Parenting Story, Mom's Life, Tips

Sehat dan Segar dengan Sebotol Me-Time

|


IG : @metimeid_

"Mom, I can't live without milk." Begitu mungkin yang diucapkan anak-anak kalau sampai stok susu untuk mereka saya hentikan. Ya, dua anak saya benar-benar susah dipisahkan dengan susu. Kapan pun mereka mau, stok susu UHT harus selalu ada di kulkas. Sampai-sampai, nih, mereka berdua bisa banget nggak makan berat seharian cuma gara-gara minum susu. Bisa  ditebak, dong, seberapa tergantungnya mereka sama protein hewani yang satu ini.

Tapi, kalau dipikir-pikir saya pun  sejenis sama mereka. Dari kecil saya hobi banget minum susu sapi. Kata ibu saya varian susu apapun saya nggak pernah nolak saking doyannya. Mau itu UHT, susu bubuk, krim kental manis atau yang dulu lebih dikenal dengan SKM. Semuanya pasti saya minum tanpa perlu bertanya jenis susu apa yang tadi dibuat. 


Susu Sapi dan Jerawat di Wajah



Saya sampai pernah mengalami kelebihan asupan susu di waktu kecil. Pada saat itu urine jadi nggak bening dan meninggalkan bekas putih di lantai. Ibu saya pun buru-buru mengurangi jatah susu untuk saya dengan berbagai alasan. Parahnya, intoleransi pada susu sapi ini kembali saya alami selepas usia remaja. Kali ini justru menyerang daerah wajah, karena setiap saya rutin mengonsumsi susu sapi. Setiap itu pula jerawat mulai bermunculan di wajah saya.

Dalam sebuah laman berita kesehatan yang saya baca. Salah satu penyebab jerawat adalah konsumsi susu atau makanan dan minuman yang mengandung protein whey. Nah, susu sapi mengandung insulin dan  hormon pertumbuhan IGF-1. Yang mana kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh akan memberi sinyal pada faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah. (Melnik, 2011).



Mencari Alternatif  Susu Non Hewani 

IG: @metime-id

Sejak mengetahui salah satu fakta tersebut, saya pun berusaha mencari produk olahan susu berbahan dasar protein nabati.  Pilihan saya pun jatuh pada susu kedelai yang dijual abang tukang tahu. Setiap dua hari sekali, dengan setia dia mengantarkan susu ke rumah saya. 

Susu kedelai yang diantarnya memang masih hangat. Dia bilang baru matang kemudian langsung diantarkan. Tapi lama-lama saya ngeri juga dengan kemasan plastiknya. Merasa kurang higienis saja, apalagi nggak bagus juga kan kalau cairan panas langsung masuk ke plastik pembungkus gitu? Selain itu saya pun mulai bosan dengan rasanya yang tawar-tawar aja. Kadang sampai nggak berselera dan akhirnya dibuang percuma.

Iseng-iseng saya pun browsing produk olahan susu berbahan dasar kacang almond. Sebenarnya saya pertama kali mendengar susu jenis ini justru dari acara masak-masak di televisi. Dalam salah satu program yang jadi favorit saya tersebut, sang cheff selalu menggunakan susu almond yang diklaim lebih sehat, kaya manfaat dan bisa untuk menurunkan berat badan. Alasan yang terakhir ini yang bikin saya semakin penasaran. Maklumlah, obsesi langsing, nyatanya langsungan, hehehe.


Fakta tentang Susu Almond

Balik lagi ke susu almond, ya. Jadi nih, saking penasarannya sama susu almond. Saya pun cek dulu kandungan apa saja yang ada dalam biji almond. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, karena kacang almond memang bahan pangan syarat nutrisi. Kacang almond mengandung serat pangan, lemak tak jenuh, beberapa jenis vitamin B, E dan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, zat besi dan zinc. Semuanya tentu saja bermanfaat untuk tubuh kita.

Fakta lainnya, kacang almond tidak mengandung kolesterol karena tidak berasal dari protein hewani. Itu sebabnya susu almond tidak menyebabkan kegemukan, penyakit kolesterol, jantung, dan kandungan vitamin E-nya sangat baik untuk merawat kulit.



Mengapa Memilih Me-Time Raw Almond Milk?


IG:@metime_id


Nah, untungnya sekarang ini banyak produk berlabel sehat dengan proses pengolahan yang sangat mendekati olahan rumahan atau homemade. Salah satunya untuk produk susu almond. Misalnya saja produk Raw Almond Milk milik sebuah brand lokal yang menggunakan nama Me-Time sebagai merek dagangnya.

Me-Time Raw Almond Milk ini cenderung beda, karena mereka memiliki aneka varian rasa. Seperti plain, sweet original, kurma, matcha, cinnamon, kelapa, vanila dan cokelat. Me-Time Raw Almond Milk juga sangat alami, karena dalam proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan pilihan. Bahkan untuk varian rasa seperti kurma, kelapa, vanila, kayu manis atau cinnamon, Me-Time tetap mengupayakan penggunaan bahan alami


Teman-teman juga nggak perlu khawatir kandungan vitaminnya rusak akibat proses yang berlebihan. Karena Me-Time Raw Almond Milk tidak melalui proses pemanasan, pasteurized, tanpa pengawet dan bahan perasa buatan. Semuanya  dibuat dengan mengedepankan unsur kesehatan dan tentu saja fresh to drink.

Spesialnya lagi,  Teman-teman bisa request Chia Seed atau gula Tropicana, loh. Teman-teman udah tahu, kan, manfaat si kecil chia seed ini? Selain omega 3, zat besi dan kalsiumnya lebih tinggi. chia seed juga merupakan sumber makanan antioxidant. Sehingga sangat bagus untuk menangkal radikal bebas. 

Dengan penggunaan gula Tropicana, susu almond yang dikonsumsi pun semakin sehat karena gluten free. Tapi tentu saja dengan pemesanan khusus, ya. Jadi teman-teman wajib kontak dulu ke bagian pemesanan.


Me-Time Raw Almond Milk Boleh Dikonsumsi Siapa Saja?


IG: @metimeid_


Kandungan dalam sebotol susu sehat ini sangat bagus untuk ibu hamil dan menyusui. Vitamin dan omega 3 di dalamnya sangat bermanfaat untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. begitu pun halnya ketika dikonsumsi saat teman-teman menyusui. Karena selain kaya vitamin yang dapat diserap bayi melalui ASI, Me-Time sangat bagus untuk menjaga berat badan ibu baik saat menyusui maupun saat sedang hamil.

Bukan itu saja, Me-Time Raw Almond Milk juga bagus untuk melancarkan pencernaan, menjaga tekanan darah dan kolesterol normal, aman untuk penderita diabetes ( khususnya varian plain dan tanpa penambahan gula), dan tentu saja untuk program diet dan penyembuhan.



Me-Time Soya Milk





Selain Raw Almond Milk, Me-Time juga memproduksi Soya Milk atau susu kedelai khusus untuk Teman-teman yang sangat menggemarinya.  Soya Milk sendiri sebenarnya memiliki kandungan yang lebih mendekati susu sapi dari segi protein, tapi dengan jumlah kalori yang lebih rendah.

Susu kedelai atau soya milk juga mengandung vitamin D, B12, Magnesium, Zinc, Kalsium dan Omega 3. Soya milk dipercaya baik untuk mencegah osteoporosis, mengurangi gejala menopause, mengurangi risiko jantung koroner, mengurangi gejala pre-menstruasi dan sakit kepala sebelah atau migrain.




Kedua produk Me-Time ini, baik Raw Almond Milk maupun Soya Milk dikemas dengan sangat higienis dan fresh to drink. Sehingga teman-teman tidak perlu khawatir dengan kualitasnya. Me-Time Raw Almond Milk tahan 2jam dalam suhu ruangan, 3-4 jam dalam keadaan dingin, 3 hari dalam kulkas, dan 1 bulan dalam freezer.

Susu yang diproduksi di Jl. Raya Tanjung Barat No 22 Pejaten Timur,Pasar Minggu, Jakarta Selatanini dapat dipesan secara online melalui social media dan customer service Me-Time. Jika berminat, teman-teman bisa menghubungi kontak di bawah ini.


ME TIME CARE
Call Me ( Phone & WhatsApp )
0812 2764 7973 (Diah) – 085714756788 (Denny)
WA Official (CS)  : 081322292465 (ATI)

SOCIAL MEDIA CARE
Facebook : Diah Metime Instagram : Metime_Milk
Email : info@metimeid.com / metimemilk@gmail.com

Jadi, tunggu apa lagi? Buruan order biar nggak ketinggalan mencicipi minuman sehat dan nge-hitz yang satu ini. 

3 Alasan Menyambangi Festival Dongeng International Indonesia 2017

|
Dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan nusantara - Pramoedya Ananta Toer


festival dongeng
Ayodongengindonesia


Halo! Yang ngakunya suka dongeng mana suaranya? Kabar gembira buat Teman-teman yang concern terhadap dongeng, cerita atau kegiatan literasi anak lainnya. Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 segera hadir kembali di Jakarta.  Tepatnya pada tanggal 4 dan 5 November 2017, atau akhir minggu ini. 

Kali ini FDII 2017 mengambil lokasi di Perpustakaan Nasional RI yang baru saja diresmikan pada bulan September lalu. Lokasi yang diambil sangat strategis, dan pas banget  kami sekeluarga belum sempat berkunjung ke perpustakaan yang kabarnya memiliki 27 lantai dengan basement  dan beragam fasilitas yang menggoda untuk dicoba.

Sedangkan tema festival Dongeng Internasiona Indonesia 2017 ini juga sangat menarik, yaitu tentang "Cerita Ajaib". Nah, mulai kebayang, kan. Kira-kira jenis dongeng seperti apa yang nantinya bakal disajikan untuk pengunjung acara. Nggak sabar pengen segera hari H 😀😀


Agenda Acara di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 

Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia

Seperti biasa, selain acara mendongeng yang di gelar di panggung utama dan panggung-panggung kecil lainnya. FDII 2017 juga menggelar kelas mendongeng yang terbagi menjadi beberapa sesi dengan berbagai tema. Kali ini pun panitia FDII 2017 telah menyiapkan Kelas Dongeng Internasional atau International Storytelling Class,  Kelas Keterampilan Dongeng, Kelas Ilustrasi, Kelas Dongeng Anak dan Kelas Kriya.

Untuk dongeng internasinal sendiri, FDII 2017 akan menghadirkan pendongeng dari 7  negara yaitu Indonesia, Australia, New Zealand, Taiwan, Korea Selatan dan Inggris. Selain itu turut berpartisipasi dan meramaikan panggung-panggung dongeng FDII 2017 adalah puluhan pendongeng nasional yang tak perlu diragukan lagi kreativitasnya. 


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia


Selain keseruan mendongeng yang menjadi acara inti, Teman-teman bisa juga mengikuti workshop, menikmati pameran buku dan pertunjukan musik anak di event kali ini. Wah, seru sekali, kan? Pokoknya saya udah tandain dari jauh-jauh hari, agenda tahunan ini nggak boleh terlewat dari acara Piknik ala DuoNaj untuk bulan ini.


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Ayodongengindonesia


Berdasarkan pengalaman menyambangi FDII 2016 yang pada waktu itu mengambil tema "Cerita Indonesiaku". Festival seperti ini rupanya tak hanya dinikmati oleh anak-anak yang daya imajinasinya tak terbatas. Tapi kami sebagai orang tua sangat betah berlama-lama. Itu sebabnya saya sangat mendukung orang tua untuk menyempatkan hadir bersama putra putrinya.  Setidaknya, 3 alasan berikut perlu teman-teman pertimbangkan untuk tidak melewatkan FDII 2017 bulan ini. 



3 Alasan Mengapa Harus Menyambangi FDII 2017


Festival Dongeng Internasional Indonesia
Suasana panggung utama FDII 2016


1.  Mengenalkan berbagai jenis dongeng dengan berbagai latar budaya

Event FDII merupakan salah satu cara untuk memaparkan anak pada berbagai jenis dongeng di dunia ini. Menariknya lagi, dongeng-dongeng tersebut dibawakan langsung oleh pendongeng dari negara asalnya. Sehingga lebih menjiwai karakter tokoh-tokohnya.

Selain itu, berbagai dongeng internasional bisa menjadi sarana bagi anak untuk mengenal karakteristik, budaya dan tradisi masyarakat dari berbagai belahan dunia. Hal ini sangat bagus untuk memperluas perspektif anak, sehingga mereka bebas melihat kehidupan dan masa depannya.

2. Memantik daya imajinasi anak.

Dongeng adalah bentuk cerita yang penuh khayalan dengan daya imajinasi tinggi. Biasanya, dongeng diceritakan untuk menyampaikan pesan moral di dalamnya. Memaparkan dongeng kepada anak adalah salah satu cara untuk memantik daya imajinasinya. Mereka akan mereka-reka situasi dan penampakan dari tokoh-tokohnya, begitu pun halnya latar tempat dan keajaiban-keajaiban di dalamnya. 

Di samping itu, mendongeng adalah cara yang sangat asyik dan tidak menggurui untuk menyampaikan pendidikan moral, budi pekerti, atau contoh-contoh perbuatan baik. Cara ini lebih mudah diterima anak, karena secara perlahan mereka akan mencerna suatu permasalahan, dan berusaha mengambil teladan.


3. Menggugah sensitivitas orang tua

Rupanya, bukan hanya anak saja yang dapat mengambil manfaat dari sebuah dongeng. Orang tua pun perlu mendengarnya dengan harapan mengambil hikmah di dalamnya. 

Mendengarkan dongeng akan membawa orang tua ke dunia imajinasi anak-anak. Bagi orang tua, dunia ini sudah sangat asing karena terlalu lama ditinggalkan. Realita hidup yang terlalu keras kerap kali membuat lupa, bahwa ada "dunia lain" yang masih sangat murni dan. Maka untuk sesaat, mari kembali bersenang-senang dengan dunia kanak-kanak.

Cara ini diharapkan dapat memunculkan sisi childish dalam diri. Sisi inilah yang seharusnya bisa mengingatkan kita sebagai orang tua. Bahwa dunia anak-anak tak pernah sama dengan dunia kita orang dewasa. Jadi lebih banyak bersabarlah menghadapi anak, pahami dan rasakan seolah kita sedang berada di dunia mereka.

Jadi, jangan lupa, ya. Tanggal 4 dan 5 November nanti di Perpusnas RI. Selamat berkelana dalam dunia imajinasi :)








5 Alasan Memilih Mola Granola sebagai Camilan dan Variasi Makanan Sehat

|
granola
IG: @molagranola by @sary_harahap

Gaya hidup sehat sepertinya tidak lagi sebatas trend saja. Berbekal alasan ingin memiliki hari tua yang berkualitas, tidak sedikit orang yang rela melakukan segala upaya untuk mendapatkan gaya hidup sehat semenjak muda. Meskipun untuk  itu tidak sedikit usaha yang harus dilakukan. Bahkan kerap kali harus merogoh kocek yang tidak sedikit juga.

Sebut saja biaya untuk mengikuti kelas kebugaran. Teman-teman bisa cek sendiri berapa biaya untuk kelas Senam Aerobik, Zumba, Yoga, Pilates atau Fitness dan pembentukan. Tentu saja harga yang ditawarkan selalu variatif tergantung kualitas dan fasilitas yang yang disediakan.

Atau untuk yang terbiasa merawat tubuh di spa atau klinik kecantikan. Teman-teman pasti setuju bahwa budget yang dibutuhkan tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk perawatan ringan seperti tusuk jarum saja angkanya sudah lumayan fantastis. Belum lagi jika menginginkan treatment yang lebih komplek seperti pelangsingan atau body shaping.

Beberapa hal di atas baru dari segi perawatan dari luar. Belakangan gaya hidup sehat bahkan telah merambah apa yang dimasukkan dalam perut kita. Ya, makanan sehat bukan lagi hal baru. Mulai dari makanan utama, minuman bahkan camilan pun kini mulai dijangkiti segala hal yang menambahkan label sehat di belakangnya.


granola
IG : @molagranola

Tidak salah karena memang seharusnya makanan berfungsi untuk memberikan stamina dan menjaga kondisi tubuh senantiasa prima. Bukan sebaliknya, akibat salah makan justru penyakit yang berdatangan. Apalagi camilan yang identik dengan berbagai varian makanan ringan. Jika tidak selektif memilih atau berlebihan dalam mengasupnya. Maka tak perlu heran jika penumpukan lemak, kegemukan atau gangguan kesehatan lain mulai mengincar tubuh kita.

Sebagian besar varian camilan atau makanan ringan cenderung tinggi kandungan gula, garam, MSG, kalori bahkan tidak sedikit yang mengandung unsur bahan sintetis buatan. Terlalu sering mengonsumsi makanan dengan unsur-unsur tersebut tentu saja sangat tidak dianjurkan.

Perlu dipahami juga, bahwa sebenarnya kebutuhan untuk ngemil berawal dari kebiasaan saja, bukan syarat utama untuk memenuhi asupan tubuh kita. Untuk itu, kita perlu lebih selektif memilih jenis makanan yang dapat memberikan kepuasan dari sensasi ngemil. Tapi syarat manfaat dan tidak menimbulkan efek lain untuk tubuh kita.


Granola


Trend makanan ringan berbahan dasar biji-bijian alami hadir sebagai salah satu solusi untuk Temans yang memiliki kebiasaan ngemil tapi khawatir berat badan tak dapat dikendalikan. Misalnya jenis camilan seperti granola yang kini mulai diminati karena manfaatnya yang diklaim dapat melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol dan menimbulkan rasa kenyang lebih lama.

Sekali lagi selalu ada "harga" yang harus dibayar untuk mendapatkan kenikmatan gaya hidup sehat. Begitu pun halnya untuk dapat mengonsumsi biji-bijian seperti granola. Selain tidak murah, Teman-teman harus meluangkan waktu untuk mengolahnya sehingga dapat disajikan dengan cita rasa yang mampu memanjakan lidah. 

Untungnya sekarang ada homemade Mola Granola yang menawarkan kenikmatan ngemil tanpa khawatir repot. Tak perlu mengolah, tak perlu khawatir pula dengan kandungan nutrisi dalam setiap takaran sajinya. Diracik dari biji-bijian seperti Almond , Cashew (Kacang Mede), Sunflower seed (Biji Bunga Matahari), Roller Oat, Crispy corn, Corn Syrup, madu dan sedikit garam. Menjadikan camilan ini tidak hanya enak, tapi juga dapat dikonsumsi siapa saja.


Granola


Selain itu, Mola Granola memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya layak direkomendasikan sebagai camilan atau variasi pelengkap makanan sehat. Lima di antaranya adalah sebagai berikut.


Baca juga : [Review] Ngemil Enak dan Sehat dengan Segenggam Granola
 

1. Siap makan tanpa perlu diolah lagi

Mola Granola telah melalui proses produksi rumahan dengan skala produksi terbatas, sehingga dapat dijamin keaslian bahan-bahannya. Baik bahan utama yang berupa biji-bijian maupun bahan tambahan seperti madu atau sirup jagung. Disebut sebagai homemade granola karena memang diproduksi seperti layaknya perlakuan pada makanan buatan rumah.

2. Rasa  enak

Penggunaan bahan-bahan pilihan tentu saja menjadi faktor utama yang menentukan rasa dari suatu makanan. Begitu pun halnya dengan Mola Granola yang hanya menggunakan biji-bijian pilihan dengan kualitas baik sebagai bahan dasarnya. Ditambah sedikit variasi dari madu atau sirup jagung dan melalui proses pemanggangan yang tepat. Mola Granola semakin nikmat dan crunchy saat dikunyah.

3. Lolos izin PIRT dan mencantumkan kalori per saji

Teman-teman tak perlu khawatir dengan standart higienis produk ini, karena Mola Granola telah melalui berbagai tahapan hingga mendapatkan izin PIRT dari dinas terkait. Selain itu komposisi per saji maupun batas expired produk selalu tercantum dalam kemasan Mola Granola. Jadi Teman-teman bisa cek apa saja kandungan di dalamnya begitu pun halnya sampai kapan setiap kemasan dapat dikonsumsi.

Granola

4. Sehat dan bergizi

Mola Granola terbuat dari biji-bijian yang kaya kandungan serat, tinggi protein dan omega 3 namun gluten free, sehingga memungkinkan untuk camilan bagi siapa saja. Mulai dewasa hingga anak-anak, konsumen yang sedang dalam program diet, ibu menyusui bahkan ibu hamil. Semua dapat menikmatinya.

Kini, seluruh varian Mola Granola telah ditambahkan dengan chia seed yang terkenal tinggi kandungan vitamin C sehingga sangat baik untuk antioxidant alami tubuh.

5. Harga ekonomis di banding produk sejenis

Mola Granola yang memiliki 4 varian rasa yaitu original, coklat, green tea dan parmesan cheese dibanderol cukup ekonomis dibandingkan dengan beberapa jenis camilan sehat sekelasnya. Dalam setiap kemasan 100 gram camilan sehat nan crunchy, Teman-teman hanya perlu merogoh kocek antara Rp. 20.000,-  hingga Rp. 21.500,- saja. Sangat ekonomis bukan?



Granola
IG : @molagranola by @amishanti


Mola Granola dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan. Atau enak juga jika dijadikan taburan untuk salad buah dan smoothie bowl. Atau jika menginginkan variasi yang berbeda, Teman-teman bisa menambahkan sedikit bahan dan diolah menjadi healthy snack bar. Untuk sajian yang lebih berat, maka overnight oat mix granola juga sangat menggugah selera.  

Untuk mendapatkannya, teman-teman hanya perlu melakukan order online melalui shopee.co.id/molagranola dan bersiaplah mendapatkan aneka promo diskon atau free ongkir untuk setiap transaksi yang dilakukan. Info selengkapnya silakan   langsung saja kirimkan WhatssApp ke nomor 08778-1150-250.

Granola
IG : @molagranola by @gina.gy


Ingin melihat aneka variasi dari produk ini? Jangan lupa follow instagram @molagranola dan Teman-teman akan dimanjakan dengan aneka warna dan variasi dari berbagai bahan segar yang melengkapi penyajiannya.

Tak perlu ragu-ragu untuk mencoba, karena setelah merasakannya Teman-teman akan tergoda untuk membeli lagi dan lagi. Jadi, tunggu apa lagi?




Menumbuhkan Empati pada Anak

|


“Empathy is about finding your echoes of another person in yourself “ – Mohsin Hamid



Menumbuhkan empati pada anak


Empati adalah tentang menemukan gema dari diri orang lain dalam dirimu. Begitulah setidaknya saya mengartikan sebaris quote dari seorang Mohsin Hamid. Kata-katanya sederhana saja, tapi saya menyadari begitu dalam makna yang ingin disampaikan bagi pembacanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mendefinisikan makna empati  sebagai kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain. Empati juga melatih keterampilan serta kepekaan seseorang untuk mampu merasakan apa yang orang lain rasakan.  Keterampilan ini sangat penting untuk dimiliki setiap individu, karena kemampuan mengembangkan empati akan menumbuhkan kepedulian dalam diri seseorang.

Dalam sebuah laman berita yang saya baca beberapa waktu yang lalu, seorang pakar di Child Trauma Academy mengatakan bahwa “Empati adalah anugerah yang paling bermutu bagi ras manusia. Kita tidak bisa bertahan hidup tanpa menciptakan hubungan dengan kelompok yang bisa berfungsi secara bersamaan.” (The Asiaparents)

Untuk beberapa hal di atas pula saya yakin Teman-teman setuju bahwa empati pada diri seseorang harus ditumbuhkan sejak awal kehidupannya.  Sejak berusia dini atau kanak-kanak lebih tepatnya.   

Fakta mengejutkannya, bahwa kemampuan mengelola empati ini sebenarnya sudah tumbuh dalam diri anak secara alamiah. Sejak seorang manusia dilahirkan dalam wujud bayi, maka sejak saat itu pula mereka memilki benih-benih empati.  Maka untuk sekian kalinya orang tua yang bertanggung jawab untuk menyuburkan benih-benih tersebut.

Kita pasti sering mendengar cerita-cerita seperti, ketika seorang bayi menangis, maka bayi lain yang berada di dekatnya akan ikut menangis. Benar, kan? Atau, pernah juga kita mendengar bahwa perasaan seorang ibu bisa tembus pada anak-anaknya. Bagi Teman-teman yang sudah menjadi orang tua atau ibu, hal ini sudah pasti sering dialami.


Menumbuhkan empati pada anak
Pixabay.com

Begitulah awal mulanya benih-benih empati dalam diri anak mulai bersemi. Memang biasanya proses ini berjalan dengan sangat alamiah. Tapi untuk menumbuhkembangkannya, tentu saja diperlukan campur tangan orang-orang di dekatnya. Ibarat tanaman, empati pada diri seorang anak perlu 'dipupuk, diairi dan disiangi, untuk berjaga-jaga jika ada gulma yang mengganggu pertumbuhannya.'

Kenyataan itu pula yang menyadarkan saya untuk berkomiteman menumbuhkan benih-benih empati pada diri anak-anak. Najwa dan Najib yang terus bertambah usia, mau tak mau pengetahuannya terus bertambah, pertemanan pun  semakin luas. Untuk itu kami harus siap dengan segala risiko memaparkan mereka pada kehidupan yang begitu beraneka ragam. Terlebih kami tinggal di Jakarta yang multikultural. Maka membekalinya dengan keterampilan mengelola empati tak dapat dituna-tunda lagi. Mulai sekarang, bahkan hari ini.


“ We have to teach empathy as we do literacy” – Bill Drayton


Menumbuhkan empati pada anak memang tak semudah mengajarkan membaca atau berhitung dalam matematika. Ini dikarenakan mengelola perasaan bukanlah hal yang dapat dengan mudah diterapkan berdasarkan sebuah teori belaka. Butuh pemahaman dan pengalaman nyata yang membuat mereka bersinggungan secara langsung dengan sebuah kejadian.  

Untuk itu, orang tua harus jeli melihat situasi yang memungkinkan anak-anak menumbuhkan keterampilan mengelola perasaannya secara alamiah. Atau, secara sadar mendorong mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman.

Bersama suami, saya sedang menerapkan beberapa hal  kepada anak-anak di rumah. Mungkin saja ada dari Teman-teman yang sedang berkomitmen dengan hal serupa. Mungkin 5 cara berikut dapat menjadi inspirasi untuk menumbuhkan empati bagi anak, murid atau keponakannya juga. Let’s check it out.
menumbuhkan empati pada anak
Pixabay.com

1. Mengidentifikasi perasaan

Sejak Najwa dan Najib kecil, saya terbiasa menanyakan bagaimana perasaan mereka setelah bepergian atau melakukan suatu kegiatan. Apakah mereka senang? Sedih? Gembira? Terharu? Atau marah. 

Hal ini pula yang saya lakukan ketika mereka mengalami suatu kejadian yang secara tidak sengaja harus dialami. Misalnya, ketika tiba-tiba temannya memberikan hadiah kejutan, atau saat dia harus menerima ejekan. Saya selalu menanyakan bagaimana perasaannya. 

Pertanyaan senada juga kerap kali saya lontarkan pada mereka jika secara sengaja atau tidak menyakiti satu sama lain. Misalnya ketika adik marah kemudian memukul kakaknya. saya selalu bertanya, "kalau Adik yang dimarahi lalu dipukul Kakak, bagaimana perasaan Adik? Sedih atau senang?" 

Kami mengajak mereka untuk mulai memahami perasaannya sendiri, lalu melatih untuk merasakan apa yang dialami orang lain. Tapi sebagai catatan, kami menerima perasaannya, tapi bukan perbuatannya. Marah boleh, tapi tidak boleh memukul.

Memiliki kemampuan mengidentifikasi perasaan akan memudahkan anak mengenali perasaan orang lain. Sehingga mereka lebih mudah memahami posisi orang lain, meskipun dalam posisi berseberangan atau berselisih paham.


2. Mengenalkan kosa kata tentang perasaan

Mengajak anak menamai perasaan tidak cukup dengan menjelaskannya. Orang tua perlu menunjukkan pada situasi yang tepat. Terlebih, anak-anak belum banyak memiliki perbendaharaan kata,. Maka jangan pernah bertanya bingung itu seperti apa, karena bisa jadi anak-anak pun belum familiar dengan kata itu.

Mengajak anak membuat gambar emoticon bisa jadi salah satu caranya. Misalnya kita menggambar emoticon senyum, maka ajak anak menamainya dengan senang, bahagia atau gembira. Atau jika kita menggambar orang cemberut atau menangis, maka tuntun anak untuk mengenalinya sebagai  ekspresi kesedihan.

Selain itu, orang tua bisa menggunakan mimik wajah sendiri untuk menunjukkan bagaimana semestinya seseorang mengekspresikan emosinya. Maka tak salah jika pakar tumbuh kembang selalu mendorong orang tua untuk bersikap ekspresif ketika mengasuh anak-anaknya.  Karena segala hal yang ada pada diri orang tua adalah pelajaran pertama yang akan dengan mudah diserap anak.

Menumbuhkan empati pada anak
Pixabay.com


3.  Memiliki hewan peliharaan

Jujur,  memiliki hewan peliharaan sebenarnya bukan hal mudah bagi saya. Saya dan suami perlu tarik ulur dan berdebat panjang terkait yang satu ini. Berbeda dengan suami yang sejak kecil memiliki hewan peliharaan, saya termasuk orang yang anti pati harus menambah pekerjaan mengurus binatang dan segala kotorannya. Maka sebenarnya saya lebih memilih mengajak anak memiliki tanaman peliharaan.

Tapi akhirnya saya menyerah dan setuju untuk memelihara ikan dan burung di rumah. Karena 2 jenis binatang ini saya anggap masih lebih mudah untuk dirawat. Sejak itulah kami selalu mengajak anak-anak untuk memerhatikan binatang peliharaannya. Apakah sudah diberi makan? Apakah mereka kedinginan saat hujan? Apa yang harus dilakukan jika akan ditinggal bepergian?

Kadang-kadang memang terasa tidak masuk akal, karena ikan dan burung bukanlah jenis binatang peliharaan yang bisa diajak berinteraksi langsung atau bermain dengan anak seperti halnya kucing atau anjing. Tapi cara ini lumayan membantu mengasah kepekaan Najwa dan Najib pada peliharaannya. Setidaknya setiap pergi agak lama, mereka selalu bilang, “Kasihan burung sama ikan, ya, Buk. Jangan-jangan mereka lapar?” Begitu setidaknya yang sering saya dengar.

4. Memaparkan anak pada sisi lain lingkungan kita

Cara-cara seperti mengajak anak berkunjung ke panti asuhan, atau mengikuti kegiatan bakti sosial dianggap sangat efektif untuk menggiring empati anak. Meskipun saya sendiri belum pernah melakukannya bersama anak-anak.

Kami memilih cara lain seperti mengajak anak melihat sisi lain di balik gemerlap Jakarta. Beberapa kali kami mengajak mereka melihat kehidupan “manusia gerobak” atau orang-orang yang tinggal di kawasan kumuh. Berkali-kali pula kami melihat Najwa tampak haru dan mulai belajar bersyukur dengan segala hal yang dimilikinya.


Menumbuhkan empati pada anak
Pixabay.com


5. Mengajarkan perbedaan

Tinggal di lingkungan yang multikultural tentu saja sangat membantu kami menjelaskan tentang perbedaan dan keberagaman masyarakat kita. Meskipun tak jarang saya kewalahan untuk menjawab pertanyaan anak mengenai mengapa mereka begitu dan kita begini. Atau, manakah yang lebih baik, kita atau mereka?

Pertanyaan seperti ini biasanya muncul ketika anak melihat perbedaan tradisi, budaya atau tata cara beribadah. Pertanyaan seperti itu memang tak dapat dibendung. Cepat atau lambat setiap anak yang tinggal di lingkungan seperti kami akan menanyakannya.

Di situ kami sebagai orang tua merasa sangat tertantang untuk menjelaskan adanya keberagaman dalam masyarakat kita. Tapi lebih dari itu semua, kami menekankan bahwa kita semua adalah makhluk Tuhan yang memiliki rasa. Ketika ingin menyakiti, maka rasakan juga bagaimana  jika kita yang disakiti.  


Bahwa perbedaan tradisi atau budaya tidak selalu menentukan kualitas manusia. Tapi sifat baik dalam dirinyalah yang akan menjadi penentu kualitasnya. “Pada yang lebih tua kita harus menghormati. Sedangkan pada yang lebih muda kita harus membimbing dan menyayangi.” Begitu biasanya suami akan menasihati. 

Terlepas dari itu semua, tentu saja kami sebagai orang tua harus siap menjadi teladan. Karena tidak dapat dipungkiri sikap empati  sebenarnya dapat ditularkan, dan bagi anak-anak tentu saja orang tua yang paling mudah untuk dicontoh segala tindak-tanduknya.

Kita pun harus konsisten baik ucapan maupun perbuatan. Sehingga anak tidak melihat adanya celah dan kesan bahwa orang tua hanya menggurui. Tapi tidak memberikan teladan yang nyata. 



Menyusun Kepingan Kenangan dengan Cetak Foto di Idphotobook

|
Selembar foto ibarat perekam kenangan. Melihat setiap momen atau sosok dalam lembaran bergambar tersebut tak hanya mampu membawa kita ke dimensi lain dunia ini. Tapi juga memutar waktu, memantik harapan bahkan meretas kedukaan.

Cetak foto online
Gambar : IDPHOTOBOOK


Dalam hidup ini, mengalami kehilangan sering kali tak semudah apa yang biasa dituliskan dalam larik-larik sebuah quote. Kata-kata itu begitu indah,  menginspirasi, membangkitkan semangat, memiliki efek  'mengobati' atas sebuah kehilangan. Kenyatannya ada kepingan puzzle yang tak lagi  dapat dirangkai dengan harmonis setelah kehilangan itu terjadi. Suka atau tidak, kita tak dapat menghindari ada yang kurang dalam hidup ini.

Kehilangan orang-orang yang kita cintai karena kematian atau perpisahan mungkin suatu hal yang paling sering kita alami. Begitu pun halnya dengan kehilangan suatu memori kebersamaan dalam sebuah perjalanan, atau momen spesial dalam kehidupan ini.

Selembar foto ibarat alat perekam kenangan. Melihat setiap momen atau sosok dalam lembaran bergambar tersebut tak hanya mampu membawa kita ke dimensi lain dunia ini. Tapi juga memutar waktu, memantik harapan bahkan meretas kedukaan.

Lembaran foto adalah satu-satunya bukti bahwa saya pernah memiliki seorang Papa. Kepergiannya pada usia yang masih sangat muda,  tak banyak memberikan kesempatan bagi kami, anak-anaknya untuk berinteraksi secara langsung dengannya. 

Bahkan, seluruh institusi formal tempat saya mengenyam pendidikan tak pernah lupa menyematkan gelar Almarhum sebelum namanya dituliskan. Jika merunut ke belakang, dua puluh tujuh tahun sudah hingga kenangan terakhir kami diabadikan dalam sebuah jepretan kamera.

idphotobook
Foto kenangan dengan Papa yang kondisinya mulai rusak

Kini, lembaran-lembaran bergambar kenangan bersamanya itu mulai usang termakan usia. Hampir tiga dekade, maka tak heran jika kondisinya pun tak lagi seperti sedia kala.  Mengandalkan negatif film yang sedianya bisa dicetak  sepertinya menjadi hal yang mustahil untuk diharapkan. Karena beberapa rol negatif film sudah lengket,  menyatu satu sama lain dan sebagian mulai berubah warna. 

Sayangnya teknologi foto digital baru dikenal belasan tahun setelah kepergiannya. Coba kalau saat itu sudah ada, saya tak dapat mengira-ngira berapa besar memori yang saya butuhkan untuk menyimpan seluruh momen kebersamaan kami meskipun hanya singkat saja. 

Tapi saya pun baru menyadari, bahwa memori dalam file foto digital bisa juga raib begitu saja. Memang teknologi memberikan banyak kemudahan, meskipun tak dapat dihindari adanya celah kekurangan di dalamnya.

Beberapa kali saya mengalami kehilangan file foto digital. Entah itu karena penyimpan memori internal ataupun external yang rusak. Beberapa kali pula saya mencoba memindahkannya ke alat penyimpanan lain seperti CD atau flashdisk. Tapi keduanya pun tak dapat terhindar dari serangan virus atau rusak pada bagian luar alat.


cetak foto online
Membuka  album foto adalah cara merunut kembali setiap momen kebersamaan

Tidak dapat dipungkiri cetak foto adalah cara paling mudah dan masuk akal untuk mengumpulkan setiap memori dalam rangkaian gambar. Tapi, seperti halnya yang sering dialami kebanyakan orang, rasa malas untuk  pergi ke tempat percetakan foto mulai menjangkiti saya. Belum lagi kalau harus melakukan self editing untuk mendapatkan kualitas foto prima. Hampir mustahil bagi saya untuk melakukan semua hal itu mengingat file foto yang jumlahnya ribuan.

Dua hal tadi baru baru mewakili pendapat saya tentang ribetnya cetak album foto dari segi teknis. Belum juga besaran rupiah yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan photobook dengan kualitas seperti yang saya inginkan. Editing yang natural dan nggak berlebihan, kualitas hasil cetakan cemerlang, material kertas dan desain album foto yang modern dan tidak pasaran.


cetak foto online
Gambar IDPHOTOBOOK


Beberapa kriteria tersebut sukses membuat saya selalu mengurungkan niat untuk mencetak ratusan file yang ada di gadget. Budget pasti membengkak jika memilih tempat cetak foto yang menawarkan kualitas prima.. Tapi saya selalu  takut kecewa jika mencetaknya di tempat yang biasa saja.

Bersyukur kegalauan konsumen seperti saya dapat ditangkap dengan cerdas oleh perusahaan pencetak foto digital seperti Idphotobook. Hari ini saya telah menemukan solusi paling tepat untuk menyusun kembali setiap kenangan dalam hidup saya melalui deretan foto yang ditata apik pada sebuah album foto eksklusif.  Berkat Idphotobook juga, saya menemukan tempat cetak foto dengan proses gampang dan memberikan hasil sangat memuaskan.


cetak foto online

Seperti halnya kemudahan yang ditawarkan berbagai perusahaan untuk transaksi bisnisnya. Idphotobook tak mau kalah dengan revolusi cetak foto digital secara online. Tak perlu melawan rasa malas untuk mendatangi tempat cetak foto konvensional, dengan melakukan beberapa sentuhan di layar gadget, Teman-teman bisa langsung melakukan pemesanan untuk file foto yang ingin dicetak.

Sedang di luar kota dalam rangka perjalanan dinas atau personal traveling? Maka  tak perlu khawatir kehabisan slot memori di dalam gadget. Temans bisa melakukan cetak foto online mudah dengan  Idphotobook. Cukup dengan mengirimkan file foto yang dianggap memorable kepada Idphotobook untuk diproses. Maka satu paket photobook dengan desain modern minimalis siap menyimpan seluruh kenangan dalam perjalanan.


Cetak foto online
Desain foto yang modern minimalis dengan kualitas cemerlang


Membuat album foto kita seperti majalah pun bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Dan yang terpenting kita nggak perlu dipusingkan dengan  proses editing dan pengerjaan desain yang cenderung wasting time, karena pihak Idphotobook yang akan mengurus segalanya. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu setelah pemesanan dan tentu saja pembayaran, maka album foto eksklusif akan segera mendarat di alamat rumah kita. So simple, kan?

Soal harga juga bukan lagi menjadi masalah. Idphotobook memasang harga mulai Rp.125.000,-  untuk pembuatan satu album foto eksklusif dengan desain elegan setebal 32 halaman bersampul hard cover. Atau jika ingin yang tidak biasa, kita bisa memilih cetak foto dengan desain majalah, di mana foto kita akan langsung dicetak pada kertas dengan menggunakan desain dan  layout majalah.


cetak foto online

Kita tak perlu khawatir dengan kondisi majalah yang biasanya rentan robek atau luntur warnanya. Karena Idphotobook menggunakan kertas khusus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan menyimpan memori dalam jangka panjang.

Mencetak foto adalah salah satu cara menyusun kepingan kenangan untuk setiap fase kehidupan. Menjadikannya lebih mudah untuk dijamah, ditelusuri ruang dan waktu serta mengambil pelajaran dari setiap perjalanan. Idphotobook memahami kebutuhan orang-orang yang sangat menghargai setiap momen dalam hidupnya, tapi memiliki keterbatasan waktu dan menginginkan kemudahan berbasis teknologi. Maka menjawab tantangan itu adalah ide brillian dari sebuah perusahaan.



 http://blog.idphotobook.com/kompetisi-blog-idphotobook/








Custom Post Signature

Custom Post Signature