Parenting Story, Mom's Life, Tips

Bentuk Investasi Virtualpreneur

|
Investasi pebisnis online


Virtualpreneur, profesi baru yang kemunculannya langsung digandrungi oleh sebagian besar pengguna piranti digital di berbagai negara di belahan bumi ini, tak terkecuali di Indonesia. Kemunculan profesi yang satu ini seolah menjadi angin segar bagi sebagian orang yang memiliki kompetensi dan karya, tapi mengalami keterbatasan ruang gerak atau modal.

Profesi virtualpreneur sendiri terklasifikasi menjadi wirausaha produk dan jasa. Untuk jenis wirausaha produk, pasti kalian sudah sangat tidak asing dengan maraknya toko online yang menjual produk sebagai tangan kedua, maupun yang memproduksi langsung label yang dijualnya. Virtualpreneur jenis ini sangat digandrungi, karena modalnya bisa dibuat seminim mungkin, tapi daya jangkau pemasarannya sangat luas.

Sedangkan untuk klasifikasi virtualpreneur yang kedua---wirausaha jasa---content writer dan blogger merupakan sebagian profesi yang kini sedang naik daun. Maraknya penggunaan media sosial sebagai media yang mengumpulkan hajat hidup orang banyak, berimbas pada kenaikan kebutuhan konten positif yang berujung pada dibutuhkannya penulis sebagai produsennya.

Bersyukur Tinggal di Jakarta Timur

|


"Di Jakarta tinggal di mana?" begitu tanya salah seorang teman saat kami bertemu di kampung halaman.

"Di Perumnas Klender, Jakarta Timur," jawab saya .

"Ohh, Bekasi, ya?"

"Bukan, kalau Bekasi itu masuknya planet lain Jawa Barat. Kalau Perumnas Klender sudah Jakarta, meskipun baru masuk Jakarta.

Penjelasan seperti itu nggak hanya sekali atau dua kali harus saya ucapkan pada teman atau tetangga di kampung halaman.  Bagi mereka Jakarta Timur itu Bekasi. Padahal Bekasi sudah bukan wilayah administratif DKI Jakarta melainkan Jawa Barat. Tapi nggak salah juga, sih. Karena Jakarta Timur, khususnya daerah tempat tinggal saya memang belum terlalu Jakarta. Lokasinya betul-betul di pinggir timur Jakarta. Bahkan bisa dibilang mepet dengan Bekasi Barat.

Kami Datang Mendukung Kemenangan

|
 Kami datang karena menang. Kami datang mendukung kemenangan

Ditulis oleh: Damar Nur Aisah (Jakarta), Sunardi (Papua), Vira Nadya (Sumbar) dan Muhammad Haikal Razi (Aceh) untuk memenuhi Challenge Writingthon Asian Games 2018

Indonesia mempunyai target yang tidak main-main, menjadi peringkat sepuluh besar dalam hajatan terakbar bangsa-bangsa se-Asia. Target itu tentu sangat besar mengingat pada gelaran Asian Games sebelumnya di Incheon 2014, Indonesia berada pada ke-17. Di Incheon ini, Indonesia justru turun dua peringkat jika dibandingkan dengan raihan di Ghuang Zhou 2010.  Namun, dengan usaha keras berupa pelatnas dan latih tanding di sejumlah even sebelum Asian Games ini menjadikan kita optimis, raihan itu akan kita capai.

Writingthon Asian Games 2018 dan Semangat Baru Menjadi Indonesia

|

Here I am, Writingthon Asian Games 2018

Sabtu itu kami sengaja pergi ber-commuterline sejak pagi. Tujuan utama kami adalah Stadion Gelora Bung Karno, tapi kami sengaja berhenti di Stasiun Gondangdia untuk kemudian lari pagi menuju pangkalan SPBG di sebelah Lapangan IRTI.

Mungkin teman-teman penasaran ya, ngapain juga lari pagi ke pangkalan SPBG? Kenapa nggak ke tempat lain yang lebih asyik, misalnya Monas atau Bundaran HI? Hehe... 


Flashback Proses Penulisan Artikel Writingthon Asian Games 2018


Jadi ceritanya begini, Sabtu itu saya memang berencana mengambil gambar untuk melengkapi materi seleksi Writingthon Asian Games 2018 yang diselenggarakan oleh Bitread Publishing dan Kemenkominfo. Karena berdomisili di Jakarta, saya rasa keputusan paling tepat adalah menulis tentang dukungan yang disumbangkan Jakarta untuk pelaksanaan Asian Games 2018 kali ini. Terlebih, Jakarta adalah centre yang pastinya akan banyak menarik perhatian dunia. Maka dari itu, warga yang baru lima tahun memegang KTP DKI inipun merasa perlu untuk ikut tenggelam dalam euforia Asian Games 2018 dengan cara menuliskannya dalam sebuah cerita.

Waspadai Gangguan Fisik dan Emosi akibat Obesitas pada Anak

|

RS Royal Progress Jakarta Utara


Jangan dikira masalah obesitas dan segala gangguan kesehatan yang menyertainya hanya terjadi di kalangan orang dewasa, karena kenyataannya, obesitas pada anak kini sedang marak. Bahkan angka prosentasenya terus meningkat dari tahun ke tahun, mulai 2,30% pada tahun 2000 hingga 16,50% pada tahun 2016 merujuk pada data dari WHO.

Tentu tidak mengherankan, karena pergeseran zaman yang ditandai dengan berubahnya gaya hidup dan pola asuh pada anak turut memberi andil pada permasalahan ini. Untuk itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi, agar ikut mewaspadai dan menekan angka obesitas pada anak yang semakin tak terkendali.

Rumah Sakit Royal Progress sebagai salah satu institusi kesehatan merasa bertanggung jawab untuk ikut menyebarkan informasi baik tersebut. Bertempat di Up In Smoke Restaurant, pada Jumat, 3 Agustus 2018 kemarin acara Media dan Blogger Gathering digelar untuk mengupas tuntas dan menyebarkan informasi baik terkait penyebab, efek yang ditimbulkan dan penanganan terhadap kasus obesitas pada anak.

Custom Post Signature

Custom Post Signature