Parenting Story, Mom's Life, Tips

Speech Delay dan Speech Disorder (Bagian 2) - Penyebab, Gejala dan Cara Menanganinya

|

speech delay
Pexels.com


Masalah speech delay dan speech disorder yang pada awalnya dianggap lebih banyak dialami anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Ternyata tidak sepenuhnya benar. Fakta ini saya dapatkan setelah memposting artikel dengan tema serupa tapi khusus membahasnya dari segi anak laki-laki. Berdasarkan pengalaman saya bersama si kecil Najib yang memang cenderung telat berbicara dibandingkan kakaknya.

Saya banyak menerima komentar di blog dan juga inbox mengenai pengalaman orang tua dengan anak yang mengalami speech delay. Atau Teman-teman yang bersinggungan langsung dengan anak-anak speech delay, tapi tidak dengan jenis kelamin laki-laki. Atau lebih jelasnya, mereka yang kemudian saya ajak berdiskusi adalah orang-orang dengan pengalaman menghadapi speech delay pada anak perempuan.

Mengejutkan, karena pada awalnya saya lebih banyak menemukan kasus speech delay pada anak laki-laki. Tapi kemudian, berbekal sharing pengalaman dan membaca lebih banyak sumber bacaan mengenai speech delay atau speech disorder pada anak. Saya pun menemukan beberapa hal yang baik secara langsung ataupun tidak sengaja dapat menghambat perkembangan berbicara dan berbahasa anak. Beberapa di antaranya sebagai berikut:


Penyebab Speech Delay 


speech delay


1. Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran jelas sangat mengganggu tahap tumbuh kembang anak.  Bagaimanapun juga, anak belajar dan menangkap memori berdasarkan apa yang didengarnya. Gangguan pada organ pendengaran mau tak mau memengaruhi informasi yang dapat diterima dan diolah otak, untuk kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk ucapan atau bahasa.

Gangguan pendengaran pada anak sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya trauma, infeksi baik saat masih dalam kandungan atau setelah lahir, kelainan bawaan, kelainan genetik, juga konsumsi obat-obatan pada ibu hamil.

Jadi ada banyak sekali penyebab gangguan pendengaran itu sendiri. Dan hal ini harus benar-benar diperhatikan orang tua bahkan sejak si kecil masih dalam kandungan.


2. Kelainan organ bicara

Kelainan organ bicara bisa berupa lidah pendek, kelainan bentuk gigi dan rahang bawah, bibir sumbing dan kelainan pada langit-langit mulut.

Pada anak yang memiliki lidah pendek, mereka cenderung susah menjulurkan lidah sehingga kesulitan mengucapkan beberapa huruf seperti "t", "n", "l". Sedangkan pada anak dengan bibir sumbing, sering kali mengalami penyimpangan resonansi berupa suara hidung pada huruf dengan tekanan tinggi. Misalnya "s", "k", "g". 

Berbeda dengan anak yang memiliki kelainan pada bentuk gigi dan rahang bawah, mereka cenderung mengeluarkan desah saat mengucapkan "f", "v", "s", "z", 'th".

Saya sempat menemukan kejanggalan pada anak perempuan saya, saat dia mengucapkan huruf  "s". Selain berdesah, Najwa mengucapkannya seperti "ets". Tapi seiring pertumbuhan giginya yang mulai rapi dan didukung pemeriksaan rutin pada dokter gigi, maka masalah itu pun kini mulai teratasi.

3. Kasus speech delay pada anak laki-laki

Hal ini sudah saya bahas pada artikel pertama. Bahwa anak laki-laki cenderung telat berbicara karena tabungan kosakatanya pun jauh di bawah anak perempuan.
Untuk penjelasan lebih detil mengenai speech delay pada anak laki-laki. Teman-teman bisa buka link di bawah ini.


4. Autisme

Pada anak yang memeiliki kecenderungan autisme, masalah perkembangan bicara dan bahasa sering kali menjadi momok dan dianggap sebagai gangguan yang berat. Memang saya menjumpai sejumlah anak dengan gangguan autisme mengalami permasalahan ini. Tapi tidak sedikit juga saya jumpai anak-anak dengan kecenderungan autisme memiliki kecakapan berbahasa yang jauh di atas rata-rata usianya.

Beberapa bahkan berbicara tema yang terlalu berat, berkomunikasi dengan bahasa asing, dan mampu mendeskripsikan segala hal yang ada dalam imajinasinya. Ya, memang hal ini tidak sepenuhnya sama pada setiap anak. Karena faktor pengasuhan yang didukung dengan terapi bisa jadi memberikan progres yang berbeda.

5. Kurang stimulus dari lingkungan

Sering kali orang tua menganggap anak bermasalah dalam mengembangkan kemampuan berbicara dan berbahasa karena ada "faktor x" pada dirinya. Padahal, tidak sedikit pula yang mengalami gangguan ini dikarenakan faktior yang tidak disengajakan. Contohnya karena kurang stimulasi dari orang-orang terdekatnya.

Tingkat kesibukan atau faktor sifat pendiam para orang tua sering kali membuat anak tidak mendapatkan ransangan untuk berbicara. Alih-alih berinteraksi dalam cerita atau obrolan, anak lebih banyak menghabiskan waktu dalam dunianya sendiri bersama mainan.

Pada beberapa kasus, penggunaan gadget atau menonton televisi yang terlalu berlebihan juga bisa memicu masalah ini. Untuk itu, perlu pendampingan dan batasan dari orang tua terkait segala hal yang menyebabkan anak sibuk dengan dunianya sendiri.

Beberapa pakar menyebutkan bahwa penggunaan dua bahasa juga dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak. Terus terang saya belum menemukan masalah ini secara langsung. Hanya saja, rasanya masuk akal jika anak mengalami masalah berbicara karena "bingung kosakata". 

Untuk itu, ada baiknya menentukan bahasa mana yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari, khususnya pada awal tumbuh kembang anak. Atau jika memang menghendaki menggunakan dua bahasa, ada baiknya tidak mencampur dalam satu kalimat utuh.

Masalah gangguan berbicara memang bisa dibilang mengkhawatirkan. Tapi, masalah ini sebenarnya bisa diamati dengan seksama, sebelum si anak benar-benar mengalami keterlambatan yang terlalu jauh  dari rentang usianya. Sekali lagi di sini orang tua memiliki peran yang sangat penting.

Orang tua disarankan untuk selalu memantau perkembangan anak terlebih pada awal kehidupannya. Antara usia 0 hingga 5 tahun yang merupakan masa-masa emas sekaligus masa krusial. Jika merasa menemukan sesuatu yang ganjil seperti beberapa hal berikut ini, maka orang tua bisa segera melakukan tindakan preventif. Apa sajakah itu?


Gejala Keterlambatan Berbicara yang Bisa Diamati

speech delay


Usia 1 tahun atau 12 bulan

Anak cenderung diam, tidak suka mengoceh atau mengucapkan apapun. Tidak merespon orang yang mengajaknya berbicara. Saat anak menginjak usia 1 tahun, setidaknya mereka mampu mengucapkan 1 atau 2 kata, mengenali nama , menirukan suara dan memahami perintah sederhana.

Usia 18 bulan

Masih diam dan tidak suka mengoceh. Idealnya, pada usia 18 bulan anak sudah memiliki sekirtar 5 hingga 20 perbendaharaan kata. Termasuk dapat menyebutkan nama atau sebutan bagi orang lain.


Usia 2 tahun

Belum mengucapkan kata dan lebih banyak menggumam atau menunjuk untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Usia 2,5  tahun

Belum memiliki banyak perbendaharaan kata yang cukup dan cenderung berbicara dengan mengucapkan suku kata. Idealnya, pada usia ini anak sudah mengenali dan mampu menyebutkan anggota badan, mengenali warna dan dapat merangkai kalimat pendek dan sederhana.

Usia 3 tahun

Pada usia ini, saat orang tua merasa tidak mampu memahami apa yang anak ucapkan, maka tidak salah jika mulai merasa curiga. Bagi sebagian anak memang pengucapannya masih belum jelas karena masalah cadel, tapi ada juga yang tidak jelas karena ucapannya benar-benar tidak dapat dipahami.

Sekitar usia 3 tahun, anak sudah mulai bercerita sederhana. mereka mulai dapat mengungkapkan perasaan dan menceritakan kejadian yang dilihat atau dialaminya dengan kalimat pendek sederhana. Kosakatanya pun semakin banyak, sekitar 1000 kata.

Tapi kembali lagi, setiap anak memang unik. Begitu pun dengan tahapan tumbuh kembangnya yang bisa jadi juga berbeda satu dengan yang lainnya. Maka dari itu mengamatinya adalah hal yang mutlak dilakukan. Dan, apabila menemukan gejala tertentu yang dikhawatirkan dapat menghambat keterampilan berbicaranya, maka tak perlu menunda untuk melakukan penanganan.

Beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk menstimulus dan mencegah terjadinya gangguan terlambat bicara agar tidak semakin larut.


Penanganan Speech Delay pada Anak 

speech delay

1. Membangun komunikasi dengan anak

Di luar adanya gangguan organ atau kelainan genetis, keterampilan berbicara merupakan suatu hal yang bersumber dari kebiasaan. Seperti yang kita tahu, anak kecil baru pertama memelajari segala hal, termasuk berbicara dan berbahasa.

Membangun komunikasi yang intens antara anak dan orang tua adalah salah satu cara yang paling mudah untuk mengenalkan pada mereka aktivitas berbicara. Mengenalkannya pada banyak kosakata baru, kalimat perintah sederhana, menambah informasi yang selanjutnya akan direkam dalam memori otak anak.

Cara ini sangat mudah ditiru anak. Bahkan, secara tidak langsung mereka akan belajar bagaimana mengekspresikan perasaan, mendeskripsikan keadaan, merangkai kata dalam kalimat. Bangun komunikasi dengan anak sejak sedini mungkin, atau bahkan sejak si kecil masih di dalam kandungan.

2. Tunjukkan orang tua "ada" baik raga maupun rasa 

Saat mengajak anak berkomunikasi, pastikan orang tua "ada", bukan sekedar raganya saja. Perasaan yang turut dihadirkan pada saat berbicara dengan anak secara tidak langsung menimbulkan rasa nyaman dan berarti bagi mereka. 

3. Mengulang dan megoreksi ucapannya

Jika anak sudah mulai bersuara, atau berbicara namun tidak jelas dalam pelafalannya. Maka usahakan selalu mengulang apa yang diucapkannya. Atau jika mereka menggunakan isyarat untuk menunjukkan suatu hal, pastikan orang tua memperjelas dengan kalimat.

Misalnya, si kecil menunjuk gelas, maka orang tua bisa mengucapkan, "Adik, minta minum?". Atau jika si kecil berkata, "Adik aem," maka ulangi dengan pelafalan yang lebih jelas untuk mencontohkan pengucapan yang benar. Seperti kata berikut, "Adik mau makan?" Dengan begitu anak akan terbiasa dengan pelafalan dan kosakata yang benar sekaligus memahami rangkaian kalimat sederhana.

4. Dampingi dan batasi penggunaan televisi dan gadget

Gadget dan televisi memang susah dipisahkan dari kehidupan kita. Saya pun mengacungkan jempol bagi keluarga yang berhasil membuat anak-anaknya steril dari kedua benda tersebut. Bagi saya pribadi memang sangat susah. Selain pekerjaan yang banyak saya handle dari gadget, televisi adalah salah satu pengalihan ketika saya harus mengerjakan satu atau 2 hal tanpa interupsi dari anak. 

Contohnya saat saya sedang mandi. Karena kami hanya tinggal berempat tanpa anggota keluarga lain, sehingga dalam banyak kesempatan saya hanya bersama anak-anak atau bahkan hanya dengan si bungsu yang masih batita. Saya sengaja membuat si kecil nyaman, tenang dan merasa punya teman saat harus sendiri dengan bantuan televisi. Tentu saja dengan program acara yang mendidik. 

Tapi, perlu diperhatikan seberapa sering dan berapa lama durasi waktunya. Baik penggunaan gadget atau menonton televisi saya tetap membatasi dan berusaha mendampingi. Sehingga tetap ada interaksi sekaligus menambahkan informasi yang dirasa perlu untuk mereka ketahui.

5. Paparkan pada aktivitas literasi

Tidak dapat dipungkiri, aktivitas literasi memang sangat menunjang perkembangan berbahasa anak. Kegiatan seperti membacakan buku cerita, mendongeng atau bernyanyi dianggap paling mudah dan menyenangkan. Selain terhibur, anak juga belajar banyak hal baru dari apa yang didengarnya. Cara ini juga sangat efektif untuk memasukkan nilai moral dan nasihat bagi mereka.

6. Melakukan pemeriksaan kepada ahlinya

Untuk keterlambatan berbicara yang disebabkan gangguan organ pendengaran, kelainan pada organ mulut atau  kecenderungan autisme. Maka berkonsultasi dengan ahli medis merupakan cara yang paling tepat. tentu saja tetap dengan stimulus yang bisa dilakukan di mana saja. Tapi orang tua perlu mendengarkan langsung bagaimana penanganan yang tepat secara medis. Termasuk jika harus ada tindakan atau terapi.

Hem, lumayan banyak juga yang harus diperhatikan pada tahap awal tumbuh kembang anak. Karena masa-masa ini memang sangat kritis sekaligus masa emasnya. Kelalaian sedikit saja bisa berakibat fatal dan berdampak besar pada masa depan anak.

Yang penting harus tetap semangat menjadi orang tua. Tidak lelah belajar dan mencoba. Bagaimanapun juga tidak ada satu sekolah pun untuk menjadi orang tua teladan. Dan tidak semua teori bisa dan cocok diterapkan pada anak-anak kita.

Belajar dari pengalaman orang lain dan menambah informasi merupakan salah satu cara untuk membekali diri dalam merawat anak-anak. Tapi pastikan kita menyadari keunikan anak-anak kita. Sehingga kita pun harus siap menjadi orang tua yang unik tanpa perlu merasa tertekan dengan orang tua yang lain.


(Referensi : Ayahbunda.com, Mom and Kiddie, TheAsianparents, Mommiesdaily, Alodokter.)
 






Memilih Kulot Batik untuk Tampil Modis tanpa Meninggalkan Kearifan Budaya Lokal

|
kulot batik
Memakai kulot batik pada acara pelatihan Ibu Bersinar

Sejak dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Non Kebendaan oleh UNESCO. Batik terus meroket menjadi salah satu primadona di dunia fashion tanah air. Desainer-desainer kondang pun berlomba-lomba membuat aneka kreasi berbahan batik, dengan harapan produk ini mampu menjamah seluruh lapisan masyarakat, bahkan mendunia.

Sayangnya, sebagian orang masih berpendapat bahwa batik adalah produk fashion bergaya formal. Sehingga mereka berpikir untuk memakai batik hanya pada acara-acara yang bersifat resmi saja. Misalnya pertemuan dinas, hajatan besar atau acara-acara dengan protokoler pemerintah.

Ceritaku dengan @JoeraganArtikel - Dari Perempuan untuk Perempuan

|
Perempuan ibarat sekoci dalam keluarga. Perempuan hendaknya bangkit dalam keterbatasan. Berdaya tanpa perlu mengalami pertentangan batin dengan kodrat utamanya sebagai perempuan.

Joeragan Artikel
FB : Ummi Aleeya


Juni 2016 saat saya memutuskan untuk menekuni dunia kepenulisan sebagai salah satu hobi pengisi waktu luang. Ketika itu, saya yang memang sudah suka membuat tulisan non fiksi mulai tertarik untuk memperbaiki tata bahasa, gaya bertutur serta menemukan ide bahan tulisan sesuai passion saya. Yaitu lifestyle, parenting dan womenpreneur. 

Saya pun kemudian iseng-iseng mengikuti kelas Sekali Nulis Jebol Media yang saat itu dibimbing langsung oleh Indari Mastuti melalui grup WA. Siapa sangka, jika melalui jaringan Indcript yang menggurita ini akhirnya saya menemukan sosok Ummi Aleeya dengan agensi penulisan artikelnya yang mengusung brand @JoeraganArtikel.

Kebetulan sekali, saat itu saya butuh banyak ilmu untuk menaikkan level hobi menulis saya dari "sekedar menulis" menjadi "layak dibaca". Sehingga penawaran training menulis, terlebih dilakukan secara online dengan biaya yang sangat terjangkau. Tentu saja sulit untuk saya biarkan berlalu begitu saja.


Training Menulis Artikel sekaligus Magang di @JoeraganArtikel
 

Pixabay

Setelah membulatkan tekat, saya pun mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta Training Menulis Artikel di @JoeraganArtikel yang kala itu dimentori langsung oleh sang founder Ummi Aleeya. Dalam satu paket training yang terdiri dari 4 kali pertemuan ini. Para peserta tidak hanya belajar bagaimana membuat sebuah artikel. Tapi kami benar-benar belajar dari nol. 

Mulai menentukan tema, menuangkan ide dalam tulisan yang informatif, memilih judul yang menarik atau viral, self editing. Dan yang paling menarik kami juga mendapatkan gratis belajar membuat blog dan magang sebagai penulis artikel untuk proyek pesanan artikel yang masuk di agensi @JoeraganArtikel.

Sambil menyelam minum air. Peribahasa tersebut tampaknya memang cocok  untuk digunakan di @JoeraganArtikel. Karena seluruh peserta training mendapatkan kesempatan langsung untuk magang sebagai penulis artikel pesanan, sekaligus berlatih untuk terus menemukan ide bakal tulisan  dan melenturkan gaya bertutur serta penggunaan kaidah tata Bahasa Indonesia.

Saya masih inget betul, saat itu berhasil menyelesaikan 10 artikel pesanan dengan fee Rp.8000,- per artikel 300 kata. Memang nilai nominalnya tidak seberapa, tapi dari sisi kepuasan batin dan terbukanya peluang-peluang  berikutnya, yang menjadikannya "mahal" dan tak dapat dinilai dengan rupiah.


Dari Alumni JA Menjadi Blogger Emakpintar.com


Pixabay


Kemudian, saya pun menyelesaikan Training Menulis Artikel dan mulai berani mempublikasikan karya. Web Emakpintar.com dan Damar Aisyah's Blog ini yang dulunya masih menggunakan domain gratisan adalah "rumah" yang kemudian saya gunakan untuk menyimpan sekaligus memajang karya-karya saya.

Niat awal  menulis yang tadinya hanya sekedar hobi atau berbagi informasi. Semakin hari terus bergeser menjadi profesi yang layak dihargai. Tentu saja hal ini dikarenakan semakin terbukanya peluang dan berbagai kesempatan yang diberikan founder @JoeraganArtikel, Ummi Aleeya.  Yang di kemudian hari, terus memberikan wawasan tentang berbagai potensi penghasilan dari menulis.

Tepatnya 6 bulan setelah menjalani masa percobaan di Emakpintar.com sambil terus menerima job sebagai penulis lepas. Maka pada bulan ke-7 saya pun mendapatkan kontrak untuk menjadi blogger Emakpintar yang digaji langsung dari perusahaan Indscript.  Syukur alhamdulillah, peluang berpenghasilan dari rumah pun kembali menjadi nyata. Dan harus saya akui, semua itu bermula dari menjadi peserta training di JA.


@JoeraganArtikel yang Terus Melesat


FB: Ummi Aleeya


Selain Training Menulis Artikel, saya beberapa kali mengikuti training  penulisan di JA. Seperti Membuat dan Memasarkan E-book,  Antologi Puisi dan Antologi Kisah Inspiratif yang mewujudkan mimpi saya untuk memiliki buku antologi ke-4 dan ke-5. Kabar gembiranya, training-training di JA terus mengalami pengembangan  sesuai kebutuhan pasar akan jasa penulisan. 

Saat ini, @JoeraganArtikel juga mengampu Training Jebol Media, Kelas Status Cantik, Kelas Penulisan Cerpen, Training Editor dan Penulisan Buku Biografi yang kabarnya mulai dilirik calon kliennya. Selain itu ada satu training baru  mengenai 15 Langkah TOP Memulai Bisnis Jasa Penulisan. Untuk informasi selengkapnya tentang berbagai training di JA. Teman-teman bisa langsung menghubungi sang founder di facebook : Ummi Aleeya.

Menakjubkan! @JoeraganArtikel adalah agensi training sekaligus penyalur proyek pesanan artikel yang sangat produktif dan berkembang dengan pesat. Ummi Aleeya sebagai founder  terus berinovasi demi menjawab kebutuhan pasar. 

Selain menyiapkan Pasukan Endorser yang telah mendapatkan puluhan klien dari pelaku UMKM. Kini, @JoeraganArtikel mulai merambah dunia blogging dengan membentuk Pasukan Blogger. Menyiapkan editor-editor handal dengan tim Pasukan Editor, dan dalam waktu dekat saya yakin akan mencetak calon-calon penulis biografi.


Dari Perempuan untuk Perempuan


FB; Ummi Aleeya


Ummi Aleeya dan @JoeraganArtikel telah menjadi pembuka pintu-pintu rezeki bagi ratusan perempuan yang terbatas ruang gerak dan waktu. Sebagai sesama perempuan, Ummi Aleeya tentu saja tahu bagaimana semestinya memaksimalkan potensi luar biasa ini meskipun hanya dari rumah saja.

Seperti yang sama-sama kita tahu, perempuan ibarat sekoci dalam keluarga. Begitu pun halnya yang di alami oleh seorang Ummi Aleeya. Saya yakin, ide yang begitu brilian ini tercetus karena semangat untuk melihat sesama kaumnya bangkit dalam keterbatasan. Berdaya tanpa perlu mengalami pertentangan batin dengan kodrat utamanya sebagai perempuan.

Good Job, Ummi. You did it!






Lebih Dekat dengan Wuri Nugraeni - Blogger, Book's Writer, Editor, Reporter dan Copywriter

|

IG: @wurinugraeni

Perawakannya tinggi semampai dengan raut wajah yang cenderung kalem. Ibu dari satu putra ini adalah seorang Mom Copywriter. Teman-teman yang berada dalam lingkaran  Indscript Creative pasti tidak asing dengan namanya, karena seorang Wuri Nugraeni tidak hanya menjadi copywriter di perusahaan ini tapi juga merangkap sebagai reporter media online-nya.

Bagi saya dan juga Teman-teman yang aktif menulis di Emakpintar.com, yang kini telah bermigrasi menjadi Emakpintar.org. Seorang Wuri Nugraeni sudah seperti guru di dunia penulisan. Beliau adalah orang di balik layar yang sejak tahun 2016 mengoreksi seluruh tulisan yang akan di posting di web Emakpintar. Ya,  Mbak Wuri adalah editor Emakpintar kala itu. 


Wuri Nugraeni dan Dunia Kepenulisan 


IG : @wurinugraeni



Untuk saya pribadi, Mbak Wuri adalah orang pertama yang saya "suguhkan" tulisan untuk "diobrak-abrik" sehingga menjadi lebih menarik untuk dibaca.. Tak hanya berdasarkan kaidah bahasa, Mbak Wuri tidak segan mengoreksi tulisan kami berdasarkan gaya bahasa, sehingga terdengar lebih luwes, efektif dan informatif.

Sarjana Ilmu Komuniksi yang memiliki pengalaman sebagai reporter di salah satu rumah produksi di Jakarta ini nampaknya memang tidak bisa dipisahkan dari dunia kepenulisan. Tak hanya menjadi editor,  Mbak Wuri telah merambah dunia copywriter, content writer, book 's writer dan juga blogger. 

Sebagai copywriter, Teman-teman bisa menikmati hasil karyanya yang berbentuk storytelling dengan gaya soft selling di web perusahaan Indscript. Sebagai seorang blogger, teman-teman dapat membaca cerita kesehariannya sebagai ibu sekaligus pekerja kreatif di bidang penulisan pada blog pribadinya  www.wurinugraeni.com.


FB: Wuri Nugraeni


Tak cukup menitipkan karyanya melalui media penulisan online, Wuri Nugraeni telah mencatatkan nama di berbagai cover buku karyanya. Kurang lebih 13 buku antologi telah diikutinya, dan 6 buku solo atau duet lainnya semakin melengkapi kiprahnya di dunia kepenulisan.

Teman-teman pasti pernah mendengar judul buku-buku berikut 
  • 101 Bisnis Online Yang Paling Laris (bersama Afin Murtie, Ari Kurnia, Dian Nafi, Kiki Han) (Indscript, GPU, 2012.
  • Cenat-Cenut Reporter (Gradien Mediatama, 2013.
  • Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) (Gramedia, 2015)  
  • 99 Emak Pebisnis (Penebar Plus, 2017)
Buku-buku tersebut hanyalah sebagian dari karyanya. Teman-teman bisa mencari tahu karya  yang lain di blog pribadinya.


Menjadi Bagian dalam Indscript Creative 

IG: @wurinugraeni

Mengawali karier di dunia kepenulisan pada tahun 2011, atau setelah menikah dan pindah domisili ke Semarang. Wuri Nugraeni bertemu dengan seorang Indari Mastuti melalui jaringan online social media. Mbak Wuri yang kala itu sedang mempromosikan buku solo pertamanya yang terbit pada tahun 2010, mulai mendalami ilmu copywriting secara otodidak. 

Karena sering membuat iklan penjualan secara soft selling, baik di FB, Twitter maupun blog. Maka bertemulah Wuri Nugraeni dengan Indari Mastuti yang kala itu sedang mencari seorang copywriter untuk perusahaannya. Mungkin inilah yang dinamakan jodoh dan rezeki sudah diatur oleh Gusti Allah, karena dari pertemuan di dunia maya tersebut akhirnya Wuri Nugraeni bergabung dalam tim Indscript Creative.


 Suka Duka menjadi Blogger dan Editor Emakpintar


IG: @wurinugraeni


Bagi seorang Wuri Nugraeni, dunia penulisan dan reportase tidak terlalu baru baginya. Selain telah memiliki pengalaman di bidang ini, Mbak Wuri yang menamatkan pendidikan di jurusan Ilmu Komunikasi telah mendapatkan dasar-dasar ilmu kepenulisan dan jurnalistik. Ditambah kreatifitas dan kemauannya untuk terus mengasah keterampilan dan belajar secara ototdidak, maka tak perlu heran jika teknik dan gaya penulisannya sangat luwes dan komunikatif.

Saya ingat betul, sekitar setahun yang lalu saat saya masih awal-awal bergabung sebagai penulis Emakpintar.com. Saya merasa kewalahan untuk menghasilkan tulisan yang perfect dan mulus sebelum melalui editannya. Ada saja yang harus dikoreksi. Entah karena typo, tidak efektif, ambigu atau tidak sesuai kaidah tata Bahasa Indonesia.

Sekalinya dapat komen, "oke" atau "menarik" dari sang editor, ingin rasanya diri ini berteriak dan melompat-lompat. Hehehe, waktu itu memang saya masih sangat baru di dunia penulisan, masih butuh belajar dan berlatih, meskipun sampai sekarang belum juga mumpuni di bidang ini.

Saya sering berpikir betapa pusingnya jadi Wuri Nugraeni yang setiap hari bahkan saat hari libur harus meng-edit naskah kami. Iseng-iseng dalam wawancara online beberapa hari yang lalu saya pun menanyakan suka duka yang beliau alami sebagai editor Emakpintar. Teman-teman pengen tahu jawabannya, kan? Begini hasil wawancara kami. (Note : bagian ini saya copy paste langsung dari hasil chat saya)


Mbak Wuri, Apa suka dukanya meng-edit tulisan emak-emak? 

=> Suka: dapat kenalan emak-emak baru, hepi liat antusias emak-emak produktif nulis, kalo ngedit kan baca tulisan emak-emak itu banyak yg berisi tips jd sy bisa dapat ilmu sekaligus.

Duka => Ada yg awal2 menulis dan hasil tulisannya acak adut hahaha, pusing sih ngeditnya, hihihi, dah kayak nulis dr awal, tp sekarang sejak ada JA dah jaraaaaang yg kek gitu
 
Menurut Mbak Wuri, mana yang lebih mengasyikkan, menjadi blogger atau editor? 

=> Keduanya, karena punya plus minus sendiri. Kalau blogger kan sering ada kopdar jd sekalian refreshing para IRT hahaha.

Respon saya ketika pertama membaca inbox ini langsung ngakak. Berasa ambil bagian sebagai pengirim naskah yang acak adut itu tadi, hahahaha. Maafkan daku yang Mbak Wuri, saya janji nggak bikin editor pusing lagi.

Dalam wawancara tersebut Mbak Wuri juga sedikit menyinggung tentang pengalaman sebagai seorang blogger khususnya. Beliau tidak pernah menyangka, hanya karena rutin menulis di blog bisa terbuka berbagai kesempatan baru di dunia kepenulisan.

Selain bergabung dalam tim Indscript, blog ini pula yang telah memberikan kesempatan untuk beberapa kali me-review produk dan menambah peluang penghasilan dari menulis. Intinya, blog tidak hanya media untuk mengasah kemampuan, tapi juga memajang karya dan mendapatkan penghasilan.


Pesan untuk Momblogger dan Penulis Pemula

IG: @wurinugraeni


Melihat kesibukan Mbak Wuri di sebagai blogger, copywriter dan reporter. saya pun merasa penasaran bagaimana cara beliau mengatur waktu. Bukan bermaksud membandingkan, hanya saja saya butuh tips beliau karena kami sama-sama Ibu Rumah Tangga yang memiliki anak balita. 

Jujur saya sendiri merasa sering kewalahan ketika harus menghadapi deadline sedangkan anak sering rewel dan nggak mau ditinggal. Maka dari itu saya penasaran juga bagaimana cara beliau menghadapi kendala sebagai Ibu Rumah Tangga.

Menurut beliau, hal seperti itu pasti dialami oleh semua ibu, jadi nggak perlu dijadikan alasan untuk berhenti menulis. Sebisa mungkin bekerja sama dengan suami dalam mengasuh, atau jika sedang tidak memungkinkan, turuti dulu kemauan anak. Biasanya, sih, anak-anak bakalan lebih nurut kalau kemauannya bermain dengan ibu sudah terpenuhi. Hem, betul juga, sih.

Sebagai seorang perempuan yang sudah tak lagi sebebas merpati, Mbak Wuri sendiri masih menyimpan keinginan untuk terus menjadi IRT yang produktif dengan menulis. Terus berkarya dan menyebarkan konten positif, sehingga konten negatif di dunia maya ini mendapatkan tandingan dan semakin tenggelam.

Untuk saya dan juga Teman-teman yang masih pemula di dunia kepenulisan, Mbak Wuri juga berpesan untuk terus berkarya dan berjejaring. Saya sangat setuju dengan pesan beliau ini, karena bagi klien hanya karya kitalah yang pertama kali dilihat. Sedangkan berjejaring adalah salah satu cara untuk memperluas kesempatan memperoleh penghasilan di dunia ini.

Senang rasanya mendapatkan  ilmu baru dari wawancara singkat ini. Saya masih menunggu kesempatan untuk bertemu langsung dan menyerap lebih banyak ilmu di dunia kepenulisan dari seorang Wuri Nugraeni. Orang pertama yang memoles tulisan saya, sekaligus "memaksa" saya belajar teknik penulisan sesuai kaidah tata bahasa. Terima kasih Mbak Wuri, sukses terus untuk pekerjaan dan keluarganya.

Teman-teman ingin berkenalan dengan beliau? Langsung saja ke akun facebook-nya di Wuri Nugraeni, atau IG dan twitter di : @wurinugraeni. Selamat menimba ilmu dan berkenalan lebih dekat, ya.







Sehat dan Segar dengan Sebotol Me-Time

|


IG : @metimeid_

"Mom, I can't live without milk." Begitu mungkin yang diucapkan anak-anak kalau sampai stok susu untuk mereka saya hentikan. Ya, dua anak saya benar-benar susah dipisahkan dengan susu. Kapan pun mereka mau, stok susu UHT harus selalu ada di kulkas. Sampai-sampai, nih, mereka berdua bisa banget nggak makan berat seharian cuma gara-gara minum susu. Bisa  ditebak, dong, seberapa tergantungnya mereka sama protein hewani yang satu ini.

Tapi, kalau dipikir-pikir saya pun  sejenis sama mereka. Dari kecil saya hobi banget minum susu sapi. Kata ibu saya varian susu apapun saya nggak pernah nolak saking doyannya. Mau itu UHT, susu bubuk, krim kental manis atau yang dulu lebih dikenal dengan SKM. Semuanya pasti saya minum tanpa perlu bertanya jenis susu apa yang tadi dibuat. 


Susu Sapi dan Jerawat di Wajah



Saya sampai pernah mengalami kelebihan asupan susu di waktu kecil. Pada saat itu urine jadi nggak bening dan meninggalkan bekas putih di lantai. Ibu saya pun buru-buru mengurangi jatah susu untuk saya dengan berbagai alasan. Parahnya, intoleransi pada susu sapi ini kembali saya alami selepas usia remaja. Kali ini justru menyerang daerah wajah, karena setiap saya rutin mengonsumsi susu sapi. Setiap itu pula jerawat mulai bermunculan di wajah saya.

Dalam sebuah laman berita kesehatan yang saya baca. Salah satu penyebab jerawat adalah konsumsi susu atau makanan dan minuman yang mengandung protein whey. Nah, susu sapi mengandung insulin dan  hormon pertumbuhan IGF-1. Yang mana kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh akan memberi sinyal pada faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah. (Melnik, 2011).



Mencari Alternatif  Susu Non Hewani 

IG: @metime-id

Sejak mengetahui salah satu fakta tersebut, saya pun berusaha mencari produk olahan susu berbahan dasar protein nabati.  Pilihan saya pun jatuh pada susu kedelai yang dijual abang tukang tahu. Setiap dua hari sekali, dengan setia dia mengantarkan susu ke rumah saya. 

Susu kedelai yang diantarnya memang masih hangat. Dia bilang baru matang kemudian langsung diantarkan. Tapi lama-lama saya ngeri juga dengan kemasan plastiknya. Merasa kurang higienis saja, apalagi nggak bagus juga kan kalau cairan panas langsung masuk ke plastik pembungkus gitu? Selain itu saya pun mulai bosan dengan rasanya yang tawar-tawar aja. Kadang sampai nggak berselera dan akhirnya dibuang percuma.

Iseng-iseng saya pun browsing produk olahan susu berbahan dasar kacang almond. Sebenarnya saya pertama kali mendengar susu jenis ini justru dari acara masak-masak di televisi. Dalam salah satu program yang jadi favorit saya tersebut, sang cheff selalu menggunakan susu almond yang diklaim lebih sehat, kaya manfaat dan bisa untuk menurunkan berat badan. Alasan yang terakhir ini yang bikin saya semakin penasaran. Maklumlah, obsesi langsing, nyatanya langsungan, hehehe.


Fakta tentang Susu Almond

Balik lagi ke susu almond, ya. Jadi nih, saking penasarannya sama susu almond. Saya pun cek dulu kandungan apa saja yang ada dalam biji almond. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, karena kacang almond memang bahan pangan syarat nutrisi. Kacang almond mengandung serat pangan, lemak tak jenuh, beberapa jenis vitamin B, E dan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, zat besi dan zinc. Semuanya tentu saja bermanfaat untuk tubuh kita.

Fakta lainnya, kacang almond tidak mengandung kolesterol karena tidak berasal dari protein hewani. Itu sebabnya susu almond tidak menyebabkan kegemukan, penyakit kolesterol, jantung, dan kandungan vitamin E-nya sangat baik untuk merawat kulit.



Mengapa Memilih Me-Time Raw Almond Milk?


IG:@metime_id


Nah, untungnya sekarang ini banyak produk berlabel sehat dengan proses pengolahan yang sangat mendekati olahan rumahan atau homemade. Salah satunya untuk produk susu almond. Misalnya saja produk Raw Almond Milk milik sebuah brand lokal yang menggunakan nama Me-Time sebagai merek dagangnya.

Me-Time Raw Almond Milk ini cenderung beda, karena mereka memiliki aneka varian rasa. Seperti plain, sweet original, kurma, matcha, cinnamon, kelapa, vanila dan cokelat. Me-Time Raw Almond Milk juga sangat alami, karena dalam proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan pilihan. Bahkan untuk varian rasa seperti kurma, kelapa, vanila, kayu manis atau cinnamon, Me-Time tetap mengupayakan penggunaan bahan alami


Teman-teman juga nggak perlu khawatir kandungan vitaminnya rusak akibat proses yang berlebihan. Karena Me-Time Raw Almond Milk tidak melalui proses pemanasan, pasteurized, tanpa pengawet dan bahan perasa buatan. Semuanya  dibuat dengan mengedepankan unsur kesehatan dan tentu saja fresh to drink.

Spesialnya lagi,  Teman-teman bisa request Chia Seed atau gula Tropicana, loh. Teman-teman udah tahu, kan, manfaat si kecil chia seed ini? Selain omega 3, zat besi dan kalsiumnya lebih tinggi. chia seed juga merupakan sumber makanan antioxidant. Sehingga sangat bagus untuk menangkal radikal bebas. 

Dengan penggunaan gula Tropicana, susu almond yang dikonsumsi pun semakin sehat karena gluten free. Tapi tentu saja dengan pemesanan khusus, ya. Jadi teman-teman wajib kontak dulu ke bagian pemesanan.


Me-Time Raw Almond Milk Boleh Dikonsumsi Siapa Saja?


IG: @metimeid_


Kandungan dalam sebotol susu sehat ini sangat bagus untuk ibu hamil dan menyusui. Vitamin dan omega 3 di dalamnya sangat bermanfaat untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. begitu pun halnya ketika dikonsumsi saat teman-teman menyusui. Karena selain kaya vitamin yang dapat diserap bayi melalui ASI, Me-Time sangat bagus untuk menjaga berat badan ibu baik saat menyusui maupun saat sedang hamil.

Bukan itu saja, Me-Time Raw Almond Milk juga bagus untuk melancarkan pencernaan, menjaga tekanan darah dan kolesterol normal, aman untuk penderita diabetes ( khususnya varian plain dan tanpa penambahan gula), dan tentu saja untuk program diet dan penyembuhan.



Me-Time Soya Milk





Selain Raw Almond Milk, Me-Time juga memproduksi Soya Milk atau susu kedelai khusus untuk Teman-teman yang sangat menggemarinya.  Soya Milk sendiri sebenarnya memiliki kandungan yang lebih mendekati susu sapi dari segi protein, tapi dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

Susu kedelai atau soya milk juga mengandung vitamin D, B12, Magnesium, Zinc, Kalsium dan Omega 3. Soya milk dipercaya baik untuk mencegah osteoporosis, mengurangi gejala menopause, mengurangi risiko jantung koroner, mengurangi gejala pre-menstruasi dan sakit kepala sebelah atau migrain.




Kedua produk Me-Time ini, baik Raw Almond Milk maupun Soya Milk dikemas dengan sangat higienis dan fresh to drink. Sehingga teman-teman tidak perlu khawatir dengan kualitasnya. Me-Time Raw Almond Milk tahan 2jam dalam suhu ruangan, 3-4 jam dalam keadaan dingin, 3 hari dalam kulkas, dan 1 bulan dalam freezer.

Susu yang diproduksi di Jl. Raya Tanjung Barat No 22 Pejaten Timur,Pasar Minggu, Jakarta Selatanini dapat dipesan secara online melalui social media dan customer service Me-Time. Jika berminat, teman-teman bisa menghubungi kontak di bawah ini.


ME TIME CARE
Call Me ( Phone & WhatsApp )
0812 2764 7973 (Diah) – 085714756788 (Denny)
WA Official (CS)  : 081322292465 (ATI)

SOCIAL MEDIA CARE
Facebook : Diah Metime Instagram : Metime_Milk
Email : info@metimeid.com / metimemilk@gmail.com

Jadi, tunggu apa lagi? Buruan order biar nggak ketinggalan mencicipi minuman sehat dan nge-hitz yang satu ini. 

Custom Post Signature

Custom Post Signature