Matahari masih malu-malu saat kendaraan kami berhenti di deretan antrian loket masuk Telaga Sarangan. Kabut putih sedikit mengganggu jarak pandang kami. Yang akhirnya memaksa suami memacu kendaraan sedikit pelan dan lebih berhati-hati.
Satu-persatu kendaraan
diperbolehkan masuk menuju area parkir yang telah disediakan pihak pengelola. Demikian
halnya dengan kami. Setelah menyerahkan beberapa lembar pecahan lima puluh
ribuan, dua kendaraan yang kami tumpangi berjalan berurutan menuju area parkir
yang terletak berdampingan dengan pasar wisata.
Pagi itu adalah idulfitri hari ketiga. Sesuai yang telah kami rencanakan, lebaran kali ini kami akan menapaktilasi kebiasaan
di hari raya yang dulu kami lakukan bersama almarhum papa.


