Parenting, Family Traveling, Woman Story

Telaga sarangan dan Kenangan Terakhir Bersama Papa

|

4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan


Matahari masih malu-malu saat kendaraan kami berhenti di deretan antrian loket masuk Telaga Sarangan. Kabut putih sedikit mengganggu jarak pandang kami. Yang akhirnya memaksa suami memacu kendaraan sedikit pelan dan lebih berhati-hati.

Satu-persatu kendaraan diperbolehkan masuk menuju area parkir yang telah disediakan pihak pengelola. Demikian halnya dengan kami. Setelah menyerahkan beberapa lembar pecahan lima puluh ribuan, dua kendaraan yang kami tumpangi berjalan berurutan menuju area parkir yang terletak berdampingan dengan pasar wisata.

Pagi itu adalah idulfitri  hari ketiga. Sesuai yang telah kami rencanakan,  lebaran kali ini kami akan menapaktilasi kebiasaan di hari raya yang dulu kami lakukan bersama almarhum papa.

Kenangan Bersama Papa

Setelah mendapatkan area parkir yang lumayan strategis, kami pun bergegas menyusuri jalan setapak menuju area telaga. Ya, meskipun sudah puluhan kali menyaksikan langsung kolam air raksasa di sini. Tapi kami selalu ingin memanjakan penglihatan ini dengan hijaunya air telaga, dengan deretan pohon pinus yang berjajar rapi sebagai bingkainya. 

Dulu, saat Telaga Sarangan belum sepadat sekarang. Dengan mudah kami dapat menggelar tikar  di sekitar telaga. Membongkar bekal makanan, kemudian bercengkerama sembari menikmati nasi putih hangat dengan ayam goreng dan sambal tomat sebagai pelengkapnya.


4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan
Foto kenang-kenangan di Sarangan terakhir dengan Papa


Tapi sekarang, saat area sekitar telaga semakin padat dengan kios dan tenda pedagang. Maka semakin sulit menemukan tempat untuk sekedar bersantai dan menikmati semilir angin dingin di sana. Pilihannya adalah melipir ke area taman yang bisa jadi agak jauh dari telaga. Atau menumpang duduk di tikar para pedagang, dengan konsekuensi membeli makanan yang mereka jajakan.

Kami pun kemudian  memilih tempat di bawah pohon beringin yang berada di pojok timur telaga. Meminjam tikar milik penjual ronde, dan memutuskan memesan 8 mangkuk kudapan berkuah air rebusan jahe yang dicampur gula merah ini.


Baca juga: Jalan-jalan ke Mojosemi Forest Park 

Menikmati Sarangan dengan cara seperti ini membuat saya kembali pada kenangan sekitar 27 tahun silam. Tahun terakhir ketika papa pulang untuk melakukan ritual hari raya.  Dimulai dengan salat idulfitri di masjid dekat rumah, sungkeman dengan orangtua, selamatan di masjid, kemudian silaturahim pada tetangga. 

Sedangkan pada siang harinya, papa akan mengajak kami ke Telaga Sarangan untuk piknik keluarga. Kebiasaan ini sebenarnya tidak istimewa. Tapi bagi saya terlalu sulit untuk dilupakan.

Sembari menikmati bekal yang kami bawa dari rumah. Papa akan bercerita banyak hal tentang pekerjaannya di Bandung. Kemudian saya dan dua kakak saya pun berebut untuk bertanya. Saat itu usia saya baru 6 tahun. Sedangkan kedua kakak saya sudah berusia 13 dan 14 tahun. Adik saya? Dia masih bergelung dalam hangatnya rahim mama. 

Hingga hari ini, tidak banyak kenangan bersama papa yang bisa saya ingat. Karena sehari-hari papa berada di Bandung, maka hanya momen-momen tertentu saja yang terasa sangat berkesan. Salah satunya adalah acara jalan-jalan ke Telaga Sarangan dan beberapa hal yang biasa kami lakukan di sana.



Berkeliling telaga dengan  speed boat

Salah satu hal yang tak pernah kami lewatkan ketika ke Sarangan adalah menyewa perahu dayung untuk berjalan-jalan di telaga. Zaman dulu, perahu dayung selalu menjadi pilihan kami. Selain tarifnya yang lebih murah ketimbang speed boat, perahu dayung bisa muat banyak penumpang. Cocok sekali untuk pengunjung yang datang bersama keluarga besar atau rombongan. 

Saat itu jumlah speed boat belum sebanyak sekarang. Tarifnya pun masih sangat mahal, sehingga hanya sebagian orang yang mampu menyewanya. Selain itu orang-orang cenderung takut karena sering kali pengemudi speed boat mengajak penumpang ngebut di tengah telaga.

4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan
Ke Sarangan wajib mencoba speed boat


Entah sejak berapa tahun yang lalu perahu dayung sudah lenyap dari Telaga Sarangan. Sebagai gantinya, jumlah speed boat yang disewakan terus bertambah. Di samping perahu bebek yang masih diminati 1 atau 2 orang.

Jika teman-teman menyukai tantangan, maka kalian harus mencoba berkeliling Sarangan dengan speed boat sewaan. Karena selain dapat menikmati keindahan panorama alam dari bagian tengah telaga. Kalian akan merasakan sensasi deg-degan karena speed boat yang berjalan dengan kencang dengan diselingi atraksi kejutan dari pengemudinya.

4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan

Biaya sewa speed boat sebesar 60 ribu untuk 1 kali putaran. Adapun sebuah speed boat dapat menampung maksimal 4 orang penumpang dewasa atau 5 orang termasuk anak-anak.

Baca juga: Tips traveling dengan Bujet Minimalis


Berkeliling telaga dengan kuda tunggang


4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan
Aneka ekspresi penunggang kuda. Dari yang nangis sampai ketiduran di punggung kuda. Hehehe

Nah, jika masih ingin meng-explore panorama yang mengelilingi telaga. Maka berkuda adalah pilihan yang tepat. Dulu, saya biasa berkuda dengan ditemani papa. Tapi sekarang ganti anak-anak saya yang sangat gemar berkuda.

Baca juga: Persiapan Traveling dengan Anak


Postur kuda di Sarangan cenderung tinggi dan besar. Sehingga bisa ditunggangi 1 orang anak dan 1 orang dewasa. Biasanya, pemilik akan menemani penungang yang ingin berkeliling Sarangan dengan cara menuntun kuda. Tapi jika sudah terbiasa, maka tak masalah jika ingin berkeliling sendiri tanpa perlu didampingi.

Mengelilingi Sarangan dengan kuda tunggang memungkinkan kita meng-explore setiap sudut-sudutnya. Jika di bagian utara kita harus berdesakan dengan kios pedagang dan penjaja makanan. Maka di bagian barat dan selatan kita dapat merasakan suasana hening dengan semilir angin yang datang dari arah hutan pinus yang mengelilinginya. Jika sedang beruntung, kita juga dapat melihat monyet hutan yang bergelantungan di pohon-pohon di bagian barat telaga.

Biaya sewa 1 kuda sebesar 50 ribu saat hari biasa. Sedangkan saat weekend atau liburan harga naik menjadi 60 ribu untuk satu kali putaran sejauh 5 kilometer. 


Mencicipi kuliner Sarangan

Setelah puas menikmati panorama Sarangan, kini saatnya mengisi perut dengan sajian yang hangat. Maka dari itu lesehan Sate Ayam dan Wedang Ronde selalu ramai dikerumuni pegunjung yang kelaparan. Ya, meskipun sebagian besar pengunjung membawa bekal, tapi kurang lengkap rasanya kalau tidak menjajal makanan di sana.

4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan
Dingin-dingin cocok banget minum wedang ronde

Jika ingin yang pedas dan berkuah, Bakso bisa jadi pilihan lainnya. Atau aneka gorengan dan minuman panas juga cocok disantap setelah berkeliling telaga.  Ingin kudapan yang lebih berat? Maka Jagung atau Roti Bakar juga dijajakan di sana. Bahkan minuman dingin seperti Bubble, Ice Cream hingga Es Jeruk Peras juga ada.


4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan
Sate ayam, bakso, camilan semua ada di Sarangan

Seiring bertambahnya jumlah penjaja makanan, variasinya pun semakin beragam. Kalau dulu hanya Sate Ayam atau Kelinci yang jadi andalan kami sekeluarga. Maka sekarang ada banyak sekali pilihan yang siap memanjakan lidah dan perut kita. Dan tentunya lebih mudah menyesuaikan dengan selera anak-anak.


Belanja di Pasar Wisata


4 Hal yang bisa dilakukan di Telaga Sarangan
Oleh-oleh favorit keluarga,

Jika sebagian orang memilih berbelanja baju atau souvenir khas Sarangan sebagai oleh-olehnya. Maka kami lebih senang berbelanja sayur, bunga atau buah-buahan. Kebiasaan ini sudah kami lakukan semenjak dulu. Kalau almarhum papa bilang, “Baju yang dijual di sini dijahitnya kan dari Magetan kota, jadi enggak asli Sarangan. Nah, kalau sayur dan buah asli dari tanahnya Sarangan. Itu baru oleh-oleh yang sebenarnya.” Hehehe, kalau dipikir-pikir emang benar juga, sih.

Meskipun harga sayuran dan buah di Sarangan lebih tinggi dibanding pasar tradisional pada umumnya. Tapi kualitasnya memang pilihan. Pokoknya enggak akan nyesel kalau beli sayuran di sana.

Baca juga: Ritual Cantik saat Traveling
 
Oh ya, selain baju, souvenir, sayur, buah dan bunga. Di sarangan juga dijajakan aneka makanan khas Magetan. Jika teman-teman tidak sempat mampir ke pusat kotanya, di sini kita bisa sekalian membeli makanan khas kota Magetan. Selain sambal kacang dan kerupuk uli, aneka makanan ringan seperti ampyang kacang, carang mas dan kue bolu adalah pilihan oleh-oleh dengan harga sangat bersahabat.

Kadang-kadang saya ingin meminjam mesin waktu milik Doraemon, agar dapat kembali pada masa-masa di mana saya menjadi gadis kecil yang dua bulan sekali terlelap dalam hangatnya pelukan papa. Tapi saya sadar itu semua hanya keinginan yang mustahil. Hanya lantunan Al Fatihah yang bisa saya hadiahkan sebagai obat rindu pada papa.

Kini, sebagian kecil kenangan tentangnya masih terus saya simpan dalam ingatan yang kadang mulai melemah. Sedangkan Telaga Sarangan adalah tempat yang paling mudah untuk mengenang kebersamaan dengannya yang terlalu singkat.


Postingan ini ditulis untuk menjawab tantangan post trigger bertema traveling #KEBCollab Kelompok Sri Mulyani yang sudah ditulis oleh Mak Rach Alida Bahaweres






8 comments on "Telaga sarangan dan Kenangan Terakhir Bersama Papa"
  1. Wah mantap ya bisa naik speed boat juga di telaganya. Saya naik speed boat di GL Zoo aja girang amat, apalagi di tempat macam laut gini. Al Fatihah, moga Papa bahagia selalu di sana ya :)

    ReplyDelete
  2. wah mantap juga tempat wisatanya, tapi baca judulnya jadi sedih ada kata terakhirnya bersama papa

    ReplyDelete
  3. Aku baper liat foto kenangan sama papa nya. Pasti momen itu sangat berkesan dan mendalam ya mba. Naksir banget liat oleh2 bungaaaa.. Cakep2

    ReplyDelete
  4. sekarang sudah makin ramai ya, berarti aku wis suweee banget ke mrana biyen...hahaha...time flies

    ReplyDelete
  5. Waktu kecil dulu juga ke Sarangan kalau bapak dapat bonus. Karena bapak pegawai rendahan jadi nggak bisa sering2. Mohon maaf mbak, mungkin bhs Inggrisnya di foto bisa diralat sedikit. Oya, kalau dr arah Solo ke Sarangan via Tawangmangu jalannya bagus nggak ya mbak?

    ReplyDelete
  6. Ku belum pernah ke Sarangan, padahal sudah lama sering dengar nama telaga ini :)
    Wajib masuk list jalan-jalan nih.

    ReplyDelete
  7. Aku jadi rindu liburan nuansa pegunungan di Jawa Tengah, ada sate kelinci sama ronde. Sama kayak di Sarangan. Ini yang gak aku temukan disini, Mbak

    ReplyDelete
  8. Sebelumnya, turut berduka cita atas meninggalnya papa kamu.
    Yang tabah ya,kak.

    Itu naik speedboatnya seru bangeeet ya ... apalagi pas permukaan air bergelombang besar ... , jadi pengin banget jajal naikinnya.

    ReplyDelete

Haluuu Teman-teman. Terima kasih sudah berkunjung ke Blognya BukNaj. Jangan lupa tinggal komentar, ya. Begitu longgar, BukNaj pasti berkunjung ke blog Teman-teman.
Selamat membaca
Semoga bermanfaat :)

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post Signature