali pumping selama 12 jam. Pada malam harinya, ketika perawat melihat kondisi saya melemah, dengan berat hati ditawarkannya susu formula. Dilema kembali mendera. Saya tidak rela, namun tidak mampu berbuat banyak. Menjelang pukul 9 malam, saya menandatangani surat persetujuan pemberian susu formula.


Bayi Najib menolak pemberian sufor dari botol

Pagi-pagi, saat terdengar adzan shubuh, saya bergegas ke ruang terapi. Pagi itu,  20 September 2014, proses penyinaran telah berlangsung selama 24 jam. Artinya, bayi saya akan dikeluarkan dari box bayi, dan saya bisa menyusuinya secara langsung.
Najib begitu kuat mengisap payudara saya, seolah kelaparan. Dan benar saja, perawat menyerahkan kembali susu formula yang kemarin saya beli. Pantas saja dia kelaparan, selama 12 jam terakhir, Najib hanya minum 2 botol ASIP berisi masing-masing 60 ml. Haru namun bahagia, peluang melanjutkan ASI eksklusif terbuka di depan mata. Kembali Tuhan menunjukkan kuasaNya.



Lancar 6 bulan pertama, lanjut hingga hampir 2 tahun. That's amazing for me!


Saya begitu menikmati petualangan menjadi breastfeeding mom bersama Najib. Menjadi stay at home mom, dengan 2 balita dan telah berkumpul dalam satu rumah dengan suami. Membuat kepercayaan diri saya begitu tinggi. Namun, sama halnya dengan saat menyusui Najwa dahulu. Hasil pumping saya selalu sedikit. Akhirnya, saya memutuskan tidak lagi memerah ASI. Saya selalu menyusui Najib seara langsung, kapanpun dan di mana pun. Pengalaman kedua ini, mengajarkan kepada saya, bahwa hasil pumping tidak menunjukkan jumlah ASI yang sebenarnya. Selama 23 bulan saya menyusui, tumbuh kembang Najib sangat menggembirakan. Meskipun tidak berbadan bongsor, namun sangat lincah dan jarang terserang penyakit.





ASI Sarat Manfaat


Menurut dr. Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI, seorang konselor menyusui dan instruktur pijat bayi internasional. Semua gizi yang dibutuhkan oleh seorang bayi sudah tersedia dalam ASI. Selain membangun bonding dengan ibu, bayi ASI cenderung mandiri dan percaya diri. Tidak hanya untuk bayi, ASI juga sarat manfaat bagi ibu. Berikut adalah beberapa manfaat ASI baik bagi ibu maupun si bayi.

Manfaat untuk bayi
  1. Bayi ASI memiliki antibodi lebih baik.
  2. Perlindungan jangka panjang  dan mengurangi resiko alergi, diabetes, infeksi paru, infeksi telinga dan diare
  3. ASI mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kekebalan tubuh.
  4. Mengurangi resiko kematian bayi mendadak (SIDS)
  5.  Mendukung peningkatan kemampuan kognitif
  6.  Zat yang terkandung dalam ASI melindungi bayi dari penyakit dan infeksi tidak hanya saat itu, namun setelah bayi disapih.
Manfaat untuk ibu
  1. Melalui ASI, ibu akan mempelajari kebiasaan bayi secara naluriah.
  2. Membantu proses penyembuhan pasca melahirkan.
  3. Menyusui membakar kalori hingga 500 kalori per hari.
  4. Ibu menyusui memiliki resiko lebih rendah dari osteoporosis postmenopause.
  5. Menyusui membantu menurunkan berat badan pasca hamil.
  6. Menyusui membantu mengeluarkan hormon oksitosin, yang membantu rahim kembali ke ukuran semula.
Mengetahui berbagai manfaat ASI membuat saya semakin yakin dan percaya diri untuk melanjutkan menyusui hingga Najib berusia 2 tahun, bahkan lebih. Dan, satu hal lagi yang selalu saya syukuri. Meskipun tidak berhasil memberikan ASI eksklusif kepada Najwa, setidaknya saya masih memberikan setengah dari kebutuhannya dalam sehari, selama 23 bulan pertama kehidupannya.


Tulisan ini saya ikutkan dalam Give Away Dunia Biza.
Semoga menginspirasi, dan menjadi motivasi seluruh ibu untuk memberikan ASI epada buah hatinya. Kalau saya BISA, ibu juga PASTI BISA. Karena SEMUA IBU, BISA!
Happy Breastfeeding MOM!








Sumber :
  • Catatan pribadi selama dua kali menjadi Busui
  • theAsiaParent Indonesia
  • Enjoy Your Pregnancy, Moms! (Ana Wardhatul Jannah, Am.Keb & dr. Widja Widajaka, Sp.OG)


Fithria "Flowfie" Faizati, From Crafting to Selling

|
"Flowfie", begitulah merk dagang yang dipilih untuk memberi label homemade aksesories dari Kota Gudeg ini. Semua produk yang dipasarkan dibuat secara manual oleh Fifi, begitulah dia akrab dipanggil, seorang ibu rumah tangga sekaligus owner "Flowfie". Sempat mengajar di beberapa SMA dan lembaga kursus bahasa Jepang. Pada akhirnya ibu 2 putra ini memilih untuk fokus pada pendidikan anaknya semenjak kelahiran putra pertama yang kini berusia 5 tahun 11 bulan. Tak heran jika keputusan untuk berkomitmen menjadi stay at home mom diambilnya, mengingat kedua buah hatinya begitu aktif dan membutuhkan asuhan langsung dari ibunya. 
Sumber : koleksi "flowfie"
Pada awal tahun 2013, perempuan yang telah mengenyam pendidikan di salah satu universitas ternama di Yogyakarta ini mulai memasarkan produk buatannya secara online melalui beberapa social media. Bermula dari hobi, Fifi mulai serius menekuni bisnis handicraft setelah mengetahui peluang usahanya. Aneka kreasi flanel, sulam benang, sulam pita, jahit menjahit dan akhirnya menemukan keasikan tersendiri berkreasi membuat bros.
Pada awal proses produksi, kreasi bros dari "Flowfie" hanya berbahan dasar kain tulle. Kemudian berkembang ke beberapa bahan lain seperti kain perca katun, renda, pita, manik-manik dan beberapa jenis kain

dan bahan pelengkap aksesories yang lain. Semua bahan dibelinya di beberapa penyedia perlengkapan kerajinan, baik offline maupun online shop
Proses produksi bros atau aksesories jilbab yang hampir semuanya dilakukan secara manual, tentu saja memiliki kendala tersendiri. Karena proses produksi yg rumit, butuh ketelatenan dan sentuhan seni yang mengikuti idealismenya, tiga orang yang pernah menjadi asistennya hanya dapat membantu sampai pembuatan aplikasi saja. Padu padan hingga finishing, semuanya harus dikerjakan sendiri olehnya. Belakangan, Fifi mulai memanfaatkan berbagai aplikasi jadi yang banyak dijual di toko ataupun dibuat oleh relasi crafter lain. Akan tetapi, desain atau padu padan tetap dilakukan olehnya sendiri.

Selain masalah SDM, time management menjadi salah satu tantangan secara teknis. Crafter yang pernah bermukim di Yokohama dan Hyogo Jepang untuk program beasiswa ini harus cermat mengalokasikan waktu antara crafting dan nursing. Sejauh ini Fifi tidak membuat target produksi, terlebih karena mengejar kualitas produk, sehingga kuantitas belum menjadi target utamanya. Seringkali konsumen harus bersabar menunggu proses pengerjaan yg lama terkait beberapa kendala tersebut. Namun, konsumen loyal selalu melakukan repeat order hingga berkali-kali dan bahkan beberapa rutin menjadi reseller
Menginjak 3,5 tahun memproduksi dan memasarkan "Flowfie", Fifi terus menimba ilmu untuk mengembangkan kreasi bros buatannya. Saat ini semua dilakukannya secara otodidak. Mulai belajar dari buku -buku craft, hingga tutorial online dari youtube. Selain memproduksi bros atau aksesories jilbab, "Flowfie" kerap menerima order untuk aksesories couple ibu dan anak, meskipun sifatnya hanya custom order
Kedepan, Fifi ingin membawa "Flowfie" dalam skala usaha yang lebih besar. Menjadi produsen aksesories anak, konveksi baju anak dan produsen tas handmade menjadi impiannya. Berminat untuk bermitra dengan "Flowfie"?, silakan kunjungi FB Fithria Faizati untuk mendapatkan detil produk dan kontak pemesanan.

Lekker Holland Gurih, Buah Berilmu dari Social Media

|

Sekilas penampilan kue Lekker Holland yang satu ini tak jauh berbeda dengan yang lain. Namun, anda akan merasakan renyah dan gurih yang pas di mulut  pada gigitan  pertama. Kue mungil yang menjadi produk best seller dari DapoerArdilla ini, telah membuka peluang usaha bagi seorang Ibu rumah tangga yang akhirnya  menemukan passionnya di dunia kuliner.

Sekitar 1 tahun yang lalu, secara tidak sengaja Aris Christiani, owner DapoerArdilla bergabung dengan salah satu komunitas ibu-ibu pengusaha kue rumahan di salah satu social media. Berawal dari mengamati resep dan review peluang usaha dari sesama member, Ibu 2 putri ini merasa tertarik untuk mempraktikkan resep Lekker Holland yang dianggapnya sederhana dan mudah. Siapa sangka, dengan sekali mencoba hasilnya sungguh memuaskan.


Berbekal tester dan testimoni positif dari teman-teman dekatnya, Aris memberanikan diri untuk menerima pesanan. Dapur minimalis yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk memasak ala kadarnya, kini mulai berubah fungsi menjadi ruang produksi, hingga terlahirlah brand untuk produk cake dan cookies buatannya, DapoerArdilla.



Seiring berjalannya waktu, DapoerArdilla semakin banyak mendapatkan orderan. Secara otodidak, Aris terus berusaha mengupgrade keahliannya untuk menghasilkan produk berkualitas. Satu hal yang selalu dipertahankannya adalah penggunaan bahan-bahan premium agar cita rasanya tidak berubah.


Dalam hal pemasaran, Aris menerapkan langsung pengalamannya bekerja dibidang marketing selama lebih dari 5 tahun. Tidak hanya melalui media sosial, pemasaran dari mulut ke mulut terbukti sangat  berkontribusi. Aris merasa semakin mantap untuk mengembangkan usahanya.

Bukan usaha namanya jika tidak ada tantangan. Masalah bahan baku kerap menjadi kendala dalam proses produksi. Untuk mendapatkan bahan yang berkualitas dengan harga yang mampu bersaing, Aris harus berbelanja bahan baku ke pusat kota tempat tinggalnya. Tentu saja ini bukan perkara mudah baginya,karena disamping mengelola usaha, dia harus mengurus sendiri seluruh pekerjaan rumah termasuk menyiapkan kebutuhan kedua putrinya. Hal ini menjadikan Aris pribadi yang cekatan, disiplin dan ulet.

Kini, setelah sukses menjadikan Lekker Holland sebagai produk unggulannya, DapoerArdilla mulai merambah beberapa jenis cake yang lain. Pesanan kue ulang tahun dan snack box pun terus berdatangan. Selama bulan ramadhan ini, DapoerArdilla  memproduksi kue kering disamping pesanan  lain yang tak sepi peminat.

Anda tertarik dengan gurih dan renyahnya Lekker Holland buatan DapoerArdilla ? Silakan mengirim pesan  ke  akun facebook Aris Christiani untuk info selengkapnya.

Ingin ASI Melimpah dan Berkualitas Selama Puasa? Cobalah Beberapa Tips Berikut Ini!

|
Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
www.damaraisyah.com

Ramadan tiba, apa kabar busui dan balita? Bagaimana Ramadhan tahun ini? Insha Allah lancar dan diberikan kemudahan, ya. Yakin saja puasa Ramadan bukanlah penghalang bagi busui untuk tetap memproduksi ASI yang melimpah dan berkualitas.

Meskipun Islam memberikan kemudahan bagi ibu yang menyusui untuk tidak berpuasa namun tetap harus menggantinya, sebagian ibu kerap kali merasa sayang untuk meninggalkan ibadah wajib di bulan istimewa ini. Pada dasarnya ibu yang sedang menyusui dan begitu pula ibu hamil, boleh dan aman untuk menjalankan puasa Ramadan, asalkan kondisi fisik ibu dan bayi atau janin sehat dan menunjukkan perkembangan yang normal.

Baca juga: Reward Puasa untuk Anak, Yay or Nay?

Ahli medis biasanya menyarankan agar ibu berpuasa ketika bayi telah mendapatkan MPASI. Sehingga kebutuhan pokok bayi bisa di-support dari pemberian makanan pendamping. Namun, ibu yang sedang menjalankan program ASI eksklusif tetap bisa berpuasa dan mendapatkan ASI berkualitas serta melimpah selama Ramadan dengan mencoba beberapa tips berikut ini : 

1. terus menyusui
Menyusui seperti biasa, jangan mengurangi frekuensi menyusui hanya karena khawatir ASI akan kering. Justru dengan semakin sering mendapat rangsangan,ASI akan terus diproduksi.

2. tetap memompa ASI
Untuk ibu menyusui yang bekerja, tetaplah memerah ASI. Payudara yang terus dikosongkan, akan merangsang produksi ASI , sehingga pasokannya pun tidak akan berhenti.



Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
AyahASI.org


3. memperbanyak cairan
Selama puasa cairan tubuh akan berkurang 2-3% setiap harinya. Minum air putih setiap 2 jam diantara waktu buka dan sahur, atau dengan diselingi jus buah sangat baik untuk produksi ASI.

4. berbuka dengan minuman hangat
Minuman hangat dipercaya dapat merangsang produksi ASI. Selain itu minuman hangat baik untuk lambung yang masih kosong.

5. mengonsumsi sayur dan buah
Memperbanyak buah pada saat berbuka, dan sayur pada saat sahur. Sayur dan buah merupakan makanan tinggi serat, dan banyak mengandung vitamin dan mineral. Sangat baik untuk menjaga kualitas ASI, juga menjaga daya tahan tubuh ibu menyusui senantiasa prima.



Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
Pixabay.com


6. berbuka dengan kurma
Mengonsumsi kurma pada saat berbuka sangat baik untuk mengembalikan stamina. Kurma mengandung jenis karbohidrat sederhana yaitu glukosa dan fruktosa. Kurma juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat. Dan buah ini juga diperkaya dengan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, selenium, magnesium, natrium, cobalt, dan zink. Tapi pastikan memilih kurma yang berkualitas. Kurma yang masih asli dan tidak ditambahkan perasa.




Tips agar ASI melimpah dan berkualitas selama puasa
Pixabay.com


6. tetap "makan besar" 3 kali dengan menu seimbang
Makan besar" beberapa saat setelah berbuka, satu jam sebelum tidur dan saat sahur dengan menu seimbang. yang terdiri dari karbohidrat, protein dan serat. Menu seimbang bagus untuk menjaga stamina  serta mempertahankan kualitas ASI.

7. beristirahat setelah menyusui atau memompa ASI
Setelah menyusui atau memompa ASIP tubuh akan merasa lelah. Beristirahat sebentar agar badan kembali bugar akan berpengaruh pada kondisi psikologis busui. Hal ini merupakan salah satu faktor penting dan sangat memengaruhi pembentukan hormon oksitosin yang berperan besar pada pasokan ASI ibu.

Selama ini mitos mengatakan bahwa puasa membuat pasokan ASI berkurang bahkan bisa jadi mengering. Namun, selalu ada cara untuk menjaganya tetap melimpah bahkan syarat kualitas. Jadi, nggak khawatir lagi, kan, mau puasa sambil terus menyusui? Yakin, pasti bisa!

Custom Post Signature

Custom Post Signature