Sabtu pagi sengaja
bermalas-malasan di depan lappy. Setelah blogwalking, balas WA, cek FIGjuga FB.
Iseng-iseng saya mampir ke JTT. Pada tahu, kan? Just Try and Taste, food blog
yang legend banget itu. Kalau nggak salah, saya mulai follow blog ini pada
tahun 2013. Dulu cuma suka baca-baca saja, karena masih minim semangat untuk
mempraktikkan resep-resepnya. Tapi sekarang kesempatan mulai ada. Sebenarnya,
sih, lebih tepat disebut kepepet butuh masak buat bekal Najwa. Jadi ambil
positifnya saja, kepepet yang jadi kesempatan untuk belajar hal baru.
Resep pertama yang saya coba dari
JTT adalah Fudgy Brownies. Saya ingat banget rasanya super nyoklat. Duh,
malah jadi kepikiran mau praktik lagi. Setelah itu saya nyoba bikin Puding Roti
Tawar, Nastar sama Putri Salju. Sayangnya, selama ini sifatnya selalu
coba-coba. Jadi nggak ada greget mendokumentasikan karya.
Baru hari ini belajar ala-ala
food blogger gitu. Mulai tahap awal menyiapkan bahan, saya sudah berniat untuk
mendokumentasikannya. Ya, itung-itung buat dokumentasi pribadi aja, sih. Biar
nggak lupa kapan pertama kali nyobain resep ini dan itu.
Mata saya pun tertuju pada resep
Ayam Geprek di blog JTT. Merah cabainya, ketemu ayamnya yang crispy, kayaknya bakalan
sedep untuk menu makan siang. Ditambah lalapan timun, kemangi,
kacang panjang dan terong. Pasti tambah segar, pas banget sebagai pengisi perut
di tengah cuaca Jakarta yang super panas.
Tanpa berpikir panjang, saya
pun langsung mematikan lappy, berganti pakaian dan berangkat belanja ke
warung dekat rumah. Tujuan utamanya membeli ayam dan lalapan, karena untuk
bumbu yang lainnya saya sudah siap di rumah. Etdah gayanya siap, hehehe.
Karena bumbunya memang minimalis dan simple banget, itu sebabnya ready di rumah dan saya pun tertarik
untuk mencoba.
Nah, di sini saya bagi resep Ayam Geprek ala BukNaj, alias saya. Lah! ngapain pakai istilah ala BukNaj? Simple
aja, sih. Karena resep ini sudah saya modifikasi sesuai kemauan saya tapi atas saran si empunya blog juga, sih.
Ada beberapa bahan yang saya skip dengan maksud lebih praktis. Hehehe, ketahuan
, kan? Sebenarnya, sih, karena saya malas berlama-lama di dapur. Karena panas
bin malas.
Buat Temans yang kepengen resep
aslinya, sila buka di
link berikut ya.
Resep Ayam Geprek ala BukNaj
Bahan
½ ekor ayam negeri, potong jadi 2
atau 3.
Bumbu
1. 2 bungkus tepung bumbu serbaguna.
2. Cabai merah keriting sesuai
selera
3. Cabai rawit merah sesuai selera
4. 1 siung bawan putih
5. 2 sendok makan terasi yang sudah
digoreng sangria/ dipanggang
6. Garam secukupnya
7. Gula merah secukupnya.
8. Jeruk nipis
9. Jeruk limau
10. Minyak untuk menggoreng ayam
Bahan pelengkap
1. Aneka macam sayuran mentah untuk
lalap, sesuai selera
2. Nasi putih
Cara memasak
1. Cuci bersih ayam negeri yang
sudah dipotong menjadi 2 atau 3 bagian. Pada bilasan terakhir, baluri dengan
air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.
2. Tiriskan ayam dan sisihkan.
3. Siapkan 2 wadah untuk tepung
serbaguna. 1 wadah untuk balura/ adonan basah, sedangkan wadah yang lain untuk
tepung kering.
4. Tuang adonana/baluran basah
pada ayam, ratakan hingga seluruh bagian ayam tertutup adonan.
5. Gulingkan ayam yang sudah
dibaluri dengan adonan basah pada tepung kering.
6. Panaskan minyak goreng,
usahakan minyak yang digunakan agak banyak, sehingga ayam terendam dalam
penggorengan.
7. Masukkan ayam yang telah
dibaluri tadi ke dalam minyak yang sudah panas.
8. Goreng hingga kuning kecoklatan
atau sesuai selera. Angkat dan tiriskan.
9. Siapkan bahan untuk sambal
korek. Cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang putih, garam, gula
merah, terasi. Haluskan menggunakan coek dan uleg-an.
10. Panaskan kembali minyak bekas
menggoreng ayam. Setelah benar-benar panas, ambil sedikit lalu siramkan ke atas
sambal korek yang telah halus. Nanti akan terdengar suara cess… Cara ini akan
membuat sambal menjadi setengah matang dan aromanya semakin merebak.
11. Ambil ayam yang sudah
digoreng, letakkan di atas sambal korek lalu geprek/ penyet hingga ayam
tercampur pada sambal.
12.Garnish dengan kemangi dan
jeruk limau untuk menambah aroma segar, sekaligus sebagai lalapan. Sedangkan
jeruk limau bisa diperas di atas sambal sebelum atau sesudah ayam digeprek.
Gampang banget, kan? Iya, donk, karena
resep Ayam Geprek ini sudah benar-benar saya sederhanakan. Penggunaan tepung
serbaguna telah memangkas waktu untuk mempersipkan bumbu halus. Secara
otomatis, bahan yang digunakan pun menjadi lebih minimalis.
Sedangkan penggunaan jeruk limau,
terasi dan gula merah. Sifatnya suka-suka saja, sesuai selera masing-masing.
Kalau keluarga saya memang terasi minded, jadi susah mau skip bahan yang ini.
Hidangan Ayam Geprek ini sangat
cepat disiapkannya. Tidak lebih dari 30 menit untuk menyajikannya hingga sampai
di meja makan. Soal rasanya, hem,… mantap! Cocok banget sama lidah kami yang
doyan sambal plus lalapan. Ditambah nasi putih hangat, ayam satu coek langsung
kandas, hanya tersisa tulangnya saja.
Teman-teman juga pasti pernah
berkreasi dengan ayam, kan? Boleh, dong, sharing resepnya. Happy cooking!
-DNA-