Parenting Story, Mom's Life, Tips

Showing posts with label Momblogger. Show all posts
Showing posts with label Momblogger. Show all posts

Writingthon Asian Games 2018 dan Semangat Baru Menjadi Indonesia

|

Here I am, Writingthon Asian Games 2018

Sabtu itu kami sengaja pergi ber-commuterline sejak pagi. Tujuan utama kami adalah Stadion Gelora Bung Karno, tapi kami sengaja berhenti di Stasiun Gondangdia untuk kemudian lari pagi menuju pangkalan SPBG di sebelah Lapangan IRTI.

Mungkin teman-teman penasaran ya, ngapain juga lari pagi ke pangkalan SPBG? Kenapa nggak ke tempat lain yang lebih asyik, misalnya Monas atau Bundaran HI? Hehe... 


Flashback Proses Penulisan Artikel Writingthon Asian Games 2018


Jadi ceritanya begini, Sabtu itu saya memang berencana mengambil gambar untuk melengkapi materi seleksi Writingthon Asian Games 2018 yang diselenggarakan oleh Bitread Publishing dan Kemenkominfo. Karena berdomisili di Jakarta, saya rasa keputusan paling tepat adalah menulis tentang dukungan yang disumbangkan Jakarta untuk pelaksanaan Asian Games 2018 kali ini. Terlebih, Jakarta adalah centre yang pastinya akan banyak menarik perhatian dunia. Maka dari itu, warga yang baru lima tahun memegang KTP DKI inipun merasa perlu untuk ikut tenggelam dalam euforia Asian Games 2018 dengan cara menuliskannya dalam sebuah cerita.

Selain Materi, 7 Keuntungan Ini Bisa Didapat dari Dunia Blogging. Nggak Percaya? Coba Saja!

|

Keuntungan menjadi blogger rumahan
www.damaraisyah.com


"Sebulan dapat berapa dari ngeblog?"

Wew! To the point banget pertanyaannya. Bikin BukNaj gelagepan pas mau jawab, haha. Em, jadi gini, beberapa waktu yang lalu seseorang sebut saja namanya Melati (karena Bunga sudah terlalu sering) bertanya pada saya tentang pendapatan dari ngeblog. Si Melati ini rupanya termasuk sering mengamati aktivitas blogging saya yang menurutnya cendrerung "blogger kandang" alias blogger rumahan. Uhuk, keselek lagi, hehe.

To be honest, saya memang belum pernah ikut reportase atau event yang melibatkan blogger. Jadi bener banget yang Melati bilang bahwa saya  termasuk kategori "blogger kandang" atau blogger rumahan tadi. Malahan belum lama saya tahu kalau blogger itu udah beneran kayak jurnalis gitu. Ya datang ke event, meliput kemudian menulis reportasenya. Bahkan menjadi buzzer, influencer dan pembicara.

Dulu, setahu saya blogger cuma orang yang menulis dengan platform blog. Udah gitu aja. Nggak tahunya, semakin ke sini, semakin banyak dapat info dari komunitas blogger. Ternyata banyak sekali peluang lain yang bisa diambil oleh seorang blogger. Bahkan tak sedikit yang menyebut blogger sebagai profesinya. Profesi lho, artinya selain berbagi manfaat dari tulisan, blog telah menjadi bagian dari ladang penghasilannya. Hahai, keren banget, kan?

Laptop 2in1 untuk Mendukung Gaya Hidupku sebagai Freelancer

|



laptop 2in1
Pixabay.com

Kalau ditanya apa pekerjaan utama saya, tentu saja profesi ibu rumah tangga yang selalu menjadi jawaban. Karena segala yang saya lakukan di luar kesibukan sebagai full stay at home mom sifatnya hanya sampingan saja., yang biasa saya kerjakan di sela-sela mengurus keperluan suami dan anak-anak.

Freelancer, begitu biasanya saya menggelari diri sendiri. Baik sebagai blogger, content writer atau crafter wanna be , saya belum memutuskan untuk mengerjakannya sepenuh waktu. Meskipun  selalu berusaha total untuk menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan kepada saya.

Menyandang status ibu rumah tangga tanpa menggunakan jasa ART menuntut saya untuk lebih dinamis dan cermat mengatur waktu demi produktifitas kerja. Belum lagi dua anak saya yang memiliki kecenderungan kinestetik sangat susah diajak diam berlama-lama. Di luar pekerjaan rumah, hampir sebagian besar waktu saya gunakan untuk bermain bersama mereka.

Jangan ditanya seberapa banyak waktu yang saya alokasikan untuk menuntaskan pekerjaan freelancer Namanya juga free, jadi suka-suka saya mau dikerjakan kapan dan di mana. Meskipun kerap kali harus berkejaran dengan deadline yang bikin nyut-nyutan kepala.

Ritme pekerjaan yang mengharuskan saya  dinamis, tidak membuang-buang waktu dan bisa bekerja di mana saja mau tak mau membuat saya memerlukan ‘alat tempur‘ yang siap di bawa kemana-mana. Sayangnya kesempatan itu belum juga saya dapatkan hingga sekarang. Karena kondisi laptop yang sekarang saya ajak bekerja sangat tidak memungkinkan.

Selain ukurannya yang besar dan berat, kondisi keyboard bawaan yang tidak berfungsi akibat dimuntahi si kecil mau tak mau membuat saya harus menggunakan external keyboard yang, alamak semakin tak praktis untuk dibawa-bawa.

Sejauh ini , smartphone memang tak pernah lepas dari tangan ketika saya harus beraktivitas di luar. Jika kebetulan saya mendapat job sebagai buzzer, atau harus mengikuti training online berbasis social media, gadget yang satu ini cukup mumpuni untuk diajak bekerja sama.

Anak-anak yang masih kecil, mau tak mau membuat aktivitas saya lebih banyak dengan mereka.

Masalahnya, smartphone satu-satunya yang sekarang menjadi andalan ini sering kali menjadi barang rebutan dengan anak. Biasanya saya memang tegas terkait penggunaan gadget bagi mereka. Tapi ada kalanya saya harus melakukan mediasi, sampai akhirnya menyerahkan barang tersebut dengan berbagai persyaratan. 

Pada saat gadget berpindah tangan seperti itu, rasanya saya seperti sedang membuang-buang waktu. Misalnya saat menunggu si kakak extra kurikuler di sekolah, saya merasa mendapatkan cukup waktu untuk menyelesaikan beberapa draft atau meng-edit calon postingan. 

Tapi apalah daya, satu-satunya gadget yang movable sudah beralih fungsi menjadi pemutar video favorit si adik yang mulai bosan menunggu kakaknya. Saya pun tak enak hati jika berebut paksa di lingkungan anak-anak yang sedang belajar. 



Kadang kala saya pun merasa tidak produktif ketika akhir pekan tiba. Ya, weekend yang sedianya memberikan lebih banyak kebebasan waktu, kadang-kadang  harus saya lewati untuk traveling ke luar kota bersama keluarga.  Sedangkan yang paling sering terjadi adalah menghabiskannya selama seharian dengan meng-explore segala hal yang ada di Jakarta.  

Saya sadar tidak dapat menolak kebiasaan ini dalam keluarga kecil yang sedang kami bangun. Karena jalan-jalan merupakan salah satu quality time yang banyak me-refresh hubungan suami istri dan  bounding dengan anak. Tapi sebagai freelancer, saya merasa terlalu sering melewatkan waktu luang karena kendala alat yang tidak menunjang. Maka saat seperti itu saya sering merasa butuh gadget kedua, yang tentu saja harus  dinamis dan bringable untuk menunjang keahlian saya sebagai multitasker.


Laptop 2in1
Pixabay.com

Sempat berpikir untuk membeli tablet sebagai cadangan jikalau harus bekerja di luar. Saya pun masih bimbang, karena kondisi laptop yang sekarang juga sudah saatnya dipensiunkan. Dan tidak bisa saya pungkiri, sebagian besar pekerjaan lebih maksimal jika dikerjakan dengan laptop atau notebook biasa.  Misalnya untuk mendesain atau meng-edit foto, maka fungsi dari keyboard dan mouse tak bisa digantikan oleh layar sentuh yang biasa ada pada tablet.

Tapi begitu berniat untuk membeli laptop biasa, bayangan membawa seperangkat alat dengan bobot yang bisa membuat pundak semakin pegal selalu menjadi kendala. Ya kali harus bawa tas segede gaban cuma buat laptop doang, sudah berat nggak simple pula. Pupus sudah cita-cita ibu rumah tangga tampil trendi saat jadwal traveling tiba.



Laptop 2 in 1 Hadir sebagai Solusi


Laptop 2in1
Intel.co.id

Untungnya teknologi terus berkembang hingga tak terbendung lajunya. Laptop hybrid hadir menjadi solusi bagi gaya hidup freelancer seperti saya. Laptop hybrid atau biasa disebut 2 in 1 merupakan inovasi terbaru laptop yang menggabungkan 2  fungsi dalam 1 perangkat, yaitu notebook dan tablet yang disatukan. Perangkat ini sangat fleksibel, karena bisa digunakan untuk bekerja sekaligus meng-entertain saya, bahkan anak-anak. 

Laptop 2in1 bisa digunakan dalam dua model pengoperasian yang berbeda.  2 in 1 yang bisa dilepas layarnya dapat difungsikan sebagai tablet yang dapat dibawa kemana-mana tanpa memberikan tambahan beban akibat bobot laptop yang berat.  User pun dapat memaksimalkan pekerjaan terlebih jika harus bersinggungan dengan social media.


Sedangkan laptop 2 in 1 yang memiliki fungsi konvertibel, sekilas nampak seperti notebook biasa, tapi jika layarnya dibalik atau diputar, maka tampilannya berubah seperti tablet dan sangat mengesankan jika harus digunakan untuk keperluan meeting atau presentasi di depan klien.

 

Tapi tak perlu khawatir dengan performa 2 in 1 sebagai  laptop atau notebook biasa. Karena bagi sebagian orang, penggunaan laptop dengan keyboard  beserta touchpad atau mouse memang sepertinya tak bisa ditinggalkan. Laptop 2 in 1 hadir tetap dengan  kenyamanan yang biasa user gunakan. So, kalau kata saya, sih, laptop 2in1 yang benar-benar saya butuhkan.



Hal-hal yang Patut Dipertimbangkan sebelum Membeli Laptop 2in1


Laptop 2in1
Intel.co.id


Sebagai  freelancer yang memiliki penghasilan tidak menentu, pembelian perangkat baru untuk menunjang pekerjaan saya benar-benar harus melalui pertimbangan yang matang. Terlebih jika perangkat tersebut bisa dibilang juga masih baru di pasaran.  Jangan sampai membeli suatu perangkat hanya karena tergiur dengan segala kemudahan yang ditawarkan. Tapi sudah semestinya perangkat tersebut memberikan manfaat maksimal.

Begitu pun halnya ketika memutuskan memilih laptop 2in1 sebagai calon pendukung pekerjaan saya. Saya harus tahu betul, tipe seperti apa yang tepat dan memang dibutuhan. Beberapa tips berikut sangat membantu, untuk saya dan juga Teman-teman yang berniat membeli perangkat serupa.




1. Pilih mana, konvertibel atau bisa dilepas?

Dengan profesi yang saya geluti sekarang ini, pilihan 2in1 dengan layar yang bisa dilepas tentu saja paling tepat. Saya belum butuh untuk presentasi atau meeting, tapi kebutuhan saya hanya gadget yang travel friendly. 

2. Prosesor

Prosesor ibarat jantung untuk perangkat seperti  PC atau laptop. Terlebih untuk perangkat model 2in1, performa prosesor tidak bisa di kesampingkan begitu saja. Memilih laptop atau dengan prosesor yang mutakhir harus diutamakan. Maka memilih laptop intel 2in1 adalah sebuah keputusan yang brilliant, mengingat kredibilitas Intel Pentium yang tak perlu diragukan lagi.


3. Ukuran layar

Seperti yang kita ketahui, baik laptop atau notebook maupun tablet memiliki ukuran layar yang beragam. Pemilihannya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user.

Untuk saya, layar berukuran 14 inchi sudah sangat mencukupi kebutuhan. Karena laptop atau tablet bukanlah perangkat vital sebagai pemutar video atau menonton film, maka saya tak butuh yang terlalu besar. Ukuran 14 inchi bisa dibilang sedang. Tak terlalu besar sehingga masih relevan untuk dibawa traveling, namun tak terlalu kecil sehingga ramah dengan penglihatan.

Selain itu, ukuran layar yang lebih besar juga lebih berat dan lebih cepat memakan baterai. Maka dari itu tentukan dulu kebutuhannya untuk apa, barulah buat keputusan yang tepat.

4. Storage

Masalah penyimpanan juga harus mendapatkan perhatian. Laptop 2in1 dilengkapi dengan hard drive atau HDD yang cukup aman untuk menyimpan file dokumen, foto, video dan film. Beberapa laptop 2in1 bahkan dilengkapi solid state drive (SSD) yang memungkinkan mengambil file lebih cepat dan tahan banting tentunya. Tapi seperti biasa, ada harga selalu ada rupa. Paham, kan?


Laptop asus 2in1
Laptop 2in1 yang menjadi wishlist saya. (asus.com)

5. Daya tahan baterai

Karena kebutuhan utama saya untuk digunakan di luar rumah atau sebagai perangkat yang movable. Maka laptop dengan daya tahan baterai yang lebih lama yang saya butuhkan.  Nggak mau, kan, ribet bawa colokan saat sedang jalan-jalan?

Hem, sepertinya saya sudah membuat keputusan yang tepat dengan menjatuhkan pilihan pada laptop 2in1 sebagai penunjang gaya hidup saya sebagai freelancer yang dituntut serba multitasking. Dengan mengadopsi perangkat yang tepat, saya berharap lebih produktif dalam aktivitas yang serba fleksibel .

Teman-teman tertarik dengan laptop 2in1 juga, kan?  







Kebun Binatang sebagai Alternatif Tempat Wisata di Bali

|


harimau bali-zoocom.jpg
Sumber gambar : Bali-Zoo.com
Wisata ke Bali biasanya identik dengan mengunjungi pantai-pantai cantik dan segala aktivitas yang ditawarkan di sana. Benar, kan? Kalau untuk yang baru pertama kali ke Bali, sih, nggak masalah. Tapi sebagian orang merasa bosan, terlebih jika mereka mengajak anak-anak.  Pengennya pergi ke tempat yang bisa refreshing sekaligus mengedukasi.  Apalagi buat kami sekeluarga yang jadi fans beratnya Animal Planet. Kayaknya ada yang kurang kalau berkunjung ke suatu kota tanpa mengunjungi koleksi satwanya.
Nah, kebetulan banget nih, kabar baik buat saya dan juga teman-teman yang  merasa bosan dengan pantai di Bali, dan menginginkan destinasi wisata yang berbeda dan sangat cocok untuk anak. Mengunjungi kebun bintang saat mengunjungi Bali mungkin bisa menjadi alternatif tempat wisata buat kita-kita. Salah satunya adalah Bali Zoo. Bali Zoo merupakan salah satu kebun binatang terbaik di Asia-Pasifik. Maka tak ada salahnya jika liburan kali ini, Temans  coba Judul jalan-jalan ke kebun binatang di Bali .
Mungkin dalam benak Temans langsung terpikir malas untuk berkunjung ke kebun binatang karena memang sudah sering atau terlihat tidak ada yang istimewa dari mengunjunginya. Eit, tunggu dulu. Karena Bali Zoo adalah kebun binatang yang menyajikan sesuatu yang berbeda. Lain dari kebun binatang yang biasa kita kunjungi di beberapa kota.
Salah satu yang  menjadi pembeda adalah  karena tujuan utama dari Bali Zoo sendiri adalah untuk melestarikan satwa yang hampir punah, dan tentu saja menjadi destinasi wisata yang menarik dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. 
Area wisata yang berlokasi di Jl. Raya Singapadu Banjar Seseh Sukawati Batuan Sukawati Gianyar Bali. Di area 3,5 ha ini dihuni oleh lebih dari 450 jenis satwa langka. Diantaranya ada Jalak Bali, Merak, Kasuari, Elang, harimau Sumatra, singa afrika, singa, rusa , onta, kanguru, dll. Semua satwa berada di dalam kandang sesuai dengan habitatnya masing-masing.

Nah, mau tahu kan, ada apa saja yang menarik di Bali Zoo?

gajah bali beritadaerahcoid.jpg
Sumber gambar : Beritadaerah.co.id
Ada banyak kegiatan yang bisa Temans dan keluarga lakukan di Judul Bali Zoo.
Seperti berenang dan bermain air di Miniapolis Jungle waterplay, berfoto di Animal encounters, melihat pertunjukan binatang di animal show, petting zoo, elephant safari, dll. Melihat arena yang di sediakan,  tentunya Temans  sudah menebak jika Bali Zoo merupakan tempat wisata di Bali yang cocok untuk keluarga. Setuju, kan?

Miniapolis Jungle Waterplay
Miniapolis Jungle Waterplay merupakan arena untuk bermain air. Pengunjung tak perlu khawatir jika mengajak anak-anak. Karena arena ini memang didesain khusus untuk anak-anak. Si kecil pastinya sangat senang jika bermain air disini, karena terdapat banyak seluncuran dan juga ember besar yang akan menemani mereka  bermain.
Miniapolis jungle waterplay ini gratis bagi pengunjung  karena sudah termasuk tiket masuk ke Bali Zoo.


Animal Encounter

id.pinterest.combalizoo animal encounters.jpg
Sumber gambar: id.pinterest.com/balizoo
Animal Encounter adalah arena foto bersama dengan satwa/binatang yang ada di Bali Zoo. Seperti berfoto dengan burung, gajah, ular, anak singa dan macan, juga berfoto dengan beruang, bisa Temans dan si kecil lakukan di sini, menyenangkan, bukan?
Asyiknya lagi, it is free, Temans  tak perlu mengeluarkan biaya lagi saat akan berfoto, karena semua sudah termasuk ke dalam tiket masuk. Kita cukup mengumpulkan keberanian dan berpose dengan latar yang sudah pasti instagramable ini.

Animal Show
Animal show adalah sebuah atraksi atau pertunjukkan binatang di Bali Zoo. Pertunjukan ini akan dipandu oleh seorang  pemandu dan satwa yang akan saling mempertontonkan kebolehannya.

Petting Zoo
kebun binatang bali saybalitourcom.jpg
Sumber gambar: saybalitour.com
Berbeda dengan kebun binatang lainnya, di Bali Zoo pengunjung diperbolehkan untuk bermain dan memberi makan binatang-binatang yang ada, tentunya bukan sembarangan makanan yang bisa diberikan. Dan Judul anak-anak pasti akan menyukainya. Seperti memberi makan langsung rusa, gajah, dan juga bermain-main dengan kelinci yang lucu.
Nah, Temans pasti penasaran kan, berapa kocek yang harus dirogoh untuk menikmati seluruh petualangan tadi? Sini-sini, duduk yang manis biar BukNaj bisikin.

Harga Tiket Masuk Bali Zoo Park 2017
Harga tiket masuk Bali Zoo Park, Rp 110.000 / 1 orang dewasa dan Anak-Anak Rp 85.000 / Anak usia 2 – 12 tahun. Harga tiket masuk ini hanya berlakuk untuk WNI, dan sudah include  seluruh aktivitas bermain seperti di Miniapolis Jungle Waterplay, keliling kebun binatang, menonton pertunjukan burung (bird show) dan Animal Encounter.
Yuhui!! Mayan banget, nih. Bisa jadi salah satu wishlist liburan bareng sama keluarga. Refreshingnya dapet, tapi edukasinya juga nggak ketinggalan. So, jangan lupa mampir ke Bali Zoo, ya. Salah satu destinasi wajib buat wisata edukasi bersama anak dan keluarga.
Happy travelling!

Miliki 2 Hal Ini agar Resolusi Menjadi Momblogger Tak Sebatas Impian

|
Ngomongin soal resolusi, saya masih inget banget awal tahun 2017 lalu bikin satu blog post khusus tentang hal ini. Dan dari beberapa resolusi yang saya tuliskan, sebenarnya ada satu yang lumayan ngeri-ngeri syedep. Yaitu ingin produktif di dunia menulis. Ya, kalau mau blak-blakan sih, saya bermimpi menjadi momblogger . Ciyeh … lagaknya. Boleh, donk! Namanya juga cita-cita. Nggak bayar ini, butuh usaha aja untuk menggapainya. And trust me, itu nggak seenteng yang saya tuliskan.




Buat IRT tanpa ART yang sok sibuk kayak saya. Meluangkan waktu untuk rutin menulis setiap hari benar-benar challenging. Ada saja alasan yang bikin pilih bantal ketimbang keyboard. Pilih sofa ketimbang meja kerja. Atau ngadep tipi ketimbang monitor lappy


Yang capeklah, ngantuk, anak ngajak main, nemenin belajar, cucian menggunung. Pokoknya ada aja yang bikin aktivitas menulis cuma kebagian sisa-sisa tenaga dan tentu saja waktu. Honestly, saya sebenarnya nggak suka bikin pengakuan kayak gini. Kok kayaknya momblogger lain itu nggak serepot saya. Padahal nih, saya yakin mereka jauh lebih banyak deadline dibanding saya yang baru menekuni dunia blogging. Tapi, soal produktivitas jangan ditanya. Hari ini reportase, malam itu juga mereka publish blog post terbaru. Ck … Ck … Ck *kagum


Well, apapun kendala yang dihadapi, sudah tanggung jawab kita untuk mencari solusi. Mau sampai kapan resolusi demi resolusi hanya menjadi target awal tahun saja? Tanpa realisasi apalagi pencapaian yang berarti. Dalam hal blogging, saya rasa dua hal ini berikut lumayan memompa semangat saya untuk merealisasikan resolusi momblogger wanna be



Miliki Mentor


Adanya mentor sangat membantu saya memelajari blogging dari nol. Dulu, dulu banget memang saya sudah belajar ngeblog. Tapi, ya gitu deh. Sampai passwordnya saja saya lupa, saking rajinnya nggak nengokin blog. 


Nah, begitu saya mulai lagi awal tahun ini. Saya putuskan langsung memiliki mentor. Belajar step by stepnya, hingga bagaimana peluang untuk blog saya dimonetize. Untungnya saya punya mentor yang “kompor api biru". Jadi  gampang banget semangat darinya menular ke saya.


Mbak Widyanti Yuliandari, adalah blogger sekaligus mentor blogging pertama saya. Beliau yang pertama kali mengenalkan banyak hal terkait peluang berpenghasilan dari blog. Juga bagaimana beretika di dunia blogging. Tidak hanya itu, printilan ngeblog dan ngereview juga saya pelajari dari beliau. Karena memang Mbak Wid ini Mentor Blogging di salah satu agensi training yang sering saya ikuti.


Sedangkan dalam perjalanan ngeblog, tak bisa disebut berapa banyak blogger dan momblogger yang menjadi role model sekaligus menginspirasi saya. Sehingga blogwalking tidak sekedar meninggalkan komen, menyerap info dari blog post mereka. Tapi sekaligus memelajari banyak hal seperti lay out, gaya penulisan, sudut pandang dan teknik pengambilan gambar.
 


Berkomunitas


Nah, yang kedua ini juga tidak bisa disepelekan. Berkomunitas membuka banyak info terkait dunia blogging. Mulai tawaran job, info lomba, hingga challenge-challenge.


Untuk saat ini, saya memang tidak sedang mengikuti banyak komunitas. Dan Blogger Muslimah Indonesia adalah salah satu komunitas tempat saya bernaung bersama teman-teman blogger yang lain. Kebetulan saat ini kami sedang dalam periode pertama challenge ODOP, One Day One Post. Kebayang kan, betapa menantangnya challenge ini?


Ya, selain menantang disiplin diri dari seorang blogger. Challenge ini juga sangat bermanfaat untuk boosting trafik blog, sekaligus mengasah keterampilan menulis calon momblogger. *uhuk. Maka dari itu saya putuskan menerima tantangan ODOP, dan rutin menulis satu blog post setiap hari.


Hopefully, ini adalah awal bagi saya untuk merealisasikan salah satu mimpi. Karena bagi saya, ngeblog tidak hanya bertujuan mendapatkan job, tapi mengumpulkan materi, kenangan, rumah untuk berbagi informasi, sekaligus media untuk melatih kelenturan bahasa tulisan. Boleh, donk, suatu hari beresolusi bikin buku solo. Nah, rencana saya dari blog ini saya mulai merealisasikannya.


Well, semoga challenge ODOP dari Blogger Muslimah Indonesia ini dapat saya ikuti dengan lancar hingga 30 hari ke depan, Amin. Yang tak kalah penting, semoga saya dapat mengambil hikmah dari mengikuti challenge seperti ini. Ganbaroo!!





#ODOP
#day1
#bloggermuslimahindonesia

Custom Post Signature

Custom Post Signature